World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 186: Hari Duel Festival Part 4


__ADS_3

Setelah pertarungan tadi kini pertarungan antara Kota Asteria dengan Kota Zokya sedang dimulai namun kali ini cerita akan berfokus dengan semua teman dekat Yuuto.


Sebuah ruangan istirahat atau ruangan tunggu yang digunakan oleh Kota Hometown beserta Kota White House. Kevin yang sudah memenangkan pertarungan disambut dengan meriah oleh semua teman-temannya yang sudah dari tadi menonton pertarungan Kevin dan Jong Yu dari layar hologram.


"Kevin kamu luar biasa...jadi bagaimana?..[mendekati Kevin]..apa kamu sudah menguasai mode listrik itu?" Tanya Baron


"..[Baron merangkul Kevin]..Menguasainya memang sudah aku lakukan tapi..[berpikir ulang]..lebih tepatnya aku merasa ini belum sempurna!" Ucap Kevin sambil melihat telapak tangannya


"Kalau begitu tinggal kamu tingkatkan saja!" Ucap Tina


"Baik kak..[menghela napas]..Jong Yu sangat bekerja keras daripada diriku..[tersenyum]..dia semakin kuat!" Ucap Kevin


"..[mendekati Kevin]..Kevin, apa kamu terluka?" Tanya Ryuzu dengan wajah imutnya


"..[SFX: Deg-Deg]..Ryuzu kamu terlalu dekat..[semua orang melihatnya dan mulai paham akan situasi itu]..aku baik-baik saja yang lebih mengalami luka itu adalah Jong Yu!" Ucap Kevin


"Ryuzu, aku akan duluan melihat kondisi Jong Yu!" Ucap Erina


"Erina tunggu aku..[berlari mengejar Erina]..jangan tinggalkan aku, Erina!" Teriak Ryuzu


"Hmm..[melirik Kevin yang terus menatap Ryuzu]..Kevin dia sudah pergi berhenti menatapnya!" Ucap Baron


"..[sadar dan terkejut]..Baron..[kesal]..aku sama sekali tidak menatapnya!" Ucap Kevin


"Benarkah lalu kenapa wajahmu memerah..[menyindir]..apa kamu tadi malu karena Ryuzu mendekatimu?" Tanya Baron


Kevin mulai kesal kemudian mereka berdua mulai adu mulut dan saling mengejek satu sama lain.


"Mereka berdua mulai lagi!" Ucap Silvi sambil mendekati mereka berdua dan berusaha memisahkan


"..[tertawa kecil]..Mereka berdua terlihat seperti saudara bukankah begitu Restia!" Ucap Rumina


"..[jatuh dengan sendirinya]..Mou..[pipinya mengembung]..pakaian ini sulit sekali untuk bergerak!" Ucap Restia


"Restia..[menghela napas]..saat ini kita menggunakan baju khusus untuk Duel Festival sedangkan kamu masih menggunakan gaun milikmu!..[membantu Restia berdiri]..di mana baju khusus itu kamu letakkan?" Tanya Anastasia


"..[panik]..Aku menjatuhkannya ke bak mandi..[semuanya terdiam dan mulai tertawa]..[malu]..hey, jangan tertawa..[kesal]..[menghela napas]..semoga bajuku cepat kering!" Ucap Restia


"Yamori..[menarik tangan Yamori]..ayo kita lihat kondisi Jong Yu!" Ucap Sanderu


"Ehh, aku masih ada urusan dengan mentalku..[menangis di dalam hati]..jangan merusak rencana untuk memperkuat mentalku, Sanderu!" Ucap Yamori sambil dibawa lari oleh Sanderu


"Aku membawamu karena aku lupa jalan menuju ruang perawatan!" Ucap Sanderu sambil berlari


...


"Rein apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Lisa


"Ahh, ternyata Lisa hanya sedang mempersiapkan duel nanti!" Ucap Rein Ruby


"Wahh..[tersenyum]..kamu semangat sekali!" Ucap Lisa


Ucapan Lisa seketika membuat Rein sedikit merasa tertekan dan keberadaan Lisa yang tepat di sampingnya membuat Rein gugup dan mulai berbicara aneh.


"Cuaca hari ini bagus yah...hehe!" Ucap Rein Ruby dengan nada gugup


"Hm..[mengangguk]..benar, cuaca hari ini bagus!" Ucap Lisa sambil tersenyum

__ADS_1


"Uggh..[melihat senyuman Lisa]..gawa aku diabetes!" Gumam Rein Ruby


...


"Machi, Vino...apa kalian melihat kalung yang baru aku beli itu saat festival?" Tanya Ruina


"Aku tidak melihatnya!" Ucap Machi sambil membaca buku tentang sejarah Kota White House


"Mungkin jatuh di suatu tempat!..[minum es dingin]..Ueehh, ini enak sekali..[memegang pipinya]..Ruina kamu boleh mencobanya!" Ucap Ran-Ran dengan mata bergambar bintang


"Ehh, tidak akan...sebaiknya kamu mengurangi minum atau kamu akan ke toilet terus!" Ucap Ruina


"..[SFX; Sruupp]..Akan aku simpan nasehat itu ke dalam kamus miliku!" Ucap Ran-Ran


"Terserah dirimu saja..[menghela napas]..aduh, di mana kalung itu?" Tanya Ruina kepada dirinya sendiri


"..[mendekati Ruina]..Ruina..[jarinya menunjuk ke arah Baron yang sedang memegang kalung]..Baron, kenapa kalungku bisa berada denganmu?" Tanya Ruina


"Ehh..[SFX: Bruuk]..oi, Kevin kamu curang..[kesal]..aku sedang bicara dengan Ruina lalu kenapa kamu memukulku?" Teriak Baron


"Sudah kalian berdua tenanglah!" Ucap Silvi


"Terserah aku maunya apa!" Ucap Kevin


Mereka berdua kembali bertengkar kemudian kalung milik Ruina jatuh ke lantai dan itu membuat Ruina marah...beberapa menit kemudian.


"Maaf..[duduk seiza]..kami tidak akan mengulangnya lagi!" Ucap Kevin yang kepalanya benjol


"Hamba ini akan bertobat!" Ucap Baron yang pipinya kena tamparan dari Ruina


"Bagus..[memakai kalungnya]..Baron kamu tadi di cari Reiza-sensei sepertinya ada hal penting ingin dia bicarakan kepadamu!" Ucap Ruina


"Di ruang sebelah kalau tidak salah ada Professor Jack serta yang lainnya!" Ucap Ruina


"Astaga, ternyata itu..[menghela napas]..Yuuto tidak ada jadi aku yang harus memastikan keamanan!" Ucap Baron


"..[Baron pergi ke ruang sebelah]..Bagaimana keadaan Yuna dan Alicia?" Tanya Kevin


Tiba-tiba Tina langsung bicara.


"Mereka berdua sedang membicarakan sesuatu yang penting jadi tidak perlu diganggu!" Ucap Tina


"..[menghela napas]..Yuuto selalu saja pergi tanpa memberitahu kita sungguh merepotkan!" Ucap Eina


"Aku setuju soal itu..[menghela napas].." Ucap Tina


...


"Mein apa kamu baik-baik saja?" Tanya Xuan yang melihat kondisi Mein dengan wajah pucat


"Aku baik-baik saja hanya ini, aku mual karena saat festival kemarin...aku makan semua jenis makanan yang ada di festival!" Ucap Mein


"Wow...kamu mengerikan sekali jadi apa berat badanmu naik?" Tanya Rina


"Tubuhku cepat membakar lemak di dalam tubuhku jadi ini akan aman tapi...Ueekk, rasa mual ini mulai menyiksaku!" Ucap Mein


"Enaknya, aku iri dengan pembakaran lemakmu itu!" Ucap Rina

__ADS_1


"Mein, mari aku antar ke ruang perawatan..[membantu Mein berdiri]..siapa tahu akan ada obat untuk mengatasi rasa mual itu!" Ucap Xuan


"Terima kasih Xuan, suatu saat akan aku balas kebaikanmu!" Ucap Mein


"Tunggu, aku ikut dengan kalian berdua!" Teriak Rina


...


[Di toilet perempuan]


Suasana hati Alicia menjadi takut karena suatu alasan yang susah untuk diungkapkan kecuali kepada Yuna yang mana aura milik Yuna sedikit mirip dengan aura milik Yuuto.


"..[memegang pundak Alicia]..Tidak perlu khawatir dengan keadaan Yuuto memang dia sering begitu, pergi begitu saja tanpa bilang apapun jadi yang harus kamu lakukan hanyalah tenang!" Ucap Yuna


"Yuna..[ketakutan]..bukan itu yang ingin aku bicarakan kepadamu!" Ucap Alicia


"Lalu apa yang ingin kamu bicarakan?..[Alicia membisik ke telinganya Yuna]..[kaget]..Alicia, apa kamu serius?" Tanya Yuna


"Aku sudah merasakan hawa ini sejak dari kemarin, ada seseorang yang memantau diriku dari jauh dengan niat yang buruk!" Ucap Alicia


"Bagaimana kamu tahu itu benar atau tidak?" tanya Yuna


"Aku yakin karena..[memegang dadanya]..ada sesuatu di dalam pikiranku yang membantuku!" Ucap Alicia


"..[menarik napas lalu menghembuskannya]..Akseleration!..[mencium kening Alicia]..[SFX: Kecupan]..Protection!" Ucap Yuna


Gelombang bunyi memadat di seluruh tubuhnya Alicia kemudian Alicia merasakan kalau tubuhnya sedikit keras dan kaku.


"Ketika aku tidak ada di sampingmu, perlindung itu akan membantumu lalu saat pelindung itu rusak berarti lawanmu bukanlah sembarangan jadi ketika rusak aku mampu merasakan keberadaanmu jadi aku akan segera menyelamatkanmu..[tersenyum]..kamu bisa lebih tenang sekarang!" Ucap Yuna


"..[merasa lega]..terima kasih Yuna, aku sangat tertolong!" Ucap Alicia


Mereka berdua pergi ke ruang tunggu atau ruang istirahat sedangakan itu di ruang sebelah terjadi percakapan yang sangat serius tentang keamanan.


"Saat malam itu, Yuuto memberitahuku kalau dia sudah menemukan mata-mata!" Ucap Jenderal Kouka


Komandan Fuji dan Komandan Dong mulai panik bahkan mereka seharusnya sudah melakukan akting yang bagus untuk menipu Yuuto namun usaha mereka sia-sia tapi mereka berdua masih aman karena saat ini Yuuto belum memberitahu siapa mata-mata itu.


"Jadi, David adalah penyusup yang masuk ke dalam siswa sungguh merepotkan dan kenapa anda baru memberitahu kami?" Tanya Baron


"Maaf hanya saja perlu waktu yang tepat!" Ucap Jenderal Kouka


"Yang Jenderal katakan ada benarnya karena dengan memberitahu ketika di pelatihan kamp yang ada hanya akan membuat penyusup dan mata-mata semakin waspada!" Ucap Professor Jack


"Karena itulah aku ingin kalian berempat melakukan penjagaan di setiap koridor bahkan luar arena!" Ucap Jenderal Kouka


"Tunggu mungkinkah Yuuto menghilang karena masalah ini?" Tanya Baron


"Kemungkinan benar!" Ucap Jenderal Kouka


"Tch...seharusnya aku tahu ini lebih awal dan aku bisa membantunya..[menghela napas]..dasar ceroboh!" Ucap Baron


"Baron dan aku akan menjaga di luar sedangkan Komandan Fuji dan Komandan Dong menjaga koridor!" Ucap Professor Jack


"..[melirik ke Komandan Dong]..Ini kesempatan kita!" Gumam Komandan Fuji


"..[melirik ke Komandan Fuji]..Mari kita lakukan!" Gumam Komandan Dong

__ADS_1


Baron, Professor Jack dan Jenderal Kouka tidak tahu kalau mereka berdua adalah seorang mata-mata jadi bagaimana kelanjutannya...apakah Alicia akan aman?


Bersambung...


__ADS_2