
Cuplikan Chapter 214.
"..[menendang perisai batu yang A05 buat hingga hancur]..Tch, pertahanannya kuat sekali..[SFX: Listrik]..aku masih ada waktu untuk tetap menggunakan mode ini jadi masih ada kesempatan menang karena itu..[Kevin mengangkat tangan kirinya lalu langit mulai mendung berwarna hitam]..[SFX: Listrik]..Akseleration Manipulation..[SFX: Petir]..[Yuna, Eina dan Tina melihat ke arah Kevin]..[SFX: Guntur].."
Gumam Kevin sambil membuat sebuah tombak petir yang bertegangan tinggi dan sangat kuat membuat temannya fokus melihat Kevin sedangkan musuh terlihat waspada dengan jarak serangan tersebut yang mana bersifat AOE atau Tunggal.
"Hey...tidak perlu terburu-buru, kita masih ada waktu mungkinkah mode yang kamu gunakan itu akan habis?"
A05 tahu kalau Ultimate Akseleration: Electric God Step memiliki waktu penggunaan yang mana saat ini mode itu tinggal beberapa jam lagi.
"..[SFX: Listrik]..Tidak perlu khawatir dengan waktu penggunaan mode yang aku gunakan ini..[SFX: Listrik]..Thunder Spear Zeus!..[tombak petir dengan tegangan tinggi berada di tangan kiri Kevin]..yang perlu kamu khawatirkan adalah nyawamu..[SFX: Wushh]..[Kevin bergerak cepat ke belakang A05].."
"..[mengetahui keberadaan Kevin di belakangnya]..Serangannya berjenis tunggal..[tersenyum]..sudah aku bilang...Akseleration Manipulation: Shield Stone!..[perisai terbentuk di belakangnya A05 dengan penuh percaya diri kalau serangan Kevin bisa dia tahan].."
..[SFX: Duarr]..A05 meremehkan kekuatan tombak petir yang Kevin buat karena itu perisai yang dia buat langsung hancur karena tegangan listrik yang begitu kuat hingga A05 terlempar jauh ke permukaan air hingga tenggelam ke dasar laut.
"..[telapak tangannya terluka karena memegang tombak petir]..Tegangan listrik tombak ini melampaui ekspektasiku..[telapak tangannya berdarah]..[melihat pertarungan kakaknya]..sepertinya aku tidak perlu membantunya..[SFX: Wushh]..[Kevin mengejar A05 yang terlempar jauh]..akan aku pastikan dia tidak selamat!"
Gumam Kevin sambil bergerak sangat cepat menuju ke lokasinya A05 terlempar...ketika sudah sampai di lokasi A05 yang terbilang cukup jauh dari medan pertempuran di Pulau Timur serta dengan teman-temannya tiba-tiba A05 meretakkan permukaan dasar laut hingga air terhisap ke dalamnya.
Air laut yang bervolume banyak kini surut seperti kemarau akibat retakkan yang A05 buat kemudian A05 berjalan sambil menyembuhkan punggungnya yang terluka tanpa banyak berpikir, Kevin langsung terjun ke bawah untuk menyerang A05 lagi.
"..[tersenyum]..Kena kau..[menghindari serangan pertama yang sangat cepat dari Kevin]..Akseleration Manipulation: Nightmare Thorn Stone!..[batu lancip yang sangat tajam mulai bermunculan secara tiba-tiba sampai membuat Kevin kewalahan namun berhasil lolos tanpa cedera]..astaga gerakanmu itu merepotkan sekali tapi kamu sudah masuk ke dalam perangkap milikku!"
__ADS_1
Permukaan dasar laut bergetar terlihat air laut dari belakang mulai datang dengan tinggi sebesar 600 meter itulah tsunami yang A05 maksud sebagai perangkap.
"Tsunami!..[panik]..[SFX: Wushh]..aku harus bergerak cepat ke atas langit setinggi mungkin!"
"Itu sia-sia lagipula tinggi tsunami ini 600 meter...Akseleration Manipulation: Barrier Stone!..[A05 berlindung di dalam pelindung sedangkan Kevin masih berusaha menuju langit].."
Pada akhirnya Kevin tidak bisa lolos dari tsunami itu hingga tubuhnya terkena tamparan tsunami sedangkan untuk A05, dia berhasil berlindung dari tsunami lalu dia terbang ke atas permukaan air laut dan terlihat air laut masih belum tenang.
"Ini kemenanganku!"
Kevin kemasukan air yang sangat banyak ke dalam tubuhnya dan luka yang dia terima dari tamparan tsunami membuat lengannya kirinya patah serta mata kanannya terluka parah yang bahkan bisa mengakibatkan buta.
"..[tenggelam di lautan]..Akseleration!..[Kevin mengeluarkan air dari tubuhnya melalui mulut dengan bantuan gelombang bunyi]..ini belum berakhir..[SFX: Boom]..[ledakan air laut dengan di ikuti kemunculan Kevin membuat A05 terkejut]..[menutup matanya yang terluka dan yang tidak].."
Lautan mulai bergerak lalu dari dasar lautan perlahan ada golem yang sangat besar muncul ke permukaan air laut yang mana seukuran dengan gedung tingkat tinggi. A05 menciptakan sebuah golem yang tahan akan semua elemen dengan ini, Kevin tidak akan memiliki kesempatan untuk menang itu menurut dirinya namun mata kanan Kevin terbuka dengan warna putih.
..[SFX; Listrik]..Guntur dan langit mulai bersuara..[SFX: Guntur]..tombak petir mulai menyetrum tubuh Kevin hingga seluruh tegangan listrik dari tombak itu masuk ke dalam tubuhnya Kevin kini tubuh Kevin mulai terselimuti oleh tegangan listrik namun Kevin tidak terluka saat ini Kevin tidak sadarkan diri namun tekadnya untuk mengalahkan A05 masih tetap ada hingga dirinya pingsan ini masih bisa bergerak mengikuti tekadnya.
"Tch...cepatlah menyerah!..[memerintahkan golemnya untuk menghajar Kevin dengan tinju batu]..matilah Kevin!"
Satu gerakan yang Kevin lakukan yaitu mengarahkan tangannya ke bawah lalu sebuah guntur yang sangat dahsyat seketika menghancurkan golemnya A05 hingga dirinya terdiam kaku melihat golemnya perlahan hancur.
"Bagaimana mungkin..[Kevin menggerakkan tangan kanannya lagi]..ini tidak mungkin ternyata kamu sekuat ini..[tangan kanan Kevin mengarah ke bawah]..[SFX: Guntur]..[guntur yang sangat dahsyat menghantam tubuhnya A05 hingga detak jantung berhenti].."
__ADS_1
A05 terjatuh ke laut dengan tubuhnya mengapung di permukaan laut yang menandakan kalau dirinya sudah mati. Kevin memenangkan pertarungan dengan dirinya ikut terjatuh ke lautan namun hanya pingsan dan kelelahan.
Tubuh Kevin mengapung di lautan lalu sebuah ledakan besar terjadi yang arahnya dari Pulau Timur kemudian terjadi ledakan susulan.
Cuplikan Chapter 214.
Tina dan A02 melempar tombak mereka hingga benturan antara dua tombak membuat satu pulau bergetar dengan air laut, angin dan tanah berguncang hebat..[SFX: Booomm]..ledakan yang sangat dahsyat membuat langit bergetar hingga terjadi ledakan susulan yaitu ledakan tekanan gelombang bunyi hingga membuat air laut membentuk pusaran air dan badai besar.
Sosok perempuan berjalan di permukaan air laut sambil menyeret tubuhnya A04 kemudian melempar tubuhnya A04 ke pusaran air lalu menggendong tubuhnya Kevin dan segera menjauhi pusaran air laut yang terjadi akibat benturan dua tombak.
"..[melayang di atas langit]..A02 bisakah kamu menungguku karena saat ini aku perlu meletakkan temanku ke daratan supaya aman!"
"..[SFX: Api Membara]..[deretan bola api sudah mengepung Yuna]..[tatapan mata kosong]..Kembalikan adikku, segera!..[tekanan gelombang bunyi membuat tubuh Yuna terasa berat namun dia masih bisa mengendalikan tekanan itu]..buang saja tubuh orang itu dan mari kita selesaikan pertarungan ini!"
"Sisa kita berdua...semoga Tina dan Eina selamat dari ledakan itu..[mengeluarkan tekanan gelombang]..[rambut Yuna berwarna putih dengan memegang Pedang Gletser]..lawanmu ini adalah kelemahanmu!"
"Aku tidak peduli..[Burung Phoenix membesar hingga menjadi sebuah burung legenda yang sebenarnya bahkan membuat lautan memanas]..[tatapan marah]..mari kita mulai!"
Bersambung...
__ADS_1