
Cuplikan Chapter 192.
Sisanya adalah pekerjaan Kevin dan Baron begitupun yang lainnya untuk membantu evakuasi Empat Pemerintah dan Lima Walikota.
"..[melihat cahaya terang di koridor]..Cahaya apa itu?" Tanya Zen
"Cahaya itu memancarkan gelombang bunyi yang tidak berbahaya mungkin itu berasal dari regu penyelamat!" Ucap Sanderu
Saat ini telah terbagi dua regu yaitu regu penyelamat dan regu evakuasi. Regu penyelamat terdiri dari kandidat perempuan yaitu Tina, Eina, Lisa, Machi, Vino, Ran-Ran, Ruina, Silvi, Rumina, Anastasia, Restia, Ryuzu, Erina, Mein, Xuan dan Rina sedangkan untuk para regu evakuasi terdiri dari pria yaitu Baron, Kevin, Jong Yu, Rein Ruby, Sanderu, Yamori, Professor Jack, Jenderal Kouka, Jenderal Zokya, Jenderal Asteria, Jenderal Empority dan Jenderal White House
"Apa terjadi sesuatu dengan regu penyelamat?" Tanya Raja Albert yang khawatir dengan anaknya
"Bagaimana keadaan dua anakku dan dua pelayanku itu..[bingung]..kita harus segera keluar dari tempat ini!" Ucap Ratu Amari
"Ratu Amari dan Raja Albert biarkan saya yang mencari Putri Monica dan Putri Elizabeth beserta dengan dua pelayan kembar itu!" Ucap Jenderal Asteria
"Baiklah, aku serahkan kepadamu tapi jika tidak ketemu kamu harus mengutamakan keselamatanmu sendiri!" Ucap Ratu Amari
"..[melihat sikap Ratu Amari yang luar biasa tegas dan penuh perhitungan]..Tidak perlu kita cari..[menunjuk jarinya ke depan]..mereka sudah berada di depan kita!" Ucap Kevin
Tiba-tiba Monica dan Elizabeth beserta dengan Chery dan Mery muncul dari kegelapan dengan rasa lelah karena berlari.
"Ayah, ibu..[panik]..di mana Ria?" Tanya Monica
"Syukurlah..[memeluk kedua orang tuanya]..ayah dan ibu baik-baik saja tapi di mana Ria?" Tanya Elizabeth
"Semuanya saat ini seluruh peserta dan penonton sudah berada di luar arena dan hanya tersisa kita semua!" Ucap Mery
"Tunggu, apa kalian membentuk dua regu dalam kondisi ini?" Tanya Chery
Baron langsung takjub dengan kepekaannya Chery terhadap situasi.
"Kemarilah!..[Chery mendekati Baron]..saat ini, ada dua regu yang bertugas sebagai regu penyelamat dan regu evakuasi karena kamu di sini ambilah ini..[memberikan sebuah radio komunikasi]..beritahu kami kalau regu penyelamat sudah berhasil keluar dengan aman!" Ucap Baron
"Apa Putri Ria berada di regu penyelamat itu?" Tanya Chery
"Benar..[Mery berusaha ikut dengan kakaknya]..jangan ikut serahkan tugas ini kepada pelayan muda ini dengan Jenderal Asteria!" Ucap Baron
"Tapi aku tidak mau meninggalkan kakakku!" Ucap Mery dengan nada marah
"Yang dikatakan Tuan Baron ada benarnya..[Mery melihat ke arah Jong Yu]..tidak perlu membawa banyak orang hanya karena mengirim radio kalau terjadi sesuatu yang ada hanya akan menambah jumlah korban!" Ucap Jong Yu
"Jong Yu hentikan ucapanmu itu!" Ucap Kevin
"Jadi, kalian membuat kakakku menjadi alat sekali pakai!" Ucap Mery dengan mata marah
"Semuanya tenang..[menguatkan tekadnya]..Tuan Baron bukankah kamu bisa melindungi pelayan ini dengan kemampuanmu?" Tanya Yamori
__ADS_1
"Yamori..[tersenyum]..sebenarnya saat ini kalian semua sudah aku lindungi begitupun dengan regu penyelamat jadi intinya pelindung ini akan semkain kuat jika pemakainya memiliki kemampuan yang cukup karena itulah jika tempat ini runtuh setidaknya akan menyelamatkan mereka!" Ucap Baron
Semua yang mendengar penjelasan dari Baron membuat hati mereka terasa lega.
"Kalau begitu lebih baik kita cepat keluar!" Ucap Uliyana
"Itu benar, aku sudah mempersiapkan senjata yang bagus untuk melawan musuh di arena!" Ucap Calistia
"Kalau begitu kita bisa menyelamatkan gadis di arena itu!" Ucap Zen
Tiba-tiba sebuah tubuh terlempar menghantam dengan keras ke tembok sekitaran mereka..[SFX: Duaarr]..tembok menjadi hancur dan retak...semua yang melihatnya hanya kagum dan takut lalu sosok perempuan masuk ke dalam tembok yang sudah berlubang karena ulahnya sendiri.
"Walikota Zen itu tidak perlu lagipula..[Yuna memojokkan David]..gadis itu setara dengan Yuuto!" Ucap Baron dengan nada sedikit panik
Yuna sangat marah dengan David bahkan wajah dan tatapannya sudah seperti Yuuto, gelombang bunyi melimuti tubuhnya Yuna sekaligus daerah di sekitar itu seketika menjadi dingin.
"..[melirik ke regu evakuasi]..Baron, Kevin dan kalian semua!..[David merasa kesal dan tubuhnya kesakitan]..serahkan ini kepadaku dan Baron apakah Alicia selamat?" Tanya Yuna
"Aku mengirim pelayan muda dari Kota Asteria untuk memberikan radio kepada regu penyelamat dan di sana ada Alicia kemungkinan cahaya terang tadi menyembuhkan Alicia, aku sudah bisa merasakan gelombang bunyi miliknya!" Ucap Baron
"..[Yuna membentuk gelombang bunyi miliknya menjadi sebuah es]..Akseleration!..[mengarahkan tangan kanannya ke David]..Frozen!..[SFX: Ice]..[tubuh David seketika membeku sebagian sehingga susah untuk kabur]..setelah kalian menyelesaikan tugas evakuasi segera datang kembali ke arena, orang yang di atas langit sangatlah kuat kita perlu berkumpul!" Ucap Yuna dengan wajah serius mendekati David lalu menghajarnya sampai babak belur
"Yuna, ikutlah dengan ayah di sini berbahaya!" Ucap Professor Randolf
"..[SFX: Tonjokkan]..[SFX: Darah]..Ayah, aku bukan anak kecil lagi!..[melirik ke ayahnya]..[tersenyum]..aku baik-baik saja!" Ucap Yuna
Professor Randolf terdiam melihat ekspresi anaknya yang memaksa untuk tersenyum.
"Yuna, sebagai orang terkuat kedua dari Yuuto..[menatap Yuna]..aku ingin kamu melindungi kota ini!" Ucap Tuan Zhafi
Zen sebagai Walikota White House terkejut dengan ucapannya Tuan Zhafi.
"Kami juga memohon kepadamu!" Ucap Zen
"Saya juga memohon kepada anda Nona Yuna!" Ucap Jenderal White House
"Orang-orang seperti mereka ini yang menyiksa, membunuh dan merugikan orang lain hanya sampah di mataku jadi serahkan kepada kami selama Marga Ery tidak ada, kami sebagai 10 Pemimpin Besar akan bertanggung jawab untuk melindungi kota ini!" Ucap Yuna
"Terima kasih!" Ucap Zen
Semuanya berlari menuju pintu keluar lalu ketika dalam perjalanan menuju pintu keluar tiba-tiba radio komunikasi menyala dan terdengar suara pelayan muda tadi yaitu Chery.
"Ini sudah terhubung..[memberikan radio kepada Ria]..silahkan Putri Ria!" Ucap Chery
"..[berlari]..Bagaimana keadaan di sana?" Tanya Baron
"Kak Alicia selamat!..[berlari sambil berbicara di radio].." Ucap Ria
__ADS_1
"Kalian dengar itu, dia selamat!" Teriak Baron
"Aku sudah duga itu!" Ucap Kevin sambil berlari
"Ayah, ibu, Kak Monica dan Kak Elizabeth begitupun dengan Mery...maaf membuat kalian khawatir, aku baik-baik saja!" Ucap Ria
Raja Albert dan Ratu Amari tersenyum lega begitupun dengan saudarinya dan Mery ketika pintu keluar sudah terlihat dan mereka sudah berharap untuk selamat tiba-tiba sosok pria dengan tubuh kekar dan besar jatuh dari langit hingga menghancurkan lantai.
"Astaga, aku tidak percaya David sudah hancur dengan wanita itu!" Ucap Graundila
Semuanya berhenti mendadak lalu Kevin, Baron, Jong Yu dan Rein Ruby langsung mode waspada karena merasakan Aura tidak biasa dari pria itu.
"Siapa kamu?" Tanya Baron
"Dia..[kaget]..dia, Graundila!" Ucap Tuan Kim
"Ternyata dia masih hidup!" Ucap Tuan Chen
"Hmm...di mana anak itu kalau tidak salah..[berpikir]..Yuuto benar namanya adalah Yuuto jadi di mana dia?" Tanya Graundila
"Kami tidak tahu!" Ucap Kevin dengan nada panik
Baron sudah mempersiapkan bentuk Ultimate Akseleration miliknya sedangkan Rein juga mempersiapkan Ultimate Akseleration miliknya.
"Tidak ada, dia tidak bersama kalian..[kesal]..tch, sayang sekali kalau begitu aku akan..[tersenyum jahat]..menghancurkan kalian!" Ucap Graundila
"Rein sekarang!" Teriak Baron
"Ultimate Akseleration..[SFX: Freeze]..[menekan dimensi]..Replace!" Teriak Rein Ruby
Lima Walikota, Empat Pemerintah, empat jenderal kecuali Jenderal Asteria yang bersama regu penyelamat, Mery, Jong Yu, Sanderu, Yamori dan Rein itu sendiri langsung berpindah di belakangnya Graundila menuju pintu keluar.
"Tch...Akseleration!..[menekan gelombang bunyi di tangannya]..walaupun aku tidak membunuh mereka yang dibelakangku setidaknya..[SFX; Pusshh]..Meteor Sound Wave!" Ucap Graundila
Pukulan Graundila yang sangat dahsyat melancarkan serangan lurus dengan kekuatan yang luar biasa membuat Baron yang menangkis serangan itu terpental sangat jauh bahkan Kevin juga terpental jauh bersamaan dengan Professor Jack.
..[SFX: Booom]..Serangan lurus itu meledak bagaikan bom seketika tempat itu menjadi hancur karena ledakannya.
"Seharusnya ini mengenai mereka yang dibelakang juga!" Ucap Graundila
Yang tadi selamat tidak berani melihat ke belakang karena tidak ingin menjadi korban selanjutnya dan membuat perjuangan mereka sia-sia. Terlihat tubuh Baron menghantam tembok dan mengeluarkan darah sedangkan Kevin dan
"Aagghh..[muntah darah]..bajin*an!..[menangis]..maafkan aku!..[menangis]..maaf, Silvi, Anastasia, Restia, Rumina, Rina, Xuan..[menangis]..maafkan aku!" Ucap Baron
Baron menyadari sesuatu dari serangan mematikan dari Graundila yaitu kekuatan yang luar biasa seketika Baron yang terkena ledakan itu tersadar dengan ucapannya yang barusan mengenai pelindung miliknya lalu enam sosok perempuan terlihat dan terasa oleh gelombang bunyi miliknya kalau kemampuan mereka masih tidak kuat untuk menahan serangan dari Graundila.
Walaupun Baron sudah melepaskan pelindung miliknya sendiri untuk memperkuat mereka berenam namun itu tidak cukup untuk menahan serangan mematikan dari Graundila dan yang Baron rasakan adalah detak jantung yang tidak berdetak lagi dari enam orang itu.
__ADS_1
"..[tempat itu menjadi hancur lembur]..Tempat ini begitu menarik dan indah atau bisa aku bilang ini adalah akhir dari festival bukankah begitu semuanya!" Ucap Graundila dengan senyuman bahagia
Bersambung...