
Cuplikan Chapter 76.
Siapa kamu..." Yuuto berhenti bertanya karena dia melihat wajah yang tidak asing baginya
"Lepaskan aku dasar mesum, cepat lepaskan !" Teriak Mein
Yuuto melepaskan tangannya lalu menjauh dari Mein.
"Maaf Mein aku tidak tahu kalau itu adalah kamu !" Ucap Yuuto
"Cih, aku di pegang oleh manusia yang paling buruk di dunia !" Ucap Mein sambil membersihkan pakaiannya
"Mein kenapa kamu sangat membenciku ?" Tanya Yuuto
"..[Berbalik badan melihat Yuuto]..Bukannya aku sudah mengatakannya kepadamu bahwa aku membenci dirimu karena kamu adalah Pahlawan Peristiwa WQO !" Teriak Mein
"..[Mengingat kejadian saat adu mulut dengan Mein]..Kalau begitu jawabanku tetap sama..[Kening Mein berkerut].." Ucap Yuuto
"Kalau begitu menjauhlah kamu dan jangan mengikutiku !" Ucap Mein yang langsung pergi
Yuuto menuruti perkataannya lalu beberapa menit, Mein kembali ke tempat yang sama tapi dia kini berada di belakang Yuuto lagi lalu Mein pergi lagi tapi dia selalu berada di belakang Yuuto.
"Ahh, apa kamu tersesat juga ?" Tanya Yuuto
"..[Pipi Memerah]..Diam kamu dasar makhluk hina..[Berlari ke depan]..!" Ucap Mein
Sekali lagi Mein bertemu dengan Yuuto dan tepat di tempat yang sama.
"Ah..Ah,.Ah..Ah..Ahh..[Kelelahan]..Ada apa dengan tempat ini..[Mengelap keringatnya]..Aku sudah keliling tapi tidak menemukan lapangan depan !" Ucap Mein
"Sudah saatnya kamu jujur kepadaku, apa yang terjadi denganku ?" Tanya Yuuto
"..[Menatap Yuuto dengan sinis]..Seharusnya kamu dulu yang memberitahuku kenapa kamu bisa berada di sini !..[Tersenyum jahat]..Mungkinkah kamu diam-diam mengikutiku karena itulah setiap aku keliling hanya bertemu denganmu saja !" Ucap Mein
"..[Menghela napas]..Sudah cukup dengan ucapanmu itu..[Kening Yuuto berkerut]..[Mein terdiam]..Aku juga tersesat, aku habis dari ruangan Jenderal Kouka lalu aku pergi sendirian jadi bisa kamu lihat sekarang aku tersesat !" Ucap Yuuto
"..[Memalingkan wajahnya]..Aku penasaran dengan tempat ini jadi aku ingin keliling sedikit saja tapi..[Wajah memerah]..Kamu bisa melihatnya sekarang jadi jangan membuatku menjelaskannya !" Teriak Mein
[Sebelum Mein tersesat]
"Baiklah semuanya jangan berjalan sendirian atau kalian akan terpisah dari rombongan !" Ucap Komandan Dong
"Baik Komandan Dong !" Ucap semuanya
__ADS_1
Komandan Dong dengan semangatnya memperkenalkan setiap tempat yang ada di Kamp Pelatihan Militer sementara itu Komandan yang lain.
"Permisi..[Mendekati Baron]..Apakah anda Tanagi Baron sang legendaris pertahanan !" Ucap Komandan Wang
"Ahh, benar saya Tanagi Baron !..[Bergumam]..Uwahh, kenapa dia memanggilku dengan sebutan seperti itu !" Ucap Baron
"..[Mata bersinar]..[Memegang tangan Baron]..Aku sangat senang dapat bertemu dengan anda !" Ucap Komandan Wang
"..[Berjalan bersama Komandan Wang]..Komandan Wang sangat mengagumi anda karena kekuatan pertahanan anda sangat terkenal akan ketahanannya yang kuat bahkan Ketua anda Yuuto sangat mempercayai punggungnya kepada anda !" Ucap Komandan Fuji
"Bukan hanya Yuuto dulu aku bertarung bersama dengan seorang rekan yang sangat egois..[Mendengar ucapan Baron]..Aku dan rekan yang egois ini bertarung bersama melawan musuh yang sangat kuat bahkan musuh mengatakan bahwa dia adalah seorang dewi, sungguh saat itu adalah hal yang paling sulit untukku..[Kevin kali ini tidak melawan ucapan Baron]..Tapi di lain sisi aku sangat senang karena dia adalah orang yang berjuang bersamaku !" Ucap Baron
Kevin memalingkan wajahnya ke arah yang kanan seakan-akan tidak mendengar ucapan Baron sementara itu yang lain hanya tersenyum melihat tingkah laku Kevin.
"Hebat, apakah itu pertarungan yang terjadi di dunia Artificial World ?" Tanya Komandan Wang
"Benar sekali dunia itulah yang membuat kita harus bertahan hidup !" Ucap Baron
"Bertahan hidup bukannya kalian hanya tidak ingin mati !" Ucap Mein
"Apa yang kamu ucapkan adalah benar..[Semua orang melihat Tina]..Kami semua tidak ingin mati di dunia itu !" Ucap Tina
"Hmm, apakah kalian sekarang senang karena usaha kalian bertahan hidup sudah tercapai dan sekarang kalian sudah menjadi sosok yang di kagumi oleh semua orang tapi bagaimana dengan sisa korban WQO yang tidak selamat..[Melirik dengan sinis]..Apakah mereka tidak mendapatkan hal seperti yang kalian dapatkan ?" Tanya Mein
"Mereka tidak mendapatkannya..[Sebagian orang terkejut kecuali para 10 Pemimpin Besar]..Apakah kamu tahu kalau sisa korban WQO adalah orang busuk yang hanya memperdulikan nyawanya saja daripada nyawa orang lain !" Ucap Yuna
"Apa maksudmu ?" Tanya Mein
"Maksudnya Yuna..[Kevin ikut berbicara]..Apakah kamu tahu kalau sisa korban WQO saling membunuh demi keselamatan mereka sendiri bahkan mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh sesama player lain untuk mendapatkan perlengkapan orang yang dia bunuh !" Ucap Kevin
"Tapi seharusnya sisa korban WQO ada yang tidak seperti mereka, contohnya adalah...[Tidak ingin mengatakannya]..." Teriak Mein yang tidak terima dengan ucapan Kevin
"Kamu benar dari sisa korban WQO ada banyak sekali orang yang kami kenal dengan baik menjadi korban kekejaman player lain !" Ucap Lisa
"Orang yang melakukan PK sesama player lain kami menyebutnya sebagai Troll karena mereka hanya orang yang ingin diri mereka sendiri yang selamat !" Ucap Eina
"Kami tidak membenci maupun dendam kepada mereka hanya saja kami tidak terima dengan perbuatan mereka !" Ucap Machi
Semua orang semakin tahu kenyataan bahwa saat Peristiwa WQO ada kejadian seperti itu.
"Manusia akan hilang akal ketika menghadapi sesuatu yang belum pernah mereka hadapi !" Ucap Vino
"Itu adalah kenyataannya namun jika manusia tetap mempertahankan akal sehatnya !" Ucap Ruina
__ADS_1
"Semua rintangan yang belum pernah manusia hadapi akan dapat selesai !" Ucap Ran-Ran
"Dari semua ucapan teman-temanku seharusnya kamu dapat kesimpulan bahwa apa yang manusia lakukan baik itu di jalan kebaikan maupun kejahatan itu adalah hal yang mereka dapatkan sendiri jadi semuanya akan mendapatkan apa yang mereka lakukan bukan kita yang memberikan tapi mereka sendiri yang mendapatkannya !" Ucap Professor Jack
Mein terdiam tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya yang kasar.
"Jadi, apa yang mereka dapatkan adalah hasil dari tindakan mereka sendiri !" Xuan
"Dan bukan kita yang memberikan tapi mereka sendiri yang mendapatkannya seharusnya ini sudah membuka kepalamu sedikit Mein !" Ucap Rina
"Ahh, aku sedikit malu karena apa yang aku dapatkan adalah hasil dari tindakan diriku yang egois dan sombong !" Gumam Ryzen
Teman sekelas Ryzen menundukkan kepalanya sedangkan adik Ryzen Ery yaitu Ryuzu memegang tangan kakaknya seakan-akan ingin mengatakan sesuatu yaitu "Kita sekarang memiliki kesempatan kedua untuk berubah !"
Para Komandan menyimpan erat-erat perkataan tersebut sebagai tujuan dan memasukkannya ke dalam list yang harus mereka lakukan.
"Hmm, jadi begitu..[Membalikkan badanya]..Komandan Dong saya ingin ijin ke toilet sebentar !" Ucap Mein yang langsung pergi meninggalkan rombongan tour
"Baiklah..[Baru sadar]..Gawat aku lupa memberitahu letak toilet dimana !" Ucap Komandan Dong
[Kembali ke Yuuto dan Mein yang masih tersesat]
"Mein apakah kamu sadar kalau kamu menjelaskan semuanya secara detail dan kamu tadi berkata kalau kamu tidak ingin menjelaskannya kepadaku !" Gumam Yuuto
"Kenapa kamu melihatku seperti itu ?" Tanya Mein
"..[Menggelengkan kepalanya]..Tidak aku cuma..[Mencari alasan]..Ahhh, benar aku melihat sesuatu di belakangmu !" Ucap Yuuto
"Belakang..[Melihat ke belakang]..Hmm, maksudmu tanaman itu !" Ucap Mein
"Ahh, benar tanaman itu !..[Bergumam]..Aku selamat !" Ucap Yuuto
"Yuuto ada yang ingin aku tanyakan kepadamu..[Yuuto melihat sikap yang tidak seperti Mein biasanya]..Ini soal seseorang yang sangat penting bagiku jadi dengarkan dengan baik dan berikan aku jawaban yang tepat supaya aku tidak lagi membencimu !" Ucap Mein
"..[Melihat sorot mata Mein yang serius]..Baiklah kalau ini bisa membuatmu tidak membenciku lagi !" Ucap Yuuto
"Aku punya seorang kakak bernama Viinn dia juga bermain permainan WQO dan dia tidak selamat dari peristiwa tersebut !" Ucap Mein
"..[Mata Yuuto mulai menajam]..[Wajah Yuuto menampilkan ekspresi yang sangat terkejut]..Viinn adalah kakakmu..[Mengingat kejadian saat bertarung di lantai 10]..Semua itu salahku jika saja aku lebih berani dan mengetahui lebih awal pasti aku sudah menolongnya !" Ucap Yuuto
Wajah Mein seketika marah lalu menampar pipi Yuuto dengan keras.
"Jelaskan semuanya kepadaku dasar pembunuh !" Ucap Mein
__ADS_1
Bersambung...