World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 165: Kebangkitan


__ADS_3

Cuplikan Chapter 164.


Sosok laki-laki yang mana tidak asing lagi dia adalah Yuuto.


"..[Angin menggerakkan rambutnya]..Sebaiknya jangan memaksa untuk bergerak atau seluruh tubuhmu akan meledak !" Ucap Yuuto dengan tatapan mata hitamnya


Hembusan angin yang tadi sangat kencang mulai tenang namun suasana masih sangat mencekam untuk Tonari.


"..[Seluruh tubuhnya berhenti bergerak]..Aku tanya sekali lagi, siapa kalian ini ?" Tanya Tonari Ery dengan nada marah


"..[Mengabaikan Tonari lalu mendekati Hiru]..Apa kamu bisa menyembuhkan luka itu ?" Tanya Yuuto dengan mata melasnya


"..[Mengambil lengan kanannya]..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..Asal kamu tahu saat ini aku sangat lelah..[Keringatan]..Pure Healing membebani otakku..[Napasnya maju mundur]..Aku tidak bisa memberhentikan darah..[SFX: Darah]..Karena itu bisakah kamu melakukannya ?" Tanya Hiru


"..[Matanya melirik ke arah Tonari]..[Lalu melirik ke semua mayat Marga Ery]..Caramu bertarung cukup rapi tidak seperti biasanya..[Yuuto mengarahkan tangannya ke lengan Hiru lalu cahaya putih beserta benang gelombang bunyi menjahit lengan Hiru]..Akseleration World Thread !" Ucap Yuuto


Yuuto menarik setiap tetesan darah dari lengan Hiru yang sudah jatuh ke tanah, terlihat darahnya terpisah dari kotoran lalu Yuuto mengembalikan darah tersebut ke lengan Hiru yang mana membuat Hiru sangat terkejut dengan pengendalian gelombang bunyi yang sangat hebat.


Kemudian keluar benang putih yang menjahit lengan Hiru tanpa adanya rasa sakit bahkan saat selesai menjahit tidak ada bekas luka.


"..[Kaget]..Kekuatan yang Hiru lakukan saja saat tangannya terputus sudah sangat mengerikan apalagi dengan dia ini !" Gumam Tonari Ery


"Bentuk ini berbeda denga Pure Healing yang ini tidak bisa menyembuhkan luka fatal !" Ucap Yuuto


Hiru berdiri kembali namun masih tidak bisa bergerak dengan bebas sedangkan Tonari masih dalam posisi diam. Tonari sudah menutup kedua matanya dan mengingat teman-temannya yang sudah gugur dalam medan perang.


"Kamu sudah membunuh mereka bukankah ini sudah cukup jangan melibatkan manusia di luar sana lagi..[Menangis]..Apa kalian sama sekali tidak sedih akan hal itu ?" Teriak Tonari Ery


Yuuto menghadap ke arah Tonari dengan posisi santai.


"Sedih..[Menatap Tonari]..Mereka bukanlah kenalanku lalu kenapa aku harus sedih ?" Tanya Yuuto


"Lalu apa yang terjadi kalau kenalanmu yang terbunuh atau kedua orang tuamu ?..[Menggerakkan tubuhnya namun darah dan daging seketika robek]..Sedih tidak akan menyelesaikan semuanya itulah yang sudah aku pelajari lebih baik kamu menanamkan balas dendam ke semua generasimu nanti !" Ucap Yuuto


"Bajin*an..[Berniat untuk memotong Yuuto]..Walaupun kamu masih anak-anak tapi kamu ini adalah iblis, monster dan makhluk yang sangat berbahaya !" Teriak Tonari Ery sambil berusaha menggunakan pedang ke Yuuto


Tonari memaksakan tubuhnya untuk bergerak..[SFX: Syeett]..Darah, tulang dan daging sudah seperti mau meledak namun Tonari menguatkan seluruh tubuhnya demi gerakan terakhirnya untuk menebas Yuuto.


"Terimalah ini..[SFX: Syuutt]..[SFX: Tashh]..Apa tidak mungkin katana merah..[Gemetar].." Teriak Tonari Ery


"Benda seperti itu tidak akan bisa menembus diriku !" Ucap Yuuto


Kesadaran Tonari memudar lalu..[SFX: Boomm]..Tubuh dan seluruh isinya meledak seperti granat dan ledakan itu tidak mengenai Yuuto karena dia melindungi dirinya sehingga tidak terkena ledakannya.

__ADS_1


"..[Melirik ke arah Hiru]..Kamu bukan Hiru di masa ini !" Ucap Yuuto


"Akhirnya kamu sudah bangkit lagi..[Senyum sedikit]..Dirimu yang di masa depan yang memberikan aku jalur !" Ucap Hiru


"..[Menatap ke arah rumah lab]..Aku belum sepenuhnya bangkit ada beberapa ingatan yang hilang tapi tujuanku masih ada..[Melihat telapak tangan kanannya]..Hiru segel dirimu jangan muncul atau mengambil tubuh Hiru di masa ini asal kamu tahu aku tidak ingin kamu mengacaukan apa yang terjadi !" Ucap Yuuto


"Maaf, aku hanya ingin melihat keluargaku..[Matanya sedih]..Sebentar lagi aku akan melakukannya tapi apa kita bisa bertemu lagi ?" Tanya Hiru


"Tentu saja sebenarnya aku juga akan menyegel diriku dengan bantuan Bibi Ruiki !" Ucap Yuuto


Yuuto dan Hiru tampak seperti memiliki hubungan yang baik, Hiru mulai menyegel dirinya namun sebelum itu Yuuto mengatakan sesuatu.


"Tapi setelah kita bertemu lagi kita akan berpisah lagi karena saat itu tujuanmu akan sudah selesai !" Ucap Yuuto


Hiru mulai tidak sadarkan diri lalu terlihat sebuah lambang ditanah yang seperti sebuah angka dan huruf yang mana mengandung Gelombang Bunyi mulai menghilang dan saat itu juga Hiru tertidur.


Sebelum Yuuto datang membantu Hiru saya akan memperjelas apa yang terjadi ketika Yuuto dibawa oleh pasukan polisi elit.


Cuplikan Chapter 164.


"Utamakan sandera dan amankan !..Beri kami waktu untuk menyiapkan persenjataan selama mungkin !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan persenjataan sedang dalam perjalanan namun akan membutuhkan waktu kalau lima orang tadi tidak sanggup menahan lalu apa yang harus kita lakukan ?" Tanya Muramata


"..[Mematikan radio]..Maaf Muramata..[Memukul kepalanya ke meja]..[SFX: Darah]..Aku..[Kesal]..Tidak bisa melakukan apapun lagi..[Muramata kaget]..Saat ini Hiru merupakan sosok yang sangat luar biasa diluar akal manusia seperti yang kamu lihat sendiri bahkan misil tidak bisa melukainya jadi kesempatan menang untuk lima orang tadi adalah 1% !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan Kyojuro apakah anda tahu siapa anak yang menjadi sandera ?" Tanya Muramata


"Tidak ada kabar mengenai namannya !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Kalau begitu..[Mengambil radio khusus]..Aku akan mengabari Nona Ruiki !" Ucap Muramata


Kembali ke Ruiki yang menunggu suara dari radio dengan menggunakan selimut karena angin yang lumayan dingin serta Alicia yang menunggu di samping pintu atau bersembunyi dari ibunya tiba-tiba radio mulai mengeluarkan suara.


"..[SFX: Siitttt]..Halo..Halo..Tuan Muramata..Halo..[SFX: Siiittt].." Ucap Ruiki


Alicia yang tadi matanya buka tutup kini langsung terbangun karena mendengar suara ibunya.


"..[Tersambung]..Nona Ruiki saat ini sandera sudah aman jadi anda tidak perlu khawatir !" Ucap Muramata


"..[Menangis]..Syukurlah !" Ucap Ruiki dengan perasaan lega


Ketika Muramata dan Ruiki saling berbicara saat itu Tuan Kyojuro kembali menyalakan radio namun hal yang diluar dugaan kini datang lagi. Radio mengeluarkan suara teriakan para pasukan dan teriakan kesakitan dan suara tembakan.

__ADS_1


"Hei apa yang terjadi cepat laporkan !" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


Teriakan Tuan Kyojuro menarik Muramata dan Ruiki yang mendengar suara panik dari mereka berdua.


"Tuan..[SFX: Muntah Darah]..Semua pasukan sudah dibasmi oleh..[SFX: Tembakan]..Agghh !" Ucap Salah Satu Anggota Pasukan Polisi Elit


"Halo..Halo..Apa yang terjadi di sana ?" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan Muramata apa yang terjadi ?' Tanya Ruiki


"Sesuatu terjadi dengan pasukan kami belum dapar informasi lengkap darinya jadi Nona Ruiki nanti saya sambungkan nanti !" Ucap Muramata


Terlihat Yuuto membasmi seluruh pasukan khusus dan polisi elit yang tersisa lalu dia mendengar dari radio nama dari orang yang dia kenal.


"..[Mengambil radio]..Ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian !" Ucap Yuuto


"Siapa kamu ?" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Itu tidak penting jadi apa kamu ingin mendengar apa yang ingin aku katakan atau tidak ?" Tanya Yuuto


"Cepat katakan !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Hiru sudah dikalahkan oleh lima orang yang memakai katana merah dan sandera sudah aman namun tempat ini akan segera meledak !" Ucap Yuuto


"Hiru sudah kalah tapi siapa kamu..Beritahu kami segera !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


Yuuto merusak jalur komunikasi mereka lalu mencari Hiru sedangkan Tuan Kyojuro dan Muramata mau tidak mau harus percaya dengan informasi itu dan menugaskan petugas kebakaran dan beberapa polisi setempat untuk ke lokasi karena saat ini pasukan khusus sudah mengalami banyak kerugian.


Ruiki yang sangat penasaran dan khawatir langsung pergi menuju Rumah Lab ketika itu Alicia sangat bingung apa yang ibunya bicarakan dan mengapa dia menangis dan ibunya pergi begitu saja,  Alicia pura-pura menunggu ibunya di ruang tamu dengan perasaan khawatir.


Kembali ke Yuuto yang melihat Hiru tidur di tanah karena efek dari penyegelan. Yuuto menekan tombol peledak di ibu jarinya Hiru dan itu membuat bom menyala dengan cepat Yuuto membawa Hiru ke rumah kosong yang letaknya sedikit jauh dari Rumah Lab dengan menggunakan Akseleration, Yuuto sampai dengan cepat.


Kemudian Yuuto meletakkan Hiru di sofa sedangan dia kembali ke Rumah Lab ketika berada di udara..[SFX: Booommm]..Ledakan besar terjadi di Rumah Lab yang mengakibatkan sedikit gempa bumi, dari atas Yuuto melihat beberapa orang yang datang untuk melihat dan juga petugas kebakaran sudah datang.


Yuuto mencari tempat untuk berpura-pura selamat dari ledakan tersebut sambil memandu Ruiki untuk merasakan dimana dia berada sekarang.


Ruiki yang pergi terburu-buru ke Rumah Lab tiba-tiba kepalanya ada sebuah kepingan ingatan dimana lokasi Yuuto berada tanpa pikir panjang, dia langsung mencari Yuuto dalam suasana yang panas dan sesak terlihat Yuuto tergeletak di tanah sontak Ruiki langsung membawanya untuk diperiksa ke rumah sakit.


Bersambung...


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2