
Ketika pagi harinya.
Surat, Televisi, Media Sosial dan Radio memberitakan tentang pernikahan Nisuta Sang Jenius yang membuat seluruh dunia geger akan berita tersebut karena itu Hiru sekali lagi mendapatkan hal yang membuatnya kerepotan.
"..[Menghela napas]..[Mata panda]..Aku hampir mencapai batasku..[Menarik napas]..[Menghembuskan napas]..Agurame bisakah kamu membantuku ?" Tanya Hiru
"Baiklah senior, anda sudah bekerja keras jadi serahkan sisanya kepadaku !" Ucap Agurame
"Kamu antar Ruiki ke bandara lalu berikan kartu ini kepada petugas tertinggi di bandara tersebut..[Memberikan kartu platinum ke Agurame]..Sesuai janjiku kalau semuanya akan tinggal di sini !" Ucap Hiru
"Baiklah kalau begitu senior istirahat, serahkan ini kepadaku !" Ucap Agurame
"Terima kasih Agurame..[Mata mulai tertutup]..Aku serahkan ini kepadamu !" Ucap Hiru sambil tertidur
Agurame mencari Ruiki karena tidak ketemu, Agurame mencari di kamar orang tuanya.
"..[SFX: Tok-Tok]..Permisi !" Teriak Agurame
"..[Membuka pintu]..Agurame silahkan masuk !" Ucap Ryu
"Tuan, apa anda melihat Ruiki ?" Tanya Agurame
"Tentu saja aku melihatnya kalau tidak salah dia tadi sedang berada di kolam renang !" Ucap Ryu
"Kalau begitu saya permisi ada sesuatu yang harus saya lakukan !" Ucap Agurame
"Baiklah hati-hati !" Ucap Ryu
Agurame mencari Ruiki ke kolam renang namun tidak ketemu karena bingung harus mencari dimana lagi, Agurame keliling satu persatu di setiap ruangan.
Sebenarnya Ruiki pergi mencari Hiru karena ingin membicarakan tentang berita yang tersebar di seluruh dunia bahkan para wartawan sedang mencari lokasi pernikahan tersebut namun Hiru sudah menyelesaikan hal tersebut oleh sebab itu para wartawan kebingungan untuk mencari lokasinya.
"..[Melihat Hiru tertidur di sofa]..Kenapa dia tidur di saat seperti ini..[Mendekati Hiru]..Hiru !..[Melihat kelopak mata Hiru yang lumayan gelap]..Hitam sekali, apa dia sangat sibuk hari-hari ini..[Mengingat masalah yang dia berikan ke Hiru]..Benar karena aku dia sangat kerepotan mungkin aku harus mengubah sikap egoisku ini dan merelakan kakakku untuk berkeluarga dengan Kak Nisuta !" Gumam Ruiki
Hiru tertidur lelap bagaikan bayi karena tidak kuat melihat Hiru yang tidur tanpa selimut dengan cepat Ruiki mencari selimut untuk diberikan ke Hiru yang sedang tertidur.
"Kalau begitu..[Berniat pergi tapi Hiru memegang tangan kanan Ruiki]..Dasar hentai lepaskan !" Teriak Ruiki tapi tidak memukulnya karena Hiru memegang tangan Ruiki sambil tertidur
"Ruiki aku sudah menepati janjiku hehehe !" Ucap Hiru yang sedang tertidur lelap
"Janji soal itu lagi, pria ini memegang janji yang dia buat dengan erat tidak heran dia sangat sombong !..[Melihat wajah Hiru yang seperti bayi]..[Tangan Ruiki mendekati wajah Hiru tiba-tiba pintu dibuka oleh Agurame]..[Kaget].." Gumam Ruiki
"Akhirnya..[Mencoba bernapas]..Akhirnya kamu ketemu, Ruiki cepat ikut aku !" Ucap Agurame
"Kenapa aku harus ikut denganmu ?" Tanya Ruiki
"Apa kamu tidak mau bertemu dengan sahabatmu ?" Tanya Agurame
"Maksudmu hari ini mereka sudah tiba ?" Tanya Ruiki
"Kata Hiru aku tinggal memberikan kartu platinum ini ke petugas tertinggi tapi aku sedikit bingung tentang petugas tertinggi di bandara internasional ini !" Ucap Agurame sambil memperlihatkan kartu platinum
__ADS_1
"..[Terkejut melihat kartu platinum]..Agurame ayo cepat kita pergi ke bandara..[Berlari menuju bandara]..Tidak aku sangka dia bahkan memiliki kartu platinum, kakak tampaknya mendapatkan suami dan teman yang sangat luar biasa, aku tidak akan terkejut lagi kalau Agurame juga seperti mereka berdua..[Maksudnya Nisuta dan Hiru].." Gumam Ruiki sambil berlari
"..[Ikut berlari]..Woahh, Ruiki cepat sekali !" Gumam Agurame
Karena letak rumah mereka dekat dengan bandara hanya beberapa menit mereka berdua sampai di bandara hanya dengan berlari. Ruiki langsung mengambil kartu platinum lalu mencoba mencari petugas tertinggi di bandara, semua orang melihat Ruiki yang sangat tergesa-gesa namun karena cantik para pria hanya bisa tersenyum melihat perilaku Ruiki.
"Tidak hanya cantik dia bahkan seorang atletik !" Ucap Agurame dengan nada pelan
"Permisi dimana petugas tertinggi di bandara ini ?" Tanya Ruiki
"Sebentar kenapa anda bertanya seperti itu kalau tidak penting kami tidak bisa mempertemukan anda dengan petugas tetinggi !" Ucap Karyawan Bandara
"Kalau begitu aku akan memperlihatkanmu dengan kartu ini..[Memperlihatkan kartu platinum ke Karyawan Bandara].." Ucap Ruiki
"Kartu VIP kalau begitu saya akan memanggil Pak Cuan !" Ucap Karyawan Bandara
"Cuan, namanya sedikit lucu !" Gumam Ruiki
Cuan Bei Ling mendengar kalau ada seseorang yang ingin bertemu bahkan menunjukkan kartu platinum karena itu, dia sebagai pemimpin tertinggi di bandara keluar dari sarangnya kemudian mencari perempuan pemilik kartu platinum.
"Apakah kamu pemilik kartu ini ?" Tanya Cuan
"Kartu ini milik pria yang bernama Hiru !" Balas Ruiki
"..[Kaget]..Orang itu..[Memanggil asissten]..Cepat bawa seluruh orang itu jangan sampai tertinggal satupun !" Ucap Cuan
"Apakah mereka terbang dari China ?" Tanya Ruiki
"Benar mereka terbang dari China kalau tidak salah ada tiga orang mungkin mereka suami istri !" Ucap Cuan
"Ruiki akhirnya kami dapat bertemu denganmu !" Ucap Jean
"Ruiki ada seseorang yang memaksa kami untuk terbang ke Jepang dan katanya ini ada kaitannya denganmu jadi aku sangat khawatir denganmu lalu aku menerima begitu saja tapi syukurlah bukan kabar buruk !" Ucap Huang Chan
"Huang Chan..[Memeluk erat Huang]..Hari ini kamu akan tinggal di Jepang dan kamu juga Jean sekarang kalian akan bekerja dan tinggal di Jepang !" Ucap Ruiki
"Apa maksudmu kami akan bekerja di sini ?" Tanya Jean
"Tinggal sini bukankah ini terlalu sulit karena aku tidak begitu paham Bahasa Jepang !" Ucap Huang Chan
"Kamu tahu Nisuta Sang Jenius ?" Tanya Ruiki
"Tentu saja tahu dia adalah seorang jenius yang terlahir dengan kecerdasan yang luar biasa bahkan saat di usia mudanya dia sudah menjadi Professor !" Ucap Jean
"Nisuta adalah orang yang sangat penting bagi seluruh dunia karena dia, semua teknologi dan obat-obatan menjadi maju tapi dia menghilang entah kemana sejak menjadi babu pemerintah !" Ucap Huang Chan
"Kakakku menikah dengan orang itu !" Ucap Ruiki
"..[Kaget]..Tunggu dulu apa kamu serius ?" Tanya Jean
"Ruiki kamu tidak bercanda ?..[Kaget].." Ucap Huang Chan
__ADS_1
"Dia tidak bercanda, semua yang Ruiki ucapakan adalah kenyataannya dan saat ini lebih baik kita bicara di rumah saja kalau di tempat umum ini akan bahaya kalau lokasi Senior Nisuta diketahui !" Ucap Agurame
Semuanya pergi ke rumah ketika di rumah, Agurame memanggil Nisuta dan Yamada untuk bertemu dengan sahabat Ruiki saat bertatap muka seketika membuat mereka berdua terkejut bukan main ketika melihat wajah Nisuta.
"Akhirnya kalian datang, apa kalian lelah ?" Tanya Nisuta
"Tu..tungg..tunggu dulu..[Memeriksa wajah Nisuta]..Huang ini beneran dia !" Ucap Jean
"..[Kaget]..Aku akan mengingat hal ini sampai mati !" Ucap Huang Chan
"Hahaha, kalian bisa saja kalau begitu apa kalian sudah menerima kalau kalian akan tinggal di Jepang kalau masalah pekerjaan dan rumah untuk sementara tinggal di rumah besar ini saja, aku tidak keberatan..[Baru ingat]..Sebenarnya ini laboratorium tapi karena desainnya di pilih oleh saudaraku jadi Laboratorium ini menjadi rumah sekaligus Lab !" Ucap Nisuta
"Salam kenal !" Ucap Yamada sambil tersenyum
"Ahhh..[Membungkuk]..Salam kenal Kak Yamada !" Ucap Huang Chan
"Lama tidak jumpa Kak Yamada seperti biasa anda sungguh cantik dan aku tidak menyangka kalau Kak Yamada menikahi Sang Jenius !" Ucap Jean
"Terima kasih Jean lalu bagaimana apakah kalian mau ?" Tanya Yamada
"..[Memegang tangan anaknya]..Kalau masalah itu kami harus berpikir ulang karena akan susah bekerja di Jepang karena bahasa yang berbeda !" Ucap Huang Chan
"Betul lagipula aku masih bekerja di China !" Ucap Jean
"..[Terbangun dari tidurnya]..Kalau begitu kamu berhenti lalu masalah bahasa biar aku saja yang membantu..[Melempar sebuah alat]..pasang alat itu di telingamu seketika kamu dapat mengetahui Bahasa Jepang !" Ucap Hiru
"Aku tadi berpikir kalau kalian dapat mengetahui bahasa kami hanya dengan mendengar tapi karena ada alat ini !" Ucap Huang Chan
"Maaf mungkin anda salah paham aku memang paham bahasa yang kalian ucapkan tanpa alat itu aku bisa mengetahui bahasa kalian !" Ucap Hiru
"Alat ini hanya buatan kecil-kecilan karena saat itu kami sedang gabut !" Ucap Agurame
"Ehhhh, kita benar-benar berbeda dunia !" Ucap Huang Chan
"Sebagai orang yang mendapatkan Gelar Professor tidak mungkin mereka tidak tahu Bahasa China !" Ucap Nisuta
"Begitu ya luar biasa sekali kalau begitu aku akan menerima tinggal dan bekerja di Jepang !" Ucap Huang Chan
"Bagaimana denganmu Jean, apa kamu mau ?" Tanya Ruiki
"..[Menghela napas]..Masalahnya Klinik di China sudah banyak membantuku jadi aku tidak mungkin keluar begitu saja hanya karena alasan ingin tinggal di Jepang !" Ucap Jean
"Kalau begitu sebutkan nama Klinik itu segera aku akan membelinya lalu mendirikannya di Jepang ada pepatah yang mengatakan uang adalah harta yang harus kamu habiskan karena hartaku sangat banyak jadi ini sebagai mainan saja kalau menurutku sih !" Ucap Hiru
"Ehhhh, kami benar-benar berbeda dunia..[Menghela napas]..Kalau begitu mohon bantuannya !" Ucap Jean
"Kalau begitu, Ruiki aku sudah menepati janjiku jadi jangan meminta hal egois lagi !" Ucap Hiru
Nisuta dan Yamada tertawa.
"Baik-baik jangan dibicarakan lagi soal itu !" Ucap Ruiki
__ADS_1
Perlahan-lahan masalah yang Hiru hadapi mulai selesai dan mereka berempat harus segera melanjutkan pekerjaan mereka yaitu Project Transfer Memory.
Bersambung...