
Tahun 2031, Project Transfer Memory masih dalam pengembangan yang sudah mencapai 75%.
[Di Laboratorium]
"..[Meregangkan tangannya]..[Menguap]..Woaahhh..Hiru, Yamada dan Agurame mari kita beristirahat untuk beberapa hari ini..[Turun dari tangga]..Project Transfer Memory sudah mencapai 75% yang kemungkinan akan semakin naik jika kondisi kita dalam keadaan bagus bukankah begitu Agurame !" Ucap Yuuto
"Anda benar Senior apalagi yang paling banyak bekerja keras adalah Senior Hiru !" Ucap Agurame
"..[Melihat kantung mata Hiru]..Okama lebih baik kamu istirahat untuk memulihkan tubuhmu lagi !" Ucap Yamada
"..[Mata buka tutup]..[Menggosok kedua matanya]..Mungkin kalian benar lebih baik aku istirahat..[Tubuh Hiru perlahan tumbang namun Nisuta langsung menyadarinya lalu dengan cepat Nisuta menangkap tubuh Hiru].." Ucap Hiru
"..[Menangkap tubuh Hiru]..[Menghela napas]..Hampir saja, maaf sudah banyak merepotkanmu Hiru..[Menggendong Hiru]..Yamada dan Agurame kalian istirahat juga atau bisa di bilang hari ini adalah hari libur untuk kita semua !" Ucap Nisuta
"..[Menyilangkan kedua tangannya]..Nisuta jangan lupa kalau kamu sudah ada janji untuk membawa Yuu liburan !" Ucap Yamada
"..[Baru ingat]..Hampir aku lupa kalau tidak nanti Yuu akan marah padaku..[Menghela napas]..Agurame kalau kamu ada waktu mau ikut dengan kami ?" Tanya Nisuta
"Aku ada banyak waktu Senior dan terima kasih sudah mengajak saya !" Ucap Agurame
"Lalu siapa yang menjaga Hiru selama kita liburan ?..[Yamada tiba-tiba menelepon].." Tanya Nisuta
"Tolong kamu datang ke sini, kakak minta tolong sesuatu untukmu..[Agurame sudah tahu siapa yang Yamada telepon]..Terima kasih !" Ucap Yamada sambil menutup teleponnya
"Aku akan mengantar Hiru ke kamarnya !" Ucap Nisuta sambil berjalan menuju ke kamar Hiru
Beberapa menit kemudian datang Ruiki dengan perasaan tidak enak akan permintaan tolong dari kakaknya.
Nisuta, Yamada, Agurame dan Yuu memakai pakaian santai sekaligus membawa beberapa pakaian ganti.
"Kak Ruiki lama tidak bertemu..[Tersenyum]..!" Ucap Yuuto
"..[Mengelus kepala Yuuto]..Rasa kangen kakak langsung menghilang ketika melihat dirimu Yuu !.[Tersenyum]..Kakak apa yang bisa aku bantu ?" Tanya Ruiki sambil menatap Yamada
"Hmmm, sebelum itu apa kamu mencintai kakakmu ini ?" Tanya Yamada
__ADS_1
"Ha ?..[Bingung]..[Pipi memerah]..Tentu saja aku mencintai kakak lebih dari siapapun bahkan lebih dari Kak Nisuta !" Ucap Ruiki
"Ehhhh !" Ucap Nisuta
"Kalau begitu tolong jaga Okama selama kami berlibur !" Ucap Yamada
"Ha ?..[Kaget]..Tunggu sebentar menjaga orang itu ?" Tanya Ruiki
"..[Tersenyum]..[Menarik tangan Ruiki lalu memasukkannya ke dalam rumah]..Jaga rumah Ruiki dan juga jaga Okama selama kami pergi..[SFX: Mesin Mobil]..Terima kasih sudah membantu kakakmu ini !" Teriak Yamada
"Ehhhh..[Membuka pintu]..Kakak jangan pergi dulu..[Mobil melaju dengan cepat]..Seharusnya aku sudah tahu dari senyumannya itu !" Ucap Ruiki
Nisuta, Yamada, Agurame dan Yuu pergi berlibur sedangkan Ruiki diberikan tugas untuk menjaga Hiru selama mereka berlibur namun dalam hati Ruiki dia sangat tidak ingin melakukan tugas ini karena dia tidak begitu menyukai sikap Hiru.
"..[Menghela napas]..Telepon tidak diangkat dan aku harus menjaga orang itu..[Menghela napas]..Lebih baik aku mati daripada bersamanya..[SFX: Brukkk]..Suara apa itu..[Pergi ke atas]..Suaranya terdengar di sini mungkinkah Hiru !..[Membuka pintu]..[Terkejut melihat tubuh Hiru yang terjatuh di lantai sambil bernapas dengan cepat]..Hiru !..[Mencoba mengangkat tubuh Hiru namun keberatan]..Beratnya !" Ucap Ruiki
"Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..[Matanya terbuka kecil]..Ruiki..[Melepaskan tangan Ruiki]..Biar aku sendiri yang berdiri !..[Hiru mencoba berdiri dengan sekuat tenaga dan berhasil tidur kembali di kasurnya]..Apa yang kamu lakukan di sini ?" Tanya Hiru
"..[Kesal]..Kalau kamu tidak suka biar aku pergi saja dari sini !" Ucap Ruiki yang langsung pergi meninggalkan Hiru yang sedang sakit sendirian
Tubuh Hiru semakin panas dan semakin panas sepertinya dia terkena demam tinggi walaupun begitu Hiru masih bisa mempertahankan kesadarannya namun baginya itu sangat sulit karena rasa pusing di kepalanya terus berdenyut bagaikan detak suara jantung.
"..[Berdiri di pinggir jalan mencari taksi]..Walaupun ini perintah dari kakak tapi aku tidak sudi membantunya karena dia yang sudah mempermalukan diriku di depan kakak, mengatakan semua yang aku takutkan selama ini dengan mudahnya dia mengatakan semua itu tanpa ijin dariku..[Mengingat Hiru yang kesulitan bernapas]..Aku tidak peduli dengannya..[Taksi berhenti di depannya].." Ucap Ruiki
"..[Membuka pintu]..Tujuan ?" Tanya Sopir
"..[Berlari meninggalkan taksi]..Aku sangat tidak suka dengan perasaan ini..[Terus berlari menuju rumah laboratorium]..Aku sangat tidak suka dengan perasaan ini..[Kesal]..[Sampai di rumah dengan napas yang sangat lelah]..[Membuka pintu]..[Lari ke atas tangga tepatnya ke kamar Hiru]..[Membuka pintu kamar Hiru]..Hiru apakah kamu baik-baik saja ?" Tanya Ruiki
"..[Duduk di kasur]..[Melirik ke arah Ruiki]..Keadaanku saat ini sedang buruk kalau kamu ada waktu bisakah rawat aku untuk sementara !" Ucap Hiru yang langsung tumbang ke kasur lagi
"Kenapa..[Bingung]..Seharusnya tubuhnya sudah tidak kuat untuk bangun tapi kenapa dia..[Menyesal]..Tunggu sebentar aku akan buatkan kamu bubur dan membeli beberapa obat demam jadi tunggu aku sampai selesai !" Ucap Ruiki sambil berlari menuju minimarket
Ruiki berlari dengan sekuat tenaganya membeli obat demam dan membeli beberapa bahan untuk bikin bubur walaupun tidak sepandai kakaknya dalam memasak tapi untuk sekadar bubur, Ruiki bisa membuatnya namun rasanya entah siapa yang tahu setelah membeli hal-hal yang dia butuhkan dengan cepat Ruiki kembali ke rumah laboratorium.
Ruiki dengan cepat langsung memasak bubur namun dengan hati-hati selagi memasak bubur, Ruiki selama memasak selalu mendengar suara jeritan dari Hiru yang dimana membuat Ruiki mengingat masa-masa saat dia sakit dan kakaknya yang merawatnya sampai sembuh.
__ADS_1
"Bertahanlah Hiru !" Gumam Ruiki yang fokus dengan masakkannya
Beberapa menit kemudian.
"..[Membuka pintu kamar Hiru]..Hiru coba kamu makan dulu setelah itu minum obat ini, kakak selalu melakukan ini kepadaku ketika sakit demam..[Melihat tubuh Hiru yang semakin parah]..Hiru !..[Mendekati Hiru]..Bangunlah jangan malas !" Ucap Ruiki
"..[Tertawa namun pelan]..Ruiki maaf merepotkanmu..[Mencoba bangun]..Kepalaku terus berdenyut tanpa henti dan badannya seperti oven yang sedang memanaskan makanan..[Tertawa pelan]..Kalau kamu tidak suka jangan memaksakan dirimu karena ini hanya membuatmu semakin kesal !" Ucap Hiru dengan senyuman
"Aku sangat kesal denganmu tapi di lain sisi aku tidak membencimu, aku benci dengan sikapmu yang bisa menebak pikiran seseorang tanpa pikir panjang langsung mengatakan semuanya dan tidak memikirkan perasaannya..[Kesal]..Aku benci itu..[Hiru masih berusaha membuat tubuhnya tidak tumbang]..Tapi karena dirimu aku bisa terbuka dengan kakakku jadi makan ini lalu minum obat ini lalu istirahat jangan merepotkan diriku lagi !" Ucap Ruiki
"Terima kasih !..[Ruiki menyuapkan buburnya]..!" Ucap Hiru
"Asal kamu tahu, aku tidak sepandai kakak dalam hal memasak jadi jangan banyak komentar !" Ucap Ruiki
"..[Menelan bubur buatan Ruiki]..Ruiki..[Menatap mata Ruiki]..Ini sangat enak !" Ucap Hiru sambil tersenyum
"..[Pipi memerah]..Aku tidak tahu kalau sifatmu ada yang seperti ini dasar suka gombal tapi terima kasih !" Ucap Ruiki
Hiru memakan setiap suapan dari Ruiki hingga buburnya habis tidak tersisa lalu Hiru meminum obat demam lalu kembali tidur di kasur.
"Istirahat aku akan ada di bawah, panggil aku kalau kamu perlu sesuatu dan satu hal lagi jangan merepotkan diriku lagi ketika kamu sembuh !" Ucap Ruiki
"Ruiki..[Memegang tangan Ruiki]..Terima kasih sudah merawatku !" Ucap Hiru sambil tertidur
"..[Mengelus tangan Hiru]..Perasaan ini sudah terjadi ketika pertama kali bertemu dengan dirimu saat kamu mempermalukan diriku di depan kakakku, pertamanya aku menganggap perasaan ini adalah perasaan membenci dirimu tapi aku salah walaupun aku sudah sangat marah denganmu tapi entah kenapa aku semakin memikirkan dirimu..[Gumam Ruiki]..Hiru kalau kamu bisa mendengar suaraku bisakah kamu menjawab pertanyaanku ini..[Hiru hanya terdiam]..Apakah kamu menyukai diriku ?" Tanya Ruiki dengan penuh perasaan di samping kasur Hiru
"..[Menggenggam erat tangan Ruiki]..[Membuka kedua matanya]..[Tersenyum]..Ketika aku bertemu denganmu, aku langsung tahu apa yang kamu pikirkan karena wajahmu itu yang mudah untuk di tebak..[Ruiki terkejut]..Kamu tidak mudah menyimpan perasaan tapi kamu juga tidak mudah untuk mengungkapkan perasaanmu tapi saat ini kamu sangat berani untuk mengungkapkan perasaanmu kepadaku !" Ucap Hiru
"Kamu sudah sakit tapi banyak bicara ya !" Ucap Ruiki sambil tertawa
"Ruiki aku menyukaimu, aku menyukai sikapmu, aku selalu memikirkanmu namun aku tidak berani untuk mengungkapkan perasaan ini karena aku tidak seberani dirimu karena itu ini saat yang paling tepat untuk mengungkapkan seluruh perasaanku..[Menarik napas]..Aku menyukai dirimu jadi tolong tetaplah bersamaku !" Ucap Hiru yang kelelahan dan langsung tertidur
"..[Mengelus kening Hiru]..Dasar penakut !" Ucap Ruiki sambil tertawa
Scene di tutup dengan Ruiki yang mencium kening Hiru dengan penuh perasaan lalu Ruiki mengatakan perasaannya ketika mencium kening Hiru.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Hiru Okama !" Ucap Ruiki
Bersambung...