
Cuplikan Chapter 77.
Wajah Mein seketika marah lalu menampar pipi Yuuto dengan keras.
"Jelaskan semuanya kepadaku dasar pembunuh !" Ucap Mein
"..[Menatap ke bawah]..Aku tidak membunuhnya !" Ucap Yuuto dengan wajah suram
"Kalau begitu kamu membiarkannya terbunuh !" Ucap Mein
Mendengar ucapan tersebut Yuuto hanya bisa terdiam..[SFX: Menggenggam erat kepalan tangannya]..[SFX: Darah]..Yuuto masih terus mengingat kejadian saat Viinn Game Over.
"Kami membuat party besar untuk melawan Bos Lantai 10, ada empat golongan yaitu Player Tanker, Player DPS, Player Give dan Player Brain..[Mein menatap ke arah Yuuto dengan tatapan penuh amarah]..Viinn adalah ketua Guild Winterland sekaligus pemimpin dalam penyerangan Bos Lantai 10 lalu saat fase terakhir bos tiba-tiba Player Give melakukan Troll dengan tidak memberikan buff kepada Player Tanker dan Player DPS karena itu Viinn terkena serangan fatal bos..[Yuuto mengingat sensasi saat Viinn Game Over]..Sisa kepasitas otaknya adalah 5% karena itu Viinn mengalami Game Over selamanya tepat di depan mataku !" Ucap Yuuto
"..[SFX: Menangis]..[Mendekati Yuuto lalu memukul dadanya Yuuto bertubi-tubi]..[SFX: Menangis]..Kenapa bukan kamu...Kenapa harus kakakku yang menjadi korban..[Meneteskan air matanya]...Kenapa, kenapa, kenapa...Jawab aku bodoh..[Masih memukul dada Yuuto]..Katamu itu adalah salahmu...Kalau saja kamu lebih berani...[Kaki seketika lemas]..[Terduduk]..[Kedua tangan menutupi kedua wajah]..Kakakku tidak akan mati dengan cara seperti itu..[Mengingat saat kematian kakaknya]..Aku benci kamu, aku benci kamu, aku benci kamu, aku benci kamu Yuuto !" Teriak Mein sambil menangis
"Viinn adalah orang yang sangat berani..[Mengingat buku peninggalan Viinn]..Walaupun aku baru sekali bertemu dengannya tapi aku tahu perjuangannya..[SFX: Meneteskan air matanya]..[Air matanya mengenai rambut Mein].." Ucap Yuuto
"..[Mencoba berdiri]..Kenapa kamu menangis..[Menahan kakinya dengan menekan paha menggunakan tangan]..Hapus air matamu itu...Kakakku tidak perlu air matamu !..[Menampar pipi kanan Yuuto]..Jangan menangis !" Ucap Mein
"..[Pipi kanan merah]..Apa kamu kira tangisanku ini palsu !..[Menarik kerah baju]..Viinn mati karena aku dulu adalah seorang pengecut..[SFX: Menangis]..Jika saja aku lebih berani !..[Mein melihat tatapan mata Yuuto yang penuh dengan penyesalan]..[Melepaskan kerah baju Mein]..[Tubuh Yuuto terasa lemas]..Jika saja saat itu aku membunuh para player Troll itu dahulu..[Tangan kiri Yuuto memegang keningnya]..Jika saja aku lebih berani..[Mengingat saat Viinn Game Over]..[Tatapan kosong terlintas di wajah Yuuto]..!" Ucap Yuuto
Mein tidak menyangka kalau Yuuto akan sangat bersalah atas kematian kakaknya bahkan sampai seperti itu.
Di beberapa detik suasana tersebut terjadi sebuah kejadian yang sangat membuat Mein terbuka atas perbuatannya yaitu mengingat saat bersama kakaknya sebelum kakaknya bermain permainan WQO.
"Mein..[Mengelus kepala adiknya]..Kenapa Mein menangis ?" Tanya Viinn
"..[Melihat kakaknya yang terbaring di ranjang rumah sakit]..Kalau saja aku saat itu menuruti perkataan kakak..[Mengingat saat kakaknya menolongnya dari mobil yang tidak terkendali dan mau menabrak Mein]..[SFX: Menangis]..Sekarang kakak tidak bisa berjalan lagi karena aku !" Ucap Mein
"Apa yang kamu bicarakan Mein..[Mengelus kepala Mein]..Kamu tidak berbuat salah jadi jangan menyalahkan dirimu !" Ucap Viinn
"Tapi..[Meneteskan air matanya]..Kalau saja aku menjadi anak baik...kakak...kakak...kakak pasti masih bisa berjalan lagiĀ !" Ucap Mein sambil menangis
"Dengarkan dengan baik Mein..[Memeluk Mein dengan erat]..[Melepaskan pelukannya lalu bertatap empat mata dengan adiknya]..Kakak melakukannya untuk melindungimu !" Ucap Viinn sambil tersenyum
__ADS_1
Senyuman kakaknya membuat hati dan pikiran Mein sadar akan di balik senyuman kakaknya yaitu kasih sayang. Mein sadar kalau kakaknya sangat baik bahkan di dunia buatan seperti Artificial World, kakaknya masih menolong orang lain bukan dirinya sendiri.
"Maafkan aku Mein, kamu benar aku sudah membunuh kakakmu !" Ucap Yuuto
"...Semuanya akan mendapatkan apa yang mereka lakukan bukan kita yang memberikan tapi mereka sendiri yang mendapatkannya !..[Yuuto melihat wajah Mein]..Yuuto apakah kakakku adalah seorang pahlawan ?" Tanya Mein
"..["...Sebaiknya aku memberimu buku ini."]..[Tatapan kosong langsung menghilang]..Kakakmu adalah seorang yang aku akui..[Yuuto mengingat dari buku Viinn, selama ini buku tersebut yang terus membuat Yuuto bertambah kuat]..Sebagai..[Keberanian Yuuto di mulai dari buku peninggalan Viinn]..Pahlawan !" Ucap Yuuto sambil menatap wajah Mein
"Begitu ya..[Mengelap air matanya]..Kakakku itu sangat baik bukan ?" Tanya Mein sambil tersenyum
"..[Melihat senyuman Mein yang sangat tulus]..[Tersenyum]..Benar dia sangat baik !" Ucap Yuuto
Mein tidak lagi membenci Yuuto bahkan dia ingin merubah sifatnya karena ingin melanjutkan apa yang kakaknya tinggalkan. Suasana berubah, sifat Mein yang kakaknya sangat suka kini kembali ke dirinya yang sekarang.
Beberapa menit kemudian.
"..[Berjalan bersama Yuuto mencari tempat penginapan karena sudah sore]..Yuuto !" Ucap Mein
"..[Berjalan]..Kenapa Mein ?" Tanya Yuuto
Seketika berhenti berjalan karena sudah melihat semua orang dan sedang berada di depan apartemen penginapan.
"..[Melihat Mein dan Yuuto]..Mein kamu dari mana saja ?" Tanya Alicia
Semua orang masih sedikit terganggu dengan sikap Mein.
"..[Berjalan sedikit ke depan lalu berhenti]..[Menundukkan kepalanya]..Maaf atas semua sikapku selama ini !..[Alicia, Rina dan Xuan terkejut]..[Sisanya sedikit tersenyum]..Aku sadar akan sikapku selama ini adalah salah...Maaf !" Teriak Mein
"..[Berlari ke arah Mein lalu memeluknya]..Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini..[Mengelus kepala Mein]..Mein aku sudah tahu kalau kakakmu saat itu juga di rawat karena itu kamu membenci orang-orang yang memainkan permainan WQO akan tetapi kami masih bingung membenci atau tidak karena kakakmu adalah salah satu korban Peristiwa WQO !" Ucap Alicia
Mein memeluk erat Alicia sambil menangis, Rina dan Xuan hanya bisa melihat dan akhirnya Rina tahu sebab Mein memiliki sifat buruk seperti itu sedangkan yang lain senang melihat perubahan sikap Mein.
"..[Yuuto membalikkan badannya]..[Bergumam]..Keluargaku, Peristiwa WQO, dan pembunuhan massal anggota militer walaupun rencana pembunuhan massal anggota militer sudah aku gagalkan tapi itu semua adalah perbuatan mereka..[Ekspresi penuh amarah terlintas di wajah Yuuto]..Akan aku pastikan membunuh setiap dari makhluk sampah seperti mereka !" Gumam Yuuto sambil berjalan meninggalkan semua orang
Ryzen merasakan hawa membunuh yang sangat kuat berasal dari Yuuto bahkan membuat seluruh tubuhnya bergerak seketika namun Kevin memegang pundaknya.
__ADS_1
"Tahan, kamu harus terbiasa dengan hawa seperti ini !" Ucap Kevin dengan nada pelan
"..[Melihat 10 Pemimpin Besar yang merasakan hawa membunuh yang sangat kuat berasal dari kapten mereka yaitu Yuuto namun mereka tetap tenang seakan sudah terbiasa]..Yuuto seberapa kuat kamu sebenarnya !" Gumam Ryzen
"..[Mengelap air matanya]..[Berbalik badan]..Yuuto !..[Tidak melihat siapapun di belakangnya].." Ucap Mein
"..[Menarik tangan Mein]..Ayo Mein aku perkenalkan dengan temanku..[Menunjukkan jarinya ke arah Rina dan Xuan]..Ini Rina dan ini Xuan mereka adalah temanku !" Ucap Alicia
"Maaf atas semuanya..[Mengulurkan tangan]..Saya Mein salam kenal dan mohon bantuannya !" Ucap Mein
"Salam kenal !" Ucap Xuan sambil tersenyum
"..[Menjabat tangan Mein]..Sepertinya sifatmu yang ini lebih baik, salam kenal !" Ucap Rina
"Baiklah, ayo semuanya mari saya antar ke kamar kalian masing-masing !" Ucap Komandan Dong
"Haris ayo temui Jenderal Kouka ada yang ingin aku bahas !" Ucap Komandan Fuji
"Baiklah, semuanya saya pamit dulu dan Komandan Dong aku serahkan bagian ini kepadamu !" Ucap Komandan Haris
"Baiklah serahkan kepadaku dan pastikan setelah ini traktir aku !" Ucap Komandan Dong
"Ahh, soal itu Komandan Wang yang akan traktir kita semua !" Ucap Komandan Haris
"Ehhhh, aku..[Menerima nasib]..Ahhh, semuanya semoga kalian berkembang dan menjadi kuat !" Ucap Komandan Wang
"..[Menepuk pundak Komandan Wang]..Terima kasih Komandan Wang !" Ucap Baron
"..[Merasa senang]..Baiklah, aku yang akan traktir !" Ucap Komandan Wang
"..[Masih melihat arah Yuuto ketika pergi]..Yuuto semoga kamu baik-baik saja !" Gumam Yuna
"..[Memegang tangan Yuna]..Dia akan baik-baik saja Yuna !" Ucap Tina
"Tina...Kamu benar pasti dia akan baik-baik saja !" Ucap Yuna
__ADS_1
Selanjutnya Chapter 79: Hari Pelatihan