
Cuplikan Chapter 145.
"Biarkan Lucas bersama Yuu saat di permukaan nanti lalu aku ingin kamu membunuh kedua orang tua Ruiki !" Ucap Voice Head
Bulan Agustus.
Di malam hari atau lebih tepatnya Hiru terbangun dari tidurnya yang sangat mengerikan untuknya yaitu mengingat sosok pria misterius yang pernah itu dia mimpikan dan akhirnya Hiru memimpikan pria tersebut lagi.
Hiru terbangun dari tidurnya dengan wajah pucat, keringat dingin dan ketakutan supaya tidak membangunkan Ruiki yang tidur di sampingnya, Hiru langsung berdiri lalu keluar menuju ruang tamu untuk menghilangkan rasa takutnya.
"..[Menyalakan Televisi]..Jam 03.45 kali ini saya akan memberitahu kepada pemirsa bahwa..[Menampilkan wajahnya Helix]..Helix Si Magic Killer telah berhasil di tangkap oleh polisi khusus, dikabarkan bahwa Magic Killer sudah membunuh beberapa orang ketika penangkapan dilakukan dan kali ini saya akan memberitahukan asal usul Helix yang mana orang ini dulu bekerja menjadi pesulap di beberapa pesta ulang tahun anak-anak sebenarnya Helix bekerja untuk mengobati ibunya namun setelah ibunya meninggal, Helix entah pergi kemana dan sekarang Helix sudah menjadi pembunuh sungguh apa yang membuatnya menjadi pembunuh yang sangat keji ?" Tanya Pembawa Acara lalu Hiru langsung mematikannya
"Dua orang sudah ada dua orang yang akan aku jadikan rekan..[Kepalanya sakit]..Agghh, kenapa ini ?" Tanya Hiru
"Sepertinya mimpimu sungguh indah..[Tersenyum walaupun tidak terlihat]..Hiru jangan lupa akan perintah dariku !" Ucap Voice Head lalu pergi
"..[Menghela napas]..Membunuh mereka berdua..[Menutup kedua matanya]..Aku sudah tidak bisa kembali..[Membuka kedua matanya]..Yang harus aku lakukan adalah terus maju !" Gumam Hiru
Hiru bersiap-siap untuk menjalankan rencana pembunuhan. Hiru akan membunuh ayahnya Ruiki & Yamada langsung di rumah sakit dengan kedua tangannya.
Hiru mengambil kunci mobil lalu perlahan keluar rumah supaya tidak ketahuan..[SFX: Mesin Mobil]..Hiru pergi ke rumah sakit dengan kecepatan standar yang mana sekitar 10 menit akan sampai ketika sampai Hiru langsung turun dari mobilnya kemudian dia perlahan masuk ke dalam rumah sakit.
__ADS_1
Terlihat satu penjaga yaitu perawat sedang menunggu pasien yang akan membutuhkan pertolongan darurat, Hiru melihat-lihat ke atas untuk menghitung jumlah CCTV dan berusaha untuk melihat operator yang mana tidak ada yang jaga.
"..[Melihat ke samping kiri]..Satu perawat..[Melihat ke atas]..Tiga CCTV yang letaknya saling berotasi lalu..[Melihat ke samping kanan]..Operator tidak ada penjagaan dan aku harus ke sana untuk mematikan beberapa CCTV..[Berpikir]..Aku tidak akan mematikan semua CCTV karena akan membuat pihak rumah sakit tahu kalau ini asli adalah kasus pembunuhan berencana jadi matikan CCTV yang berotasi menampilkan semuanya namun..[Perawat mulai mengantuk dengan kedua matanya yag buka tutup seperti mau jatuh tertidur].." Gumam Hiru
Hiru mengambil kesempatan itu dengan perlahan menuju operator dengan berhati-hati dari CCTV, terlihat CCTV bagian tengah berputar 180 derajat, CCTV bagian samping kanan berputar 90 derajat dan CCTV bagian samping kiri berputar 90 derajat juga seakan-akan tidak memperlihatkan celah untuk lolos dari pantauannya.
"..[Berjalan dengan pelan menuju operator]..Sedikit lagi..[Melihat ke arah perawat]..[Melihat ke atas]..CCTV hanya memantau di sekitar perawat sedangkan operator hanya satu CCTV yang mengenai daerah ini yaitu CCT bagian tengah itu..[Bersembunyi di tembok]..Aku mempunyai waktu 20 detik untuk bergerak ke satu tempat ke tempat lainnya..[CCTV berotasi menuju 0 derajat]..Yosh, kembali sana dan aku bisa..[Kaget]..Gawat ada temannya !..[Seorang laki-laki menghampiri perawat itu]..Apa yang harus aku lakukan ?..[Kesal]..Tenang tetap tenang..[Menarik napas]..Hanya ini satu-satunya cara yaitu berlari tanpa suara menuju operator !..[Tersenyum kecil]..Ini sedikit gila namun patut di coba !" Gumam Hiru
Hiru melakukan persiapan untuk lari dan akan berlari ketika teman perawat itu membangunkan temannya yang sangat mengantuk...Mencoba membangunkannya, Hiru langsung tancap gas. Hiru berlari menggunakan ujung jari dengan mengangkat tumitnya setinggi hak sepatu yang sering perempuan pakai untuk mempertinggi diri.
Hiru telah sampai di operator dengan selamat tanpa ketahuan lalu CCTV kembali berotasi dan perawat yang tadi mengantuk di gantikan oleh temannya nampaknya keadaan semakin rumit yang mana Hiru tidak bisa berdiri karena akan ketahuan perawat laki-laki itu.
"Cih..[Tangannya berusaha mengetik keyboard]..Ahhh, sangat sulit..[Berpikir]..Aku akan memakai cara ini saja..[Mengambil handphone]..[Menelepon rumah sakit]..[SFX: Nada Dering]..Baiklah pergi sana !..[Perawat laki-laki meninggalkan posisinya lalu Hiru memanfaatkan kondisi]..[Berdiri lalu mengetik]..Jadi ini semua CCTV..[Kesal]..CCTV berjumlah 40 sungguh banyak kalau begitu matikan yang harus dimatikan..[Mengetik keyboard]..[Perawat laki-laki kembali]..[Kembali menunduk]..Baiklah semua sudah selesai tinggal pergi ke tangga darurat itu daripada naik lift karena CCTV di sana tidak berotasi..[Melihat kondisi]..[Menghela napas]..Apa yang harus aku lakukan jika dia masih di situ ?" Gumam Hiru
"Cih..[Berlari mendekati petugas bersih-bersih lalu menutup mulutnya dengan erat]..[Mengambil pisau di saku celananya]..Hey, bisakah kamu tidak memberontak !..[Sebuah bilah pisau mengarah ke leher petugas]..Diam dan dengarkan !" Ucap Hiru
"Baik akan saya lakukan !" Ucap Petugas bersih-bersih
"..[Melepaskan bilah pisau]..Bagus dengan ini sebaiknya kamu tidur..[Menatap dengan Aura Membunuh].." Ucap Hiru
__ADS_1
Petugas bersih-bersih langsung ketakutan yang sangat luar biasa lalu dia pingsan sepertinya Hiru sudah memperkuat Aura Membunuhnya hingga mampu melakukan itu.
"Fuhhh, tidak ada gangguan lagi..[Melihat tangga darurat yang lumayan panjang]..Lantai 3 dan ruangan 58 adalah lokasi yang aku tuju !" Gumam Hiru
Hiru berlari menuju lantai 3 dengan tenaga maksimal namun ketika sampai..[SFX: Lelah]..Dia sangat kelelahan, lalu Hiru harus berhadapan lagi dengan CCTV tapi karena sudah Hiru matikan CCTV yang berotasi sangat lebar dengan mudahnya Hiru mampu mencapai ruangan 58 tempat ayahnya Ruiki dan Yamada istirahat dari koma-nya.
"Akhirnya sampai juga..[Membuka pintu]..[Melihat CCTV]..Hanya ruangan ini yang CCTV-nya aku matikan lalu..[Melihat ayahnya Ruiki dan Yamada]..Akhirnya..[Menatap membunuh]..Aku bisa membunuhmu..[Mendekati ayahnya Ruiki dan Yamada]..Aku akan membunuhmu dengan cara seakan-akan ini adalah kecelakaan..[Membuka tutup kantong infus lalu memasukkan Sianida]..Selesai..[Tersenyum jahat]..[Menutup kembali kantong infus]..Tinggal keluar dari sini dan kamu akan mati !" Ucap Hiru sambil meninggalkan ruangan 58
Hiru kembali ke bawah dan terlihat tidak ada pengawasan dari perawat sepertinya perawat tadi terkena diare karena itu Hiru ke operator lalu menghidupkan kembali CCTV dan Hiru pulang ke rumah tanpa satu orang yang menyadari keberadaannya walaupun tadi ada satu namun Hiru sudah memberikannya mimpi buruk yang lebih kejam dari kematian karena itu Hiru yakin petugas bersih-bersih itu akan tutup mulut walaupun dia buka mulut, di persidangkan nanti Hiru akan membuatnya tidak mengucapakan apapun dengan Aura Membunuhnya.
Saat Hiru pulang ke rumah tidak terasa waktu berjalan cepat dan dunia menunjukkan cahaya sinar matahari karena itu Hiru berpura-pura pulang ke rumah dengan membeli sesuatu yaitu beberapa makanan cepat saji untuk dirinya sendiri.
"..[Membuk pintu]..[Melihat Hiru membeli makanan cepat saji]..[Menghela napas]..Berhati-hatilah makanan seperti itu tidak sehat lebih baik kamu makan-makanan buatanku !" Ucap Ruiki yang baru bangun tidur
"Sayang sekali-kali tidak apa makan seperti ini..[Hiru langsung membuatkan mie selama 2 menit]..Selesai !..[Duduk di samping istrinya]..Buka mulutmu dan rasakan mie instan ini !" Ucap Hiru
Ruiki membuka mulut lalu memakannya dan akhirnya mereka berdua makan mie bersama namun tiba-tiba..[SFX: Nada Dering]..Ruiki cepat-cepat pergi ke telepon lalu ketika mengangkatnya..[SFX: Menangis]..Ruiki menangis seperti bayi dan Hiru hanya bisa berakting seakan-akan tidak tahu dan terkejut melihat kematian ayahnya Ruiki namun sebenarnya Hiru tidak menangis akan kematian mertuanya.
Keesokan harinya Ruiki, Hiru dan Alicia memakai baju hitam dan berdiri di samping kuburan dengan hujan rintik-rintik lalu Hiru tersenyum kecil.
"Selanjutnya adalah ibunya Ruiki dan Yamada !" Gumam Hiru
__ADS_1
Bersambung...