
..[SFX: Pesawat Terbang]..Seluruh penumpang tertidur nyenyak begitupun dengan Yuuto sedangkan sang pilot pesawat terus mengontrol pesawatnya supaya tidak membahayakan penumpangnya. Setiap detik, menit dan jam mata seorang pilot tidak menunjukkan tanda-tanda mengantuk sungguh pilot yang hebat.
Keadaan Yuuto yang tertidur nyenyak kini berubah menjadi perasaan gelisah dan ketakutan. Yuuto tidak bermimpi seperti orang normal biasanya yaitu Yuuto hanya berada di ruangan gelap sendirian tanpa ada orang yang mengganggunya. Mimpi ? jawabannya tidak karena ini seperti nyata, Yuuto mulai menunjukkan rasa ketakutan yang sangat mendalam.
Teriakan, jeritan, meminta pertolongan, meminta belas kasih dan tangisan terus-menerus berada di kepala Yuuto. Sungguh hal yang sangat mengerikan bagi Yuuto, suara tersebut semakin keras terkadang semakin kecil begitu seterusnya. Yuuto yang tidak tahan dengan suara tersebut mencoba menutup telinganya akhirnya Yuuto berhasil menghilangkan suaranya.
Namun saat Yuuto membuka matanya dia mulai menghayal dua orang yang telah dia bunuh dengan kedua tangannya. Jahan yang merupakan penjaga dari David berjalan menuju Yuuto dengan tubuh yang penuh dengan darah dan semua tulangnya remuk..[SFX: Tetesan Darah]..Seorang laki-laki memakai mantel menuju kearah Yuuto dengan tampilan kepala yang sudah tidak menyatu dengan tubuhnya..[SFX: Tetesan Darah]..Darah terus mengalir dari ujung lehernya.
Yuuto yang melihat mereka berdua tidak bisa bergerak maupun berbicara, mereka berdua semakin mendekat..[SFX: Tetesan Darah]..Yuuto terus-menerus mencoba bergerak namun tidak bisa..[SFX: Tetesan Darah]..Yuuto terus mencoba bergerak namun tidak bisa..[SFX: Keringatan]..Air terus keluar dari tubuh Yuuto seakan-akan dia habis lari sepanjang lima kilo meter.
Mereka semakin mendekat..[SFX: Hentakan kaki]..Hanya satu cara yang bisa dia gunakan yaitu dengan menutup matanya supaya tidak dapat melihat apa yang tidak mau dia lihat lagi. Yuuto menutup matanya dan keadaan menjadi hening namun beberapa menit kemudian mata Yuuto seperti di paksa buka oleh seseorang. Yuuto meronta-ronta, perlahan-lahan kelopak mata mulai terbuka.
Sesuatu yang tidak ingin Yuuto lihat sekarang berada di depan matanya Yuuto. Rasa takut yang luar biasa terus menyelimuti tubuh Yuuto..[SFX: Suara Pikiran]..Suara tersebut kembali ke dalam kepala Yuuto. Teriakan, tangisan, meminta pertolongan dan meminta belas kasih terus-menerus bersuara di kepala Yuuto. Sekarang Yuuto sadar bahwa suara tersebut berasal dari mereka berdua yang telah dia bunuh. Wajah Yuuto sangat menunjukkan ketakutan yang sungguh luar biasa hebatnya hingga membuat seluruh tubuhnya mengeluarkan air keringat yang sangat banyak.
Menutup matanya : tidak bisa, Menutup telinganya: tidak bisa, Bergerak: tidak bisa hanya bernapas dan melihat yang bisa Yuuto lakukan seketika isi kepala Yuuto mulai menunjukkan saat-saat Yuuto membunuh mereka berdua dengan sadis. Mata Yuuto mulai mengeluarkan darah begitupun dengan mulut, hidung dan telinganya. Seluruh rasa sakit yang mereka berdua alami langsung terasa di seluruh tubuh Yuuto seperti saat Yuuto meremukkan tubuhnya Jahan dan membelah kepala pria bermantel.
Hal tersebut terus-menerus terulang sampai membuat Yuuto berteriak sangat kencang sambil menggaruk lehernya sampai berdarah..[SFX: Tangisan]..Rasa sakit yang luar biasa tidak bisa Yuuto tahan bahkan Yuuto sampai membenturkan kepalanya supaya suara tersebut menghilang..[SFX: Benturan]..[SFX: Tetesan Darah]..Tiba-tiba di depan Yuuto ada seorang anak kecil sedang memakai topeng.
"Apa kamu merasakan rasa sakit yang mereka alami ?" Tanya Hollow
"..[Mata berwarna merah]..[Leher penuh dengan luka]..[Seluruh alat indera Yuuto mengeluarkan darah]..Aku harus melakukannya jika tidak aku akan kehilangan sesuatu yang berharga bagiku..[SFX: Menangis]..Aku akan menerima seluruhnya tidak semuanya, rasa sakit yang aku buat akan aku ambil semuanya tidak ada kata mundur bagiku !" Ucap Tegas Yuuto
"..[Membuka topengnya]..[Tersenyum]..[Ruangan gelap pecah menjadi ruangan terang]..Hahaha, rasa penebusan yang sangat luar biasa..[Tersenyum lebar]..Jalan yang kamu lalui akan penuh dengan dosa..[Yuuto tidak dapat melihat wajah Hollow karena wajah Hollow tidak memiliki muka hanya berwarna putih berkobar di wajahnya dan hanya bisa menggambarkan ekspresi]..Yuuto..[Menggelengkan kepalanya]..Tidak yang benar adalah wadah, apa kamu mau bermain denganku lagi ?" Tanya Hollow
"Hanya jika aku memiliki waktu..[SFX: Tetesan Darah]..[Tubuh Yuuto lemas].." Ucap Yuuto
"Permainan kita memiliki syarat masuk yaitu dengan seperti tadi yang kamu alami..[Tersenyum].." Ucap Hollow
__ADS_1
"..[Merasa takut]..Apa maksudmu, Hollow ?" Tanya Yuuto
"Kamu ingin menjadi kuat bukan ?..[Menyentuh kening Yuuto]..Jadi, itulah syaratku untukmu..[Tersenyum]..Semoga kamu kuat menjalankannya !" Ucap Hollow
Satu hal yang ingin Yuuto katakan kepada Hollow yaitu "..[Menangis]..Sampai kapan kalian ingin mempermainkan aku..[Menangis]..Sampai kapan ini selesai..[Memegang kepalanya]..Haaaaaa !!!" Teriak Yuuto
"Wadah ini adalah jalan yang harus kamu lalui..[Berdiri]..[Berjalan meninggalkan Yuuto]..Kedepannya kamu akan terbiasa..[Meneteskan air mata]..Setelah kamu mendapatkan ingatanku..[Berjalan terus]..Kamu akan tahu apa yang kita alami Yuuto !" Ucap Hollow
Yuuto mulai mengantuk, perlahan menutup matanya sambil melihat Hollow yang terus menjauh.
"..[Membuka, menutup, membuka matanya]..Akan aku cari apa yang kita alami, akan aku dapatkan seluruh ingatanku !" Teriak Yuuto
Yuuto mulai menutup matanya lalu terjatuh di lantai putih..[SFX: Pesawat Turun]..Yuuto terbangun dari tidurnya lalu dia melihat pesawat sudah sampai di tujuan dan sedang melakukan pendaratan.
"..[Gemetar]..[Berdiri lalu berjalan menuju ke kamar mandi]..[SFX: Menutup Pintu]..[Bercermin]..[Yuuto melihat wajahnya yang sangat pucat dan penuh dengan keringat]..Aku..[Tersenyum]..Kenapa wajah ini baru kamu perlihatkan..[Gemetar]..Saat aku membunuh mereka berdua tidak ada wajah ketakutan seperti ini..[Mengingat sifat Shinigami]..Ternyata begitu..[Mengeluarkan Aura Shinigami]..[Yuuto melihat wajah di cermin]..[Terkejut]..Ternyata benar kalian berdua yang membuatku seperti ini !" Ucap Yuuto
Boneka akan memiliki ekspresi jika ada sesuatu yang merasukinya ataupun menggerakanya jadi bisa di bilang boneka seperti wadah yang menunggu sesuatu yang dapat masuk ke dalam dirinya itulah yang saat ini Yuuto alami.
"..[SFX: Pesawat Mendarat]..Perhatian, perhatian, perhatian pesawat telah mendarat, silahkan penumpang turun dan temui keluarga kalian !" Ucap Pramugari
"..[Membuka pintu]..[Mengambil barang-barangnya].. !" Aksi Yuuto
"Yuuto akhirnya kita kembali jadi bagaimana apakah kamu sudah merasa mendingan ?" Tanya Professor Randolf
"..[Tersenyum]..Aku baik-baik saja Professor Randolf !..[Bergumam]..Aku hanyalah wadah, aku hanyalah wadah, aku hanyalah wadah !" Gumam Yuuto
Mereka berdua berjalan menuju pintu keluar bandara lalu saat Yuuto membuka pintu..[SFX: Pintu Terbuka]..
__ADS_1
"Selamat datang kembali Yuuto !" Teriakan seluruh orang yang dekat dengan Yuuto
Hati Yuuto yang tadi telah hancur menjadi berkeping-keping kini perlahan kembali menyatu hanya dengan melihat mereka yang baik-baik saja membuat rasa tenang dan nyaman di dalam hati Yuuto.
Yuuto tahu apa yang harus dia lakukan walaupun jalan yang dia lalui penuh akan dosa tapi senyuman dari orang-orang terdekatnya membuat hati Yuuto menjadi hangat.
"Selamat datang kembali Yuuto !" Ucap Yuna
"Akhirnya kamu pulang kami lelah menunggumu !" Ucap Kevin
"Mari kita adakan pesta di restoranku !" Ucap Baron
"..[Mengangkat tangannya]..Mantab Baron aku akan terus memanggilmu kakak !" Ucap Ran-Ran, Ruina dan Vino
"..[Menghela napas]..Kalian ini, Yuuto apakah kamu sehat-sehat saja ?" Tanya Machi
"Kami mendengar kalau kamu di rawat !" Ucap Lisa
"Yuuto sudah berdiri di depan kita jadi dia baik-baik saja !" Ucap Eina
"..[Merasakan perasaan Yuuto]..[Mendekati Yuuto]..[Membisikkan sesuatu di telinga Yuuto]..Aku akan mendengarkan semuanya, Yuuto kamu tidak sendirian kami disini !" Ucap Tina
Ucapan tersebut membuat seluruh hati Yuuto mulai membentuk, tubuh yang tadi gemetar langsung menghilang. Yuuto baru sadar mengapa dia melakukannya sendirian jika dia berbicara terus terang kepada teman-temannya mungkin jalan yang terbaik akan terbuka bagi Yuuto.
"Aku sungguh bodoh, sungguh-sungguh bodoh..[Melihat seluruh orang terpenting bagi dirinya berkumpul di depan Yuuto]..Aku tidak sendirian lagi, ada teman, keluarga dan sahabat berada di depanku..[Tersenyum]..Semuanya aku pulang !" Ucap Yuuto
Selanjutnya Chapter 68: Tidak Ada Yang Perlu Di Sembunyikan Lagi !
__ADS_1