World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 97: Teman Baru


__ADS_3

Ruiki sudah menyelesaikan tugasnya dan akhirnya dia mendapatkan liburan selama satu bulan. Ruiki langsung bersiap-siap untuk pergi ke Bandara Internasional Ibukota Beijing untuk bertemu dengan orang tuanya.


"..[Membuka Handphone-nya]..[Mencari nomor telepon orang tuanya]..[Tersambung].." Aksi Ruiki


"Sayang, Ruiki telepon kita !..[Nanase langsung turun menggapai telepon]..Ruiki bicaralah dengan ibumu !" Ucap Ryu


"Ruiki kenapa kamu telepon..[Panik]..Apa terjadi sesuatu dengan dirimu ?" Tanya Nanase dengan suara panik


"..[Bingung]..Ibu tenanglah aku tidak apa-apa memangnya kenapa ibu sangat panik ?" Tanya Ruiki


"..[Menghela napas]..Syukurlah, sebenarnya aku melihat sesuatu di televisi katanya Handphone bisa memberikan kabar baik dan kabar buruk lalu aku sedikit takut dengan kabar buruk tersebut karena itu aku sangat panik ketika kamu menelepon !" Balas Nanase


"Begitu memang benar kalau Handphone bisa memberikan kabar buruk !" Ucap Ruiki


"..[Menghela napas]..Semoga kamu baik-baik saja sampai kita bertemu dengan kakakmu !" Ucap Nanase


"Ahhh, soal itu aku ingin kita segera berada di Bandara Internasional Ibukota Beijing !" Ucap Ruiki


"Maksudnya kita akan berangkat sekarang ?" Tanya Nanase


"Hmm, akan aku coba dulu telepon temanku kalau bisa kita akan berangkat sekarang tapi kalau tidak bisa kita menunggu satu bulan di Bandara !" Ucap Ruiki


"Anakku kenapa kamu sekarang suka sekali bertaruh seperti itu ?" Tanya Nanase


"..[Menghela napas]..Ibu ini soal kakak kita harus melihat suami kakak dengan mata kepala kita !" Ucap Ruiki


"Hmm, kamu memang benar kalau begitu kami akan pergi sekarang !" Ucap Nanase


"Baiklah, sampaikan salamku kepada ayah kalau begitu sampai jumpa lagi !" Ucap Ruiki sambil mematikan handphone


"Ryu kita akan pergi sekarang ke Bandara dan ada salam dari putrimu !" Ucap Nanase


Nanase tidak melihat apapun di belakangnya bahkan setiap tempat, dia tidak menemukan Ryu.


"Ryu kamu dimana ?" Teriak Nanase


Nanase keluar dari rumahnya tampak di depan rumah, suaminya sedang meletakkan koper ke dalam bagasi mobil yang isinya pakaian.


"..[Melihat istrinya]..Nanase tunggu apa lagi ?" Tanya Ryu


"..[Menghela napas]..Sebentar aku akan mengunci pintu rumah !" Balas Nanase sambil mengunci pintu rumah


"Sopir antarkan kami sampai ke Bandara Internasional Ibukota Beijing !" Ucap Ryu


"Baik akan saya antarkan sampai selamat di tujuan !" Ucap Sopir Mobil


"..[Membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam lalu kembali menutup pintu mobil tersebut]..Sejak kapan kamu menyiapkan ini semua bahkan aku belum memberitahumu !" Ucap Nanase

__ADS_1


"..[SFX: Mobil Menyala]..[Ryu menunjukkan headset di telinga kirinya]..Headset ini dapat menghubungkan suara dari telepon sehingga aku dapat mendengarkan setiap pembicaraan kalian berdua !" Ucap Ryu


"Begitu ternyata kamu sudah cukup paham dengan teknologi jaman sekarang !" Ucap Nanase


"Ya begitulah kita sebagai orang tua jaman dulu harus merubah diri kita ke jaman sekarang !" Ucap Ryu


"Kalau begitu aku serahkan semua sampai berada di Bandara !" Ucap Nanase


"..[Panik]..Gawat bukannya menuju ke Bandara kemungkinan ada teknologi lain yang membuatku bingung..[Menenangkan pikirannya]..Aku harus tenang karena ini akan menunjukkan diriku yang sangat keren di depan mata istriku !" Gumam Ryu


"..[Melirik ke Ryu]..Aku harus berusaha keras juga !" Gumam Nanase


Ryu dan Nanase pergi ke Bandara Internasional Ibukota Beijing yang kemungkinan akan membutuhkan waktu yang sangat lama supaya sampai di tujuan.


Di sisi lain Ruiki berusaha menelepon temannya yaitu pasien terakhirnya yang bernama Huang Chan.


"..[Tersambung]..Akhirnya tersambung kenapa kamu lama sekali mengangkat teleponku Huang ?" Tanya Ruiki


"Maaf Dokter Ruiki tadi aku ada sedikit urusan dengan bosku lalu ada apa anda menghubungi saya ?" Tanya Huang Chan


"Ini soal liburanku !" Ucap Ruiki


"Hmm, apakah anda ingin berangkat sekarang kalau soal itu aku bisa mengusahakannya !" Ucap Huang Chan


"Bagaimana kamu bisa tahu ?" Tanya Ruiki


"Huang kamu sungguh menyelamatkan diriku..[Tersenyum]..Terima kasih Huang !" Ucap Ruiki


"Sama-sama Dokter Ruiki kalau begitu kita impas..[Memakai jaketnya]..Bagaimana kalau kita bertemu di Bandara, aku yang akan mengurusi semuanya !" Ucap Huang Chan


"Terima kasih Huang tapi bisakah kita berdua tunggu sampai orang tuaku datang ?" Tanya Ruiki


"Hmm, kalau tidak lama sampai satu minggu mungkin aku bisa !" Ucap Huang Chan


"Tidak akan lama kemungkinan orang tuaku sampai satu atau dua hari lalu tentang biaya penginapan untuk menunggu dan makanan akan aku bayarkan jadi bagaimana ?" Tanya Ruiki


"Baiklah aku akan segera datang ke Bandara !" Ucap Huang Chan sambil menutup telepon


"Yosh dengan ini aku bisa bertemu dengan kakak..[Menarik kopernya]..[Berhenti di tepi jalan sambil melambaikan tangannya]..Taksi !" Teriak Ruiki


Taksi berhenti.


"..[Membuka pintu mobil]..Silahkan masuk dan tujuan anda ?" Tanya Sopir


"Saya ingin ke Bandara Internasional Ibukota Beijing !" Ucap Ruiki


"Baik akan saya antarkan lalu tentang biaya akan sesuai dengan jaraknya !" Ucap Sopir

__ADS_1


"Baik akan saya bayar setelah sampai di Bandara !" Ucap Ruiki


Taksi menyalakan mesinnya lalu pergi ke Bandara Internasional Ibukota Beijing.


Beberapa menit kemudian.


"..[Mematikan mesin mobilnya]..Nona kita sudah sampai di tujuan lalu bayaranya adalah 50 Yuan !" Ucap Sopir


"..[Ruiki memberikan uangnya]..[Keluar dari Taksi]..[Ruiki masuk ke dalam Bandara sembari menunggu Huang Chan]..[Duduk di kursi]..Apakah Huang masih lama ?" Tanya Ruiki


Huang Chan sedikit terkena kemacetan karena itu sang sopir memilih jalan alternatif dan itu membuat jarak menuju ke Bandara memakan waktu.


Tiga puluh menit kemudian, Huang Chan sampai di Bandara sembari mencari Ruiki.


"..[Melihat Ruiki yang duduk santai di kursi tunggu]..Ruiki maaf membuatmu menunggu !" Ucap Huang Chan


"..[Berdiri]..Tidak apa-apa..[Memperlihatkan teleponnya].." Ucap Ruiki


"Kamu adalah teman Ruiki yang baru..[Huang bingung]..Saya ibunya Ruiki, terima kasih sudah membantu kami !" Ucap Nanase


"..[Kaget]..Tidak apa-apa bibi saya hanya membalas kebaikan Dokter Ruiki !" Ucap Huang Chan


"Hmm, kalau tidak salah namamu adalah Huang benarkan Ruiki ?" Tanya Ryu yang masih ragu-ragu


"..[Menghela napas]..Benar ayah !" Ucap Ruiki


"Huang Chan kami akan sampai di Bandara sekitar dua hari karena jaraknya lumayan jauh dari sini dan kita harus berhenti sejenak untuk beristirahat !" Ucap Ryu


"Baiklah paman saya akan menunggu sampai kedatangan kalian berdua lalu tentang penerbangan akan saya atur !" Ucap Huang Chan


"Kami sudah dengar dari Ruiki, sungguh terima kasih Huang Chan jadi sampai jumpa lagi di Bandara !" Ucap Nanase sambil mematikan telepon


"Dokter Ruiki orang tua anda sungguh baik !" Ucap Huang Chan


"Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan Dokter Ruiki, panggil aku Ruiki karena sekarang kita adalah teman !" Ucap Ruiki


"..[Merasa senang]..Baik akan saya panggil Ruiki !" Ucap Huang Chan


"Bagus..[Tersenyum]..Aku akan carikan penginapan untuk kita !" Ucap Ruiki


"Baiklah lalu aku akan mengurus penerbangan jadi kabarkan aku kalau sudah menemukan penginapan !" Ucap Huang Chan


"Ya akan aku kabarkan sekali lagi terima kasih atas bantuannya Huang kamu sangat membantu !" Ucap Ruiki sambil tersenyum


Mereka berdua pergi mengurus urusan yang berbeda tampak di wajah Ruiki yang sangat senang karena dia mendapatkan teman yang sangat luar biasa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2