Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Kami Bertemu Putra Dari Arimbi


__ADS_3

"Razor, berubahlah ke wujud aslimu. Kita berangkat." Kataku.


Tapi dari belakangku tidak menimbulkan reaksi apapun. Aku pun menengok ke belakang.


"Kenapa? Kau tidak ingin membalaskan dendam untuk Sally?" Tanyaku.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau di sana adalah tempat Bad Hero?" Tanyanya curiga.


Daripada wanita ini terus menjadi sumber suara yang tidak mengenakkan telinga maka tidak ada pilihan lagi.


"Gulungan yang di bawa oleh setiap hewanku adalah rune. Dan rune itu terkhusus ditargetkan kepada Bad Hero. Jarak jangkauan rune adalah 25 meter, maka rune itu akan aktif dan akan mengirimkan sinyal ke peta. Dan target tidak akan bisa kemanapun." Jelasku sedikit malas.


"Seperti perangkap berjalan?" Tsukuyomi memperjelas.


"Seperti perangkap berjalan." Ulangku. "Sekarang bisakah kau berubah sekarang. Kita butuh tunggangan." Kataku sedikit ketus.


Meskipun tampak tidak suka dan enggan Razor tetap berubah menjadi naga Cina berwarna biru tua dengan bulu berwarna putih. Panjangnya sekitar 50 meter, bermata merah menyala, dan lebar tubuh sebesar terowongan kereta api. Kami pun berangkat ke selatan kota.


5 menit di angkasa serasa tertiup 20 kipas tornado tepat 1jengkal di depan wajahmu. Dan itu tidak seru sama sekali. Kami pun turun ke tempat tanda merah yang ada di peta map. Tepat di depan kami ter dapat semacam kubah setengah bola transparan mengelilingi area seluas 25 meter. Ternyata tempatnya berada di gang-gang kecil.


"Jadi ini yang namanya rune?" Tanya Tsukuyomi penasaran sambil meraba permukaan rune.


"Begitulah. Aku akan masuk ke dalam. Tunggulah disini. Jika Ada sesuatu yang keluar maka lakukan sesuatu." Kataku tanpa basa-basi.


"Tunggu!" Seseorang menarik tanganku dari belakang.


"Kita memang menjalin kontrak demi ini. Tapi membiarkanmu sendiri masuk ke dalam rune adalah tindakan berbahaya...." Sebelum Razor menyelesaikan kalimatnya aku menarik kembali tanganku hingga tanganku terlepas dari genggaman Razor dan masuk ke dalam rune tanpa mempedulikannya.


Belum sempat bernapas. Aku sudah dilempari 3 pisau lontar. Secara reflek, Aku tidak menghindarinya. 3 pisau lontar tersebut langsung meleleh layaknya timah cair. Bad Hero memiliki job class sebagai


assassin-mage dan berlevel 95 bersenjatakan 2 katana berlevel sama dengan level character-nya.


Tapi skill invisible dan steal miliknya berlevel 100. Mungkin akan susah jika bermain peta umpet dengannya.

__ADS_1


"Hmm .......violet barrier. Pemain level 100 ya? Ini sudah ke-28 kalinya pemain mengincar kepalaku demi bisa keluar dari game." Suara yang cukup membuatku mengenal Bad Hero terdengar di dalam kepalaku.


Tiba-tiba ada bayangan gelap bergerak dengan cepat menyerangku tapi terblokir oleh barrier-ku, Dia coba berkali-kali dengan pola yang berbeda tetapi tetap terblokir oleh barrier. Silent dan Legacy Of Sarutobi adalah teknik favoritnya untuk menyerang dan tentu saja aku tahu cara mengatasinya.


"Tidak mungkin. Legacy Of Sarutobi adalah Unique Skill yang tidak bisa di blokir. Sekalipun menggunakan Buff dan Magic Skill pertahanan dengan level 100 sekalipun. Siapa kau sebenarnya?" Masih suara tanpa sumber. Yah itukarena aku menggunakan item cheat : Armagedon. Aku menghilangkan beberapa kemampuan spesial dari Legacy Of Sarutobi.


"Kalau kau ingin mengetahuinya maka tunjukkan dirimu. Kau ini orang terlampau kuat dan sombong atau terlalu takut dan lemah untuk melawan anak kecil sepertiku?" Tanyaku mencoba memanasi emosinya.


"Baru pertama kali ini aku dihina. Belum pernah aku di permalukan seperti ini kecuali dengan satu orang." Akhirnya sumber suara tersebut terlihat. berwujud seperti malaikat kematian dengan jubah hitam gelap dengan 2 katana hitam yang mangambang di belakangnya dan aura gelap yang dahsyat. dibalik tudungnya terdapat sepapasng mata berwarna biru menyala.


"Akhirnya kau memperlihatkan tampangmu, Bad Hero." Kataku memasukkan kedua tanganku kedalam saku.


"Menggunakan character berbentuk bocah untuk mengelabuhi pemain lain. Kau cukup licik. Setahuku, Aku sudah membunuh dan menghancurkan anjing kampung itu beserta sampah kertas yang dibawanya. Lalu aku terperangkap di rune level 100. Bagaimana bisa?" Kata Bad Hero mulai mengejekku. Dia pun mengeluarkan 1 katananya dari sarungnya.


"Yah tak masalah mungkin itu keberuntunganmu. Tapi masih terlalu meremehkanku untuk melawanku hanya menggunakan rune!" Ok. dia menyerangku sekarang menebasku dari atas bahkan sebelum aku menyadarinya. Seperti yang diharapkan dari Assassin terbaik di TSO.


Aku segera mengaktifkan barrier-ku.


Dan pedangnya terpantul dan memercikan bunga api. Bad Hero menyerangku dari segala arah dalam waktu yang bersamaan menggunakan teleportasi level tinggi. Bahkan tanah di sekitarku juga teriris. Dan itu lama- lama membuat Barrier-ku pecah berkeping-keping seperti kaca. bahkan 2 gedung di sekitar kami juga ikut terpotong seperti kue ulang tahun. Bahkan rune milikku hancur.


"Dengan ini berakhir sudah... Musuh kali ini lumayan. Tapi tidak pro untuk kalangan pemain level 100" Katanya berbalik badan. Tiba-tiba pergelangan tangan Bad Hero terikat oleh cambuk cahaya.


"Setelah melihat rune milikmu hancur. Aku pikir terjadi sesuatu di luar ekspetasi. Ternyata di dalam cukup ramai juga. Jangan malu meminta bantuan kepada Slave-mu, tuan muda." Kata Razor melindungiku dengan Barrier air berbentuk setengah lingkaran. Tsukuyomi di sisi kananku.


"Alasan aku berlama-lamaan adalah kami sedang reuni disini. Aku sendiri sudah cukup untuk menghadapinya." Kataku.


"Tuan, anda baik-baik saja?" Tsukuyomi yang paling mencemaskanku. di memegang pundakku.


"Setidaknya masih hidup." Kataku singkat.


Tiba-tiba cambuk cahaya Tsukuyomi yang mengikat pergelangan tangan Bad Hero terpotong seberti benang. di sampingnya ada sosok bayangan yang ternyata adalah dalang yang memotong cambuk cahaya. Slave


"Sepertinya takdir mempertemukan disini ya. Kau seorang Ousama juga ya? Ya aku juga....." Setelah perkataan itu. Bad Hero langsung terkejut.

__ADS_1


" 2 Slave? Sialan, Siapa kau sebenarnya? Ousama tidak bisa menjalin kontrak lebih dari 1 Slave." Tanyanya sangat terkejut.


"Aku sendiri juga baru mengetahui faktanya belum lama ini. Tapi apakah itu sekarang penting? Harusnya kau mengkhawatirkan keselamatan nyawamu?" ancamku.


Belum kering lidahku mengatakannya aku dalam jarak 2 centimeter ada 2 pisau yang meluncur menembus Barrier air dan meluncur ke arah 2 mataku. Tsukuyomi langsung menangkis keduanya.


" Job class : Fighter. Siapa kau?" Tanya Tsukuyomi dengan nada dingin.


"Sebenarnya aku ini double class. Tapi terserahmu memanggilku apa. Tuan, perintahmu?" Tanya sang Slave.


"Tak masalah. Bunuh mereka bertiga. Apalagi bocah yang ada ditengah itu. Farming XP sangat besar hari ini." Kata Bad Hero.


"Baiklah, jangan dendam padaku ya! Para gadis!" Katanya melompat kearahku.


Tsukuyomi langsung mengambil 6 pisau jarumnya dan melemparkannya ke arah Slave tersebut. Slave tersebut menebas keenam pisau tersebut dengan mudah.


"Bind" Kata Tsukuyomi seperti berbisik. Ternyata setiap pisaunya sudah terikat oleh cambuknya dan langsung mengikat Slave tersebut.


"cambukmu mudah putus seperti benang!" Slave tersebut langsung memotong cambuk yang mengikatnya dengan pedang dengan bilah dayung. Akhirnya wujud slave tersebut terlihat juga. Laki-laki berambut hitam berantakan dan bermata merah terang, berbadan maskulin dengan ta, dan memakai baju zirah ungu hingga ketiaknya dan menggunakan Daleman berwarna hitam, dengan bawahan kain berwarna hitam. membawa pedang berbentuk seperti dayung.


"Gathotkaca, anak dari Arimbi dari mitologi Hindu." Kataku.


"Gathotkaca!? berarti Job class : Juggernaut!?" Tsukuyomi terkejut.


"Aku bahkan belum memperlihatkan Kokina Tochi-ku. Ousama kalian orang yang menarik." Gathotkaca menyeringai dan mulai menyerang. Tsukuyomi langsung maju ke depanku untuk melindungiku. Pertarungan sengit pun terjadi antara job class : Coordinator dengan Juggernaut. Pertarungan mereka bahkan membuat bumi dan langit bergema. Kuserahkan Gathotkaca pada Tsukuyomi.


"Razor, bantu Tsukuyomi. Yang ini biar kuurus." Perintahku kepada Razor.


"Tapi!....." Ini pertama kalinya aku melihat wajah Razor mencemaskanku. dan itu cukup manis.


"Aku akan baik-baik saja." Jawabku.


"Baiklah, tuanku." Razor melompat ke arah Gathotkaca. sepertinya wajah Gathotkaca menjadi tempat mendarat boot milik Razor.

__ADS_1


"Baiklah, sampai mana kita tadi?" Tanyaku memasukkan tanganku kedalam saku.


__ADS_2