
Ruiki sudah lama tidak mendapatkan kabar mengenai kakaknya bahkan Yuuto tidak ikut mengabar dirinya karena itu Ruiki berniat untuk pergi ke Rumah Lab untuk melihat keadaan kakaknya dan kemungkinan dia akan mengganggu pekerjaan kakaknya tapi jauh di dalam lubuk hati Ruiki, dia merasa ada sesuatu yang membuat dirinya tidak nyaman atau lebih tepatnya gelisah.
Ruiki berencana ingin melihat kakaknya mulai besok tanpa memberitahu Hiru yang mana akan sangat berbahaya kalau Ruiki tahu tentang apa yang selama ini Hiru lakukan.
Esok hari di pagi hari yang cerah, Ruiki bangun dari tidurnya karena melihat ayah dan ibunya yang masih tertidur lelap. Ruiki berniat untuk memasakkan mereka sesuatu dari sini kalian akan tahu kalau Ruiki sudah sangat bekerja keras untuk membuat makanannya enak sama seperti buatan kakaknya.
Setelah selesai memasak, Ruiki makan beberapa kemudian dia mandi...Setelah mandi, dia mengenakan pakaian lalu dia meninggalkan pesan di meja untuk kedua orang tuanya yang mana isinya seperti ini...
Untuk ayah dan ibu saat ini aku pergi ke Rumah Lab, maaf tidak memberitahu kalian dari awal sebenarnya aku sudah lama tidak mendapatkan kabar dari kakak maupun dari Yuu. Aku tahu Ayah dan Ibu juga tidak mendapatkan kabar tapi kalian berdua berusaha untuk tidak mengganggu rumah tangga kakak karena itu aku sedikit kesal, kakak adalah anak kalian dan saudaraku karena itu kedatangan kita bukanlah gangguan jadi aku sendiri yang akan melihat kondisi kakak karena itu ayah dan ibu jangan khawatir bukan seperti aku akan bertemu dengan orang asing..Hahaha..Sebenarnya aku merasakan sesuatu yang tidak enak karena itu aku ingin melihat kondisi kakak dengan mata kepalaku sendiri. Aku sudah menyiapkan makanan diatas meja jadi kalian berdua makan yang banyak !
~Dari Ruiki~
"Taksi !..[Mobil berhenti di depannya]..Antar aku ke alamat ini !..[Memberikan kertas lokasi]..Semoga ayah dan ibu membacanya !" Gumam Ruiki
Beberapa menit kemudian, ayah dan ibunya bangun dari tidur lalu pergi ke ruang makan.
"..[Melihat secarik kertas]..[Membacanya]..[Menghela napas]..Sayang sini, ada yang ingin aku berikan kepadamu !" Ucap Nanase
"Apa yang ingin kamu berikan kepadaku..[Menghayal]..Kalau itu aku mau !" Ucap Ryu dengan senyuman bahagia
"Ha ?..[Menempelkan kertas di wajah Ryu]..[SFX: Plakk]..Kita sudah melakukannya tadi malam dan kamu ingin lagi dasar kakek tua tidak tahu umur !" Ucap Nanase
"Aduhh..[Menarik kertas dari wajahnya]..Walaupun tua tapi aku energik !" Ucap Ryu
"..[Malu-malu]..Kalau aku lagi mood !" Ucap Nanase
"Baiklah-baiklah mari kita lihat kertas apa ini..[Membacanya]..Ohhh, seharusnya kita ikut bersamanya karena ini akan terjadi keributan !" Ucap Ryu
"Ruiki memang benar mengatakan kalau kita bukanlah pengganggu tapi Ruiki tidak tahu apa artinya jika punya keluarga sendiri !" Ucap Nanase
"Yamada sudah punya keluarga jadi masalah mereka berdua akan di selesaikan dengan mereka berdua tapi lain kata kalau masalahnya adalah cucu kita bukankah begitu Nanase !" Ucap Ryu
"Aku ingin Yamada menjadi ibu rumah tangga yang mirip dengan diriku bahkan kita selalu menyelesaikan masalah kita berdua tanpa meminta bantuan kedua orang tua kita !" Ucap Nanase dengan senyuman
"Itulah keluarga..[Tersenyum]..Mari kita makan !" Ucap Ryu
"Kamu jangan makan terlalu banyak karena penyakitmu itu !" Ucap Nanase
"Kali ini saja !" Ucap Ryu
Mereka berdua makan dengan tenang dan tidak khawatir dengan keadaan Yamada tapi karena inilah yang akan membuat mereka menyesali apa yang akan terjadi dengan Yamada namun ini belum saatnya.
"Berhenti !..[Mobil berhenti jalan]..[Memberikan uang]..Terima kasih !" Ucap Ruiki
__ADS_1
Keadaan rumah sedikit tidak terawat berbeda ketika Ruiki datang pernah itu saat merawat Hiru tanpa basa-basi, Ruiki langsung masuk ke dalam Rumah Lab yang mana terdengar lonceng pintu berbunyi..[SFX: Kring-Kring]..Suara tersebut membuat Hiru langsung terbangun dari tidurnya dan pergi memeriksa siapa yang masuk ke Rumah Lab.
"..[Melihat Pintu Ruangan Laboratorium]..Itu dia !" Ucap Ruiki
"Berhenti !" Teriak Hiru
"..[Melihat ke belakang]..Hiru..[Menghela napas]..Kamu ini membuatku kaget saja !" Ucap Ruiki
"..[Matanya menajam]..Padahal aku sudah melarangmu untuk mengganggu kami !" Ucap Hiru
"Maaf sebenarnya aku hanya ingin tahu keadaan kakakku !" Ucap Ruiki
"Ruiki Pergilah dari sini sekarang juga !" Ucap Hiru dengan nada marah
"..[Bingung]..Hiru kenapa denganmu..[Menaiki nada suaranya]..Aku hanya ingin melihat keadaan kakakku dan juga Yuu, kenapa kamu sangat marah dengan itu saja !" Teriak Ruiki
"Ruiki tolong..[Ketakutan]..Pergilah kumohon !" Ucap Hiru
"Aku membenci sifatmu yang ini, aku benar-benar membencinya !" Teriak Ruiki lalu pergi dengan berlari
"..[Melihat Ruiki pergi]..[Kesal]..[Gemetar]..Kenapa dengan diriku, kenapa aku takut..[Matanya bergetar]..Ahhh, benar aku takut kalau aku akan melakukan itu kepada Ruiki sungguh aku tidak ingin dia mengalami hal ini tapi jika aku membiarkannya pergi tanpa alasan yang jelas, aku benar-benar pria sampah karena itu..[Mengejar Ruiki]..Tunngu Ruiki..[Teriak Hiru]..Aku tidak ingin kehilangan dirinya !" Gumam Hiru
Mereka berdua kejar-kejaran hingga akhirnya Ruiki kelelahan kemudian saat dia berlari lagi tiba-tiba dia terjatuh dan membuat kakinya terluka, Hiru yang melihat itu langsung histeris melihat darah mengingatkan dirinya saat menyiksa Nisuta.
"..[Mental berguncang]..[Mengigit bibirnya sampai berdarah]..Tenang jangan lepas kendali tetap atas kendaliku..[Mendekati Ruiki]..Ruiki bisakah kamu berdiri ?..[Melihat luka di kakinya]..Luka gores tapi..[Ketakutan]..Kenapa aku melihatnya seperti luka yang sangat parah..[Gemetar]..Aku..Aku..Aku..!" Gumam Hiru yang mentalnya hampir lepas kendali
"..[Kesadaran Hiru yang tadi mulai hilang kini kembali karena kehangatan dari orang yang dia cintai]..Ruiki..[Menangis]..Maaf..Maaf..[Memukul leher Ruiki sampai pingsan]..[SFX: Pakk]..Ha..Ha..Ha..Ha..[Mual]..Muaackkk !" Ucap Hiru
Hiru membuat Ruiki pingsan dan karena dia tidak tahan, Hiru langsung muntah karena melihat darah.
"Aku muntah melihat darah bukannya ini aneh, darah Nisuta yang begitu banyak, aku tidak merasakan apapun..[Bingung]..Voice Head !" Teriak Hiru
"Hahaha..Hiru kamu sungguh lucu dari yang aku lihat mentalmu selalu berubah-ubah tidak jelas dan kamu sedikit aneh !" Ucap Voice Head
"Cukup saat ini Ruiki memiliki keinginan kuat untuk bertemu dengan kakaknya dan kalau aku memberikan alasan yang lain yang ada Ruiki akan semakin penasaran dan akan melakukan sesuatu yang gila jadi Voice Head, aku ingin kamu membuat ingatan palsu kalau dia sudah bertemu dengan kakaknya dan baik-baik saja jadi cepat lakukan !" Teriak Hiru
"Kamu sungguh egois saat ini kamu banyak meminta ini itu dan kamu sama sekali tidak membuatku kagum yang ada aku semakin membencimu jadi Hiru sebagai imbalan atas kesalahanmu ini, apa yang akan kamu berikan kepadaku ?" Tanya Voice Head
"Imbalan, apa maksudmu bukannya kamu selalu menolongku tanpa imbalan dan sekarang kamu meminta hal itu dasar bodoh !" Ucap Hiru
"Aku akan melakukan apa yang kamu ucapkan tapi jika kamu tidak mau, dia akan menjauhi dirimu sampai mentalmu hancur !" Ucap Voice Head
"Apa yang kamu inginkan dari imbalannya !" Ucap Hiru
__ADS_1
"Aku ingin kamu menikah dengan Ruiki, bagaimana ?" Tanya Voice Head
"Baiklah lakukan cepat !" Ucap Hiru
Beberapa jam kemudian, Ruiki terbangun di mobil Hiru yang mana Hiru mengantarnya pulang.
"Dimana aku ?" Tanya Ruiki
"Apa kamu lupa ?..Tadi kamu berbicara dengan kakakmu berbicara tentang kondisinya !" Ucap Hiru
"Ahhh, benar syukurlah kakak baik-baik saja kalau tidak salah Yuu juga baik-baik saja !" Ucap Ruiki
"Kamu lelah karena itu aku tidak enak membangunkanmu !" Ucap Hiru
"Hiru terima kasih sudah mau mengantarku..[Mencium Hiru di pipinya]....[Malu]..Maaf melakukannya secara tiba-tiba tapi hanya hari ini aku bisa bertemu denganmu jadi ciuman ini sebagai tanda !" Ucap Ruiki sambil tertawa
"..[Tersenyum]..Aku senang sekali !" Ucap Hiru
Hiru mengantar Ruiki sampai di rumahnya tiba-tiba ayah dan ibunya keluar untuk melihat Ruiki sekalian Hiru menjelaskan kalau keadaan semuanya baik-baik saja dan tidak perlu khawatir. Mereka berdua merasa senang dengan kabar tersebut, Hiru membalas ciuman pipi ke Ruiki dan hal itu langsung membuat Ryu marah.
"Maaf ayah, ibu..[Tersenyum]..Aku pulang dulu !" Ucap Hiru
Hiru pergi dengan mobilnya.
"Ayah..[Kesal],,Kalian berdua, apa kalian..." Ucap Ryu yang kesal
"Ayah dan Ibu..Ahhh..Ruiki akan mempunyai keluarga..[Merasa senang]..Ruiki selamat !" Ucap Nanase
"Ibu aku dan Hiru belum berencana nikah tapi kami masih sepasang kekasih untuk saling kenal satu sama lain !" Ucap Ruiki
"Sepasang kekasih !" Ucap Ryu yang kesal lalu masuk ke rumah
"Ahhh, malam ini dia akan mulai ceramah lagi tapi aku akan mendukungmu Ruiki..[Memegang tangan Ruiki]..Mari kita kalahkan ayahmu yang keras kepala ini !" Ucap Nanase
"Hahaha, ibu sungguh lucu !" Ucap Ruiki
Terjadilah pembicaraan antara anggota keluarga tersebut di lain sisi.
"Empat bulan gunakan waktu itu untuk selalu bersama dengan Ruiki !" Ucap Voice Head
"Sebenarnya aku tidak suka kamu mempermainkan perasaan kami karena itu aku ingin menjalankannya dengan perlahan kamu tidak perlu ikut campur dan aku pasti akan membayar hutangku kepadamu !" Ucap Hiru
"Terserah dirimu tapi kalau kamu tidak membayarnya sebagai gantinya aku akan mengambil 5 tahun nyawamu !" Ucap Voice Head
__ADS_1
Mobil melaju pulang ke Rumah Lab.
Bersambung...