World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 99: Hari Kedua Di Bandara Internasional Ibukota Beijing


__ADS_3

Hawa dingin membuat mereka berdua saling berpelukan di sebuah bangku untuk menghangatkan tubuh, mobil yang mereka tumpangi sedang mengalami kerusakan dan harus diperiksa oleh bengkel. Sopir sangat menyesal akan kejadian yang menimpa kedua penumpangnya karena itu dia siap menerima penurunan bintang atas drivernya namun Ryu dan Nanase tidak tega memberikan penurunan bintang karena bintang adalah hal yang sangat penting bagi driver online.


"..[Membawa selimut]..Silahkan anda pakai untuk menghangatkan tubuh tuan dan nona !" Ucap Sopir


"Terima kasih, maaf merepotkan !" Ucap Nanase


"Apa yang anda bicarakan, saya yang memberikan anda masalah ini dan harus terkena hawa dingin ini !" Ucap Sopir


"Hey, kamu anak muda yang tahu diri..[Sopir terdiam]..Aku menyukai sikapmu !" Ucap Ryu


"Maaf..[Membungkuk]..Merepotkan, saya akan membawa secangkir teh hangat !" Ucap Sopir


"Ahhh, baiklah..[Melihat Sopir pergi ke bengkel]..[Memberikan selimutnya ke Nanase]..Pakailah Nanase, aku tidak mau kamu masuk angin !" Ucap Ryu


"..[Tersenyum]..Terima kasih..[Napasnya keluar seperti asap]..Tidak kusangka suasana malam hari ternyata sedingin ini !" Ucap Nanase


"Itu karena kamu sejak dulu tidak boleh keluar pada malam hari oleh kedua orang tuamu !" Ucap Ryu


"Kamu benar..[Menyenderkan kepalanya ke bahu Ryu]..Apakah besok kita akan sampai di bandara ?" Tanya Nanase


"Melihat kondisi mobilnya kemungkinan kita akan sampai pada pagi hari kalau pekerjanya sudah tahu masalah dari mobil itu !" Ucap Ryu


"Apakah kamu sudah tahu masalahnya ?..[Ryu menatap mobil]..Lagipula kamu adalah ahli dalam memperbaiki !" Ucap Nanase


"..[Sopir membawa teh hangat]..[Mencium kening Nanase]..Sopir kamu jaga istriku !" Ucap Ryu


"..[Memegang dua cangkir teh]..Lalu apa yang anda lakukan ?" Tanya Sopir


"..[Menggulung kedua lengan bajunya]..Aku tidak mau kalau istriku lama-lama di suasana malam ini jadi aku akan membantu mereka dalam memperbaiki mobilmu !" Ucap Ryu


"Jadi anda mengerti tentang mobil ?" Tanya Sopir


"Ya begitulah aku mengerti tentang bagian dan fungsinya !" Ucap Ryu


"Baik, saya akan menjaga istri anda sekali lagi maaf merepotkan anda !" Ucap Sopir


"..[Pergi ke bengkel]..Hey kalian dari yang aku lihat..[Berjalan mendekati bengkel]..Apakah kalian pekerja baru ?" Teriak Ryu


"Benar kami pekerja baru !" Ucap pegawai bengkel


"Apakah kamu tahu apa yang bermasalah ?" Tanya Ryu


"Maaf karena mentor saya tidak datang jadi saya harus melakukan ini sendirian walaupun akan membutuhkan waktu lama !" Ucap pegawai bengkel


"Aku akan menjadi mentormu untuk sementara jadi kamu persiapkan alat-alatnya saja lalu aku yang akan memperbaikinya !" Ucap Ryu


"Baik akan saya lakukan lalu terima kasih atas bantuannya !" Ucap pegawai bengkel


Ryu dan pegawai bengkel itu langsung bekerja untuk memperbaiki mobil sedangkan Nanase dan Sopir duduk di bangku sembari meminum teh hangat dan menunggu Ryu sampai menyelesaikan memperbaiki mobilnya.


"Suami anda sungguh hebat !" Ucap Sopir


"..[Minum teh]..Karena itulah aku menikahinya !" Ucap Nanase


"Begitu..[Melihat Ryu memeriksa mobil di bagian mesinnya]..[Menghela napas]..Seharusnya ini tidak terjadi jika aku memeriksanya dulu sebelum berpergian !" Ucap Sopir


"Kamu harus mengingat kesalahanmu ini anak muda !" Ucap Nanase


"Terima kasih nona akan saya ingat !" Ucap Sopir


"..[Mengeluarkan handphone]..Apakah kamu sudah menikah ?" Tanya Nanase


"Saya sudah menikah nona dan memiliki anak satu yang masih umur 8 tahun !" Balas Sopir


"Hmm..[Menyalakan handphone]..Aku membaca buku panduan menggunakan handphone dan katanya handphone bisa melakukan video call yang mana itu dapat memperlihatkan wajah kita dan wajah seseorang yang kita video call, apakah kamu tahu caranya ?" Tanya Nanase

__ADS_1


"Mari sini saya bantu..[Memegang telepon milik Nanase]..Apakah anda ingin video call dengan anak anda ?" Tanya Sopir


"Benar saya ingin mengabarinya kalau kami akan datang pada pagi hari !" Ucap Nanase


"Hmm..[Menekan tombol seperti kamera]..Baik ini sudah siap dan tampaknya anak anda saat ini on !" Ucap Sopir


"..[Memegang kembali handphonenya]..Ehhh..[Melihat wajahnya di layar handphone]..[Kata-kata tersambung muncul di layar handphone]..Ahhh, Ruiki !..[Nanase senang dapat melihat wajah anaknya].." Ucap Nanase


"Ibu jadi sekarang bisa memakai video call..[Memanggil Huang Chan]..Huang sini kamu harus lihat ibuku !" Ucap Ruiki


"..[Mendekati layar handphone Ruiki]..Halo, bibi bagaimana keadaan di sana ?" Tanya Huang Chan


"Kami baik-baik saja hanya ada sedikit kendala yang membuat kami harus memperbaiki mobil !" Ucap Nanase


"..[Menarik handphonenya]..Ibu siapa pria yang dekat ibu ?" Tanya Ruiki


"Ini yang menjadi sopir kami !" Balas Nanase


"Halo..[Melambaikan tangannya]..Maaf karena mobil mengalami kendala jadi perjalanan terhambat dan membuat kedua orang tua anda harus menunggu di suasana malam ini !" Ucap Sopir


"..[Melihat ibunya yang memakai selimut]..Ibuku adalah wanita yang kuat jadi dia akan baik-baik saja walaupun begitu dia sebenarnya tidak kuat dingin !" Ucap Ruiki sambil tertawa


"Dasar anak nakal !" Ucap Nanase


"Bibi kapan sampai di bandara ?" Tanya Huang Chan


"Kata suamiku kita sampai di bandara pada pagi hari !" Balas Nanase


"Asal kamu tahu Huang perhitungan ayahku tidak pernah meleset kalau ayahku bilang seperti itu pasti akan terjadi !" Ucap Ruiki


"Ehhh, paman sangat hebat jadi dimana dia bibi ?" Tanya Huang Chan


"..[Mengarahkan handphonenya ke bengkel]..Itu yang lengan baju di gulung adalah ayahnya Ruiki !" Ucap Nanase


"Ayahku ahli memperbaiki apapun !" Ucap Ruiki


"..[Video Call menunjukkan waktu]..Kenapa ada waktu mundur ?" Tanya Nanase


"Hmm, ini sudah saatnya penutupan jaringan !" Ucap Sopir


"Benar apa yang dia katakan ibu, jaringan handphone saat ini sedang mengalami kendala karena itu sering ada angka mundur seperti ini sebelum waktu habis, aku ingin ibu baik-baik saja sampai kita bertemu di bandara nanti !" Ucap Ruiki


"Baik sampai jumpa lagi Ruiki !" Ucap Nanase


Seketika Video Call menghilang dari layar handphone.


"..[Berdiri]..Sepertinya suamiku sudah selesai !" Ucap Nanase yang melihat Ryu melambaikan tangannya


Nanase dan Sopir mendekati Ryu.


"..[Mengelap kedua tangannya]..Masalah sudah selesai jadi kita dapat berangkat lagi !" Ucap Ryu


"Woah, anda sangat hebat bahkan tidak membutuhkan waktu lama !" Ucap Sopir


"..[Mengelap kedua tangannya]..Benar, beliau sangat hebat dalam memperbaiki mobil ini tadi bahkan aku tidak sempat membantu !" Ucap pegawai bengkel


"..[Membuka dompetnya]..Berapa harga semuanya ?" Tanya Sopir


"Sudah beliau bayarkan jadi tidak usah bayar !" Ucap pegawai bengkel


"Ehhh, tapi aku sama sekali belum memberikanmu uang !" Ucap Ryu


"Ilmu harganya mahal jadi aku belajar banyak dari beliau karena itu sebagai gantinya biaya akan aku beri gratis dengan menerima ilmu ini !" Ucap pegawai bengkel


"Kalau begitu terima kasih banyak !" Ucap Sopir

__ADS_1


"Terima kasih kalau begitu sampai jumpa lagi !" Ucap Ryu


Sopir langsung masuk ke dalam mobil lalu menyalakannya.


"Berhasil ini sudah dapat berjalan lagi !" Ucap Sopir


"Bagus, Nanase masuklah dan tidur kamu harus banyak-banyak istirahat !" Ucap Ryu


"Baiklah..[Masuk ke dalam mobil lalu berbaring].." Ucap Nanase


"..[Masuk ke dalam mobil]..Baiklah mari kita jalan !" Ucap Ryu


Pegawai melambaikan tangannya ke arah mobil yang sudah jalan.


Keesokan harinya.


Hari ke-2 di Bandara Internasional Ibukota Beijing.


Sinar pagi hari menyinari mata Ruiki karena itu dia terbangun dari tidurnya teringat akan ucapan ibunya dengan segera dia membangunkan Huang lalu menyuruhnya untuk mencari orang tua Ruiki.


"Apakah kita tidak mandi dulu ?" Tanya Huang Chan sambil menggosok matanya


"Itu tidak perlu..[Berdiri dari kasur lalu memakai pakaian]..Aku kita cari ibu dan ayahku !" Ucap Ruiki yang berlari ke lift


"..[Berdiri dari kasur lalu memakai pakaiannya]..Tunggu aku Ruiki !" Ucap Huang Chan yang langsung mengejar Ruiki


Sebuah mobil berhenti di depan Bandara Internasional Ibukota Beijing..[Pintu mobil terbuka]..Ryu dan Nanase keluar dari mobil tersebut sembari memberikan uang untuk Sopir.


"..[SFX: Mesin Mobil]..Tuan dan Nona terima kasih atas kebaikan kalian karena masih memberikan 5 bintang untuk driver ini lain waktu mari kita bertemu lagi !" Ucap Sopir


"Terima kasih sudah mengantar kami dengan selamat !" Ucap Ryu


Sopir balik arah lalu jalan menjauh dari bandara, terlihat dua perempuan berlari mendekati mereka berdua sembari melambaikan kedua tangannya.


"Ruiki..[Memeluk erat Ruiki]..Kamu sudah tambah besar bahkan dadamu juga besar !" Ucap Nanase


"Itukah yang pertama kali ibu katakan kepadaku !" Ucap Ruiki


"Ruiki tidak aku sangka..[Mata berkaca-kaca]..Kamu sudah begitu besar dulu kamu sekecil ini..[Tangan memberikan ukuran Ruiki ketika kecil].." Ucap Ryu


"Ayah bukankah itu tidak normal ukurannya !" Ucap Ruiki


Mereka bertiga tertawa lalu datanglah Huang Chan yang langsung memperkenalkan dirinya sekali lagi.


"Huang terima kasih sekali lagi atas bantuannya !" Ucap Nanase


"Sama-sama bibi kalau ada perlu apapun pastikan panggil diriku !" Ucap Huang Chan


"Akan kami lakukan !" Ucap Nanase


"Jadi kapan kita bisa berangkat, apakah sekarang ?" Tanya Ryu


"Pesawat yang menuju Jepang akan terbang pada siang hari jam 12.00 tepat jadi kalian masih ada waktu untuk sarapan dan bersiap-siap !" Ucap Huang Chan


"Kalau begitu yang paling utama !" Ucap Ryu


"Benar ini yang paling utama !" Ucap Nanase


"Adalah sarapan pagi !" Ucap Ruiki


"Benar juga !" Ucap Huang Chan


Mereka berempat pergi untuk sarapan pagi lalu akan bersiap-siap untuk terbang ke Jepang menemui Yamada, kecuali Huang Chan dia tidak akan ikut terbang. Perjalanan menuju Jepang dan menemui Yamada akan sebentar lagi tercapai dan mereka akan terkejut melihat calon suami Yamada.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2