World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 209.5: Kehilangan Sahabat Dan Temannya


__ADS_3

Cerita ini di mulai saat Alicia terbangun di sebuah tempat yang tidak dia ketahui dan terlihat Mein tidur duduk sambil meletakkan kepalanya di kasurnya Alicia.


"Kak Alicia sudah bangun!"


Ucap Ria yang sangat bahagia melihat Alicia yang sudah sadarkan diri lalu Alicia mulai mengingat semua yang terjadi kepadanya.


"Ria, di mana yang lain?..[memegang kepalanya]..aku ingat kalau David sudah mengalahkanku..[kesal]..kita harus bergegas membantu yang lainnya!"


Minta Alicia namun Ria beserta dengan kedua kakaknya, pelayan kembar dan Jenderal Kouka menyuruh untuk Alicia supaya tetap tenang.


"Bagaimana aku bisa tenang!..[ketika mau berdiri kepalanya terasa sangat sakit]..ugghh, aku tidak mau menjadi beban untuk mereka!"


Teriakan Alicia membuat Mein yang tertidur lelap langsung terbangun sambil melihat Alicia yang marah-marah.


"Alicia..[memegang tangan kirinya Alicia]..tenanglah saat ini pertempuran sudah selesai dan kita yang menang!"


Ucap Mein yang belum berani membicarakan kenyataan yang sebenarnya namun Alicia terus bertanya di mana yang lainnya namun tidak ada yang berani menjawab pertanyaan itu tapi Jenderal Kouka memberanikan diri untuk memberitahunya.


"Alicia dengarkan dengan baik dan jangan panik..[Alicia menatap Jenderal Kouka]..Pertempuran memang sudah selesai tapi pasti akan ada korban dalam pertempuran karena itu aku akan langsung memberitahumu yang sebenarnya..[Alicia menjadi tegang]..Silvi, Anastasia, Restia, Rumina, Rina dan Xuan telah meninggal dunia akibat ledakan besar yang terjadi di arena!"


Ucap Jenderal Kouka membuat Alicia terdiam dan gemetar lalu dia langsung bisa berdiri kemudian berlari keluar dari kamarnya untuk mencari mereka, semuanya langsung mengejar Alicia yang sangat panik akan apa yang terjadi.


"Tidak mungkin..[membuka kamar namun kosong]..[berlari]..tidak mungkin mereka..[membuka kamar namun kosong]..[berlari]..mereka masih hidup..[membuka kamar namun kosong]..[berlari]..ini tidak mungkin!"


Gumam Alicia dengan muka yang banjir dengan air mata lalu Mein yang melihat Alicia mulai sampai di kamar mayat membuat Mein berteriak keras untuk menyuruh Alicia supaya berhenti.


"Alicia berhenti jangan kamu paksakan hatimu!"

__ADS_1


Namun Alicia tidak mau mendengar ucapannya Mein kemudian dia membuka pintu kamar itu sontak dia langsung gemetar bukan main dan tubuhnya lemas melihat mayat sahabatnya dan juga teman-teman barunya.


"..[melihat mayatnya Rina dan Xuan]..Rina...Xuan..[mengelus kedua pipi sahabatnya]..ahhhhhh, ini tidak mungkin terjadi..[menangis].."


Alicia terus menangis seperti bayi lalu Mein memeluknya dengan erat kemudian dia juga menangis karena Mein sudah kuat melihat kematian contohnya melihat kematian kakaknya kini membuat Mein mengerti akan perasaan yang Alicia rasakan.


"Alicia tenangkan dirimu!"


Minta Mein namun Alicia masih terus menangis lalu kedua matanya mulai bersinar bersamaan namun tidak terang..[SFX: Berguncang]..tangisan Alicia membuat seluruh bangunan berguncang. Ria langsung sadar kalau kemampuan spesial milik Alicia mulai aktif lalu Ria memberanikan diri untuk menampar pipinya Alicia.


"..[SFX: Plaakkk]..[menangis]..Kak Alicia tenanglah kalau tidak kakak akan menghancurkan tempat ini!"


Teriak Ria sambil menangis dan berkat usahanya Ria yang memberanikan diri untuk membuat Alicia sadar kini Alicia mulai tenang namun matanya masih bersinar.


"Terima kasih Ria..[matanya kosong]..kapan mereka akan dikuburkan?"


"Tinggalkan aku sendirian!"


Ucap Alicia namun Mein bersikeras untuk tetap bersama dengan Alicia dan pada akhirnya Alicia tidak berbicara apapun dan tidak makan apapun sampai malam hari.


Melihat keadaan Alicia yang tidak mau makan membuat Mein khawatir kemudian Mein menceritakan saat Yuuto datang dan khawatir dengan keadaan Alicia kemudian Yuuto melihat mereka berenam yang sudah gugur.


"Yuuto sangat marah melihat mereka berenam yang sudah tiada bahkan tubuhku gemetar ketika mengingat Aura yang dia berikan kepada kami semua untung saja Paman Baron melakukan sesuatu sehingga kami tidak pingsan..[mengingat tatapan mengerikan Yuuto]..Yuuto sangat tidak bisa mengendalikan emosinya ketika tahu itu semua namun pada akhirnya dia sudah bisa menahan kobaran api di dalam dirinya lalu dia pergi ke Kota Hometown!"


Ucap Mein yang membuat Alicia mulai hidup.


"Alicia, aku tahu kamu sangat terpukul akan kehilangan sahabat dan temanmu begitupun denganku ketika mengetahui kakakku Viinn sudah meninggal dunia akibat game busuk itu lalu aku kehilangan temanku lagi..[menahan tangisan]..aku hampir ingin bunuh diri ketika melihat kondisimu yang begitu parah saat melawan David..[menarik Alicia lalu berteriak di hadapannya]..kamu adalah satu-satunya teman..[menggelengkan kepalanya]..sahabat yang aku punya dan yang terakhir jadi Alicia relakan mereka lalu lihatlah masa kini tapi jangan lupakan masa lalu tetap ingat mereka!"

__ADS_1


Teriak Mein membuat tatapan kosong mulai mengeluarkan warna, Alicia mulai menerima apa yang terjadi namun dia masih tidak terima dengan orang yang membunuh sahabat dan temannya lalu adengan di tutup dengan Alicia memeluk erat Mein kemudian mereka berdua tidur bersama di kamar mayat.


...


Cuplikan Chapter 202.


Esok harinya suasana dan udara menjadi tenang kembali bahkan cuaca menjadi sangat bagus dan mendukung untuk proses pemakaman para korban yang tidak selamat dari serangan musuh.


"..[berdoa]..[menghembuskan napas]..Aku akan selalu menjadi sahabat dan teman kalian semoga tenang di sana!"


Ucap Alicia dengan senyuman kecil kemudian dia melihat Mein yang masih berdoa dengan serius lalu Alicia melihat Yuuto yang tidak ada di makam dan melihatnya di sebuah pohon.


Pemakaman dilakukan membuat Alicia langsung tenang dan tidak khawatir lagi dengan mereka karena Alicia yakin mereka akan bahagia di sana lalu Alicia menanyakan nama orang yang meledakkan arena.


"Yang meledakkan seluruh arena adalah Graundila salah satu The Number yaitu di panggil dengan nama Three..[penasaran dengan apa yang Alicia lakukan]..Alicia jangan membuat dirimu untuk menyimpan dendam!"


Minta Mein lalu Alicia menjawab dengan perkataan yang membuat Mein langsung terdiam.


"Mein, aku memang dendam tapi tidak untuk sekarang ketika aku bertemu dengannya akan aku pastikan untuk membunuhnya..[Aura membunuh]..[Mein merasakan kedinginan namun tidak terlalu kuat]..Mein jika kamu masih berniat untuk menahanku akan aku pastikan kamu tidak lagi bersamaku!"


Ucapannya Alicia membuat Mein merasakan hawa membunuh namun tidak terlalu kuat. Sampai akhir, Alicia terus mengikut semua kegiatan yang menyedihkan itu lalu Alicia mendapatkan kabar kalau Lima Kota Besar akan bersatu kemudian akan melawan The Number.


Alicia masuk ke dalam pasukkannya Tina dan dia mulai serius akan lawannya, terlihat Tina yang dapat merasakan perasaan dari Alicia namun dia tidak bisa melakukan apapun terhadap perasaan Alicia yang sebenarnya sangat ingin membalaskan dendam untuk kematian sahabat dan temannya.


Bersambung...


Chapter selanjutnya adalah perang yang sangat kalian nantikan jadi tunggu ya pastikan beri like, tekan favorit dan berikan bintang supaya author tambah semangat!!!

__ADS_1


__ADS_2