
Cuplikan Chapter 125.
"..[Masuk ke dalam mobil]..[Duduk dengan santai]..[Menghela napas]..Wanita yang merepotkan kalau saja aku bisa membunuhnya !" Gumam Hiru yang mana jiwa psikopatnya berbicara seperti itu
Hiru menunggu Agurame selama beberapa menit tapi Agurame tidak ke mobil karena itu dia langsung memeriksa.
"Cih..[Keluar dari mobil]..Tunggulah, aku ingin melihat dia sedang apa !" Ucap Hiru masuk ke Rumab Lab
"Baik Tuan Hiru saya akan menunggu !" Ucap Pelayan Hiru
Hiru tidak mendengar suara kran air mandi bahkan tidak mendengar suara langkah kaki selain langkah kaki dirinya sendiri. Hiru langsung bersiaga untuk keadaan mendadak dan tidak dengan waktu lama dia bertemu dengan Agurame yang diam menatapi Cup Ramen yang ada di atas lemari bahkan Cup Ramen tersebut sudah lama tidak dibuang.
"..[Menepuk punggung Agurame]..[Berbicara di samping telinga Agurame]..[Mata menajam]..Apa yang menghambatmu Agurame ?" Tanya Hiru
"..[Menatapi Cup Ramen]..Hiru..[Hiru kaget]..Sepertinya aku pernah melihat Cup Ramen ini bersama dengan dua orang lainnya..[Tersenyum]..Saat-saat itu adalah saat yang sangat menyenangkan tapi..[Agurame berhenti beraksi]..Aku tidak mengingat siapa mereka berdua, seandainya aku mempunyai sahabat seperti mereka berdua pasti hidupku akan lebih mudah untuk di jalani !" Ucap Agurame
"Ingatannya benar-benar rusak seharusnya dia histeris karena dalam ingatan palsu, dia yang membunuh Nisuta, Yamada dan Yuu tapi sekarang dia tidak mengingat wajah mereka bertiga..[Selesai bergumam]..Agurame lekas pakai pakaian lalu pergi ke mobil kita akan segera berangkat !" Ucap Hiru
"..[Menutup matanya lalu membukanya dengan pelan]..Baik Tuan Hiru saya akan segera ke mobil !" Ucap Agurame yang langsung memakai pakaiannya
Sekali lagi Hiru akan menunggu Agurame di mobil...Tidak pakai lama terlihat Agurame yang mengenakan pakaian jas yang mana sangat cocok dengan dirinya.
"Pakaian itu sangat cocok, kamu terlihat tampan daripada sebelumnya !" Puji Hiru
"..[Merasa senang]..Terima kasih Tuan Hiru saya melakukan ini untuk diri anda supaya tidak mempermalukan saat berada di restoran nanti !" Ucap Agurame
"Bagus sekarang masuklah..[Agurame masuk ke dalam mobil]..Sopir bawa kami ke rumah keluarga Yamada !" Ucap Hiru
"Baik Tuan..[SFX: Menyalakan Mobil]..Mohon kenakan sabuk pengamannya..[Hiru dan Agurame mengenakan sabuk pengaman lalu mobil melaju dengan kecepatan standar].." Ucap Pelayan Hiru
Sepanjang jalan, Hiru berbicara dengan dirinya sendiri yang mana ingin mengubah sifatnya menjadi sifat untuk pertama kali bertemu dengan Ruiki yaitu tegas sedangkan Agurame diam dengan tenang dan berharap rencananya akan berhasil.
[Berbicara dengan kepribadian lain di dalam dirinya]
__ADS_1
"Aku tidak ingin sifat asliku terlihat jadi aku serahkan kepada kalian berdua tapi jangan melakukan sesuatu di luar kendaliku atau aku akan memusnahkan kalian berdua !" Ucap Sifat Asli
"Hiks...Dia kejam sekali kenapa dia selalu seperti itu !" Ucap Sifat Yang Masih Punya Hati
"Diam kalau kamu seperti itu terus yang ada kamu bisa menghancurkan apa yang sudah kita bangun !" Ucap Sifat Tegas
"..[Menghela napas]..Aku beri kalian waktu untuk berada di dalam diriku tapi ingat dengan ancamanku !" Ucap Sifat Asli
"Baik akan kami lakukan !" Ucap Mereka berdua
Kembali ke mobil tiba-tiba mobil berhenti dengan mendadak yang mana membuat Hiru sedikit kesal.
"..[SFX: Rem Mendadak]..Ada apa kenapa berhenti mendadak !" Ucap Hiru
"Tuan di depan terjadi kecelakaan parah yang mana seorang pria ditabrak oleh mobil hingga terlempar !" Ucap Pelayan Hiru
"Hooo..[Sedikit senang]..Aku ingin melihatnya..[Hiru keluar dari mobil]..Agurame bisa aku minta tolong kepadamu untuk membuka jalan !" Ucap Hiru
Kecelakaan tersebut membuat para pengendara turun dari mobil atau motor untuk menyaksikan korban dan menangkap pelaku, Agurame membuka jalan untuk Hiru supaya dapat melihat korban. Hal yang sangat mengejutkan membuat Hiru terdiam untuk sementara tiba-tiba hujan turun dengan deras..[SFX: Hujan]..Tetesan Hujan membanjiri sosok pria tersebut yang mana darahnya mengalir menuju selokan, wajahnya terlihat familiar yang sangat dia kenal.
Tubuhnya tergeletak di aspal dengan darah yang mengalir, tidak ada satupun yang mau membawa korban tersebut ke rumah sakit karena mengira dia sudah meninggal tapi Hiru tidak kedip untuk beberapa detik karena dia memastikan keadaan pria itu, Hiru melihat dadanya sedikit bernapas yang mana Hiru langsung mendekati pria itu.
"..[Mengangkat kepalanya]..Bertahanlah aku tidak akan membiarkan kamu mati..[Memanggil Agurame dan pelayannya]..Cepat bawa dia ke rumah sakit..[Mata Ayahnya Yamada dan Ruiki mulai kunang-kunang]..Bertahanlah Om Ryu !" Ucap Hiru
Agurame dan pelayan Hiru langsung membawa Ryu ke dalam mobil yang mana semua orang yang melihatnya sedikit penasaran dengan kondisi korban.
"Permisi bukannya dia sudah meninggal akan sia-sia jika membawanya ke rumah sakit karena saat ini TKP adalah hal yang penting untuk menghukum tersangka !" Ucap Netizen
"Dia belum meninggal dasar bodoh yang kalian lakukan hanyalah melihat dan menonton bahkan belum memeriksa keadaan korban..[Kesal]..[Kepalanya pusing]..Tetap jaga tersangka akan aku panggil polisi !" Ucap Hiru
"Ahhhh, baiklah..[Bergumam]..Tadi dia sungguh menyeramkan !" Ucap Netizen
"..[Melihat isi pikiran Hiru yang panik]..Dasar orang aneh !" Ucap Voice Head
__ADS_1
Pelayan Hiru bersama dengan Agurame membawa Ryu ke rumah sakit sedangkan Hiru tetap di TKP untuk menjadi orang yang melapor kemudian dia menelepon Ruiki untuk memberitahu ayahnya yang sedang dalam kondisi kritis karena kecelakaan.
"..[SFX: Telepon]..Angkat cepat angkat..[Tersambung]..Ruiki !" Ucap Hiru
"Hiru jarang sekali kamu meneleponku..Ada apa ?" Tanya Ruiki
"Ruiki apapun yang terjadi tetap tenang dan ikuti ucapanku !" Ucap Hiru
"..[Bingung]..Hiru memangnya ada apa ?" Tanya Ruiki
"Ruiki jawab saja iya !" Ucap Hiru
"..[Semakin bingung]..Baiklah aku akan tetap tenang lalu apa yang harus membuatku tetap tenang ?" Tanya Ruiki
"Ryu bukan ayahmu saat ini berada di rumah sakit dan kondisinya kritis !" Ucap Hiru
"..[Kaget]..Ehhhh..[Tangannya gemetar]..Ayah..[Terduduk di lantai]..Ibu..Ibu !!..[Menangis].." Ucap Ruiki yang histeris
"Ada apa Ruiki, kenapa kamu menangis ?..[Ruiki menyalakan speaker telepon].." Tanya Nanase
"Segera ke rumah sakit yang ada di dekat rumah kalian, saat ini kondisi Ryu sangat parah karena kecelakaan jadi aku mohon kalian untuk tenang !" Ucap Hiru
"Hiru...[Membantu Ruiki bangun]..Ruiki ayo kita ke rumah sakit !" Ucap Nanase yang langsung bersiap-siap
"Ibu..[Gemetar].." Ucap Ruiki
"..[Memegang tangannya Ruiki]..[Mencoba tegar]..Ayahmu akan baik-baik saja, dia akan hidup untuk melihat putirnya yaitu kamu untuk bahagia seperti kakakmu !" Ucap Nanase
"..[Mengusap air matanya]..Aku percaya itu ibu, ayo kita pergi !" Ucap Ruiki
Mereka berdua langsung pergi ke rumah sakit yang ada di dekat rumahnya sedangkan Hiru masih berada di TKP bersama dengan beberapa polisi.
Bersambung...
__ADS_1