
Cuplikan Chapter 149.
Hiru pulang dengan selamat kemudian dia berusaha membersihkan diri lalu kemudian penyakitnya mulai membuatnya tidur selama satu hari penuh.
"..[Perlahan membuka matanya]..Dimana aku..[Berusaha berdiri tapi tubuhnya kaku]..Ahhh, benar gara-gara aku terlalu senang..[Melihat kedua telapak tangannya]..Penyakitku muncul dan akhirnya aku tertidur..[Melihat sekeliling]..Alicia, Ruiki !" Teriak Hiru
Terdengar suara langkah kaki bergerak cepat menuju Hiru yang berada di sofa, terlihat sosok perempuan kecil dengan wajah sedih langsung memeluk Hiru dengan erat.
"Ayah !" Ucap Alicia
"..[Memeluk erat tubuhya]..Ugghh..[Rebah di sofa]..Alicia ini cukup sakit !" Ucap Hiru
"..[Melepaskan pelukkannya]..Maaf ayah aku terlalu bersemangat !" Ucap Alicia
"Bisakah kamu beritahu ayah, ini jam berapa ?" Tanya Hiru
"Ayah tidur selama satu hari penuh..[Wajah sedih]..[Hiru terkejut]..Ayah ada kabar buruk untuk kita saat ini..[Menangis]..Ibu sedang sakit karena mendengar kabar kalau nenek sudah meninggal dunia !" Ucap Alicia
Hiru tahu ini akan terjadi kepada Ruiki tapi Hiru sangat kaget kalau dia tertidur selama satu hari penuh tanpa pikir panjang lagi, Hiru berdiri dengan sekuat tenaga untuk memeriksa keadaan Ruiki.
"Alicia, ayah mau memeriksa keadaan ibu jadi tunggu di sini !" Ucap Hiru
"..[Menggangguk]..Ayah besok pemakaman nenek akan dilakukan !" Ucap Alicia
"Baiklah mari kita bersama-sama datang ke pemakaman nenek !" Ucap Hiru
Hiru pergi ke kamarnya lalu membuka pintu kamar dan menyalakan lampu terlihat Ruiki sedang tertidur dengan warna kulit pucat dan juga ada handuk di keningnya.
"..[Mendekati Ruiki]..[Duduk di kasur]..[Mengelus pipinya Ruiki]..Maaf aku tidak menemanimu ketika kehilangan seseorang yang kamu cintai lagi..[Mengelus pipi Ruiki dengan lembut]..Ruiki aku ingin kamu cepat sembuh dan ayo kita pergi ke pemakaman ibumu bersama-sama..[Kesal]..Ruiki kamu mendengarku ?" Tanya Hiru
Ruiki hanya tertidur di kasurnya dengan tubuh yang lemah, melihat keadaa Ruiki seperti itu Hiru merasakan sesuatu di dalam hatinya yang seakan-akan tertusuk jarum.
__ADS_1
"Aku harus melakukan sesuatu..[Berdiri menghadap ke arah Ruiki]..Akseleration !..[SFX: Gelombang Bunyi].." Ucap Hiru
Sengatan listrik memasuki kepalanya Hiru.
"Hey ini pertama kalinya kamu menggunakan Class Medical kalau salah sedikit saja kamu bisa menghancurkan seluruh tubuh bagian dalamnya, apa kamu serius untuk melakukannya ?" Tanya Voice Head
"Jika aku tidak melakukannya, Ruiki akan tersiksa karena penyakitnya itu !" Ucap Hiru dengan wajah sedih
"Bajinan sejak kapan kamu peduli dengan orang lain, sepertinya dirimu yang asli masih tertidur..[Kaget melihat tatapan matanya Hiru]..Tunggu kamu yang asli..[Tertawa]..Hey, kamu serius !" Ucap Voice Head*
"Voice Head berikan aku ingatan cara menggunakan Class Medical !..[Menatap ke bawah]..Jika kamu tidak melakukannya..[Tatapan Hiru menajam]..Aku akan merusak rencanamu !" Ucap Hiru
"Lagipula jika rencanaku kamu rusak, masa depan akan tetap sama tapi tidak ada salahnya jika aku membantu dirimu !" Ucap Voice Head
"Kalau begitu cepatlah bantu aku !" Ucap Hiru
"Baiklah-baiklah kamu ini tidak sabaran sekali..[Meniup]..[Sengatan listrik masuk ke dalam otaknya Hiru]..Aku peringatkan mengendalikannya sangat sulit, salah sedikit yang ada hanya mengantarkan dia ke alam yang berbeda !" Ucap Voice Head
"Kalau begitu tinggal aku fokus dan konsentrasi..[Tatapan kuat]..[Menutup kedua matanya]..[Menarik napas lalu menghembuskannya]..[Gelombang bunyi mengelilingi seluruh tubuhnya Ruiki]..Buat gelombang bunyi berjalan layaknya satu dengan darah, buat gelombang bunyi menyentuh dengan lembut dan buat gelombang bunyi memperbaiki hal yang rusak hanya ini aku pasti bisa..[Membuka kedua matanya]..Akseleration !..[Gelombang bunyi masuk ke dalam tubuh dan aliran darahnya Ruiki]..Temukan sumbernya lalu sembuhkan..[Perlahan tubuhnya Ruiki sembuh bahkan kulitnya tidak pucat lagi]..Pure Healing !" Ucap Hiru
Ruiki perlahan membuka kedua matanya lalu Hiru memberhentikan Akseleration.
"Ruiki akhirnya..[Mengelus kedua pipinya]..Bangun Ruiki aku ingin melihat senyuman itu lagi !" Ucap Hiru
"..[Melihat wajah Hiru]..[Tatapan matanya kembali berwarna]..Sayang !..[Hiru memeluk erat Ruiki].." Ucap Ruiki
"Aku sangat khawatir denganmu..[Memeluk]..Jangan membuatku khawatir begini !" Ucap Hiru
"Ibu dan ayah sudah tiada..[Hiru melepaskan pelukkannya]..Kenapa mereka meninggalkan diriku !" Ucap Ruiki
"Mereka tidak meninggalkanmu..[Ruiki menatap ke arah Hiru]..Itulah kebenarannya, mereka akan selalu di hatimu !" Ucap Hiru
__ADS_1
Ruiki menangis lalu Hiru mencium Ruiki dengan lembut untuk menutupi kesedihannya.
"..[Selesai berciuman]..Ruiki kami masih bersamamu jangan lupakan itu..[Tersenyum].." Ucap Hiru
Pintu kamar berbunyi dan ternyata Alicia melihat ayah dan ibunya berciuman.
"..[Panik]..Ibu..Ayah..maaf..[Menundukkan kepalanya]..Alicia tidak sengaja melihatnya !" Ucap Alicia
"Alicia..[Kaget]..Anoo, tadi itu..[Bingung]..Shttt, jangan tiru sebelum kamu dewasa atau mempunyai pasangan nanti !" Ucap Hiru
"Baik ayah !" Ucap Alicia sambil malu
"Pffttt..[Tertawa]..Hahaha..[Mengusap air matanya]..Terima kasih sayang dan Alicia juga !..[Alicia berlari lalu memeluk ibunya]..[Ruiki memeluk Hiru juga]..Sayang mari bersama-sama ke pemakaman ibuku !" Ucap Ruiki sambil tersenyum
"Itulah yang kami mau !" Ucap Hiru
Sekali lagi keluarga Hiru kembali harmonis dan tampaknya hati Ruiki kini semakin menjadi kuat dan tegar namun dia masih memikirkan kakaknya. Besoknya mereka bertiga menuju ke pemakaman bersama dengan mayat ibunya Ruiki dengan cuaca yang tidak panas maupun dingin, semuanya berjalan dengan baik walaupun begitu Hiru masih mempunyai urusan yang harus dia lakukan.
[Di Rumah Lab]
Seorang laki-laki dengan tubuh rampingnya kini berjalan dengan kedua kakinya, menatap sesuatu yang lain dengan kedua matanya, menghirup udara yang berbeda dan merasa sedikit bebas namun dia masih di dalam rumah menunggu kedatangan dirinya.
Menatap lewat jendela pintu.
"Yuu kamu jangan keluar dulu sebaiknya tunggu Tuan Hiru datang !" Ucap Lucas
Dengan pakaian yang rapi dan tubuh yang bersih, dia menjawab dengan suaranya walaupun kini dia sudah tidak sama seperti dulu namun sebenarnya dia adalah Yuu Kazuto yang asli memang benar dia memiliki sifatnya Hiru Okama namun dalam dirinya dia masih memiliki balas dendam yang kuat entah bagaimana bagian itu kembali tapi yang pasti kini Yuu Kazuto bukan seorang bocah dengan teriakan saja sekarang dia penuh dengan rencana.
"Baiklah aku tidak akan keluar !..[Suara pelan]..Mempunyai keluarga dari Bibi Ruiki tampaknya hidupmu bahagia bukan Hiru Okama !..[Tersenyum lembut]..Aku sudah menunggu waktu yang tepat ini akan aku jalankan balas dendamku perlahan demi perlahan akan aku rusak semuanya ketika waktunya tiba..[Tersenyum lembut lagi]..Aku sudah tidak sabar !" Ucap Yuuto
Bersambung...
__ADS_1