
Terlihat banyak sekali peralatan kedokteran yang digunakan untuk operasi dan yang pasti operasi dilakukan di rumah Hiru Okama.
"..[Memakai sarung tangan dokter]..Mari kita mulai, berikan obat bius !" Ucap Dokter ahli bedah
Hiru tertidur dan saat itulah para dokter membedah ibu jari Hiru lalu meletakkan alat pemicu ledakan yang ukurannya kecil namun fungsinya sangat berbahaya, dalam proses pembedahan ada beberapa kesulitan seperti meletakkan alat pemicu namun karena ahli bedah jadi masalah ini cepat selesai.
Waktu operasi berjalan lancar dan para dokter memastikan kalau alat pemicu sudah tertanam di ibu jari Hiru Okama dan juga dipastikan aman. Beberapa jam kemudian, operasi telah berhasil dan Hiru diberikan istirahat.
"..[Membuka matanya]..[Merasa pusing]..Agghh, efek obat bius..[Melihat dokter]..Dokter apa sudah selesai operasinya ?" Tanya Hiru
"Tuan Hiru, operasi sudah selesai dan berhati-hatilah alat pemicu ledakan di ibu jari anda saat ini sudah berfungsi dan pastikan ketika anda tidur berikan pelindung di ibu jari anda supaya tidak tertekan ke bantal atau benda lain !" Ucap Dokter ahli bedah
"Baiklah..[Mencoba berdiri]..[Berhasil berdiri lalu memakai pakaiannya kembali].." Ucap Hiru
"..[Memegang pundak Hiru]..Tuan saat ini anda masih pusing jangan memaksakan diri anda !" Ucap Pelayan Hiru
"..[Menarik napas lalu menghembuskannya]..Ada yang harus aku lakukan untuk memulihkan keadaan walaupun sementara kemudian hancur lagi !" Ucap Hiru sambil menyuruh pelayannya mengantar ke Rumah Lab
Mobil dengan dua orang di dalamnya jalan dengan kelajuan yang standar menuju Rumah Lab/Gedung Lab. Di sini Hiru sudah tahu apa yang harus dia berikan kepada Yuuto yaitu sebuah ancaman untuk keluargannya, mobil berjalan di bawah sinar bulan melewati setiap gelapnya suasana pada malam hari.
Mobil berhenti perlahan di arah depan ketika berhenti total, Hiru keluar dari mobil tersebut lalu menyuruh pelayannya untuk meninggalkannya. Sebelum Hiru memulai aksinya dia berbicara dengan suara di kepalanya.
"Siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu sangat ingin membantuku dan mengatakan kalau semua ucapanmu adalah ucapan masa depanku !" Ucap Hiru
Suara di kepala Hiru membalasnya dengan beberapa kata.
"Semua ini adalah untuk tujuanmu !" Ucap Suara di kepala Hiru
Hiru masuk ke dalam Rumah Lab menaiki tangga ke kamar Nisuta dan Yamada sedangkan Agurame berada di ruang laboratorium sedang memeriksa sistem operasi Transfer Memory karena itu dia tidak mendengar suara mobil atau suara Hiru masuk ke dalam Rumah Lab.
__ADS_1
Ketika Hiru sudah sampai di kamar Nisuta dan Yamada tiba-tiba Yuuto berada di depannya dengan menggunakan kursi rodanya sembari menatap dengan tatapan kosongnya mengarah ke Hiru yang berada di depannya seakan-akan sudah tahu kalau Hiru akan melakukan sesuatu terhadap dirinya.
"Yuu..[Melihat Nisuta dan Yamada sedang tertidur lelap]..Aku sudah berada di depannya sekarang tugasmu untuk mengirim suaraku ke kepala anak ini !" Ucap Hiru
Hiru berbicara dengan suara di kepalanya tiba-tiba kepala mereka berdua seperti terkena listrik yang membuat mereka berdua kesakitan namun hanya sedikit.
"Apa ini..[Hiru kaget karena dia tidak bisa berbicara melalui mulutnya]..Jadi ini adalah perbuatanmu Voice Head !" Ucap Hiru namun di dalam pikirannya
"Kamu bukan pamanku, siapa kalian berdua dan mengapa kalian melakukan ini ?" Tanya Yuuto di dalam pikirannya
"Luar biasa bahkan suaranya Yuu dapat terdengar di kepalaku !" Ucap Hiru di dalam pikirannya
"Paman apa yang kamu lakukan terhadap Rumah Lab/Gedung Lab ini, dari setiap sisi aku dapat melihat bom aktif yang siap kapapun untuk meledak !" Ucap Yuuto di dalam pikirannya
"Ahhh, jadi kamu sudah tahu kalau tempat ini sudah di penuhi oleh peledak..[Mengambil kursi lalu duduk]..Aku masih tetap pamanmu Yuu jangan melihatku seakan-akan aku ini orang berbeda..[Menghela napas]..Kamu ini mirip dengan bapakmu !" Ucap Hiru di dalam pikirannya
"Kalau begitu, paman aku sangat kecewa denganmu bahkan paman membuatku seperti ini !" Ucap Yuuto di dalam pikirannya
"Lalu apa yang paman rencanakan ?" Tanya Yuuto di dalam pikirannya
"Yuu saat ini peledak yang berada di dalam Rumah Lab/Gedung Lab sudah berada di tanganku jadi pilihlah..[Menatap Yuuto dengan tajam]..Ikuti rencanaku atau mati bersama keluargamu ?" Tanya Hiru di dalam pikirannya
"..[Terkejut]..Apa paman sudah gila !..[Hiru mengangkat tangan kanannya]..Paman !" Teriak Yuuto di dalam pikirannya
"Hanya satu sentuhan dan aku meninggalkan Rumah Lab/Gedung Lab lalu tempat ini akan hancur bersama dengan keluargamu dan juga pamanmu Agurame Asura !" Ucap Hiru di dalam pikirannya
"..[Panik]..Paman sudah gila, sebenarnya apa yang paman inginkan ?" Tanya Yuuto di dalam pikirannya
"Yuu kita tidak punya banyak waktu jadi cepat pilih !" Ucap Hiru di dalam pikirannya
__ADS_1
"..[Menangis]..[Air mata keluar]..Paman, aku memilih ikut rencanamu !" Ucap Yuuto
"Yoshh, kamu sudah berjuang keras Yuu sekarang aku ingin kamu berbicara dengan ayahmu dan beritahu dia untuk melanjutkan Project Transfer Memory lalu bilang padanya kalau Project selesai itu dapat menyelamatkan dirimu yang saat ini dalam kondisi Sindrom Hening kalau kamu berbicara seperti itu, aku pastikan tidak akan meledakkan Rumah Lab ini !" Ucap Hiru di dalam pikirannya
"Paman melakukan itu untuk menyelamatkan diriku dan juga membuat ayahku memiliki kesempatan sehingga dia kembali normal ?" Tanya Yuuto di dalam pikirannya
"..[Matanya berwarna hitam dengan tatapan sadis]..Semua itu kebohongan yang aku buat, Yuu sudah aku katakan beberapa kali kepadamu. Aku sudah membulatkan tekadku untuk melenyapkan saudaraku maupun sahabatku sendiri bahkan orang yang aku cintai sekalipun !" Ucap Hiru di dalam pikirannya dengan nada pembunuh
"Paman mari kita bicarakan ini lagi kalau paman ada masalah pasti kita akan selesaikan bersama !" Ucap Yuuto di dalam pikirannya dengan nada panik
"Cukup Yuu sekarang itu adalah tugasmu dan kalau kamu belum mengatakannya atau berbicara yang aneh-aneh kepada ayahmu..[Membungkuk ke arah Yuuto]..Kamu tahu apa yang terjadi bukan ?" Tanya Hiru di dalam pikirannya
"..[Pasrah]..Baik paman akan aku lakukan tapi kalau aku duluan sembuh dengan sendiri, semua rencana paman akan aku gagalkan !" Ucap Yuuto
"..[Berdiri]..Yuu semua yang kamu alami hanya aku yang dapat memperbaikinya !" Ucap Hiru yang langsung memutuskan koneksi
Hiru menutup kembali kamar Nisuta dan Yamada lalu Yuuto hanya bisa menangis karena pamannya yang sudah tidak peduli lagi terhadap keluarganya bahkan rela membuang semua yang dia capai selama ini dengan maksud untuk mencapai idealismenya.
"..[Memutar roda ke arah ayahnya]..Yang harus aku lakukan, yang harus aku selamatkan, ini adalah jalan terbaik yang aku pilih saat ini !" Gumam Yuuto
Yuuto berusaha membangunkan ayahnya lalu ketika bangun ayahnya terkejut melihat Yuuto yang sudah aktif namun kondisinya masih sama dengan perlahan Yuuto berbicara sedikit demi sedikit.
"Ay..ah..Pro..ject..dapat..menye..lamatkan..diri..ku..kumo..hon..ay..ah..tetap..sema..gat..unt..uk..menye..lesaikan..nya..dan..satu..hal..lagi..ay..ah..ber..hati..hati..lah !" Ucap Yuuto yang patah-patah
Nisuta langsung memeluk anaknya, dengan tangisan dia sangat bersyukur kalau Yuuto masih memiliki kesempatan untuk sembuh dan itu membuat Nisuta bertekad untuk menyelesaikan Project Transfer Memory.
[Di lain sisi]
Ketika Agurame memeriksa sistem operasi Transfer Memory tiba-tiba dia melihat suatu perubahan yang menurutnya sedikit aneh yaitu kode objek berubah yang berarti objek bisa di lakukan kepada hewan dan bukan lagi manusia.
__ADS_1
"Tidak mungkin..Aku harus membicarakan ini semua kepada mereka !" Ucap Agurame
Bersambung...