
Cuplikan Chapter 79.
Besok adalah hari pelatihan untuk mereka semua termasuk Yuuto yang akan melatih dirinya saat berada di dunia Hollow untuk mendapatkan seluruh ingatannya dan kekuatan Hollow.
..[SFX: Jam]..Jarum panjang jam dinding terus bergerak dan mengeluarkan suara tik-tok-tik-tok, semuanya tertidur begitu lelap seperti bayi..[SFX: Langkah Kaki]..Jam dinding menunjukkan pukul 05.50.
"..[Terbangun]..Ada banyak langkah suara..[Melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 05.50]..Ahhh, aku mengerti sekarang..[Meregangkan tangannya]..[Bangun dari kasur]..Langkah kaki mereka masih berada di pintu depan jadi masih ada waktu untuk mandi dan sikat gigi walaupun harus mandi bebek..[Yuuto masuk ke kamar mandi].." Gumam Yuuto
Suara langkah kaki tersebut mulai menaiki lift untuk mencapai setiap kamar yang ada di apartemen. Yuuto sudah selesai mandi walaupun tidak terlalu bersih namun sikat gigi sudah dia lakukan.
"..[Melihat jam dinding menunjukkan pukul 05.54]..[Membuka lemari baju]..[Memakai baju yang sudah diberikan oleh Jenderal Kouka setelah selesai makan malam]..[Bercermin]..Hmm, lumayan bagus baju Jenderal ini !..[SFX: Langkah Kaki]..Ahhh, mereka sudah dekat..[Membuka jendela]..[Melihat empat Komandan dan Jenderal Kouka di depan pintu apartemen]..Akseleration !..[Yuuto lompat dari jendela]..[Yuuto membuat pijakan yang mudah retak namun memiliki efek menurunkan kecepatan jatuh atau menurunkan gravitasi].." Gumam Yuuto
"Jenderal kita harus memberikan mereka sikap disiplin jadi dengan cara ini mereka akan lebih di latih untuk tepat waktu !" Ucap Komandan Wang
"Bagaimana dengan anggota yang lain ?" Tanya Jenderal Kouka
"Semuanya sudah berada di lapangan latihan namun..[Melihat apartemen penginapan]..Mereka masih tidur !" Balas Komandan Fuji
"Latihan ini akan dilakukan berapa lama ?" Tanya Komandan Haris
"..[Melihat kertas latihan]..Hmm, lumayan banyak kemungkinan akan memakan banyak waktu untuk latihan seperti ini !" Ucap Komandan Dong
"..[SFX: Pijakan Retak]..Hanya 2 bulan..[Jenderal dan Komandan langsung mencari asal suara tersebut dan betapa terkejutnya dia melihat Yuuto terjun dari apartemen].." Ucap Yuuto
""Ehhh, Yuuto kenapa dia terjun dari apartemen ?" Tanya Komandan Fuji
"Anak ini nekatnya minta ampun !" Ucap Komandan Haris
"Luar biasa itulah Jenderal Yuuto, Ketua dari 10 Pemimpin Besar !" Ucap Komandan Wang
"Bagaimana dia melakukan hal itu ?" Tanya Komandan Dong
"..[SFX: Membuka Pintu]..Cukup sederhana dia hanya menggunakan kemampuan Akseleration yang dapat menurunkan efek gravitasi dengan membuat pijakan yang mudah retak !" Balas Baron
"..[Melihat ke depan]..Tanagi Baron bagaimana kamu bisa berada di sini ?" Tanya Komandan Wang
"..[Mengusap tangannya karena kedinginan]..Ha ?..Kalian ini cukup berisik saat mau masuk ke apartemen walaupun aku sudah terbiasa bangun jam segini dan cara kalian lumayan bagus untuk mendisiplinkan !" Ucap Baron
"Baron kembalikan handphone milikku kalau sudah memakainya !" Ucap Kevin
"Ahh..[Memberikan Handphone milik Kevin]..Maaf Kevin aku lupa !" Ucap Baron
"Baiklah aku terima permintaan maaf darimu karena kamu sudah tua !" Ucap Kevin
"..[Menghela napas]..Sungguh kita ini sangat akrab ya !" Ucap Baron
"..[Menghela napas]..Cari istri sana biar aku tidak mengejekmu lagi !" Ucap Kevin
"Baik-baik dasar cerewet !" Ucap Baron
"Tanagi Baron dan Kevin Weldrick tidak salah lagi kalian mungkin sekuat Yuuto !" Ucap Jenderal Kouka
"Orang yang sekuat dengan Yuuto sedang tidur cantik Jenderal !" Ucap Baron
Jenderal Kouka penasaran dengan perempuan yang sekuat dengan Yuuto..[SFX: Pijakan Retak]..Kaki Yuuto menyentuh tanah.
"Baron, Kevin kalian sudah bangun !" Ucap Yuuto
"Jadi sudah ada tiga orang yang sudah bangun !" Ucap Komandan Fuji
"Jenderal Yuuto anda sangat gagah dengan pakaian itu !" Ucap Jenderal Kouka
"Terima kasih Jenderal Kouka walaupun pakaian ini sedikit susah untuk di pakai !" Ucap Yuuto
__ADS_1
"Jenderal Yuuto..[Sadar akan ucapannya]..[Memegang kedua bahu Yuuto]..Yuuto kamu sudah jadi Jenderal ?" Tanya Baron
"Hoi Yuuto ceritakan kepadaku kenapa kamu bisa mendapatkan gelar itu ?" Tanya Kevin
"..[Menghela napas]..Baik-baik, gelar Jenderal diberikan kepadaku karena aku yang akan melatih anggota militer di Kota Hometown !" Ucap Yuuto
"Bagus sekali sahabatku kamu memang seharusnya mendapatkan gelar seperti itu !" Ucap Baron
"..[Menghela napas]..Kamu semakin kuat saja Yuuto tapi aku pasti akan mengejar dirimu !" Ucap Kevin
"..[Tersenyum]..Aku tunggu !" Ucap Yuuto
"..[Melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 05.58]..Kenapa mereka lama sekali !" Ucap Komandan Wang
"Komandan Wang berapa orang yang kamu masukkan ke dalam apartemen ?" Tanya Yuuto
"Aku mengirim satu pasukan yang di pimpin oleh Komandan Fuji !" Balas Komandan Wang
"Satu pasukan berarti jumlahnya ada 50 ?" Tanya Yuuto
"Benar mereka adalah pasukan saya !" Ucap Komandan Fuji
Tiba-tiba pintu depan apartemen terbuka lebar, kandidat keluar dari apartemen dan sudah bersiap-siap.
"Jadi itu pasukanmu !" Ucap Yuna dengan nada marah
"..[Merasakan Aura mengancam]..Ahh, ini untuk menjaga disiplin kalian !" Ucap Komandan Fuji
"Komandan Yuna kami sudah membawa seluruh kandidat dan hari ini adalah pelatihan untuk anda !" Ucap Pemimpin regu
"Bagus walaupun aku mandi bebek tapi yang penting sudah sikat gigi !" Ucap Yuna
Komandan Fuji hanya bisa terdiam mendengar pasukannya yang memanggil Yuna dengan sebutan Komandan.
"Jadi dia yang Baron sebutan tadi..[Melihat wajah Yuna]..Walaupun masih polos namun memiliki Aura yang mengerikan !" Gumam Jenderal Kouka
"Eina gendong aku !" Ucap Lisa yang masih mengantuk
"Ahhh, kamu ini jangan malas saat ini kita harus latihan !" Ucap Eina
"Ruina, Ran-Ran, Vino kalian masih kuat bukan ?" Tanya Machi
"Aku lapar !" Balas Ran-Ran
"Ran-Ran kamu seorang gadis imut jangan seperti itu !" Ucap Ruina
"Bagaimana denganmu Machi ?" Tanya Vino
"Tenang aku sudah persiapan karena aku sudah tahu kalau ini pasti akan terjadi !" Ucap Machi
"..[Tidak melihat kakaknya]..Yuna dimana kakakku ?" Tanya Kevin
"..[Baru sadar]..Tina kamu dimana ?" Tanya Yuna
"..[Baru keluar dari apartemen]..Maaf Kak Tina dia sangat lemah kalau bangun pagi !" Ucap Ryzen
"Tidak apa-apa aku tidak keberatan !" Ucap Tina sambil Ryuzu memeluknya dari belakang
"..[Menghela napas]..Ryuzu itu sifatnya akan berubah kalau bangun pagi !" Ucap Jong Yu
"Terima kasih Kak Tina karena sudah membantu kami !" Ucap Rein
"..[Melihat Kevin]..Kevin kamu sudah bangun ya !" Teriak Tina dengan senyuman manisnya membuat pasukan menggila
__ADS_1
"Hoi kendalikan diri kalian dasar pasukan bodoh !" Teriak Komandan Fuji
"..[Melirik ke arah Kevin]..Ahh, itu dia Kevin..[Berlari ke arah Kevin lalu memeluknya].." Ucap Ryuzu
"..[Sesuatu yang lembut menyentuh dadanya Kevin]..Ahhh..[Wajah memerah]..Kamu Ryuzu-kan lepaskan aku !" Ucap Kevin dengan nada malu
"Ahhh, Kevin ternyata kamu seperti itu !..[Tersenyum jahat].." Ucap Baron dengan ekspresi jahat
"Baron sungguh aku tidak malu..malu sama sekali tahu !" Ucap Kevin yang semakin pusing
"Ryuzu..[Berlari ke arah Kevin]..[Menarik Ryuzu]..Ryuzu lepaskan Kak Kevin kamu harus cepat sadar atau kamu nanti malu sendiri kalau mengingat kejadian ini !" Ucap Ryzen
"..[Menarik baju Kevin]..Tidak mau, aku mau sama Kevin..[Menatap wajah Kevin]..Kamu mau-kan !" Ucap Ryuzu dengan wajah manisnya
Mendengar ucapan tersebut membuat kepala Kevin meledak karena kepanasan.
"..[Tersenyum]..Kevin sudah dewasa !" Gumam Tina
"Kevin kamu harus bertahan dengan posisi itu !" Gumam Baron
"Maaf aku telat..[Lelah]..[Melihat situasi yang begitu aneh]..Kenapa dengan situasi ini ?" Tanya Reiza
"Situasinya sediki aneh bukan dan akhirnya aku bisa melihat sisi lemahnya Kevin !" Ucap Baron
"Ahh..[Melihat sisi samping kanan Baron]..Tanagi Baron !" Ucap Reiza
"Hmm..[Melihat Reiza sepenuhnya]..Ada apa Guru Reiza ?" Tanya Baron
"Ahhh, tidak aku hanya sedikit terpesona dengan anda !" Ucap Reiza tanpa sadar akan ucapannya
"..[Pura-pura batuk]..Guru Reiza apa kamu sadar akan ucapanmu itu ?" Tanya Baron sambil salah tingkah
"..[Baru sadar]..Ahh, maaf Tanagi Baron..[Wajah memerah]..Maaf, maaf !" Ucap Reiza
"Panggil aku Baron saja dan terima kasih aku senang dengan tanggapanmu !" Ucap Baron dengan sedikit tersenyum
"Sama-sama Baron !" Ucap Reiza
"Tapi apa Ryuzu seperti itu kalau bangun pagi ?" Tanya Baron
"Ahh, soal itu aku baru ingat kalau Ryuzu itu memiliki perubahan sifat yang dimana dia akan membuka seluruh isi hatinya ketik bangun pagi !" Ucap Reiza
"..[Batuk beneran]..[Reiza cemas kepada Baron]..Tidak apa-apa, tenggorokanku gatal..[Melihat Ryuzu yang terus memeluk erat Kevin]..Berarti, Kevin kamu mulai bisa menjalankan kehidupan yang sangat di idamkan oleh kaum anak SMA !" Gumam Baron
Yuuto tersenyum melihat situasi yang kacau ini.
"..[Tertawa]..Kalian bukannya ini sedikit kacau dan Komandan Fuji ternyata pasukan anda seperti itu !" Ucap Yuuto
"Bukan begitu Jenderal Yuuto tapi..[Yuuto masih tertawa]..[Menghela napas]..Ya seperti inilah pasukan saya !" Ucap Komandan Fuji
"..[Tertawa]..Kevin sampai kapan kamu seperti itu ?" Teriak Baron sampai tertawa
"Diam kamu Baron aku tidak bisa melepaskan ini karena akan menyentuhnya !" Ucap Kevin
Semua pasukan Komandan Fuji tertawa mendengar ucapan Kevin.
"..[Tertawa]..Kevin lihat wajahmu !" Ucap Baron
"Diam !" Teriak Kevin
Yang lainnya ikut tertawa melihat Kevin yang wajahnya sangat merah karena Ryuzu terus memeluknya.
Matahari kini mulai menampakkan dirinya hingga membuat sinarnya menerangi seluruh kulit mereka. Suara tertawa terdengar begitu keras sungguh bangun pagi yang menyenangkan bagi mereka semua.
__ADS_1
Bersambung...