
Cuplikan Chapter 198.
"Baiklah..[memasuki Gedung Four Countries]..mari kita laksanakan rapat ini!..[menarik Komandan Dong]..Komandan Dong jangan berbohong atau kamu akan merasakan hal yang sama dengan Komandan Fuji!" Ucap Baron
"Aku tahu itu..[mengingat Yuuto yang menyiksa Komandan Dong]..lagipula aku pasti akan mati setelah membongkar semuanya!" Ucap Komandan Dong
Semuanya masuk ke dalam Gedung Four Countries lalu Eina dan Lisa mencoba menggunakan kemampuan Akseleration mereka ke tiga orang yang masih pingsan seketika Mayuri, Hermes dan Michel bangun dengan cepat karena merasakan kalau jiwanya dipanggil oleh seseorang.
"..[bangun dan langsung mempersiapkan gelombang bunyi yang begitu besar]..Aku tidak akan kalah dari siapapun!" Teriak Michel
"Ini di mana?" Tanya Mayuri
"..[bangun]..[melihat Empat Pemerintah lalu dia menundukkan kepalanya]..Maafkan karena kami tidak bisa melindungi anda bahkan sampai menyelamatkan kami!" Ucap Mayuri
"Kak Mayuri kita belum kalah yang tadi hanyalah kesalahan!" Ucap Michel
"Itu benar kalau saja Ryzen bisa sedikit membantu!" Ucap Hermes
"..[mendekati Hermes]..Hermes tahukah kamu, siapa yang melindungi tubuh kalian dan membawanya ke tempat aman?" Tanya Ryzen
"Tentu saja Empat Pemerintah yang melakukannya!" Ucap Hermes
"Hermes pikiranmu yang selalu tenang kini menjadi hancur..[menghela napas]..kekalahan memang tidak menyenangkan jadi terima saja itu!" Ucap Ryzen dengan nada marah
"Tidak mungkin kami kalah bukankah begitu Kak Mayuri?" Tanya Hermes dengan wajah bingung dan takut
Mayuri mulai mengangkat kelapanya lalu dia berkata sejujurnya kalau mereka telah kalah dalam pertarungan melawan Organisasi The Number yang nomor dua yaitu Helix.
"Kak Mayuri!" Ucap Hermes dengan wajah kaget
"Apa ini berarti kita gagal dalam misi menjaga Empat Walikota?" Tanya Michel
"Benar..[menatap Hermes dan Michel]..karena itulah minta maaf dan ucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah menolong kita terutama dengan Ryzen!" Ucap Mayuri
"Ryzen..[kesal]..aku minta maaf!" Ucap Hermes
"Aku juga minta maaf!" Ucap Michel
Ryzen yang melihat mereka yang sudah minta maaf langsung tidak enak dan mulai menjelaskan kepada mereka kenapa bisa kalah saat melawan Helix.
"Saat pertarungan melawan Two atau Helix yang aku lihat adalah Hermes dan Michel tidak mau bekerja sama dalam pertarungan sehingga mereka kalah duluan baru menyusul dirimu Kak Mayuri!" Ucap Ryzen
Hermes dan Michel mulai bertanya tentang keadaan sekarang kepada seluruh orang yang ada di Gedung Four Countries lalu Kevin menjelaskan semuanya bahkan menceritakan dua penghianat yang sudah menyebabkan kekacauan ini.
...
"Ternyata begitu..[melihat ke Komandan Dong]..apa dia mau membuka mulut ketika diberikan pertanyaan?" Tanya Hermes
"Tenang saja saat ini dia tidak mungkin diam dan berbohong kepada kami karena..[melihat ke Komandan Dong]..dia sudah tidak mempunyai keberanian untuk melawan!" Ucap Kevin
Komandan Dong hanya diam karena yang Kevin ucapkan adalah benar lalu Baron masuk ke dalam pembicaraan kemudian menjelaskan apa yang sedang mereka semua lakukan di Gedung Four Countries.
"...[menjelaskan]..Itulah yang saat ini kita lakukan jadi sebaiknya kalian juga ikut dalam rapat ini!" Ucap Baron
Mayuri, Hermes dan Michel mengikuti rapat lalu rapat di mulai langsung ke intinya yaitu persiapan perang melawan The Number.
"..[berdiri]..Apakah benar ini akan menjadi perang besar?" Tanya Zen
"Mereka sudah membuka duluan dan merusak sebagian Kota White House bahkan merusak festival, apa lagi kalau bukan menyatakan perang!" Ucap Uliyana
"Ano...kami siap menyiapkan peralatan senjata dan armor untuk kebutuhan perang!" Ucap Calistia
__ADS_1
"Baron apa kita bisa menundanya untuk beberapa bulan ke depan?" Tanya Professor Randolf
"..[berpikir]..Menunda perang hanya akan memberikan kesempatan kepada musuh untuk lebih mempersiapkan menghancurkan kita!" Ucap Baron
"Itu benar tapi kita kekurangan pasukan yang dapat diandalkan!" Ucap Kevin
"Yuna, Tina, Eina dan yang lainnya menurut kalian apa yang harus kita lakukan?" Tanya Baron
"Komandan Dong beritahu kepada kami berapa banyak pasukan yang di miliki Organisasi The Number?" Tanya Yuna
"Pasukan yang di miliki The Number sangat banyak dan kuat yakinlah kalian akan membutuhkan banyak sekali pasukan untuk melawan TSN...The Soldier Number, masing-masing dari mereka memiliki nomor seri yang menandakan betapa kuatnya mereka dan jumlahnya ada 500 ribu pasukan!" Ucap Komandan Dong
Semuanya terkejut mendengar jumlah pasukan yang tidak masuk akal dari Organisasi The Number. Baron sempat tidak mempercayai Komandan Dong namun dari tatapannya matanya sepertinya Komandan Dong serius akan ucapannya.
"Jumlah itu sangat gila..[berpikir]..berapa jumlah pasukan yang kita punya jika Lima Kota Besar bergabung?" Tanya Tina
"Pasukanku terdiri 50 ribu pasukan di antaranya menggunakan bela diri tingkat tinggi!" Ucap Raja Albert
"Pasukan dari kotaku terdiri 40 ribu pasukan!" Ucap Uliyana
"Berarti..[gugup]..ano..[malu]..pasukan kami hanya terdiri 10 ribu pasukan tapi mereka semua hebat, aku takin akan potensi pasukanku!" Ucap Calistia
"Untuk kota ini sama seperti pasukan Nona Calistia yaitu 10 ribu pasukan!" Ucap Zen
"Untuk Kota Hometown jumlahnya adalah 5 ribu pasukan!" Ucap Professor Randolf
"Berarti total pasukan ada 115 ribu pasukan...jumlah ini sudah cukup yang perlu kita lakukan adalah membuka pertempuran dengan menggunakan Ultimate Akseleration supaya dapat mengurangi pasukan musuh!" Ucap Yuna
"Yang berarti hanya jangkauan yang luas dan daya serang yang besar saja akan menggunakan Ultimate Akseleration sebagai pembukaan perang!" Ucap Eina
"Akan aku lakukan lalu apa ada yang mempunyai serangan area skala besar selain diriku?" Tanya Tina
Semuanya tidak menjawab ucapannya Tina yang berarti hanya Tina yang mempunyai serangan area skala besar namun dia teringat Ultimate Akseleration milik Yuuto.
Suasana menjadi semakin gelap di luar Gedung Four Countries dan rapat masih berlanjut. Selama itu, Komandan Dong tanpa henti memberitahu kepada mereka semua yang dia ketahui tentang Organisasi The Number terutama pemimpinnya yaitu One yang mana memiliki kekuatan yang luar biasa hebat.
Ketika semuanya saling diskusi terlihat wajah Mayuri yang murung dan kesal akan gagalnya mereka dalam melakukan misi bahkan kalah melawan musuh.
"Apa yang kamu pikirkan, Kak Mayuri?" Tanya Ryzen
"Ryzen...apa kamu sampai sekuat ini karena latihan yang dilakukan di Kota Hometown?" Tanya Mayuri
"Benar, aku latihan dengan sungguh-sungguh hingga sampai seperti ini bahkan aku juga mendapatkan hal yang selama ini aku lupakan yaitu teman!" Ucap Ryzen
"Ryzen jangan terlalu sombong dengan dirimu yang sekarang!" Ucap Michel
"Aku tidak sombong..[kesal]..apa kalian masih belum sadar akan kesombongan di dalam diri kalian?" Tanya Ryzen
"Kesombongan?..[melihat Ryzen]..apa kami terlihat sombong dihadapanmu?" Tanya Hermes
"Tentu saja karena itulah kalian kalah dalam melawan Helix yang mana seharusnya kalian mampu lebih bisa memojokkan Helix dengan kerja sama kalian tapi kerja sama itu tidak kalian berdua lakukan!" Ucap Ryzen
"Ryzen benar, aku tidak tahu kalau kekalahan begitu menyakitkan kalau begitu akan aku buang sifat sombong ini seperti dirimu Ryzen dan mencari yang selama ini aku lupakan yaitu teman!" Ucap Mayuri
"Kak Mayuri, aku tahu kamu akan berpikir seperti itu lalu bagaimana dengan kalian berdua!" Ucap Ryzen
"Aku sama sekali tidak menganggap diriku sombong!" Ucap Hermes
"Begitupun diriku!" Ucap Michel
"Terserah kalian berdua suatu saat kalian akan sadar seperti diriku!" Ucap Ryzen
__ADS_1
Ketika semuanya sibuk berdiskusi tiba-tiba pintu Gedung Four Countries terbuka lebar dan seseorang masuk ke dalam dengan menggunakan topeng hitam putih dengan corak unik dan bentuk yang indah dan bagus.
"..[siaga]..Siapa dia?" Tanya Hermes
"Semuanya berhati-hatilah!" Teriak Mayuri
"Kesempatan untukku mengamuk!" Ucap Michel
"Ada apa ini?..[melihat orang dengan topeng hitam putih dengan corak unik dan bentuk yang indah dan bagus]..Yuuto apa itu kamu?" Tanya Baron
"Gelombang bunyi ini memang punya Yuuto sudah pasti itu dia!" Ucap Kevin
Seketika semuanya teman-teman Yuuto memeluk dirinya dengan erat.
"Apa kamu sudah baikan?" Tanya Yuna
"Kamu membuat kami khawatir dengan dirimu seperti itu!" Ucap Tina
"Jangan berperilaku kejam seperti itu lagi!" Ucap Eina
"Syukurlah kamu kembali seperti semula!" Ucap Lisa
"Yuuto syukurlah kamu sudah kembali!" Ucap Machi
"Semuanya khawatir dengan dirimu!" Ucap Ruina
"Itu benar sekali!" Ucap Ran-Ran
"Kamu sudah kembali normal!" Ucap Vino
...
Baron dan Kevin menunduk meminta maaf kepada Yuuto karena tidak bisa melindungi mereka yang tidak selamat.
"Kami sudah memikirkannya dengan baik dan ini memang salahku!" Ucap Baron
"Hei, bukannya aku sudah memberitahumu kalau kamu itu tidak sendirian yang bersalah..[menghela napas]..Yuuto, aku dan dia salah jadi hukumlah kami!" Ucap Kevin
Professor Jack ikut meminta maaf kepada Yuuto lalu perlahan Yuuto membuka topengnya lalu menangis..meneteskan air matanya..lalu tersenyum.
"Aku sudah memikirkan semuanya dengan baik dan sekarang aku sudah tenang..[bersandar ke dinding]..[menjatuhkan topengnya ke lantai]..ini semua bukanlah salah kita..[semuanya melihat Yuuto yang terlihat sangat sedih]..ini sempurna adalah kecelakaan dalam pertempuran jadi kalian tidak perlu merasa bersalah tapi pasti akan aku balaskan dendam untuk mereka yang tidak selamat..[memakai topengnya kembali]..[mendekati Komandan Dong]..jadi apa kalian mendapatkan lokasi The Number?" Tanya Yuuto
"Siapa kamu?..[berdiri]..dirimu yang datang dan menangis seperti itu terlihat aneh dan langsung bertanya tanpa melihat yang lainnya!" Ucap Hermes
"Hermes hentikan!..[Hermes melihat Michel yang gemetar]..dia kuat!" Ucap Michel
"Jadi kamu adalah Yuuto, kami sudah mendengar semuanya..[menundukkan kepalanya]..terima kasih!" Ucap Mayuri
"Jadi, kamu adalah Mayuri..[melihat Mayuri dari balik topeng]..aku ingin kamu menceritakan semuanya tentang Marga Ery!..[empat Marga Ery langsung kaget].." Ucap Yuuto
"Hei, jangan sesuka hatimu meminta itu kepada kami!" Ucap Hermes
"Hermes hentikan..[menatap Hermes]..sikap tenangmu apa sudah hilang?" Tanya Mayuri
"Tch..[kesal].." Aksi Hermes
"Aku ingin kamu menceritakan semuanya apa yang kamu ketahui tentang Marga Ery lalu lepaskan ancamanmu terhadap keluarga Jenderal Kouka serta lainnya yang kamu ancam!" Ucap Yuuto
"..[menunduk]..Akan saya lakukan sekarang mulai saat ini kamu adalah atasan kami!" Ucap Mayuri yang sudah melihat penerus posisi keempat
Michel juga dapat melihat kalau Yuuto ini adalah penerus Marga Ery yang keempat sedangkan Hermes langsung sadar akan hal itu lalu dia ikut menunduk juga seperti Mayuri dan Michel.
__ADS_1
"Perang sebentar lagi akan terjadi karena itulah kita harus bersiap untuk perang besar ini!" Ucap Yuuto kepada semuanya
Bersambung...