World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 217: Pasukan Musuh Yang Tidak Ada Habisnya


__ADS_3

Cuplikan Chapter 213.


..[SFX: Tembakan]..[SFX: Teriakan]..[SFX: Kesakitan]..[SFX: Ketakutan]..[SFX; Gelombang Bunyi]..


Pertempuran di Pulau Timur menjadi sebuah pertempuran yang sangat luar biasa mengerikan dan pertempuran yang sangat memanas. Tidak ada satupun yang bersantai karena semuanya berperang demi mencapai kemenangan.


Suara pertarungan atau suara medan perang berkumandang di Pulau Timur saat ini Baron yang berada di garda terdepan mengamuk seperti singa kelaparan dengan membantai beberapa pasukan musuh dengan kekuatannya.


"Ha..ha..ha..ha..ha..[lelah]..[pasukan musuh mendarat lagi di daratan Pulau Timur]..ini neraka..[matanya terbuka melihat jumlah musuh yang tidak masuk akal]..[tersenyum]..baiklah siapapun yang ingin bertarung denganku, bersiaplah untuk mati!"


Ucap Baron dengan nada sadis dan kegilaannya di medan pertempuran membuat dirinya mengamuk lagi bahkan pasukan musuh menyerang dirinya secara bersamaan namun Baron tetap menggila dan menari di medan pertempuran layaknya seorang maniak.


Di sisi lain saat ini Machi, Vino, Ran-Ran, Ruina dan Lisa tidak bisa bergerak karena harus mempertahankan Ultimate Akseleration yang mereka ciptakan dengan keberadaan mereka yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali mereka yang mampu mendeteksi keberadaan.


Sanctuary yang mereka ciptakan membuat seluruh pemandangan pertempuran bisa terlihat jelas di mata mereka namun itu sedikit mengerikan buat salah satu di antara mereka karena kematian, jeritan, kesakitan dan penderitaan dapat mereka rasakan jadi intinya walaupun mereka bisa menyembuhkan, support dan melindungi pasukannya akan tetapi mental mereka saat ini di pertaruhkan.


Di dalam hutan saat ini terjadi pertempuran yang mana bertujuan untuk menjaga markas utama supaya tidak tembus. Ada begitu banyak mayat tergeletak di tanah yang bahkan membuat mereka sulit untuk bergerak bebas begitupun dengan darah yang menghiasi tanah sehingga memperlihatkan warna merah yang tidak enak di pandang oleh mata.


"..[muntah]..[kepalanya pusing]..Seperti inikah pertempuran..[melihat mayat yang mana mulai memberikan aroma yang tidak enak]..semuanya akan ada dua ribu pasukan lagi yang datang lalu akan menyerang dari samping kanan dan kiri!"


Teriak Ria yang berkali-kali melihat kepingan masa depan membuat kepalanya terasa sakit namun dia memaksa sampai dirinya tidak mampu lagi meramal.


"Semuanya jangan beri mereka kesempatan untuk mendekati markas utama!"


Teriak Alicia dengan pakaian yang ada noda darah begitupun dengan pasukannya yang saat ini dia pimpin lalu Jong Yu mulai bergerak untuk membersihkan musuh di samping kiri bersama dengan yang lain dan pasukan aliansi Lima Kota Besar, dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka dengan perasaan kesal dan marah akan dirinya sendiri.


"Mereka semua masih muda..[kesal].. Professor Jack apa ada sesuatu yang bisa kita lakukan selain melakukan ini?"


"Dokter Nigisima mohon tenanglah!"

__ADS_1


"Mana bisa aku tenang melihat mereka bertarung sedangkan kita berdiam diri di sini dan menatapi mereka yang gugur dalam pertempuran!"


Dokter Nigisima membuat markas utama menjadi tegang dan tertekan karena itu Professor Jack mulai memperlihatkan sisi kemarahannya.


"..[mengeluarkan Aura miliknya]..Dokter Nigisima yang perlu kita lakukan adalah mengatur mereka menuju ke jalan kemenangan..[mengambil pisau lalu melukai urat nadi di lengan kirinya]..[SFX: Syeett]..[seketika luka tersebut sembuh]..lihatlah ini adalah efek Sanctuary milik rekanku, mereka sangat luar biasa mana mungkin aku berdiam diri saja di sini sedangkan mereka berjuang mati-matian di sana tapi apa yang bisa aku lakukan...dengarkan, aku berdiam diri di sini karena untuk melindungi kalian jadi tetaplah di sini!"


Professor Jack mengucapkan niatnya yang mengapa dirinya tidak turun ke medan pertempuran karena saat ini dia memiliki tugas untuk melindungi Lima Walikota dan markas utama yang menjadi jalan informasi pertempuran.


"Maaf karena kita kamu merasa tertekan!"


"..[menghela napas]..Tidak apa, aku yakin ini jalan terbaik untukku!"


Ketika suasana pertempuran menjadi semakin memanas tiba-tiba mereka merasakan ledakan yang begitu besar terjadi di langit hingga membuat pelindung Baron rusak di bagian atas karena sesuatu yang merusaknya.


"Apa yang terjadi ?..[menahan serangan musuh lalu membunuh musuhnya]..ledakan itu berasal dari atas langit..[melakukan koneksi dengan Machi]..Machi bisakah kamu melihat area di atas pelindung milikku lalu cari sebabnya mengapa pelindung hancur!"


Minta Baron yang langsung Machi respon.


Machi menangis begitupun yang lainnya.


Tubuh Tina terlempar kuat ke daratan karena ledakan besar itu dengan luka yang cukup serius yaitu tangan dan kakinya sudah terbakar yang mana sudah tidak bisa di gunakan lagi bahkan detak jantungnya sangat rendah.


"Jack!..[teriak Baron di medan pertempuran]..selamatkan Tina, arah jarum jam 12!..[marah]..apapun yang terjadi selamatkan dia!"


Teriakan Baron terdengar sampai di markas utama lalu dengan cepat Professor Jack pergi menuju lokasi Tina ketika sudah sampai bersamaan dengan Eina yang langsung memeluk Tina dengan lembut karena melihat keadaannya yang mengenaskan.


"..[matanya kabur]..Eina..[Eina menyembuhkan dirinya]..selamatkan dia juga..[A03 tergeletak di tanah dengan lengan kanan terputus dan darah di kepala].."


Ucapan Tina membuat Eina bingung namun Tina tersenyum yang mana membuat Eina terpaksa menyembuhkan A03 yang sudah melukai Tina dengan luka yang sangat serius.

__ADS_1


"Tina..[kesal]..tunggu di sini, aku akan memanggil dokter!"


Professor Jack langsung bergerak cepat menuju markas utama lalu Eina dengan tangisan mempertanyakan kenapa dia ingin menyelamatkan A03 yang bahkan ingin membunuh mereka berdua.


"Perasaannya terlalu jujur sebelum ledakan itu terjadi dia khawatir dengan kakaknya dan dia sebenarnya tidak ingin melakukan ini namun karena sebuah paksaan dari kepalanya membuat dia tidak bisa mengendalikan diri lalu dia menuruti perintah dari orang yang memanipulasi ingatannya!"


Eina masih tidak mengerti dengan apa yang Tina lakukan.


"Intinya dia masih seorang anak-anak yang akan menginjak usia dewasa!"


Eina menangis dan tidak tahan melihat keadaannya lalu Sanctuary berusaha membantu menyembuhkan Tina namun luka bakar tersebut sulit untuk di sembuhkan karena termasuk luka serius baik dalam maupun luar.


"Kenapa kamu melindungiku?"


Eina bingung dengan Tina yang menyelamatkannya ketimbang dirinya sendiri dengan senyuman, Tina menjawab.


"Entahlah, aku melindungimu mungkin karena aku tidak ingin kamu terluka!"


Eina menangis bahkan memukul Tina dengan pelan karena dia kesal dengan sikap Tina yang terlalu mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri.


Professor Jack datang sambil membawa Dokter Nigisima dengan Melinda lalu mereka menyembuhkan luka bakar yang sangat serius sedangkan Melinda memberhentikan pendarahan di lengan kanan A03 yang sudah terputus.


Pertempuran masih terus berlanjut tidak ada kata istirahat setelah pertempuran ataupun pertarungan setelah sembuh, mereka akan bertarung lagi.


Pesawat tempur dan kapal perang memberikan suara tembakan yang mana musuh mulai masuk lewat area pelindung yang sudah rusak daripada melawan Baron kini pertempuran akan menjadi semakin sulit untuk mereka.


Bersambung...


 

__ADS_1


 


__ADS_2