
Tahun ????
Tepat pada umur 40 tahun, Kyota menikah dengan sosok gadis cantik yang pernah Kyota selamatkan dari gerombolan hewan buas ketika ingin mencari bahan makanan di hutan. Saat ini, Kyota tidak lagi berada di wilayah Kerajaan Asteria namun berada di sebuah daerah yang mana terdapat pemukiman atau lebih tepatnya pedesaan yang sangat makmur dan sangat jauh dari Kerajaan Asteria.
Sosok gadis cantik itu bernama Kiara umur 27 tahun walaupun perbedaan umur mereka tergolong jauh tapi Kiara sangat mencintai Kyota hingga pernikahan mereka dilakukan dalam desanya Kiara yang bahkan belum mengenal asal usul Kyota namun Kiara sebagai anak dari kepala desa pada akhirnya membiarkan Kyota menikah dengan Kiara.
Keseharian Kyota adalah bertani, berburu, membangun rumah dan membantu warga desa. Kyota ahli dalam berburu karena kecepatan dan kehebatan Kyota dalam menggunakan katana yang selalu dia bawa. Kyota mampu membelah kayu tebal hanya menggunakan katana begitupun dengan membelah besi, semua dia dapatkan dari Voice Head yang membentuk tulang dan mengatur ulang otot-otot milik Kyota sehingga Kyota mampu melebihi manusia pada umumnya.
Dua bulan setelah mereka menikah akhirnya Kiara hamil hingga membuat Kyota sangat bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya itu hingga suatu malam, desa yang tentram dan makmur di serang oleh bandit gunung dengan jumlah yang sangat banyak yaitu 30 bandit gunung. Kyota pada malam hari itu sedang mencari hewan untuk diburu jadi tidak tahu kalau para bandit sedang mengumpulkan seluruh penduduk desa di luar untuk di ambil hartanya kemudian membunuh dan menyiksa.
Ada beberapa yang terluka namun tidak mati karena para bandit sedang menyiksa mereka kemudian ketua dari bandit tersebut tertarik dengan Kiara namun melihat keadaan Kiara yang sedang hamil membuatnya merasa jijik.
"..[memegang dagunya Kiara]..Kamu sangat cantik namun sayang sekali kamu sudah tidak perawan lagi dan perut itu apa isinya adalah seorang bayi?"
Tanya ketua bandit gunung sambil mengeluskan pisau tajam di perutnya Kiara sontak dia mengigit kuping ketua bandit gunung itu sampai berdarah karena perilaku Kiara yang kurang ajar menurut bandit itu membuatnya marah besar hingga menarik rambut Kiara lalu menyeretnya ke depan kemudian ketua bandit mengarahkan pisau ke perutnya Kiara.
"Sebentar lagi aku akan mengeksekusi bayi yang ada di dalam perutnya ini..[tersenyum]..inilah akibatnya melawan diriku!"
Ketika pisau tajam hampir merobek perutnya Kiara tiba-tiba tangan ketua bandit itu terputus dari tubuhnya yang mana membuat dia menjerit kesakitan dan yang melakukannya adalah Kyota karena merasakan hal yang aneh ketika berburu.
"Kiara apa kamu baik-baik saja?"
Tanya Kyota yang sangat khawatir dengan keadaan Kiara dengan penuh rasa lega, Kiara menjawabnya sambil memeluk suaminya itu.
"Aku baik-baik saja sayang syukurlah kamu kembali!"
__ADS_1
Pisau tajam milik ketua bandit gunung itu ternyata melukai sedikit perutnya Kiara hingga membuat Kyota yang selalu tenang mulai mengeluarkan seluruh kemarahannya. Para bandit langsung mengepung Kyota namun dengan sadisnya Kyota menebas leher mereka semua satu per satu hingga terlepas dari tubuh mereka.
Amukan Kyota sudah tidak terbendung lagi, semua penduduk desa menonton Kyota menghabisi seluruh bandit sendirian yang mana hanya bisa memberikan perasaan ketakutan dan kengerian akan sadisnya Kyota. Pada akhirnya tubuh Kyota memandikan darah para bandit serta katana yang berubah warna menjadi merah karena menyerap darah para bandit.
Walaupun terlihat mengerikan bahkan untuk anak-anak desa yang melihat Kyota membunuh para bandit namun kepala desa memeluk Kyota sambil mengucapkan kata-kata terima kasih karena sudah menyelamatkan putrinya dan juga desa.
Seketika suasana yang tadi mengerikan berubah menjadi suasana gembira akan keselamatan mereka yang tidak lagi terancam tapi Kyota terus berpikir kalau dirinya sudah banyak berubah karena dulu Kyota bahkan tidak mampu membunuh cacing saat berkebun dengan kakaknya.
Para penduduk desa mengumpulkan mayat para bandit kemudian membawanya jauh ke dalam hutan kemudian membakar mayat tersebut hingga menjadi abu. Terlihat Kyota yang merasakan kalau dirinya itu sudah banyak berubah pada akhirnya Kyota menerima itu semua karena dia masih mengingat tugasnya dari Voice Head.
Dua tahun kemudian, Kiara dan Kyota memiliki lima anak kembar yang mana masing-masing dari anak mereka mempunyai kemampuan berpedang yang sangat hebat dan terlatih walaupun masih kecil. Kyota mengajari mereka cara berpedang dan membuatkan mereka sebuah katana untuk digunakan ketika cukup umur.
Anak pertama bernama Tora, kemampuan dalam berpedangnya mampu memotong apapun hingga terbelah menggunakan katana milik ayahnya ketika latihan.
Anak kedua bernama Rey, kemampuan dalam berpedangnya mampu menebas apapun bahkan ini terlihat ketika Rey berlatih bersama dengan ayahnya yang mana mampu melayangkan tebasan yang super kuat hingga membelah pohon.
Anak keempat bernama Kamui, kemampuan dalam berpedangnya sangat tajam dan akurat karena setiap serangan yang dilancarkan pasti di titik lemahnya musuh, saat berlatih dengan ayahnya bisa di katakan kalau Kamui tidak mengedipkan kedua matanya karena dia sangat fokus mencari titik kelemahan musuh.
Anak kelima bernama Shinichi, kemampuannya jauh melebihi ayahnya dan para saudaranya atau bisa di bilang, anak terakhir ini melampaui ayahnya dan para saudaranya bahkan Kyota kewalahan dalam melatih anak terakhirnya ini namun sikapnya yang lembut kepada siapapun membuat Kyota tenang akan masa depan anaknya yang terkuat ini.
...
Setelah kelima anaknya memasuki umur 15 tahun saat itu juga Kyota mengumumkan kepada penduduk desa kalau mereka akan memberikan sebuah marga untuk nama keluarga mereka yaitu Marga Ery. Nama marga itu akan selalu di turunkan kepada setiap generasi dan penerus.
Suatu hari yaitu saat umur 60 tahun, Kyota sakit parah sehingga membuat tubuhnya menjadi lemah dan susah untuk bergerak kemudian para kelima anaknya mencarikan obat untuk ayahnya supaya dapat sembuh namun usaha mereka sia-sia karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkan ayahnya itu kemudian Kyota meminta waktu sendirian.
__ADS_1
"Voice Head!"
Kyota memanggil Voice Head dengan nada pelan namun usaha untuk mengeluarkan suara pelan sangat luar biasa.
"Berbicaralah lewat pikiranmu karena itu lebih baik!"
Ucap Voice Head yang mana khawatir dengan keadaan Kyota lalu dengan waktu yang sudah tiba, Kyota mampu menyelesaikan tugasnya.
"Aku sudah menjalankan tugasmu jadi aku ingin kamu tidak meneruskan tugas berikutnya kepada keturunanku, apa aku bisa meminta itu kepadamu?"
Tanya Kyota sekaligus permintaan terakhir Kyota kepada Voice Head.
"Tentu saja lagipula Buku Infinite Timeline sudah tercatat semuanya, Kyota kamu sudah menjalankan tugas dengan sangat baik jadi istirahatlah dengan tenang!"
Ucap Voice Head kepada Kyota yang sudah hampir kehabisan napas kemudian dia menghembuskan napas terakhirnya sambil tersenyum lega.
Seluruh keluarga dan penduduk desa turut berduka atas kematiannya Kyota lalu seorang anak kecil yang sakit-sakitan dari luar desa kini langsung sehat dan bugar kemudian dia pergi ke rumahnya Kyota yang kosong saat ini karena masih berdoa dan membuat abu mayat untuk ayahnya.
Anak kecil itu mengambil Buku Infinite Timeline kemudian pergi meninggalkan desa.
"Kemampuan Spesial dan Marga Ery pasti mereka akan sangat berpengaruh di masa depan nanti..[melewati hutan]..selanjutnya siapa yang akan meneruskan keinginan dan tujuanku ini?"
Ucap Voice Head yang menggunakan tubuh anak kecil yang sudah kehilangan kesadarannya karena penyakitnya namun saat Voice Head masuk ke dalam tubuhnya sontak seluruh penyakit itu menghilang tapi kesadaran anak kecil itu masih ada.
Bersambung...
__ADS_1