
Tahun 2033, Hiru Okama berada di Rumah Lab/Gedung Lab sendirian pada tengah malam. Nisuta dan Yamada sedang tertidur lelap di tempat tidur bersama dengan Yuuto sedangkan Agurame kembali untuk sementara menemui Professor Randolf dan akan pulang dalam beberapa hari.
"..[Memukul meja dengan keras]..Tidak bisa, aku tidak bisa memakai kedua sahabatku sebagai bahan percobaan..[Memegang kepalanya]..Aku tidak mau menyakiti keponakanku..[Matanya memerah]..[SFX: Brakk]..[Terjatuh di lantai]..[SFX: Huacchh]..[Muntah darah]..Ah..Ah..Ah..!" Ucap Hiru
Di dalam kepala Hiru terdengar suara-suara yang terus memerintahkannya untuk menjalankan rencananya sampai membuat kepala Hiru mendengung keras.
"..[SFX: Pak-Pak]..[Hiru membenturkan kepalanya sampai berdarah]..[Hiru mulai putus asa]..[Bersandar di dinding]..Aku tidak ingin melakukan itu semua kepada mereka, siapa kamu sebenarnya mengapa kamu melakukan ini kepadaku ?" Tanya Hiru yang sedang bicara sendiri
Suara di kepalanya tidak menjawab pertanyaan Hiru namun sebaliknya dia langsung membuat kepala Hiru mendadak kesakitan hingga membuat Hiru pingsan lalu setelah Hiru pingsan tiba-tiba Hiru berdiri dengan wajah yang lepas akan penderitaannya selama ini.
"..[Tertawa jahat]..Hahaha..[Menutup wajahnya dengan telapak tangan]..Nisuta, Yamada, Agurame dan Yuu..[Mengambil Masker Anestesi]..Kalian adalah bagian dari rencanaku !" Ucap Hiru yang bukan lagi dirinya
Hiru berjalan menuju kamar Nisuta dan Yamada sambil membawa Masker Anestesi yang mana niatnya untuk membius total mereka berdua sekaligus membius Yuuto yang tertidur lelap. Sedikit demi sedikit Hiru menaiki tangga dengan hentak kaki yang pelan sehingga tidak membangunkan mereka bertiga sembari menyebarkan niatan jahat di seluruh ruangan.
Hiru kini telah sampai di depan kamar Nisuta dan Yamada dengan perlahan Hiru membuka pintu, suasana ruangan sedikit gelap sehingga membuat Hiru kesusahan untuk melihat. Hiru membuka jendela supaya cahaya bulan dapat menyinari kamar Nisuta dan Yamada, terlihat Hiru meletakkan Masker Anestesi di meja sambil duduk di samping Nisuta.
Untuk beberapa menit, Hiru menatap wajah Nisuta dan tiba-tiba air mata keluar dari mata kirinya. Hiru mengambil Masker Anestesi kemudian meletakkannya di bagian hidung dan mulut Nisuta kemudian Masker Anestesi di arahkan ke Yamada dan terakhir di arahkan ke Yuuto ketika sudah membius total mereka bertiga, Hiru mengangkat tubuh mereka satu persatu lalu meletakkannya di Lab.
Hiru meletakkan Nisuta dan Yamada di tempat yang berfungsi sebagai Memory yang akan di transfer ke objek utama sedangkan Yuuto berada di tempat yang berfungsi sebagai orang yang akan menerima memory atau disebut objek utama.
Nisuta dan Yamada sama sekali tidak sadarkan diri begitupun dengan Yuuto dan saat ini adalah waktu yang sangat bagus untuk Hiru menjalankan rencananya karena saat ini Agurame tidak ada di Rumah Lab/Gedung Lab.
Hiru yang sudah tahu semua tentang menjalankan Project Transfer Memory dengan cepat dia langsung mengoperasikannya walaupun hanya dia sendirian tapi semua berjalan dengan sempurna karena Hiru pintar membagi waktunya untuk berganti-ganti posisi pengoperasian Transfer Memory ketika proses Transfer Memory telah berjalan tiba-tiba objek utama terbangun karena rasa sakit yang luar biasa di dalam kepalanya.
__ADS_1
"Agghhhh..[Mata berwarna putih sambil mengeluarkan darah]..Aghhh !!!" Teriak Yuuto
"..[Melihat kondisi Yuuto]..[Terkejut]..Yuu..[Melihat di balik dinding tembus pandang]..Agghh..[Memegang kepalanya]..Apa yang aku lakukan, ini bahaya...Ini bahaya..[Rasa sakit di kepalanya muncul lagi sampai membuat Hiru tidak sadarkan diri]..[Terbangun]..Cih, mengganggu saja..[Melihat komputer yang menunjukkan angka 35%]..[Yuuto berteriak dengan sangat keras sembari dengan darah yang keluar dari matanya]..Semua ini demi rencana !" Ucap Hiru yang sudah gila
Hiru pindah posisi ke tempat Nisuta dan Yamada sama sekali tidak ada gangguan bahkan pencocokkan Transfer Memory berjalan dengan lancar, Hiru kembali lagi ke tempat Yuuto berada ketika sampai terlihat Yuuto yang sudah tidak teriak lagi namun matanya berwarna merah dan wajahnya penuh akan darah yang keluar dari matanya.
Terlihat di komputer proses masih 85% dan tidak ada efek gagal dalam proses penerimaan Memory, Hiru tersenyum bahagia karena Projectnya masih berjalan sempurna tiba-tiba Yuuto berbicara.
"Ayah..[SFX: Batuk]..Ibu..[SFX: Menangis]..Sakit ini sangat sakit, kepalaku terasa sangat sakit..[Tubuhnya gemetar]..Aku tidak kuat, tolong aku..[Melihat ke arah atas tepatnya tempat Hiru berada]..Paman tolong aku !" Ucap Yuuto
Tiba-tiba ketika proses penerimaan Memory mencapai angka 95%, mata Yuuto kembali berwarna putih sambil tubuhnya kejang-kejang dan Yuuto mengeluarkan suara jeritan kesakitan.
"Aggggghhhhhh !" Teriak Yuuto
"..[Melepaskan alat di kepalanya]..[Melihat ke atas]..Paman apa yang kamu lakukan kepadaku ?" Tanya Yuuto
"Yuu kamu sudah bangun..[Tersenyum]..Bahkan objek tidak terkena efek samping ini sungguh luar biasa !" Ucap Hiru
Hiru pergi ke tempat Yuuto berada terlihat mata Yuuto yang sangat kosong namun masih bisa berpikir.
"Paman ini sangat sakit..[Matanya kembali normal]..[SFX: Menangis]..Aku..Aku..Tidak ingin merasakan rasa sakit ini lagi !" Ucap Yuuto dan tiba-tiba terjatuh kemudian tertidur
"..[Memeluk Yuuto]..[Tersenyum jahat]..Tidak aku tidak boleh memberitahu mereka kalau Project Transfer Memory sudah sepenuhnya selesai, aku hanya tinggal mengubah kode tersebut sehingga mereka akan melakukan percobaan lagi ke hewan lalu..[Berpikir kembali]..Namun sebelum itu mari kita Transfer Memory-ku sebelum mereka melakukan percobaan !" Ucap Hiru yang sedang tersenyum jahat
__ADS_1
Hiru tidak cepat-cepat untuk mentransfer memory-nya karena saat ini Yuuto sangat kelelahan dan saat ini di dalam kepala Yuuto terdapat Memory kedua orang tuanya yang mana hal ini akan membuat Yuuto sangat kesakitan karena ingatan yang begitu banyak di dalam kepalanya.
Hiru mengembalikan mereka bertiga ke kamarnya lalu mencoba bersikap seperti tidak terjadi apapun untuk membuat Yuuto seakan-akan sedang bermimpi namun keesokkan harinya terlihat Yuuto tidak mengingat apapun tadi malam karena pikirannya saat ini sedang berantakan bahkan membuat Yuuto sering bengong/melamun.
Hari-hari mulai terlewati tampaknya Agurame masih belum pulang ke Rumah Lab/Gedung Lab. Nisuta dan Yamada sangat khawatir dengan sikap Yuuto selama beberapa hari ini karena itu mereka berdua membawanya ke Ruiki.
Ketika Ruiki memeriksa Yuuto yang terus diam tidak bicara dan memasuki pikirannya namun sungguh luar biasa Ruiki ketika menggunakan kekuatannya baru pertama kali ini dia tidak dapat menemukan ruang pikir seseorang karena dalam pikiran Yuuto terdapat begitu banyak ruang pintu yang tidak terhingga jumlahnya bahkan ketika Ruiki meminta untuk membuka ruang pikir Yuuto tiba-tiba beberapa pintu terbuka namun tidak memperlihatkan ruang pikir Yuuto.
Ruiki sempat bingung kenapa ada begitu banyak ruang pikir seseorang bahkan ruang pikir tersebut kosong hanya satu hal yang Ruiki dapat dari semua ini yaitu ruang pikir Yuuto terdapat di ujung pintu yang jumlahnya tidak terhingga sampai membuat Ruiki putus asa dengan keadaan Yuuto saat ini namun Ruiki tetap berusaha untuk menyembuhkan mental Yuuto.
Yuuto tidak seperti bocah pada umunya sekarang dia lebih banyak diam dan melamun seperti orang yang banyak pikiran. Dari itu semua yang saat ini Yuuto lakukan bukan melamun atau diam sebenarnya Yuuto sangat fokus akan tujuannya yaitu merapikan pikirannya di dalam kepalanya karena itu Yuuto terlihat sangat diam dan sering melamun.
Yuuto adalah anak yang sangat cerdas jadi dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk dirinya sendiri dan dia sangat ingin memberitahu kepada ayah dan ibunya kalau pamannya saat ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani namun Yuuto tidak bisa berbuat banyak karena saat ini dia sangat kesulitan dalam merapikan pikirannya yang begitu banyak memory, satu demi satu dia rapikan namun masih begitu banyak benang yang terlilit.
Hiru yang tahu apa yang sedang Yuuto lakukan kini dia akan menjalankan rencana keduanya yaitu mentransfer memory-nya ke kepala Yuuto sehingga Yuuto memiliki pikiran seperti dirinya dan membuat Yuuto sepihak dengan dirinya.
Sebenarnya apa yang membuat Hiru sampai segitunya terhadap orang-orang dekat baginya ?
Tapi yang pasti air mata yang keluar dari mata kiri sungguh asli seperti Hiru yang tidak mau melakukan ini semua namun sesuatu di dalam dirinya membuat Hiru melakukan ini semua dengan begitu kejam.
Dan suara siapakah yang memaksa Hiru untuk menjalankan rencananya ?
Semua itu akan terjawab namun perlahan demi perlahan semua akan terbongkar siapa dalang utama di dalam cerita Novel World Quiz Online ini !
__ADS_1
Bersambung...