World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 101: Kedatangan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Pesawat terbang melintasi laut, awan dan pulau kemungkinan akan sampai di Jepang dalam satu atau dua hari jika cuaca tidak tiba-tiba berubah. Ryu dan Nanase duduk bersebelahan sedangkan Ruiki duduk dengan seorang wanita muda, terlihat wanita muda tersebut menatapi busana yang Ruiki pakai.


"..[Merasa tidak nyaman]..Permisi !" Ucap Ruiki


"..[Kaget]..[Panik]..Maaf..Maaf..Maaf..Maaf..[Sambil mengangguk]..Saya tidak punya maksud tersembunyi hanya saja saya sedikit ingin tahu menjadi wanita cantik seperti anda..[Tertawa aneh].." Ucap Wanita Muda


"Umur ?..[Wanita tersebut bingung]..Nama ?..[Wanita itu baru sadar].." Tanya Ruiki


"Maaf saya baru paham apa yang anda katakan..[Malu-malu]..Nama saya Akazuki Hina, umur saya 20 tahun saat ini saya seorang mahasiswa universitas salam kenal !" Ucap Hina


"Nama yang indah, apa kamu terbang ke Jepang untuk menuntut ilmu ?" Tanya Ruiki


"Universitas memberikan waktu enam bulan untuk menyelesaikan skripsi dengan ide kami sendiri jadi aku sedikit bingung karena itu aku ingin bertanya kepada orang tuaku di Jepang atau mencari sesuatu yang akan aku jadikan untuk ide skripsiku di Jepang !" Balas Hina


"Hmm, semoga berhasil !" Ucap Ruiki


"Terima kasih..[Menatap lalu menundukkan kepala]..Anoo !" Ucap Hina


"..[Tersenyum]..Pakaian, tata rias, dan pola sikap hanya itu yang bisa aku beritahu kepadamu..[Menatap jendela pesawat]..Usaha wanita untuk mempercantik dirinya sendiri dengan usahanya sendiri ketika saatnya tiba ada seseorang yang mengatakanmu cantik..[Menatap Hina]..Apakah kamu tidak ingin merasakan perasaan senang akan usahamu berhasil ?" Tanya Ruiki


"..[Kesal]..[Menggembungkan pipinya]..Terlalu banyak yang harus aku pelajari dari awal dan aku juga harus memikirkan ide untuk tugasku jadi akan membutuhkan waktu yang sangat lama !" Ucap Hina


"..[Tertawa]..Hina kamu tanpa make up saja sudah sangat manis tinggal kamu pilih pakaian yang menurutmu bagus dan indah !" Ucap Ruiki


"Benarkah kalau begitu anda menggunakan make up karena itulah wajah anda sangat cantik !" Ucap Hina dengan wajah senang


"Ehhhh, apa aku terlihat menggunakan make up ?" Tanya Ruiki


"..[Mengambil tisu di tasnya]..Maaf..[Mengelap wajah Ruiki]..[Terkejut]..Ehhhh, jadi ini wajah natural anda !" Ucap Hina


"Benar, apakah ada yang salah dengan wajahku ?" Tanya Ruiki

__ADS_1


"Wajah anda banyak salahnya karena bisa membuat para pria menjadi gila !" Ucap Hina


"..[Takut]..Ehhhh, itu sedikit menakutkan !" Ucap Ruiki sambil mencari topi


"Bukan itu maksudku, wajah anda bisa membuat para wanita iri dan membuat mata pria melotot karena kecantikan anda !" Ucap Hina


"Hmm, begitu kalau begitu topi ini tidak akan aku gunakan !" Ucap Ruiki sambil menyimpan topinya di koper


"Ahhh, benar aku belum tahu nama anda ?" Tanya Hina


"Ruiki Kazuto itulah namaku !" Ucap Ruiki


"Salam kenal Ruiki !" Ucap Hina


"Bukankah kamu terlalu awal untuk memanggilku dengan nama saja !" Ucap Ruiki


"Ehhh, berarti..[Ruiki menatap tajam]..25 atau 30 ?" Tanya Hina


"22 tahun tepatnya !" Ucap Ruiki


"Salam kenal juga Hina !" Ucap Ruiki


Ruiki menghabisi waktunya dengan berbicara bersama dengan Hina terkadang mereka membicarakan tentang pria yang mereka idamkan. Pesawat terus melintasi laut, awan dan pulau, malam hari mulai menutupi pesawat namun pesawat masih terus terbang hingga mencapai tujuannya.


Semua penumpang tertidur lelap kecuali sang kapten pesawat yaitu pilot, dia fokus dengan pesawat karena dia menomorsatukan keselamatan penumpang. Malam hari mulai berganti menjadi pagi hari terlihat semua pramugari membangunkan para penumpang lalu memberikan mereka sarapan pagi.


Setelah sarapan pagi selesai, terdengar sebuah pengumuman yang memberitahukan kepada semua penumpang bahwa pesawat sebentar lagi akan sampai di Jepang. Ruiki yang mendengar pengumuman tersebut seketika langsung tidak sabar untuk bertemu dengan Yamada, mengeluarkan surat yang Yamada kirim disitu tertulis alamat dia tinggal.


Begitupun Ryu dan Nanase yang tidak sabar akan siapa yang menang taruhan. Pilot pesawat menurunkan roda, semua penumpang melihat ke jendela dan terlihat sebuah bandara sekaligus tempat mereka mendarat.


Pesawat mendarat dengan selamat kemudian semua pramugari menyuruh semua penumpang untuk berbaris dengan rapi lalu pintu pesawat dibuka lebar dengan tangga yang turun ke bawah mencapai tanah.

__ADS_1


Satu persatu penumpang turun dari pesawat, sinar matahari pagi membuat semua penumpang merasa segar. Tanpa pikir panjang Ruiki langsung mencari orang tuanya ketika mereka bertiga sudah berkumpul, tiba dimana Ruiki menyuruh orang tuanya untuk langsung mencari alamat rumah Yamada dengan mencari taksi terlebih dahulu.


"Ruiki kenapa terburu-buru bukannya kita masih ada banyak waktu ?" Tanya Nanase yang berlari mengejar Ruiki


"Sayang apakah kamu kuat berlari ?" Tanya Ryu yang kasihan melihat istrinya


"Gendong aku !" Ucap Nanase


"Roger !..[Menggendong istrinya seperti putri]..[Terlihat semua orang menatapi mereka berdua]..Ruiki hati-hati jangan terlalu cepat larinya nanti jatuh !" Teriak Ryu


"..[Melihat ke belakang]..Kenapa kalian melakukan itu di depan umum..[Melihat semua orang menatap orang tuanya]..Taksi adalah nomor satu jangan pedulikan sekitar..[Melihat taksi]..Taksi berhenti !" Ucap Ruiki dalam bahasa Jepang


Taksi berhenti lalu membuka pintunya.


Ruiki, Ryu dan Nanase langsung masuk ke dalam mobil terlihat semua orang bertepuk tangan akan romantisnya mereka berdua sedangkan Ruiki malu akan sikap ornag tuanya.


"Ayah, Ibu jangan lakukan itu lagi di depan umum !" Ucap Ruiki


"Hmm, apa kamu iri melihat kami berdua !" Ucap Ryu dan Nanase


"Ayah, Ibu kalian menyebalkan..[Menatap spion mobil]..Sopir bisakah anda mengantar kami ke alamat ini !" Ucap Ruiki dalam bahasa Jepang sambil memberikan alamat rumah Yamada


"Baik akan saya antarkan, biaya akan sesuai jaraknya !" Ucap Sopir dalam bahasa Jepang


Mobil menyala kemudian berjalan dengan kecepatan normal menuju alamat yang diberikan. Beberapa menit kemudian mobil berhenti, Ruiki terkejut karena letak alamatnya sedikit dekat dengan bandara, Ruiki keluar dari mobil begitupun dengan orang tuanya. Sopir meminta bayaran dengan cepat Ruiki memberikan uang dan beberapa tips.


Ruiki melihat nama kakaknya di sebuah spanduk besar dengan nama seseorang yaitu Nisuta. Ryu dan Nanase takjub melihat betapa megah dan indah pernikahan mereka berdua walaupun belum selesai tapi mereka bertiga tahu kalau biaya pernikahan ini sangatlah mahal.


"..[Ruiki terdiam melihat kakaknya]..[Terkejut]..Ruiki..[Ryu dan Nanase menatap Yamada]..Ayah dan Ibu !" Ucap Yamada dengan wajah yang sangat terkejut akan kedatangan mereka yang tiba-tiba


Bersambung...

__ADS_1


Author


"Sudah Chapter 100 dan aku lihat pembacanya lumayan banyak ^^ terima kasih sudah menemani novel saya sampai menembus 100 chapter walaupun dalam part ini banyak cerita tanpa pertarungan dan moment epic belum diperlihatkan tapi bersabarlah karena hal itu akan kalian dapatkan ketika saatnya sudah tiba hehehe jadi tunggulah !!!"


__ADS_2