World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 156: Yuuto Demam Tinggi


__ADS_3

Bulan Desember.


Satu bulan telah berlalu sejak saat mimpi itu, Ruiki terus memeriksa apa yang suaminya lakukan namun tidak ada tanda suaminya berbuat jahat atau semacamnya tapi Ruiki pernah mendengar pembicaraan antara Hiru dengan seseorang.


"..[Telepon di teras jendela]..Apa dia sudah bangun ?" Tanya Hiru


Dari samping jendela teras, Ruiki menguping pembicaraan Hiru yang berbicara melalui handphone.


"Sudah dua bulan dia tidak bangun dari tidurnya..[Bergumam]..Apa ini ada hubungannya dengan Transfer Memory ?..[Merasakan keberadaan seseorang di samping teras jendela]..Baiklah hanya itu yang ingin aku tanyakan kabarin aku kalau sudah bangun !" Ucap Hiru lalu menutup telepon


Hiru berpura-pura menatap langit sedangkan Ruiki langsung pergi dengan pelan-pelan supaya tidak ketahuan sama Hiru.


"..[Balik badan]..Jarang sekali dia melakukan itu..[Berpikir]..Tunggu dulu ini bulan berapa..[Memeriksa handphonenya]..Bulan Desember..[Menghela napas]..Lakukanlah Ruiki, bulatkan tekadmu !" Ucap Hiru


Sejak Hiru mendapatkan ingatan dari Voice Head sekarang dia lebih bisa mengendalikan mentalnya walaupun begitu Hiru memang harus menggunakan Topeng Halloween milik Yuuto namun ada yang berbeda dengan Hiru yang sebelum menerima ingatan dari Voice Head.


Yang dulu Hiru sering ragu-ragu, psikopatnya lebih terbuka dan mentalnya sering hancur ketika ada sesuatu yang menurutnya mampu merusak mentalnya.


Yang sekarang Hiru mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, mengendalikan mental walaupun hanya sedikit dan tenang akan masalah yang dia hadapi.


Ruiki langsung masuk kamar dengan perasaan jantung berdegup kencang.


"..[SFX: Deg-Deg]..Hiru berbicara dengan siapa ?..[Berpikir]..Siapa yang tidur selama dua bulan ?..[Pusing]..Apa yang sebenarnya Hiru lakukan kepada kakak dan yang lain !" Gumam Ruiki


Kembali ke Hiru.


"..[Memeriksa samping teras jendela]..Voice Head sudah menghilang jadi ingatan palsu itu pasti juga ikut menghilang !" Gumam Hiru


Hiru turun ke ruang tamu untuk melihat Alicia.


Ketika turun tangga dan hampir sampai di ujung tangga terlihat Alicia sedang menonton kartun di televisi dengan senyuman dan tawa membuat hati Hiru merasa senang.


"Alicia apa yang sangat lucu itu ?" Tanya Hiru sambil duduk di samping Alicia


"..[Mendekati Hiru]..Ayah lihat yang itu..[Senang]..Dia karakter yang paling lucu di kartun ini, aku selalu ketawa kalau dia bermain ataupun berbicara !" Ucap Alicia


"Benarkah..[Tersenyum]..[Menonton televisi]..Hmm, kalau di pikir-pikir lagi ternyata dia sangat lucu bahkan tingkah lakunya bikin kita ingin ketawa !" Ucap Hiru


"Benarkan..[Menonton]..Hahaha !" Ucap Alicia


Ruiki keluar dari kamar lalu turun tangga ketika di pertengahan anak tangga dia melihat Hiru dan Alicia tertawa, senang dan bahagia dan terlintaslah di pikiran Ruiki.


"Hiru apa benar kamu membunuh saudara dan kakakku ?" Gumam Ruiki


Ruiki ke dapur dan membulatkan tekadnya untuk datang ke Rumah Lab dan memeriksa setiap sudut rumah hingga perasaan khawatirnya menghilang.

__ADS_1


...


Kini malam hari sudah tiba, mereka makan malam bersama hingga dimana Hiru bicara akan pergi lagi untuk beberapa waktu karena masih ada urusan di Rumah Lab karena Alicia sudah paham dengan pekerjaan ayahnya jadi dia memeluk ayahnya.


"..[Memeluk]..Jangan pulang terlalu lama nanti ayah akan ketinggalan episode terbarunya !" Ucap Alicia


"..[Jongkok]..Kalau begitu tolong rekam ulang..[Tersenyum]..Ayah ingin kita nonton bersama !" Ucap Hiru


"Baiklah akan aku rekam !" Ucap Alicia


"..[Mengelus kepala Alicia]..[Melihat Ruiki yang gelisah]..[Berdiri]..Sayang apa ada sesuatu yang membuatmu khawatir ?" Tanya Hiru


"..[Kaget]..Tidak ada..[Panik]..Aku cuma kesepian kalau kamu pergi lagi !" Ucap Ruiki


"..[Mendekati Ruiki lalu mencium kening Ruiki]..Aku akan segera kembali !" Ucap Hiru lalu dia pergi keluar


Alicia mengejar ayahnya sampai depan pintu lalu melambaikan tangan ke arah Hiru.


"Hati-hati ayah jangan lupa untuk pulang cepat !" Teriak Alicia


Ruiki ikut melambaikan tangannya.


"..[Melambaikan tangannya]..[Hiru pergi menaiki mobil]..Alicia bisa kamu tunggu di rumah ?" Tanya Ruiki


"Ehhh, ibu juga mau pergi ?" Tanya Alicia dengan wajah kaget


"Susu..[Mendorong ibunya keluar]..Ibu cepatlah beli, aku akan jaga rumah..[Mencari kunci]..Tenang ibu saat ini Alicia sudah sangat pintar karena minum susu jadi Alicia bisa jaga rumah !" Ucap Alicia


"Benarkah kalau begitu tolong jaga rumah !" Ucap Ruiki


Alicia menutup pintu lalu Ruiki perlahan mendekati pintu untuk mendengarkan suara pintu yang terkunci.


"..[SFX: Pintu terkunci]..[Menghela napas]..Baiklah dengan ini Alicia aman..[Mencari taksi]..Taksi !..[Taksi berhenti lalu Ruiki masuk ke dalam untuk pergi ke Rumah Lab]..Aku akan melihat dengan kedua mataku sendiri !" Gumam Ruiki


Kembali ke Hiru.


"..[SFX; Nada Dering]..[Mengetik handphonenya ke speaker]..Lucas ada apa ?" Tanya Hiru sambil mengemudi


"Tuan tolong segera kembali ada yang aneh dengan Yuu !" Ucap Lucas


"Apa maksudmu ?..[Mengemudi dengan cepat]..Baiklah aku akan segera ke sana !" Ucap Hiru


Hiru mengemudi mobilnya dengan cepat ke Rumah Lab sedangkan Lucas bingung dengan keadaan Yuuto yang mana tubuhnya keringatan, panas dan pucat.


Dalam beberapa menit kemudian, Hiru sampai di Rumah Lab lalu dia keluar dari mobil dan pergi masuk ke dalam rumah lalu dia segera mencari Lucas.

__ADS_1


"..[Membuka pintu]..[SFX: Brakk]..Apa yang terjadi dengannya !..[Napas terengah-engah]..[Melihat kondisi Yuuto]..Gawat aku harus segera memanggil dokter saat ini Yuu sedang sakit !" Teriak Hiru


Hiru pergi ke bawah menuju ke mobil namun saat di depan pintu dia terkejut melihat keberadaan Ruiki yang mana berdiri tepat di depannya dengan wajah yang sedikit marah.


Ruiki yang mendengar teriakan Hiru kalau Yuuto sedang sakit tanpa pikir panjang Ruiki langsung berteriak dengan kencang.


"Sayang dimana Yuu sekarang biarkan aku yang memeriksanya kalau keadaanya gawat lebih baik kita kasih pertolongan terlebih dahulu baru itu bawa ke rumah sakit !" Teriak Ruiki


Seketika Hiru teringat akan kenangan saat dia sakit dan Ruiki dengan penuh kasih sayang merawat dirinya hingga sembuh. Hati Hiru benar-benar menari saat itu, berpikir mengapa ada wanita seperti ini yang mencintai dirinya dan menganggap dirinya benar-benar tidak pantas untuk mendapatkan wanita seperti Ruiki namun saat ini keadaan darurat, Hiru menyimpan pikirannya itu lalu dia bergegas membawa Ruiki ke kamarnya Yuuto.


"..[Menarik tangan Ruiki dan membawanya ke kamar Yuuto]..[SFX: Brakk]..Tolong Ruiki periksa keadaan Yuu !" Ucap Hiru


Lucas yang melihat keberadaan seseorang bahkan dia sudah tahu kalau dia adalah istri dari tuannya namun Lucas takut kalau istrinya Hiru melihat apa yang selama ini Hiru lakukan karena tidak mau memperlihatkan mayat Nisuta dan Yamada dengan cepat Lucas pergi ke bawah untuk mengamankan mayat mereka berdua.


"..[Lucas pergi dengan cepat dari sampingnya]..[Bergumam]..Siapa dia ?..[Membuang pertanyaannya lalu memeriksa keadaan Yuuto]..Dia kena demam tinggi, sayang cepat bawahkan obat pereda demam dan kompres !" Teriak Ruiki


Hiru langsung terjun ke bawah untuk menyiapkan semua yang Ruiki minta sedangkan Ruiki menggantikan bajunya Yuuto dengan baju yang lebih tipis dan mengelap keringatnya Yuuto.


Hiru datang sambil membawa semua yang Ruiki minta lalu Ruiki meminumkan Yuuto obat pereda demam dan mengkompres kepala Yuuto dengan air biasa lalu menunggu hingga beberapa saat hingga obatnya bekerja tapi Ruiki sekalian membersihkan keringat yang masih keluar.


Satu jam kemudian ketika mereka berdua memeriksa suhu tubuh Yuuto seketika perasaan lega keluar dan menenangkan hati mereka berdua.


"Syukurlah demamnya sudah turun !" Ucap Hiru


"Aku akan mengganti air kompres dengan yang baru..[Berhenti di depan pintu]..Hiru nanti ada sesuatu yang mau aku bicarakan kepadamu !" Ucap Ruiki


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, Ruiki setelah ini kamu cepat pulang !" Ucap Hiru


"Dimana kakakku ?" Tanya Ruiki


"Ruiki saat ini Alicia sendirian di rumah, apa kamu tidak takut ?" Tanya Hiru


Ruiki langsung turun ke bawah untuk menggantikan air kompres sedangkan Lucas datang ke kamar dengan penuh keringat karena habis mengamankan mayat Nisuta dan Yamada.


"..[Napas terengah-engah]..Seharusnya tuan memberitahu aku lebih awal !" Ucap Lucas


"Lucas tolong antar Ruiki ke rumah jangan sampai dia tahu apa yang ada di sini !" Ucap Hiru


"Baik tuan !" Ucap Lucas lalu dia pergi ke bawah


"Ini terlalu cepat, aku masih ingin melihat senyuman Alicia dan kamu Ruiki !" Ucap Hiru dengan wajah sedih


Lucas membawa pergi Ruiki kembali ke rumah sebelum pulang Ruiki meminta kepada Lucas untuk menurunkannya di supermarket untuk beli sesuatu karena Ruiki memaksa dengan keras, Lucas langsung menurunkannya namun dia mengawasi dari jauh.


Ruiki membeli susu kesukaan Alicia lalu kembali ke rumahnya ketika sampai Ruiki memberikan susu kepada Alicia dan dia sangat senang kepada ibunya lalu dia pergi ke televisi untuk menonton kartun malam sedangkan Ruiki tidak akan menyerah untuk datang ke Rumah Lab lagi.

__ADS_1


"Jika benar kamu melakukannya..[Raut wajah sedih]..Hiru !" Ucap Pelan Ruiki


Bersambung...


__ADS_2