Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Hunter vs Magic Caster


__ADS_3

Kekacauan terjadi begitu cepat layaknya kilat yang menyambar. Dengan Seekor Kaiju yang mengamuk ditengah malam. Beberapa unit sudah kukerahan untuk mengevakuasi warga setempat.


"Tuan Gen, semuanya sudah sesuai arahan anda." Kata Nishimiya berlutut di belakangku dan juga beberapa assassin wanitanya yang menggunakan tudung hitam. Killhunger menyeringai.


"Aku bahkan tidak percaya ini. Setelah kau menghianati Apocalypse, kau memilih bawahan lemah seperti mereka. Hanya orang bodoh yang menghianati sekutu kuatnya dan bergabung dengan sekutu yang lebih lemah." Kata Killhunger berkacak pinggang. Seharusnya aku yang tersinggung. Tapi yang mulai angkat bicara adalah Nishimiya.


"KAU MANIAK PEMBUNUHAN BAJINGAN!!!" Bentak Nishimiya menerjang ke arah Killhunger bersama dengan bawahannya. Tapi dalam hal pengalaman bertarung dan membunuh jelas Killhunger di atas angin dibandingkan Nishimiya. Dalam satu kali gerakan, semuanya terlempar dan terkapar dengan sangat mudah.


"Kalian seharusnya menyadari posisi kalian sebagai hewan peliharaan. Bukankah begitu, Valon?" Tanya Killhunger tertawa jahat. Senyum bengisnya membuatku ingin muntah.


"Iya, itu memang benar. Tapi...." atap gedung akademi bergetar hebat seperti gempa bumi.


"Setidaknya mereka tahu ke arah mana mereka harus menundukkan kepala mereka." aura hitam legam berpendar hebat di seluruh tubuhku. Sampai-sampai, terjadi ledakan hebat sehingga aura hitam keungguan membentuk pilar ke atas langit dan membuat cuaca berubah menjadi sangat ekstrim sekali. bahkan yang awalnya malam yang cerah menjadi malam penuh badai dengan petir ungu yang menyambar-nyambar.


"Kau bahkan tidak tahu aku memiliki kekuatan ini kan." Kataku mengintimidasi. Pancaran aura gelap keunguan membuat gelombang kejut beberapa kali. Akan sangat berbahaya jika Nishimiya dan yang lainnya ikut terlibat.


"Jenghis, bantu mereka. evakuasi semua murid-murid akademi!" Perintahku. Tiba-tiba Jenghis muncul dari wujud rohnya dengan mengendarai kereta kuda dan menarik Nishimiya dan bawahannya untuk naik ke kuda.

__ADS_1


Mereka pun menjauh. Killhunger hanya membiarkan mereka.


"Hoo.... tak kusangka setelah terjebak di dalam game ini kau bahkan menjadi berbeda. Kau bahkan mempedulikan antek-antekmu yang lemah itu. Atau karena alasan yang lain?" Kata Killhunger. Dia berbicara seolah sedang membaca pikiranku. Tapi aku tidak mempedulikannya. Yang terpenting untuk saat ini adalah menghentikan amukan Drago dan kegilaan situasi ini. Aku pun mengirim beberapa Shadow Army-ku untuk menggiring Drago menjauh dari pemukiman.


"Untuk apa aku memberitahumu. Kau juga akan mati disini." Kataku. Tubuhku mulai tertutupi kulit dan sisik naga yang sekeras berlian berwarna hitam. Plat-plat dan lempengan zirah Obsidian Gydra mulai terbentuk di tubuhku. Killhunger pun bersiul kagum.


"Menggunakan zirah untuk mengalahkan zirah. Kau sepertinya menyukai tantangan, Valon." Tubuh Killhunger pun mulai tertutupi zirah tipis berwarna hitam dengan motif harimau dan macan tutul berwarna emas. Helm pun menutupi wajah dan kepala kami.


"Riza, tunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya. Pastikan Drago untuk tidak ke pemukiman." Perintahku.


"Baik, tuan." Riza kemudian menampakkan diri dari wujud rohnya dan langsung berubah menjadi naga Cina berwarna biru pengendali air yang sangat ganas dan menerjang Drago.


Kupukul Killhunger ketika dia masih berpaling. Killhunger terhempas hingga keluar daerah pemukiman dan memasuki hutan belantara. Tubuhnya banyak menabrak pohon-pohon berukuran besar. Aku langsung berteleportasi ke tempat dimana di berhenti terhempas.


"Kau seharusnya tidak memalingkan wajahmu." Kutampar lagi wajah Killhunger sehingga dia terhempas lagi dan menabrak banyak pohon lagi. Dia berhenti terhempas ketika tubuhnya terpelanting ke danau terdekat. Kukeluarkan Treasure Of Babylon dalam jumlah puluhan untuk kuarahkan ke permukaan danau. Kutembakkan semua harta kekayaan Mesopotamia saat itu juga. Tombak, kapak, pedang, pisau, anak panah, dengan jenis yang berbeda mulai meluncur secepat peluru senapan ke permukaan danau.


Danau seperti sedang ingin ditumpahkan airnya. Aku menembaki danau selama 2 menit dengan puluhan portal Treasure Of Babylon. Aku pun berhenti menembakinya. Aku mencoba mendekati danau tersebut. 2/3 air danau benar-benar menyusut seperti mengering. Airnya pun menjadi berasap seperti selesai direbus dengan api. Aku memeriksa di sekitar bibir danau sekitar 3 menit lamanya. Tapi Killhunger belum saja keluar. Sepertinya aku sedikit berlebihan dalam menyerangnya.

__ADS_1


Tiba-tiba ada hawa membunuh yang sangat mengerikan dari belakangku. Tapi tiba-tiba hawa membunuh itu menghilang bersamaan ada sesuatu yang terhempas ke pohon dengan sangat keras. Aku pun melihat ke arah jam 4. Ternyata serangan itu berasal dari Naava.


"Itu tadi hampir saja." Kataku. Sepertinya Naava bisa membedakan antara aku dengan Killhunger. Meskipun zirah kami sama seramnya.


"Setidaknya berterima kasihlah!" Bentak Naava dari kejauhan.


"Wah wah... Tak kusangka kalau Valon the Dragnel akan diselamatkan oleh gadis kecil sepertimu." Kata Killhunger yang ternyata tidak terkena damage sedikitpun baik itu dari seranganku ataupun serangan Naava tadi.


Tentu saja karena atribut yang dia pakai. Armored Reog, zirah yang resistant terhadap segala wujud serangan, baik itu fisik maupun magic yang levelnya lebih rendah dari level zirahnya.


Aku dan Naava langsung menyerangnya secara bersamaan. Entah sejak kapan kami kami bisa melakukan kombinasi sehebat ini tapi yang jelas kombinasi serangan dan pertahanan kami membuatku teringat dengan mantan anggota Guild Apocalypse dulu. Tapi Killhunger yang notabe-nya adalah PK solo terbaik di TSO masih bisa menghindari dan memblokir kombinasi serangan kami. Karena aku menggunakan zirah maka aku yang lebih sering memblokir serangan dan Naava memiliki agility yang cukup cepat yang lebih sering menyerangnya.


Pertarungan kami pun cukup seimbang dalam pertarungan jarak dekat. Aku pun menggunakan beberapa Magic skill untuk meningkatkan Buff kepada Naava dan menyembuhkan lukanya. Killhunger langsung mengeluarkan Snipernya dan mulai membidik kami. Meskipun kesannya seperti menembak secara asal tapi tembakan Killhunger memiliki keakuratan sampai 80%. Kami menjadi kesulitan dalam mendekatinya.


"Oh tidak!" Tiba-tiba Naava terjatuh. Dilihat dari caranya jatuh sepertinya dia terempet peluru sniper tersebut. Killhunger mengambil kesempatan itu untuk menembak Naava. Aku dengan cepat membuka portal Treasure Of Babylon dan memunculkan perisai untuk melindungi Naava. Tapi peluru masih bisa menembusnya. Aku baru ingat kalau peluru Killhunger berasal dari hadiah event pembunuhan pemain Magic Caster. Dengan cepat aku berteleportasi ke depan Naava untuk melindunginya. Efek terkena tembakannya tidak terlalu parah dari yang kukira.


Aku pun membalas serangan Killhunger dengan meluncurkan lusinan rantai surgawi ke arahnya tapi tidak ada yang kena sedikitpun. Bahkan dalam keadaan seperti itu Killhunger sempat-sempatnya membidik dan menembaki kami dengan snipernya.

__ADS_1


Aku pun menggendong Naava dan membawanya untuk menjauh. Melawan pemain pemilik senjata anti magic benar-benar merepotkan. Kami pun menggunakan pepohonan untuk bersembunyi.


Untuk pertama kalinya sebagai top player aku lari dan bersembunyi dari player lain ketika duel.


__ADS_2