
Disebuah tempat Klinik Psikologi.
"Begitu..[Berpikir]..Lebih baik anda membuang sifat itu jauh-jauh karena dapat memperburuk perilaku anda jadi pikirkan sejenak tentang keluarga anda dan anak anda saat ini jangan sampai mereka tahu !" Ucap Ruiki
"Terima kasih Dokter Ruiki, saya akan mengingat perkataan anda !" Ucap Pasien
"Sama-sama..[Berdiri]..Kalau begitu..[Mengambil beberapa pil penenang]..Simpan ini untuk jaga-jaga jika sifatmu itu lepas kendali !" Ucap Ruiki
"..[Mengambil tiga pil penenang tersebut]..[Membungkuk]..Sekali lagi terima kasih Dokter Ruiki !" Ucap Pasien sambil meninggalkan ruangan
"..[Kembali duduk]..[Menghela napas]..Ahhh, kerjaan ini sangat berat setiap hari aku harus mendengar keluhan dari pasienku dan itu sama saja seperti curhat..[Memutar-mutar kursinya]..Tapi ini adalah jalan yang aku pilih..[Mengusap wajahnya]..Benar ini adalah jalan yang kamu pilih Ruiki !" Ucap Ruiki
Seseorang mendengar Ruiki berbicara sendiri tanpa pikir panjang dia mengambil langkah untuk mengejutkannya.
"Buwahhhh..[Ruiki terkejut]..Hahahah !" Pria tersebut tertawa
"..[Menarik napas]..Fuhhh, apa yang kamu lakukan di sini Jean ?" Tanya Ruiki
"Aku tadi melihatmu berbicara sendiri dan aku langsung ada keinginan untuk mengejutkanmu !" Ucap Jean dengan senyuman
Jean dia adalah teman kerja sekaligus teman kuliah Ruiki saat aku mengambil kursus Psikolog.
"Kembali ke tempatmu sekarang juga !" Ucap Ruiki
Jean dengan sopan meninggalkan tempat Ruiki lalu kembali ke tempatnya sambil memberikan kecupan.
"..[Merasa jijik]..Sungguh kenapa dengan orang ini sejak dulu..[Menghela napas]..Apakah kakak baik-baik saja ?..[Bergumam]..Aku dan kakak adalah saudara tiri, kami berbeda ayah yang mana ayahku bermarga Nagamase sedangkan ayah kakakku bermarga Kazuto..[Mengingat kenangan masa kecilnya bersama kakaknya].." Gumam Ruiki
[Masa lalu Ruiki dan Yamada]
Terjadi pertengkaran yang luar biasa sampai membuat kekacauan di rumah dan itu membuat dua anak kecil berdiam diri di kamar mereka sambil bersandar di pintu dan mendengarkan pertengkaran mereka bertiga.
"Jadi dia anak dari suami-mu yang bermarga Nagamase (Ayahnya Ruiki) itu bukankah dia sudah meninggal lalu mengapa anak itu berada di rumah kita, apakah tidak ada yang mengurusnya ?" Teriak Ryu Kazuto
"Ryu bagaimanapun dia adalah anakku darah dagingku sendiri jadi jangan membeda-bedakannya !" Teriak Nanase Kazuto (Ibunya Yamada dan Ruiki)
"Tapi Nana aku tidak mau..[Mondar-mandir]..[Kesal]..Anak ini bukan anakku..OK !!!..Jadi kembalikan dia ke tempat asalnya lalu kita tinggal bertiga saja bagaimana ?" Teriak Ryu Kazuto (Ayahnya Yamada)
"..[SFX: Plakkk]..[Tamparan keras mendarat di pipi Ryu]..Apa kamu mau dia sendirian di jalanan saat ini dia tidak memiliki keluarga lagi dan aku satu-satunya yang dia punya, mengapa kamu tidak kasihan dengannya kalau kamu terus begini lebih baik kita pisah !" Teriak Nanase Kazuto
"..[Memegang pipinya]..[Menghela napas]..Cih, jangan sampai kita pisah itu akan memberikan Yamada kenangan yang buruk !" Ucap Ryu Kazuto
"Baguslah kamu mengerti dan itu berlaku untuk Ruiki, sekarang dia adalah bagian dari keluarga ini !" Teriak Nanase Kazuto
"Bagaimana dengan orang yang bermarga Nagamase itu, apakah kamu dulu sangat dekat dengannya ?" Tanya Ryu Kazuto
"Kenapa kamu masih membahas hal itu ?" Tanya balik Nanase Kazuto
__ADS_1
"..[Marah]..Aku hanya kesal saja saat mendengar mantan suami-mu itu !" Teriak Ryu Kazuto
"Nagamase itu lebih lembut daripada dirimu dan dia tidak pernah membentakku sama sekali bukan dirimu !" Ucap Nanase Kazuto dengan tegas
"Begitu..[Menghela napas]..Kalau begitu, aku minta maaf sebagai suami aku harus menghormati istriku !" Ucap Ryu Kazuto
"Bagus jadi tidak ada penolakan kalau Ruiki adalah keluarga kita dan kamu harus menganggapnya sebagai anakmu sendiri camkan itu !" Ucap Nanase Kazuto
"Baik..[Jalan menuju ke kamar anaknya]..[SFX: Tok-Tok-Tok]..Yamada tolong buka pintunya kami tidak bertengkar lagi !" Ucap Ryu Kazuto
Pintu terbuka saat terbuka sepenuhnya, Ryu Kazuto melihat Yamada yang bertubuh mungil berdiri di depan dan Ruiki di belakang sambil membentangkan kedua tangannya.
"Ruiki adalah adikku dan ayah tidak bisa membuangnya..[Menutup matanya sambil berteriak]..Kalau ayah membuangnya aku juga ikut !" Teriak Yamada
"Ehhhhhh...!" Ucap Ryu Kazuto yang terkejut dengan sikap anaknya
"Lihat bahkan Yamada sadar akan keadaannya Ruiki dan kamu sama sekali tidak sadar bahkan berniat untuk membiarkannya sendirian dasar pria tidak punya hati !" Ucap Nanase Kazuto
"..[Benda tajam menusuk hatinya]..Ughh, Yamada..Ayah sama sekali tidak akan membiarkan hal itu kalau begitu, Yamada apa kamu siap untuk menjadi kakak ?" Tanya Ryu Kazuto
"..[Membuka matanya]..Aku siap 100% dan aku akan menjadi kakak yang terbaik untuknya !" Teriak Yamada
"Ruiki kamu dengar itu..[Ruiki mengintip]..Maaf atas semuannya yang terjadi di rumah ini..[Kedua tangannya terbuka seakan-akan meminta pelukan]..Apakah kamu mau menganggap aku sebagai ayah barumu ?" Tanya Ryu Kazuto
"Maafkan Ruiki karena adanya Ruiki di sini..[Menangis]..Ibu menjadi marah-marah !" Ucap Ruiki sambil mengusap air matanya
"Apakah begitu..[Berhenti menangis]..Apakah orang kepala keras ini adalah ayah baru Ruiki ?" Tanya Ruiki
"Benar dia sekarang ayah barumu..[Berhenti memeluk lalu menatap Ruiki]..Apa kamu mau menganggap dia adalah ayah barumu ?" Tanya Nanase Kazuto
"Ayah Ruiki tidak ada di dunia ini..[Menahan tangisannya]..Itulah yang orang katakan kepada Ruiki namun ayah masih ada bahkan berada di samping namaku !" Ucap Ruiki
"Benar, ayahmu masih ada di samping namamu !" Ucap Nanase sambil mengelus kepala Ruiki
"Kalau begitu ayah Ruiki saat ini ada dua..[Mengusap air matanya]..Maaf ibu aku terlalu egois !" Ucap Ruiki
"Nanase bukannya anak ini sangat cerdas bahkan dia mengetahui keadaannya !" Ucap Ryu Kazuto
"Diam kamu bodoh, kamu-nya saja yang bodoh !" Ucap Nanase Kazuto
Ryu Kazuto kembali diam.
"Jadi, Ruiki menganggap kalau Ruiki punya dua ayah yang di sini dan di samping namamu ?" Tanya Nanase Kazuto
"..[Mengangguk].." Aksi Ruiki
"Bagaimana kalau marga Ruiki tetap Nagamase dengan itu Ruiki memiliki dua ayah !" Ucap Nanase sambil tersenyum
__ADS_1
"Apakah itu boleh ?" Tanya Ruiki sambil mengintip ayah barunya
"Tentu saja boleh !" Balas Ryu Kazuto
Ruiki memeluk erat ibunya lalu perlahan mulai kelelahan dan tidak perlu lama dia tertidur.
"Ibu apakah Ruiki tidur ?" Tanya Yamada
"Benar, Yamada saat ini kamu harus membagi tempat tidur bersama dengan Ruiki !" Ucap Nanase Kazuto
Ketika mendengar ucapan itu Yamada langsung ke kasurnya lalu dia membagi bantal dan gulingnya...Dia mengambil bantal sedangkan Ruiki diberikan gulingnya.
"..[Menepuk kasurnya]..Ibu bawa adikku ke sini !" Ucap Yamada yang siapapun melihatnya bakal gemes
"Yamada anak pintar..[Meletakkan Ruiki di kasur lalu diberikan guling tampak Ruiki memeluk erat guling tersebut]..Ryu kamu harus membelikan kasur untuk Ruiki !" Ucap Nanase Kazuto
"Baiklah, aku akan bekerja keras untuk membelikannya kasur baru jadi biarkan aku istirahat untuk malam ini !" Ucap Ryu Kazuto
"Ayah !..[Ryu Kazuto balik badan]..Terima kasih ayah !" Ucap Yamada sambil tersenyum
"..[Merasa senang dan bahagia]..Ayah akan semangat jadi Yamada tunggu sampai ayah belikan kasur baru untuk adikmu itu !" Ucap Ryu Kazuto sambil memberikan jempol
"Aku serahkan itu kepada ayah !" Ucap Yamada sambil memberikan jempol
"..[Menghela napas]..Ryu jangan terlalu berlebihan kamu akan sakit nanti !" Ucap Nanase Kazuto
"Tidak perlu khawatir sayangku ini demi Ruiki jadi akan aku lakukan apapun untuknya !" Ucap Ryu Kazuto
"Mungkin aku harus memberikan hadiah untukmu malam ini !" Ucap Nanase Kazuto
"Nanase jangan berbicara di sini nanti Yamada mendengarnya sebagai hal yang buruk !" Ucap Ryu Kazuto
"Apa kamu tidak mau ?" Tanya Nanase Kazuto
"Ehhhh...Tentu saja mau !" Balas Ryu Kazuto
Nanase dan Ryu kembali ke kamarnya sedangkan Yamada perlahan menaiki kasurnya lalu mengelus kepala Ruiki sambil menciumnya.
"Ruiki selamat malam !" Ucap Yamada
[Kembali ke Ruiki dewasa]
"Mnnn..[Merasa senang]..Kecupan kakak saat itu tidak bisa dilupakan..[Baru ingat]..Benar aku lupa memberi balasan pesan dari ayah dan ibu !" Ucap Ruiki sambil pergi ke kantor surat
Bersambung...
Perhatian jika ada kesalahan dalam alur cerita atau penulisan kata tolong beritahu Author supaya dapat di perbaiki dengan cepat jadi mohon dukungannya ^^
__ADS_1