World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 131: Tugas Yang Diberikan Kepada Agurame


__ADS_3

18 Mei 2034, Hiru meninggalkan mereka bertiga selama beberapa bulan dan menyuruh pelayannya untuk memberikan makanan setidaknya berbeda dengan Yamada yang mana tubuhnya di pakai oleh Voice Head untuk mengelabui Ruiki.


"..[Membuka ruangan khusus]..Sudah tiga bulan kamu menonton rekaman itu bahkan matamu sampai berdarah !" Ucap Pelayan Hiru


"2234 kali aku menonton ayahku di siksa tanpa henti dan tanpa menutup mata, semua aku lakukan untuk menghormati ayahku..[Wajah tampak lesu]..[Rambut acak-acakan]..[Bibir kering]..Bagaimana keadaan yang lain, apa kamu sudah memberikan mereka makan dan minum ?" Tanya Yuuto


"Agurame masih dalam keadaan normal dan Yamada masih seperti biasa sedangkan ayahmu..[Menghela napas]..Bagaimana aku mengatakannya..[Yuuto memaksanya untuk berbicara]..Sebagian luka di tubuh ayahmu ada yang membusuk dan terinfeksi !" Ucap Pelayan Hiru


Terlihat wajah Yuuto yang masih tenang dan tidak marah seperti dulu ketika mendengar hal itu sekarang yang dia pikirkan adalah cara untuk melepaskan dirinya saja, tidak ada niatan untuk menyelamatkan ayahnya yang mana dia sudah tahu kalau ayahnya akan mati di tangan Hiru.


"Sesuai harapan Tuan Hiru kamu perlahan-lahan mulai berubah dan yang pasti Tuan Hiru akan senang !" Ucap Pelayan Hiru


"..[Matanya melas]..Ini sudah tiga bulan dan sebentar lagi empat bulan yang berarti Hiru akan menyiksa ayahku lagi..[Rambutnya menutup wajahnya]..Hei kamu ketika saat itu terjadi pastikan kamu merekam setiap apa yang Hiru lakukan !" Ucap Yuuto


"Itu kalau Tuan Hiru mau membuat saya merekam semua siksaan itu !" Ucap Pelayan Hiru


Agurame mendengar semua ucapan Yuuto dari balik pintu dan sepertinya Agurame tidak suka kalau Yuuto terus-terusan memanggil namanya dengan nada kasihan.


"..[Merasa ada seseorang sedang menguping]..Maaf, aku akan segera pergi dan menemui Tuan Hiru jadi selamat menonton !" Ucap Pelayan Hiru


"Suatu saat semua yang berkaitan atau berhubungan dengan Hiru..[Menatap Pelayan Hiru]..Aku akan membunuh mereka !" Ucap Yuuto


"..[Tersenyum]..Semoga kamu bisa membunuh mereka semua !" Ucap Pelayan Hiru yang menutup pintu ruangan khusus


Pelayan Hiru melihat Agurame yang sedang duduk di kursi sambil memasang wajah kesal.


"Entah kenapa aku merasa kesal dengan diriku sendiri ketika anak itu berbicara, suatu di dalam tubuhku membenci diriku ini..[Berdiri]..Apa kamu bisa menjelaskan ini ?" Tanya Agurame


"Saya tidak tahu mungkin anda terlalu lelah karena pekerjaan ini jadi anda bisa istirahat dan biarkan aku yang melakukan ini !" Ucap Pelayan Hiru


"Siapa kamu memerintah diriku..[Menatap tajam]..Hanya Tuan Hiru yang dapat memerintah diriku dan bukan kamu !" Ucap Agurame


Mendengar ucapan itu tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam pintu dengan menggunakan pakaian sederhana yang mana dia adalah Hiru Okama.

__ADS_1


"..[Menutup pintu ruangan Yamada]..Yamada sudah hancur lembur dan dia tidak akan bisa kembali normal lagi..[Mendengar ucapan Agurame]..[Mendekati mereka berdua]..Apa yang sedang kalian berdua bicarakan di sini..[Mata gelap tapi tetap tenang]..Bergeraklah sesuai apa yang aku perintahkan, cepat !" Ucap Hiru


Pelayan Hiru langsung pergi menuju ruangan Nisuta sedangkan Agurame di tahan oleh Hiru untuk membicarakan sesuatu.


"Bagaimana dengan keadaan Yuu, apa ada kemajuan ?" Tanya Hiru


"Tentu saja dan ini cukup cepat lalu apa yang bisa aku bantu Tuan Hiru ?" Tanya Agurame


"Agurame, aku ingin kamu mengambil otak duplikasi Nisuta dan Yamada yang Professor Randolf  simpan !" Ucap Hiru


"Aku tidak tahu dimana dia menyimpannya tapi akan aku usahakan untuk mendapatkan apa yang anda minta Tuan Hiru !" Ucap Agurame


"Mulai sekarang kamu akan menjadi orang yang akan memegang dua Project sekaligus..[Agurame kaget]..Tidak perlu kaget, kamu pasti bisa melakukannya dan untuk saat ini sekarang aku mempunyai tiga perintah untukmu !" Ucap Hiru


"Aku memegang dua Project dan tiga perintah untukku !" Ucap Agurame


"Benar sekarang setelah tujuanku di sini sudah selesai akan aku berikan Project Transfer Memory kepadamu lalu aku ingin kamu mendapatkan Project Program Imajination juga dari Professor Randolf itu adalah tugas keduamu lalu yang ketiga adalah kamu kembangkan kedua Project itu dan kembangkan sebuah alat yang mampu menaiki persentase otak dari kedua Project tersebut memang kedengarannya ini sangat susah tapi aku mengandalkanmu !" Ucap Hiru


"Baik akan saya lakukan yang berarti saya tidak akan bersama dengan Tuan Hiru lagi ?" Tanya Agurame


Hiru pergi dari Rumah Lab menuju Laboratorium Professor Randolf untuk mencuri setiap file dan alat dari Project Program Imajination walaupun begitu akan butuh waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan Project itu.


"..[Mendapatkan telepon dari Ruiki]..[Mengangkat telepon]..Halo sayang ada apa ?" Tanya Hiru


"..[SFX: Kompor]..Sayang pulanglah saat ini aku sedang memasak masakan kesukaanmu dan Alicia kangen denganmu jadi pulanglah untuk hari ini saja !" Ucap Ruiki


"..[Hiru melakukan Mute ke teleponnya]..[Berjalan menuju ruangan Nisuta]..[Membuka ruangan Nisuta]..Mungkin ini sudah lumayan lama tapi...Apa kamu masih hidup Nisuta ?" Tanya Hiru


"Halo..Halo sayang kenapa kamu tidak menjawab !" Ucap Ruiki


Terlihat tubuh Nisuta yang sudah sangat parah, lukanya ada yang membusuk dan terinfeksi jamur beberapa di sekitar ruangan ada belatung terjatuh dari luka yang membusuk. Tubuh Nisuta masih terduduk di kursi dengan tangan terikat walaupun begitu Nisuta masih bernapas.


"...[Menggeram]..Hiru !" Ucap Nisuta dengan nada pelan

__ADS_1


"..[Menatap jijik]..Setelah bulan ini terlewati, aku akan menyiksamu lagi jadi bersiaplah Nisuta..[Menghela napas]..Sepertinya lukamu tidak akan sembuh tapi itu salahmu sendiri karena tidak dapat menjaga dirimu !" Ucap Hiru yang mana berbicara aneh


"Yamada...Bagaimana dengan Yamada...Apa dia masih hidup ?" Tanya Nisuta dengan nada pelan


"Dia masih hidup menunggu dirimu untuk menghabisi hidupnya walaupun begitu saat ini dia sudah seperti mayat hidup tanpa jiwa tetapi tenang saja, aku tidak menyiksanya seperti menyiksa dirimu karena aku tidak mau melukai seorang wanita dan apa lagi kalau wanita itu adalah orang yang sudah membuat dirimu melakukan ini semua begitu jauh !" Ucap Hiru


"Terima kasih !" Ucap Nisuta dengan nada pelan


"Cih, jangan sok suci seperti itu..[Menutup pintu]..Aku lupa memberitahumu Nisuta walaupun begini, aku tetaplah saudaramu setelah kamu mati akan aku balaskan dendam yang kamu punyai yaitu membunuh orang tua kandungmu. Aku tahu mereka tinggal dimana dengan uang yang mereka hasilkan dari menyiksa dirimu karena itu berbahagialah Nisuta karena aku akan membunuh mereka dengan sadis !" Ucap Hiru


Hiru menutup kembali ruangan Nisuta yang mana ruangannya sungguh kotor dan bau busuk.


"..[Mematikan mute telepon]..Halo sayang !" Ucap Hiru


"Mohh, kenapa kamu baru jawab dari tadi kamu sedang apa ?" Tanya Ruiki


"Maaf, aku sedang berbicara dengan salah satu rekan bisnisku jadi aku tidak ingin menunda pembicaraannya karena aku harus secepatnya bertemu denganmu !" Ucap Hiru


"Baguslah cepat kemari dan mari kita makan bersama !..[Ruiki berbicara sambil tersenyum]..Hiru bagaimana keadaan kakakku apa dia masih melakukan hal bodoh bersama dengan suaminya itu ?" Tanya Ruiki


"Jangan begitu, dia masih melakukannya bersama Nisuta tapi aku yakin ketika Project ini selesai kamu akan kagum dengan usaha mereka selama ini !" Ucap Hiru


"..[Menghela napas]..Aku tidak mau mendengarkan apapun itu jadi cepat kemari dan tinggalkan mereka !" Ucap Ruiki


"Baiklah jangan makan tanpa diriku !" Ucap Hiru


Pelayan Hiru memberikan kunci mobil supaya Hiru dapat pulang dengan sendiri karena pelayan Hiru sibuk akan membersihkan keadaan Nisuta. Hiru kini mempunyai keluarga yang sangat dia impikan walaupun begitu Hiru mempunyai segudang rahasia yang tidak ingin dia bicarakan kepada istrinya itu.


[Di lain sisi]


Voice Head masuk ke dalam pikiran Pelayan Hiru untuk melihat keadaan Nisuta yang mana tiba-tiba Pelayan Hiru menangis.


"..[Tetesan air mata]..Ehhhh, kenapa aku menangis..[Mengusap air matanya]..Ini sedikit aneh, apa aku merasa kasihan dengan dirinya ini !" Ucap Pelayan Hiru

__ADS_1


**Bersambung... **


__ADS_2