
Tahun ????
Suasana sejuk dengan cuaca yang tidak panas membuat empat orang gadis umur 15 tahun tiduran di rumput hijau yang terbentang begitu luas. Awan dengan jumlah yang sangat banyak berjalan di atas langit sehingga menutupi cahaya matahari namun tidak mendung.
"Hari ini sangat indah sekali..[berdiri]..sesuai dengan ramalanmu, Rika!"
Rika tersenyum bahagia ketika melihat saudarinya senang dengan suasana di sini lalu gadis dengan pakaian rapi dengan rambut panjangnya mencoba menulis semuanya yang dia alami ke dalam sebuah buku.
"Apa yang sedang kamu tulis, Ulma!"
Suara lembut dan nada pelannya berusaha bertanya kepada saudarinya yang sedang sibuk menulis.
"Ulma kamu datang ke sini hanya ingin menulis..[tertawa]..apa kamu benar-benar serius melakukannya?"
Gadis itu bertanya sekaligus menyindir Ulma karena kegiatannya yang aneh saat berada di waktu yang santai di sebuah bukit dengan pemandangan yang indah.
"Olivia jangan menggangguku..[menutup bukunya]..terserah diriku ingin melakukan apa, ini adalah hak milikku!"
Ulma mengucapkannya dengan nada kesal dan merasa terganggu akan ucapannya Olivia.
"Olivia kamu nakal sekali..[menghela napas]..semoga kalian tetap akur dan tidak bertengkar!"
Ucap Rika dengan berdoa untuk kebaikannya Olivia.
"Ehhh, maaf Ulma tidak akan aku lakukan lagi!"
Olivia meminta maaf sekaligus menyesal karena mengganggu Ulma yang sedang melakukan hobinya yaitu menulis dairy di sebuah buku.
"Tidak apa sebenarnya buku ini berisi semua keseharianku dan kebersamaanku dengan kalian, aku menulis semuanya di dalam buku ini lalu ketika aku membacanya, aku langsung dapat merasakan kembali kenangan itu!"
Ucap Ulma dari lubuk hatinya yang terdalam membuat tiga temannya itu merasakan perasaan mendebar di dada mereka lalu tiga temannya itu memeluk Ulma dengan perasaan senang.
"Ahhh...aku hampir lupa..[menatap]..Laura, adikku mengalami mimpi buruk lagi jadi apa kamu bisa melakukan sesuatu dengan mimpinya itu?"
__ADS_1
Rika meminta bantuan kepada Laura yang sepertinya tahu cara menghilangkan mimpi buruk itu.
"Tentu!"
Laura setuju untuk membantu adiknya Rika yang mimpi buruk walaupun singkat tapi sangat berarti untuk Rika.
"Olivia dan Ulma..[berdiri]..aku ingin kalian ikut denganku untuk melihat keadaan adiknya Rika!"
Laura mengajak Olivia dan Ulma untuk ikut dengannya yaitu pergi memeriksa adiknya Rika walaupun Laura bisa melakukannya sendirian tapi sebenarnya Laura ingin bersama-sama dengan tiga sahabatnya itu.
Rika dan Olivia menanggap mereka sebagai saudari, Ulma menganggap mereka bertiga sebagai teman dan Laura menganggap mereka bertiga sebagai sahabat yang tidak tergantikan.
Empat gadis itu turun dari bukti lalu pergi menuju rumahnya Rika untuk memeriksa keadaan adiknya yang selalu mimpi buruk.
...
Sebuah rumah gubuk berdiri di depan mereka walaupun gubuk tapi cukup kuat untuk tetap berdiri tanpa memandang apapun mereka bertiga masuk ke dalam rumah dengan ijin dari Rika.
"Rika, apa kamu tinggal sendirian?"
"Orang tuaku pergi mencari beberapa uang untuk kebutuhan kami..[matanya penuh akan kepercayaan]..aku sangat yakin suatu saat mereka pasti akan kembali!"
Ucap Rika dengan penuh keyakinan namun dia tidak melakukannya dengan meramal hanya hatinya saja yang penuh keyakinan kepada orang tuanya.
"Kalau begitu..[mendekati adinya Rika]..boleh aku tahu namanya siapa?"
Laura bertanya namun tidak melihat mata Rika karena dia fokus dengan wajah tidur adiknya Rika yang terkadang mengerutkan kening.
"Dia satu-satunya adik laki-laki yang aku punya..[mengelus kepala adiknya]..namanya Kyota!"
Rika memberitahu nama adiknya yang sangat dia sayangi kepada saudarinya.
"..[memeriksa keadaan Kyota lalu menutup kedua matanya]..Ini akan sedikit lama biarkan aku melakukannya sendirian jadi kalian bebas ingin melakukan apa di rumahnya Rika..[tersenyum]..ini kesempatan untuk memperdalam hubungan kita dengan Rika!"
__ADS_1
Ucap Laura yang mana membuat sedikit bingung sahabatnya itu namun sesuai dengan ucapanya Laura yaitu bebas melakukan apapun di rumahnya Rika dan karena penasaran, mereka meminta Rika untuk mengantarnya berkeliling rumah dan halaman rumah.
Ketika mereka bertiga pergi keluar untuk berkeliling halaman rumah..[SFX: Pecah]..genggaman tangan Laura memecahkan sesuatu yang mana membuat Kyota tidur dengan tenang sepertinya Laura bohong kepada sahabatnya itu.
"Wahhh..[melihat ladang yang tumbuh begitu banyak sayuran]..apa kamu yang menanam ini?"
Tanya Olivia yang takjub dengan ladang sayurannya Rika.
"Aku dan Kyota yang merawat ladang ini..[mengambil penyiram tanaman]..terkadang kami sangat kesulitan kalau musim hujan!"
"..[melihat Ulma yang menulis lagi di buku diary]..Ulma, tulis di bukumu kalau aku ada di sini dengan perasaan takjub dengan ladang sayuran ini!"
Minta Olivia dengan penuh semangat.
"..[menulis]..Olivia bukan hanya kamu yang takjub..[matanya bersinar]..aku juga takjub dengan ladang sayuran ini jadi jangan ganggu aku karena..[menggambar]..perlu konsentrasi untuk mengambar maha karya ini!"
"..[melihat gambarnya]..Wahh..[kagum]..Ulma kamu jago sekali menggambar!"
Olivia memuji gambarannya Ulma yang mana memang sangat indah dan rapi.
"..[tersenyum]..Aku percaya dengan keterampilanku dan juga penglihatanku!"
Balas Ulma dengan mata fokus dengan gambarannya. Olivia tidak mau mengganggu Ulma lalu dia melihat wajah Rika yang sangat senang namun Olivia bisa merasakan perasaan yang sangat mendalam di hatinya Rika yang mana dia sangat gembira.
"Rika..[tersenyum]..perasaanmu itu sangat jujur sekali!"
Ucap Olivia yang mana membuat RIka malu sampai menutup wajahnya lalu Olivia menjahili Rika kemudian mereka berdua bermain kejar-kejaran dengan meninggalkan Ulma sendirian.
Kembali ke Laura yang sudah selesai menghapus mimpi buruk yang di alami oleh adiknya Rika yaitu Kyota lalu terlihat Laura sedang berbicara sendiri dengan suara di kepalanya.
"Siapa kamu sebenarnya?..[suara berbicara di pikirannya]..kenapa kamu bisa tahu namaku dan juga nama mereka bahkan aku tidak bisa menghapusmu..[takut]..kamu mimpi buruk yang mengerikan untukku..[suara berbicara di pikirannya]..untuk hari ini saja, aku mohon kepadamu untuk tidak mengganggu karena aku ingin menikmati momen ini dengan sahabatku..[suara berbicara di pikirannya]..akan aku dengarkan lagi apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku Voice Head!"
Ucap Laura kepada suara aneh di pikirannya kemudian dia menemui sahabatnya dan memberitahu Rika kalau dia sudah menghapus mimpi buruk Kyota dan hal itu membuat Rika memeluk erat Laura dengan perasaan senang dan lega.
__ADS_1
Sembari menunggu bangunnya Kyota, tiga gadis itu memanen sayuran di ladang lalu Ulma berusaha menggambar mereka bertiga yang sedang tertawa lepas dan bersenang-senang saat memanen sayuran di ladang itu untuk persiapan makan malam.
Bersambung...