
Cuplikan Chapter 205.5.
Terjadilah kejar-kejaran antara kawanan serigala yang tersisa dengan empat gadis yang berlari sekuat tenaga dan berusaha melindungi diri dari serangan para serigala namun mereka tidak sadar kalau ada sebuah luka di punggung Laura karena terlalu fokus dengan medan pertarungan sekaligus medan penyelamatan.
...
Daripada terus berlari, Olivia menyuruh sahabatnya untuk bersembunyi di sebuah gua kosong tanpa pikir panjang, mereka masuk ke dalam gua kosong yang lembab karena letaknya yang dekat dengan aliran air. Untuk beberapa menit tidak ada tanda-tanda kawanan serigala mengetahui tempat bersembunyi mereka, perasaan lelah, lega dan tegang mulai hilang satu per satu.
"Ahhh, syukurlah kita aman di sini!"
Ucap Ulma sambil duduk di batu besar yang sudah sangat tua lalu Rika yang bingung dengan Olivia yang membantu dan tidak bersama dengan Kyota. Rika yang khawatir dengan kondisi adiknya langsung bertanya kepada Olivia untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Olivia kenapa kamu membantu kami dan di mana adikku?"
Melihat Rika yang khawatir dengan adiknya membuat Olivia mengucapkan apa terjadi kepada Kyota saat mereka berdua kabur, supaya Rika menjadi tenang dan tidak khawatir dengan keadaan adiknya.
"Kyota baik-baik saja!"
Cerita kembali ke cuplikan chapter 205.5.
Teriak Laura yang membuat Olivia langsung melakukan perintah yang diberikan kepadannya dengan cepat dia berlari ke dalam rumah lalu menggendong Kyota di punggungnya lalu kabur dalam keadaan itu Kyota kebingungan dan takut dengan larinya Olivia yang sangat kencang.
"Kak Olivia berhenti!"
Teriak Kyota yang sangat kebingungan dan ketakutan dengan apa yang Olivia lakukan tapi Olivia tidak berhenti berlari karena dia masih mengingat perintah dari Laura namun dia masih mendengarkan apa yang Kyota ucapkan dengan hati-hati Olivia memberitahunya.
"Maaf Kyota, aku membangunkanmu..[berlari]..saat ini kondisi sangat berbahaya jadi kita harus menjauhi hutan ini dan menuju ke kota!"
__ADS_1
Kyota yang tidak melihat kakaknya langsung panik dan sekali lagi menyuruh Olivia untuk berhenti dengan cara menangis sekuat mungkin, usaha Kyota berhasil membuat Olivia berhenti berlari.
"Kyota..[panik]..ini sangat darurat jadi aku mohon kepadamu untuk berhenti menangis!"
Minta Olivia yang panik melihat Kyota menangis dan juga Olivia merasakan perasaan seluruh hewan yang ada di sekitarnya yang seakan-akan menyuruh Olivia untuk segera pergi dari hutan baik itu serangga, burung hantu dan laba-laba karena itulah Olivia merasakan kepanikan yang belum pernah ia dapatkan.
"Kak Olivia walaupun kita selamat bagaimana dengan kakakku dan yang lainnya!"
Teriak Kyota yang seketika membuat kepanikan Olivia menghilang lalu dia merasa tenang dan mulai bisa berpikir jernih lagi. Olivia tahu kalau hutan ini bahaya karena itu dia harus pergi meninggalkan hutan namun tidak sendirian.
"..[wajah serius]..Baiklah Kyota..[tersenyum]..[menunjukkan jarinya ke arah depan]..larilah Kyota terus ke depan dan kamu akan melihat jalan menuju kota lalu apapun yang terjad pergilah ke kota kami pasti akan menyusulmu!"
Ucap Olivia dengan nada tegas membuat tangisan Kyota menghilang namun kekhawatirannya tidak.
"Kak Olivia pastikan kalian selamat!"
Cerita kembali ke gua kosong.
"Lalu aku lari sekuat tenaga untuk membantu kalian dan syukurlah aku tepat waktu!"
Ucap Olivia yang mana membuat Rika merasakan perasaan tenang dan tidak khawatir lagi dengan keadaan adiknya karena dia yakin Kyota akan aman.
"Syukurlah kalau begitu kita harus ke kota...Laura!..[melihat tetesan darah]..Olivia turunkan Laura!"
Teriak Laura yang sangat terkejut melihat punggung Laura yang terluka parah bahkan Olivia mengigit bibirnya karena dia tidak tepat waktu memilih keputusan dan akibatnya Laura terluka parah dengan sisa tenaga yang Laura miliki, dia mengatakan kata-kata yang akan menjadi kunci untuk mereka semua selamat.
"..[matanya kabur]..[mendengar suara sahabatnya yang terus memanggil namanya]..Ahhh, menyedihkan sekali..[matanya semakin kabur]..aku hanya menjadi beban untuk mereka karena itu..[berusaha mengeluarkan suara]..Rika..[Rika langsung memegang tangan kanan Laura]..Olivia..[Olivia langsung memegang tangan kiri Laura]..Ulma..[sedari tadi Ulma memberikan pangkuannya untuk Laura]..tinggalkan aku di sini sebagai umpan kawanan serigala!"
__ADS_1
Ucapan Laura membuat tiga gadis itu merinding dan gemetar seperti sudah tahu apa yang akan terjadi dengan Laura bahkan Rika yang gemetar tidak bisa menggunakan kemampuan miliknya karena adanya gangguan mental.
"..[tubuhnya menjadi dingin]..Aku sudah banyak kehilangan darah jadi walaupun kalian membawaku pasti aku akan duluan kehabisan darah dan hanya kematian yang kalian lihat setelahnya!"
Hal yang tidak ingin mereka bertiga dengar membuat air mata mengalir, menetes ke pipi dan kedua tangan Laura.
"Jangan menangis, aku sayang kalian!"
Ucap Laura sambil menangis lalu kawanan serigala yang tersisa akhirnya menemukan jejak empat gadis itu melewati bau darah milik Laura dengan bengis dan marah para serigala mendekati empat gadis itu yang mana harus memilih yaitu merelakan dan membuat Laura menjadi umpan demi keselamatan mereka atau membawa Laura dengan resiko bahkan kalau mereka berempat selamat yang pasti Laura akan meninggal karena kehabisan darah.
Saat ini mereka bertiga menghadapi kesulitan yang amat sulit untuk di pilih dengan tatapan ganas para serigala mulai mengepung mereka sekali sudah terkepung tidak akan ada yang selamat kini mereka bertiga harus menentukan pilihan.
"Laura kita tidak akan meninggalkanmu!"
Sebuah pilihan keluar dari ucapannya Olivia dengan kesatuan hati mereka bertiga memilih mati bersama bahkan Rika yang tahu adiknya sudah berada di kota merasakan tenang dan pasti dia percaya adiknya akan aman lalu Olivia sedikit menyesal karena tidak menepati janjinya dengan Kyota lalu Ulma mengingat semua yang dia tulis di buku tentang mereka semua.
Laura menutup kedua matanya sedangkan mereka bertiga menutup mata juga dengan memegang tangan bersama-sama lalu para kawanan serigala sudah selesai mengepung lalu mulai menerkam mereka tapi.
..[SFX: Freeze]..Gerakan serigala berhenti di udara sedangkan tiga gadis itu membuka kedua mata dan melihat dunia yang membeku atau lebih tepatnya waktu berhenti. Suara aneh mulai berbicara di pikiran mereka bertiga sedangkan Laura sudah pingsan.
"Pada akhirnya dia tidak meminta bantuan dariku...terserahlah, aku akan memintanya kepada kalian bertiga ada yang masih bisa kalian lakukan untuk menyelamatkan semuanya yaitu dengan meminta bantuanku sebagai gantinya aku akan meminta imbalannya nanti jadi bagaimana?"
Voice Head memberikan mereka sebuah harapan namun apakah itu baik atau tidak karena harapan itu meminta sebuah imbalan.
Bersambung...
Cerita akan terus berlanjut dengan judul yang sama namun dengan Part yang berbeda.
__ADS_1