
Cuplikan Chapter 107.
Ryu dan Nanase memeluk erat Yuuto dengan penuh kasih sayang lalu mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah Yamada dan Nisuta untuk berkunjung sekaligus melihat Project Transfer Memory.
Yuuto sudah tidak sabar untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya bahkan Yuuto tidak sabar untuk bertemu dengan kedua pamannya lagi, Ryu dan Nanase ikut bahagia melihat Yuuto yang akhirnya dia dapat bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Yuu pelan-pelan saja nanti kamu jatuh..[Turun tangga di luar rumah]..Letak rumah orang tuamu lumayan dekat dari sini jadi kita lebih baik jalan kaki daripada naik taksi karena jalan kaki sehat untuk kita berdua bukankah begitu sayang ?" Tanya Nanase
"Kamu benar sayang dan kamu Yuu..[Yuuto berhenti di depan pagar]..Apa kamu kuat untuk jalan kaki sampai ke rumah ayah dan ibumu ?" Tanya Ryu
"Apa yang kakek bicarakan bukannya seharusnya aku yang berkata seperti itu dengan kondisi kakek seperti itu !" Ucap Yuuto
"Hahaha, kamu meremehkan kakek lihat dan perhatikan !" Ucap Ryu sambil jalan duluan menuju rumah Yamada
"Nenek bawakan tongkat kalau terjadi sesuatu dengan kakek !" Ucap Yuuto
"Yuu kamu suka sekali bercanda !" Ucap Nanase dengan senyuman
"..[Melirik neneknya]..Nenek aku serius !" Ucap Yuuto
"..[Kaget]..Begitu, baiklah tunggu sebentar aku akan mengambil tongkatnya !" Ucap Nanase
Nanase yang sudah mengambil tongkat tiba-tiba tangannya langsung di tarik sama Yuuto menuju rumah kedua orang tuanya dengan berjalan kaki. Beberapa menit kemudian mereka berdua menemukan Ryu yang sedang duduk di bangku dengan banyak orang yang sedang menolongnya.
"..[Menghela napas]..Kakek terlalu memaksakan dirinya !" Ucap Yuuto
"Permisi kami keluarganya..[Semua orang memberitahu apa yang terjadi dengan Ryu]..Terima kasih banyak sudah membantu suami saya !" Ucap Nanase
Diberitahu kalau Ryu terjatuh karena punggungnya sakit karena itu dia sekarang dia tidak bisa bergerak.
"Kakek jangan memaksakan dirimu..[Menghela napas]..Mari aku bantu untuk kembalikan tubuh kakek !" Ucap Yuuto
"Ehhh, apa maksudmu Yuu..[Yuuto meluruskan tubuh Ryu hingga terdengar suara tulang]..[SFX: Krekk]..Tunggu Yuu tulang kakek !" Ucap Ryu
"Coba kakek berdiri !" Ucap Yuuto
"Bagaimana bisa bukannya kamu sudah mendengar suara tulang kakek..[Menghela napas]..Biarlah aku di sini kalian berdua duluan saja, aku akan ke rumah sakit !" Ucap Ryu
"..[Mendorong punggung Ryu hingga berdiri]..Huuppp !" Ucap Yuuto
__ADS_1
"..[Berdiri]..Ehhhh, bagaimana mungkin ?" Tanya Ryu
"Aku membaca buku tentang tubuh manusia ketika memasuki lansia lalu aku membaca cara menyembuhkan sakit punggung dan inilah hasilnya !" Ucap Yuuto
"Jadi kakek adalah bahan percobaan !" Ucap Ryu
"Yuppp !" Ucap Yuuto dengan senyuman
"Syukurlah percobaan ini berhasil..[Bergerak-gerak]..Sungguh tubuh kakek sudah mendingan..[Meregangkan tubuhnya]..Mari kita jalan lagi !" Ucap Ryu
"..[Memberikan tongkat ke Ryu]..Sayang pakailah ini !" Ucap Nanase
"..[Melihat tongkat yang masih baru]..[Mengambil tongkat tersebut]..Setidaknya aku memakai barang yang kamu berikan, Nanase !" Gumam Ryu
Yuuto lanjut jalan kaki menuju rumah kedua orang tuanya sedangkan Ryu dan Nanase masih berada di bangku sedang memikirkan sesuatu namun berhenti seketika saat Yuuto memanggil mereka berdua.
"Kakek, Nenek cepatlah nanti kita terlambat !" Teriak Yuuto
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga sampai di Gedung Laboratorium, tempat ayah dan ibunya Yuuto bekerja sekaligus tinggal.
"Gedung bukannya ini gedung..[Mengetuk pintu]..Ayah, ibu !" Teriak Yuuto
Pintu terbuka dengan sendirinya tiba-tiba seseorang langsung memeluk, mengangkat dan mencubit pipi Yuuto.
"Aduh..Aduh..Aduh..Paman Asura jangan menggosok lagi sakit tahu kena jenggot !" Ucap Yuuto
"..[Tertawa]..Maaf..Maaf..Maaf..Aku sangat senang dapat bertemu denganmu lagi !" Ucap
"Agurame mereka baru sampai..[Tidak melihat satupun mobil]..Berjalan kaki..[Menghela napas]..Kakek dan Nenek kalian ini sudah lansia jangan memaksakan diri untuk jalan kaki bukannya lumayan jauh dari rumah kalian ke Gedung Lab ini !" Ucap Hiru
"Itu yang aku katakan kepada kakek tapi dia tidak mendengarkan..[Ryu hanya terdiam]..Kasihan nenek harus mengikuti kemauan kakek !" Ucap Yuuto
"..[Merasa tidak enak]..Nanase maaf atas semuanya seharusnya aku tadi tidak melakukan ini !" Ucap Ryu
"..[Memeluk tangan suaminya]..Tidak apa-apa sebagai gantinya kamu kerjakan semua tugasku nanti !" Ucap Nanase
"Ehhh, semuanya termasuk memasak ?" Tanya Ryu
"Memasak biar aku saja kalau kamu nanti yang ada kita makan racun !" Ucap Nanase
__ADS_1
Semua yang tertawa mendengar hal tersebut lalu tiba-tiba keluar orang yang sudah Yuuto tunggu-tunggu.
"Ayah, ibu selamat datang !" Ucap Yamada
"..[Agurame menurunkan Yuuto dari gendongannya]..Yuu kamu sudah tambah besar saja..[Tersenyum]..Maaf sudah melanggar janji kita !" Ucap Nisuta
"Ayah, ibu..[Menangis]..Aku ingin makan masakan ibu, aku ingin main bersama ayah dan masih banyak lagi yang aku inginkan !" Ucap Yuuto
"..[Menggendong Yuuto]..Baiklah mari kita lakukan semua keinginanmu anakku !" Ucap Nisuta
"..[Mengelus kepala Yuuto]..Maaf sudah tidak bersamamu sekarang kamu boleh tinggal bersama kami sampai Project selesai !" Ucap Yamada
"Aku tidak keberatan bagaimana dengan kalian ?" Tanya Hiru
"Kami akan sangat kesepian kalau kamu tidak ada Yuu tapi bersama keluargamu lebih baik daripada bersama kami !" Ucap Ryu
"Aku dan suamiku tidak keberatan kalau ini demi kebahagian Yuu !" Ucap Nanase
"Yuu kita akan tidur bersama bagaimana ?" Tanya Agurame
"Tidak aku mau tidur dengan ibu dan ayah !" Ucap Yuuto
"Ehhh, kalau bermain ?" Tanya Agurame
"Kalau itu aku serahkan pada paman !" Ucap Yuuto
"Aku serahkan..[Kaget]..Ehhh, kata-katanya seperti orang dewasa padahal masih usia 3 tahun !" Ucap Agurame
"Kalau begitu kamu akan menjadi Professor kecil di sini !" Ucap Nisuta
Mereka semua masuk ke dalam Laboratorium dan betapa terkejutnya Yuuto melihat Project yang ayah dan ibunya kerjakan bersama kedua temannya bukan kata luar biasa lagi yang terlintas di kepala Yuuto tapi lebih dari kata tersebut bahkan mata Yuuto mengatakan seakan-akan kalau dia ingin membantu ayahnya tapi Yuuto sadar kalau itu tidak mungkin karena masih di luar pemikirannya.
Nisuta membawa keliling Yuuto ke setiap sudut Project bahkan setiap sudut rumah dengan suasana ayah dan anak membuat Yuuto semakin bahagia ketika bersama mereka berdua. Ibunya sedang memasak-masakan kesukaan Yuuto, tercium aroma yang sangat enak membuat perut Yuuto berbunyi sehingga terjadi adengan tertawa antara anak dan ayah.
Sang ayah mengantar anaknya ke dapur untuk makan bersama, suasana yang di tampilkan dalam makan bersama tersebut membuat Yuuto lebih tambah bahagia lagi bukan hanya dirinya tapi kakek dan neneknya ikut bahagia karena dapat melihat Yamada bahagia menikah dengan Nisuta.
Namun hanya satu orang yang menampilkan wajah palsu seakan-akan dia ikut bahagia tapi kenyataannya dia sangat takut apa yang akan terjadi ke depannya karena saat Project ini selesai, di dalam dirinya sudah membulatkan tekad untuk menjalankan setiap rencananya walaupun itu harus melewati duri yang tajam.
Sekarang Yuuto tinggal bersama ayah dan ibunya sedangkan Ryu dan Nanase pulang ke rumah untuk istirahat dan yang mengantar mereka adalah Hiru dan Agurame dengan mengantarnya menggunakan mobil walaupun kakek dan neneknya merasa sedih jika Yuuto tidak ada di rumah tapi lain waktu Yuuto akan mengunjungi mereka berdua.
__ADS_1
Scene di tutup dengan tampilan malam hari yang sunyi dengan Yuuto yang tidur di kasur bersama dengan ayah dan ibunya. Terlihat di luar jendela langit yang sangat mempesona membuat malam hari menjadi begitu indah, Yuuto tertidur lelap diantara pelukan ayah dan ibunya.
Bersambung...