Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Laut Kematian Mengincar Kami


__ADS_3

3 jam kami terbang melintasi lautan lepas tapi belum juga menemui daratan es. Seharusnya dengan kecepatan ini kami sudah sampai dalam waktu 30 menit. Aku pun tidak ingin menggunakan Legendary Skill dari Riza. Atau mungkin .......ulah dari Trap Skill atau rune.......


Gata terbang tepat dibawah Riza. Tuan, terdapat pergerakan. Dengan jumlah Manna yang sangat besar. Kata Gata menggunakan sambungan empati. Dia sangat berhati-hati.


Aku berpikir kalau itu hanya monster laut yang sekedar lewat. Lebih baik membiarkannya saja daripada terjadi pertarungan yang sia-sia.


Biarkan saja. Lagipula kita datang ke laut ini hanya untuk melintasinya. Hindari pertarungan yang tidak ada gunanya. Perintahku melewati sambungan empati.


Dan setahuku Seiryuu adalah dewa naga dengan dasar kekuatan elemen air. Itu juga menjadi keunggulan kita ketika kami menyebrangi lautan yang tiada ujung ini. Baiklah aku sudah tidak bisa berprasangka baik pada laut ini. Jelas ada yang memasang rune disini. Tapi jika ada yang memasang rune di laut, dimana dia meletakkannya? Salah satu kekurangan rune adalah berbentuk kertas dan tidak kedap air.


Makhluk di bawah kita masih mengikuti kita tuan. Apa perintah anda? Tanya Gata yang kemungkinan sudah gatal untuk bertarung melwan monster laut atau mungkin Godzilla.


Gata! Habisi monster yang mengikuti kita. Dia adalah penyebab kita menjadi berjalan di tempat di laut ini. Perintahku.


Ya, aku baru sadar. Kalau ini adalah perangkap yang sama kubuat ketika di Black Market. Menyertakan rune dengan makhluk panggilan. Gata pun langsung meluncur dan mengeluarkan pedang dayungnya dan masuk ke dalam air. Satu menit lenggang dan Gata tidak kunjung menuju ke permukaan.

__ADS_1


Aku pun lebih cermat melihat permukaan laut yang ada tepat di bawahku. Bayangan gelap seperti selang air yang terikat. Tapi aku yakin itu bukan selang. Ledakan skala yang sangat besar di dalam air pun terjadi. Jeritan monster itu pun terdengar keras sekarang.


"Hydra. Naga seribu kepala. Tidak kusangka kita akan menemukannya di sini." Kata Yuna melihat Kumpulan kepala naga yang jumlahnya sekitar.....eh.. 8 kepala mungkin. dengan lebar kepala dan lehernya sebesar jalan raya di kotaku. Langit pun menjadi gelap dan mendung. Perubahan cuaca yang cukup ekstrim untuk sambutan dari Hydra. Guntur pun tidak jarang terdengar cukup keras.


Baiklah, kita pakai langsung kartu As kita. Riza, kalau kau ingin mengamuk sekarang maka sekarang waktu yang tepat. Gata tidak diketahui statusnya baik itu hidup atau sudah mati. Kataku melalui sambungan empati.


Eh?! mustahil! aku tidak bisa melakukannya. Aku memerlukan waktu dan Manna yang cukup agar bisa berubah menjadi lebih besar lagi. Kata Riza tidak percaya diri.


Kau bisa memakai Manna ku. Kalau soal waktu biar aku dan Yuna yang mengatasinya. Kataku.


Beberapa kepala Hydra ada yang menyadari keberadaan ku. Mereka langsung menunjukkan taring mereka dan mulai menyambar layaknya meteor. Kuhindari semuanya tanpa kendala. Tapi tidak semua kepala Hydra memperhatikanku. Demi menangani hal itu, Yuna langsung ikut terjun ke arah para Hydra. Yuna menggunakan cambuk cahayanya dan mengikat 4 kepala Hydra sisanya hanya dengan satu tangan, Dewi Bulan gak ada obat! Tapi sekarang tertambah lagi satu kepala baru Hydra.


Regenerasi dan membelah diri. Semakin banyak kepala yang di potong maka Kepala Hydra beregenerasi dan menambah jumlah kepalanya. Kepala barunya pun menyemburkan racun dari mulutnya. Dengan cepat, Kupasang Violet Barrier untuk terlindung dari hujan racun.


"Yuna. Jangan potong kepalanya. Itu hanya akan menambah kepalanya." Kataku menahan taring Hydra yang berlumuran racun dengan pedangku. Kupotonglah taring tersebut hingga putus. Dari layar console-ku, muncul sebuah notifikasi.

__ADS_1


Selamat! Anda mendapat Item kelas Epic. (Hydra's Fang).


Aku pun mengambilnya. Lumayan untuk crafting item. kepala Hydra yang didekatnya ikut membantu kepala satunya yang terpotong giginya. Karena tidak boleh di potong lehernya, maka kubekukan saja mereka dengan Violet Barrier kupasang di pangkal atas leher mereka. Tiba-tiba muncul satu naga lagi dari air, panjangnya sekitar 180 meter dengan diameter sebesar jalan tol. Yah, itu adalah Riza. Dia berhasil meng-evolusi dirinya.


Tangan depan naga Riza berstruktur seperti manusia yang merupakan kaki depannya. Tanduknya bertambah panjang dan indah, dan tubuh naganya bercahaya dan berkilau berwarna biru seperti air penyulingan dan memakai baju zirah dengan warna yang serupa dengan warna tubuhnya. Riza langsung menggigit salah satu kepala Hydra tersebut dan menyebutkan laser air suci dari mulutnya sehingga seluruh kepalanya terpotong. Aku dan Yuna pun segera menjauh dari Hydra sekitar 60 meter darinya. Aku pun menggunakan magic skill: Fly agar tetap tidak jatuh ke dalam air. Yuna memang sepertinya bisa terbang dari awal, itu karena dia seorang Dewi. Pertarungan antara Seiryu melawan Hydra membuat langit dan lautan bergema akan suara kehancuran.


Kepala Hydra pun tumbuh kembali dan bertambah menjadi 18 kepala. Semakin merepotkan saja. Monster sebesar ini pasti ada kelamahannya dan itu ada di buku mitologi yunaniku di rumah.


Riza! Jangan potong kepalanya! Itu hanya akan menambah jumlah kepalanya. kataku memperingati melalui sambungan empati.


Riza bertarung layaknya Kaiju yang ada di film Hollywood. Sangat estetik. Aku sibuk! masalah cari kelemahan, tuan pikirkan sendiri. Kata Riza. Riza hampir kualahan, 3 kepala Hydra menggigit masing-masing leher kiri, kaki atas kanan, dan pinggangnya. Riza pun mengaum kesakitan. Meskipun dia bertarung di wilayahnya yaitu air, efek racunnya lebih dahsyat dari yang kukira. Riza pun terjatuh kedalam lautan. "Alihkan perhatiannya Yuna. Aku akan menyelamatkannya." Aku pun langsung masuk ke dalam air dan menyelamatkan Riza. didalam laut sangat gelap dan hitam. Aku menggunakan skill pelacakku dan menemukan Riza yang pingsan dan sekarat di antara kepala Hydra. Yuna menarik perhatian mereka sehingga Kepala Hydra kembali ke permukaan. Yuna seperti nya sedang mengadakan sirkus di sana. Wujud naganya sudah hilang. Kugendong Riza lalu berenang ke permukaan laut. Tiba-tiba muncul dibelakangku sebuah ledakan yang sama dahsyatnya seperti kemunculan Hydra tadi. Godzilla sepertinya tertarik dengan pertarungan kami hingga akhirnya keluar kepermukaan.


Disertai di belakang nya, tepatnya yang sedang memegangi ekornya. Yaitu Gata dengan wujud raksasanya dengan baju zirah emas dan bertopeng seperti leyak yang ternyata dari tadi bertarung di dalam air dengan seekor kadal radioaktif. Godzilla juga tidak kalah pro juga dari Hydra. Godzilla melempar Gata dengan ekornya. Gata tapi masih bertahan mencengkram ekor Godzilla walaupun kuwalahan.


Godzilla mebenturkan Gata kesana kemari ke permukaan laut. Sehingga menciptakan gelombang ombak yang sangat dahsyat. Godzilla pun menghadap ke Gata yang sudah kelelahan. Kulit Godzilla pun mulai bersinar dari yang awal biru menjadi berwarna merah lava. Satu Auman mematikan untuk Gata. Godzilla menyemburkan api radioaktif berwarna biru telak ke Gata. Sangat terang meskipun langit begitu gelap saat itu. semburan terjadi kurang lebih selama 20 detik. membuat air di sekitarnya mendidih dan berasap seperti baru saja di rebus.

__ADS_1


Yuna yang sedang menahan Hydra juga kesulitan. Sekarang aku baru ingat kenapa aku menempatkan wanita itu ke wilayah kutub. Karena ini benteng hidupnya. Dimana para pemain harus melewati Segitiga Bermuda yang merupakan salah satu Boss World paling berbahaya di seluruh server TSO.


__ADS_2