World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 181: Singgasana Raja Dan Ratu


__ADS_3

Cuplikan Chapter 180.


Raja dan Ratu duduk di kursi tahkta dengan pakaian tradisional namun sangat formal membuat suasana menjadi sunyi serta Ria, Monica dan Elizabeth yang sedang berdiri di pinggir samping kanannya Yuuto sedangkan Mery dan Chery berdiri di pinggir samping kiri beserta dengan pelayan lainnya.


"..[Menatap Yuuto]..Jelaskan kepada kenapa Ria bisa bersamamu ?" Tanya Raja Albert


"Mulai dari situ lagi..[Menghela napas di dalam hati]..[Melihat Raja Albert]..Aku tidak punya bantak waktu lagi saat ini ada tugas yang harus aku lakukan !" Gumam Yuuto


Yuuto memberitahu sesuai apa yang dia bicarakan di ruangan tamu tadi kepada Raja Albert dan juga menceritakan apa yang dia alami ketika datang ke penginapan ini. Yuuto sedikit lelah karena kedatangannya terus-menerus memberikan penjelasan bahkan ada sedikit rasa kesal di dalam hatinya.


...


Tugas Yuuto yang sekarang adalah mengawasi Komandan Fuji dan Dong bahkan Yuuto belum memberitahu siapa mata-mata tersebut kepada Jenderal Kouka.


Yuuto tahu kalau mereka berdua adalah seorang mata-mata karena sudah terlihat jelas saat Komandan Fuji datang dengan memberikan sebuah alasan yang cukup aneh untuk seorang Komandan Fuji yang mana sering marah kepada bawahannya karena tidak disiplin sedangkan dia melakukan hal tersebut selama bertugas.


Cuplikan Chapter 175.


"Maaf Jenderal, aku tergoda untuk melihat wanita cantik di bar mewah sebelah sana !" Ucap Fuji


Ucapan itulah yang menyakinkan Yuuto kalau mereka berdua adalah seorang mata-mata sekaligus teman atau rekannya David karena itulah Yuuto harus buru-buru memberitahu Jenderal Kouka supaya keadaan tidak bertambah buruk.


...


Yuuto akhirnya sudah selesai menjelaskannya lalu Sang Raja berdiri dari kursinya sambil mendekati Yuuto dengan ekspresi marah. Semua yang melihat kemarahan di wajahnya Raja Albert hanya bisa diam dan tidak bergerak karena menurutnya Sang Raja sedikit mengerikan kalau sedang marah apalagi ini ada hubungannya dengan keluarganya.


"..[Raja tepat di depannya]..[Yuuto berdiri dengan tegak]..Ini semakin merepotkan untukku, mulai dari perempuan yang menyerangku ketika datang..[Empat perempuan tadi tersinggung]..Bahkan kemarahan yang tidak jelas dari seorang Raja yang maha kuasa di Kota Asteria..[Menatap Raja]..[Para prajurit langsung menodongkan senjatanya ke arah Yuuto]..Aku tidak tahu saat ini salahku dimana kalau Raja mau menangkap diriku..[Gelombang Bunyi]..Aku akan membela diri karena aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun !" Ucap Yuuto dengan tegas


Monica sedikit kesal dengan sikap Yuuto yang sangat sombong kepada ayahnya bahkan dia berani berdiri sejajar dengan Sang Raja dalam matanya Monica saat ini Yuuto hanyalah seorang orang yang sombong dan tidak tahu malu.


Prajurit berjumlah sepuluh orang sedang menodongkan tombak ke arah Yuuto lalu gelombang bunyi membentuk sebuah dinding lebar yang melindungi bagian punggung Yuuto seketika tombak yang mau diarahkan kepada Yuuto langsung rusak dan hancur karena membentur dengan dinding tebal yang Yuuto buat..[SFX: Taanggg]..Getaran hebat dari benturan senjata logam dengan dinding tebal membuat semua prajurit terjatuh ke lantai.


"..[Memasang kuda-kuda]..Dasar pria tidak tahu malu akan aku berikan kamu pelajaran akan perbuatanmu itu !" Teriak Monica


Sang Raja melirik anaknya.

__ADS_1


"Putri..[Tekanan Aura]..[Monica seketika tidak bisa bergerak]..[Tatapan mengerikan membuat Monica terdiam dan panik]..Aku tidak ingin terjadi pertarungan saat ini ada sebuah Festival besar diluar sana dan kalau terjadi keributan..[Kening mengerut]..Tch, merepotkan sekali..[Melihat Raja Albert]..Mohon maaf atas sikap saya tapi saya sudah tidak ada waktu Raja Albert !..[Menghilangkan Tekanan Aura-nya]..Cukup sandiwaranya !" Ucap Yuuto


"Jadi surat itu benar kalau orang yang memberikan metode pelatihan yang luar biasa itu masih sangatlah muda..[Wajahnya menjadi tenang]..[Tangan di dada]..Maaf atas perilaku keluarga saya dan sandiwara ini..[Membungkuk]..Terima kasih sudah menjaga Putri saya !" Ucap Raja Albert


Semuanya terkejut mendengar ucapan langsung dari Rajanya bahkan Monica bingung kenapa ayahnya melakukan sandiwara tersebut.


"..[Berdiri]..Ayah bisakah menjelaskan ini semuanya ?" Tanya Monica


"..[Kembali ke kursi tahktanya]..[Yuuto masih berdiri dengan wajah kesal]..Monica dan semuanya yang ada di sini kalian seharusnya mengenang kejadian ini dalam ingatan kalian saat ini yang ada di hadapan kalian adalah Jenderal Yuu Kazuto..[Semuanya masih bingung]..Dia adalah Jenderal yang terkenal akan metode pelatihannya dan umurnya yang muda yang sudah menjabat gelar Jenderal !" Teriak Raja Albert


Monica dan semua yang ada di sana akhirnya sadar dan paham maksud dari ayahnya, orang yang berada di depan Raja adalah orang yang memiliki koneksi dengan Empat Pemerintah bahkan prestasi yang dia capai adalah hasil kerja kerasnya walaupun wajah dan namanya jarang yang tahu namun prestasinya itulah petunjuknya.


"Tunggu ayah jadi dia adalah Jenderal Young !" Ucap Monica


"..[Menutup mulutnya]..Dia Jenderal Young !" Ucap Elizabeth


"..[Tersenyum]..Yuuto !" Ucap Ria


"Mery aku akan membantumu menyelesaikan masalah itu nanti jangan melakukannya sendiri !" Ucap Chery


Semuanya terkejut akan fakta bahwa pemuda yang di hadapannya adalah Jenderal Young.


Jenderal Young adalah sebutan atau panggilan dari Yuuto karena selama ini namanya Yuuto tidak dipublikasikan jadi berbagai Kota atau orang yang belum tahu akhirnya memanggilnya dengan sebutan Jenderal Young.


"Tunggu..[Bingung]..Jenderal Young nama apa itu ?" Tanya Yuuto


"Itu adalah nama panggilanmu karena selama ini orang lain tidak tahu nama aslimu !" Ucap Raja Albert


"..[Melihat Ria]..[Melihat Ratu Amari]..Putri Ria bukannya ada sesuatu yang harus anda katakan kepada orang tua anda ?" Tanya Yuuto


Raja tidak berani menatap Ratu sedangkan Ratu Amari tidak berani menatap Ria dengan keberanian dan tekad, Ria langsung angkat bicara kepada kedua orang tuanya.


"Ayah, Ibu..[Mereka berdua menatap]..Maaf atas sikapku selama ini..[Menundukkan kepalanya]..Selama ini aku hanya mempedulikan diriku dan tidak melihat disekitarku kalau selama ini kalian berdua selalu mengawasiku dan melindungiku..[Raja dan Ratu diam]..Karena aku kabur jadinya kalian berdua bertengkar jadi yang aku inginkan sekarang adalah kalian berdua baikan !" Ucap Ria


"..[Memeluk Ria]..Ria, maaf karena sudah mengurungmu di ruangan itu.[Menatap Ria]..Sebenarnya ibu tidak mau orang lain melihat kemampuanmu kemudian memanfaatkanmu untuk politik..[Menangis]..Maaf selama ini ibu tidak menghargai perasaanmu sehingga kamu kabur dari rumah !" Ucap Ratu Amari

__ADS_1


"..[Berdiri lalu mengelus kepala Ria]..Maafkan ayah juga Ria..[Menyesal]..Selama ini ayah terus menekanmu dan..[Melihat Ratu Amari]..Amari, maaf karena aku tidak bisa menjadi suami yang baik..[Memegang tangan Ratu Amari]..Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua !" Ucap Raja Albert


"..[Mengelap air matanya]..[Tersenyum]..Monica, Elizabeth sini !..[Memeluk mereka berempat]..Selamanya kita akan menjadi keluarga !" Ucap Ratu Amari


"..[Tersenyum]..Terima kasih sayang !" Ucap Raja Albert


Semua pelayan maupun prajurit tersenyum bahagia melihat Raja dan Ratu mereka kembali akur saat ingin berterima kasih kepada Yuuto...


"Yuu Kazuto..." Ucap Raja Albert


Yuuto menghilang yang mana membuat semuanya kebingungan cara Yuuto menghilang tanpa di sadari oleh semua orang yang ada di sana.


"Tidak perlu mencarinya saat ini Kak Yuuto memiliki kepentingannya sendiri lagipula kita akan bertemu dengannya di Duel Festival bukankah begitu Kak Monica dan Kak Elizabeth !" Ucap Ria sambil tersenyum


"Kamu benar lagipula Monica dan Elizabeth adalah Peserta Duel Festival..[Baru ingat]..Ria, Chery dan Mery kalian akan ikut melihat Duel Festival nanti dan pastikan kalian berdua meminta maaf atas perilaku kalian kepadanya !" Ucap Raja Albert


"Baik Raja !" Ucap Chery dan Mery


"Ara-ara..Aku tidak sabar melihat pertunjukkan kalian nanti !" Ucap Ratu Amari sambil tersenyum


[Di sisi lain Yuuto sedang berlari di udara dengan cepat]


Yuuto bergerak sangat cepat hingga sampai di sebuah hutan lebat yang letaknya sedikit jauh dari Hotel Penginapan.


"..[Berdiam di tengah hutan]..Aura Membunuh yang sangat mengerikan ini tidak salah lagi..[Menatap tajam]..Keluarlah dari balik pohon !" Ucap Yuuto dengan nada sadis


"Hmm..Jarak segini bisa kamu rasakan Aura Membunuhku sungguh hebat..[SFX: Pak-Pak]..Tapi kamu akan sangat bahaya jadi biarlah aku menahanmu di sini untuk beberapa hari !" Ucap Two sambil mengeluarkan kartu poker


...


Sampai hari Duel Festival saat itu juga Yuuto tidak kembali.


Apa yang terjadi dengannya di hutan lebat melawan Two (Helix) ?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2