Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Gog Magog vs Panthera (Bagian V)


__ADS_3

Di waktu yang sama ketika Yuna dan Olivia melawan Wrath di medan perang. Smith membantai semua pasukan Panthera yang ada di dekatnya dan yang berusaha menyerangnya.


"Tidak tolong! Kumohon hentikan!" Kata prajurit Panthera yang sudah menyerah dan memohon agar nyawanya diampuni. Tapi Smith tidak bergeming sedikitpun dan siap menghabisinya menggunakan palunya.


"Kau ikut berperang, maka kau tahu resikonya." Smith sudah siap mengayunkan palunya untuk membuat prajurit itu menjadi bubur.


Tapi tanpa diduga, Smith tiba-tiba ditabrak oleh sesuatu yang besar sehingga membuatnya terpental dan terpelanting beberapa meter.


"Begitu juga dengan diserang dari belakang." Kata seorang wanita berambut pirang yang panjang rambutnya hingga ke lututnya. Wanita itu turun dari kereta kudanya. Kereta kudanya pun menghilang menjadi kilauan emas.


"Kau... " Smith mengingat wanita itu. Wanita yang sama yang menghalanginya ketika di kepulauan Assassin di Dynasty Angin.


"Kau yang menghalangiku waktu itu." Kata Smith menunjuk wanita itu.


"Kau melupakanku? Kalian membuat Dynasty ku hampir hancur karena penyerangan kalian." Tanya Seorang wanita yang baru saja menusuk salah satu pasukan Gog Magog lalu membelah nya menjadi dua. Smith pun menoleh ke wanita yang satunya.


"Oh maaf, membuatnya jadi berantakan. Jika saja kalian menyerahkan Valon dengan damai kami mungkin tidak bertindak terlalu jauh." Kata Smith mengangkat bahunya. Kedua wanita itu pun berjalan saling mendekati. Yah, mereka adalah Jenghis dan Yuki.


"Akhirnya datang waktu untuk tanding ulang. Tidak ada dendam?" Kata Smith memutar-mutar palu perangnya seperti baling-baling. Jenghis dan Yuki mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya.


"Tidak ada dendam." Jawab Jenghis dan Yuki bersamaan. Disaat yang bersamaan Smith diserang dari belakang oleh beberapa pasukan Panthera. Begitu juga Jenghis dan Yuki yang juga di serang oleh beberapa Gog Magog dari belakang mereka.


"JANGAN MENGHALANGI!!!"


"JANGAN MENGHALANGI!!!"


Bentak mereka secara bersamaan menyerang masing-masing musuh mereka. Smith memukul hancur pasukan Panthera yang menyerangnya sedangkan Jenghis dan Yuki menebas pasukan Gog Magog yang menyerang mereka.


Dengan secepat kilat Smith, Jenghis, dan Yuki saling menerjang dan saling beradu kekuatan. Saking besarnya manna yang mereka keluarkan, ledakan manna mereka sampai membuat distorsi manna yang sangat dahsyat.


Karena terlalu dahsyat tanah pijakan mereka sampai runtuh dan membawa mereka ke bawah tanah. Lubang yang diakibatkan ledakan itu membawa mereka ke bagian ruang latihan pasukan Panthera yang dibangun di bawah tanah.


Smith, Yuki, dan Jenghis saling menjauhkan diri dari musuh mereka. Smith dengan cepat menganalisa sekitarnya.

__ADS_1


"Sepertinya ini ruang latihan pasukan Panthera. Baguslah, tidak akan ada yang menghalangi duel kita disini!" Smith melemparkan palunya ke arah Yuki dan Jenghis.


Yuki yang menyadari adanya palu perang yang melayang ke arah mereka dengan cepat menendang Jenghis dan melemparkan dirinya sendiri untuk menghindari palu perang itu.


"Terima kasih." Kata Jenghis mencoba untuk berdiri.


"Tidak masalah." Jawab Yuki. Mereka berdua yang mengetahui palu perang Smith menancap dan tersangkut di dinding segera memanfaatkan peluang itu untuk menghabisi Smith. Mereka berdua segera berlari untuk menerjang Smith.


Smith yang mengetahui pertarungan akan berubah menjadi pertarungan jarak dekat, dengan sangat cepat menarik palu perangnya dengan media rantai yang terpasang di ujung gagang palunya. palu pun melayang kembali ke arah Smith. Yuki yang mengetahuinya...


"Ku tangani palunya!" Kata Yuki yang membalikkan badannya dan melompat ke arah palu yang melayang ke arahnya.


"Baiklah!" Jenghis menambah kecepatan larinya dan mulai melapisi pedangnya dengan energi manna. Seketika dunia serasa melambat untuk beberapa detik ketika Jenghis melihat Smith tersenyum. Smith menekan sebuah tombol aneh di tangannya.


Tiba-tiba palu perang Smith berubah menjadi tangan penjepit yang terbuat dari besi dan mencengkram Yuki membuat Yuki terperangkap dan menabrak dinding di belakang Smith dengan sangat keras bahkan sampai meninggalkan bekas retakan di dindingnya.


Smith kemudian menggunakan tangan satunya yang berupa tangan robot menjadi perisai lingkaran sempurna untuk menangkis serangan Jenghis. Jenghis mencoba menghancurkan perisai Smith dengan serangan tebasan beruntun tapi perisai Smith tidak kunjung hancur juga.


Smith kemudian mendorong mundur Jenghis hingga akhirnya membuat Jenghis menabrak dinding dengan sangat keras bahkan sampai ujung bilah pedang yang menancap di bahu kiri Jenghis menembus hingga ke dinding dan itu membuat Jenghis menjerit dan melolong kesakitan. Darah Jenghis mulai membasahi dinding.


"Sudah kuduga level kalian dalam reflek bertarung berbeda dengan kami para pemain TSO berlevel 100." Kata Smith dengan nada kecewa.


"Aku heran saja kenapa Valon memilih makhluk lemah seperti kalian untuk menjadi peliharaannya. Kalian bahkan tidak pantas untuk menjilati kaki dari Valon the Dragnel. " Kata Smith memutar-mutar bilah pedangnya yang tentu saja membuat luka tusukan pedang di bahu Jenghis semakin perih dan sakit. Jenghis pun melolong sekencang-kencangnya.


Tiba-tiba rombongan tetua Assassin turun dari lubang yang Smith, Yuki, dan Jenghis buat tadi. Mori dengan cepat mendarat di dekat Yuki.


"Tunggu sebentar, Grand Master. Akan kulepaskan kau dari penjepit sialan ini." Mori pun dengan segenap tenaganya mencoba melepaskan penjepit besi yang membuat Yuki tak bisa bergerak.


"Cepat juga kalian kemari." Kata Yuki dengan lega.


"Kami melihat ada 2 ledakan manna yang sangat dahsyat tadi. Kami pun setuju untuk ke ledakan manna terdekat lebih dahulu. Kami menemukan lubang dan mendengar jeritan Jenghis tadi. Jadi kami masuk kemari." Kata Nishimiya yang juga mendarat di dekat Yuki dan memotong setiap jari penjepitnya. Yuki pun bisa bergerak bebas kembali.


"Hey aku berusaha membukanya!" Seru Mori yang segera menjauhkan tangannya tadi sebelum Nishimiya memotong setiap jari penjepit tadi.

__ADS_1


"Kelamaan." Kata Nishimiya dengan singkat. Setelah itu terdengar suara tendang diikuti Smith yang terlempar menghancurkan dan menembus tembok tepat di samping mereka.


"Jenghis kau baik-baik saja?" Tanya Nishimiya untuk memastikan.


"Apakah seperti ini terlihat baik-baik saja?!" Seru Tenzin memapah Jenghis.


"Tidak. Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah datang membantu. Omong-omong tendangan bagus, Shizuku." Kata Jenghis dengan lega.


"Kau bisa mengandalkanku." Kata Shizuku memberi jempol ke Jenghis.


"2 lawan 1 satu terlalu sedikit." Kata Yuki.


"Tentu saja, 6 sebagai tim melawan 1 baru seimbang" Seru Tenzin mengeluarkan cakarnya.


"Aku juga tidak keberatan. Pasti akan kesepian bukan jika hanya sebagian dari kalian yang mati." Kata Smith yang melemaskan lehernya. Kemudian Smith membuka layar console nya untuk mengambil kapak emas bermata 2. Tidak sampai di situ Smith juga mengeluarkan beberapa gulungan dari inventory nya.


Smith melemparkan 4 gulungan nya kemudian keempat gulungan itu terbakar di udara. Muncullah 3 NPC buatan Smith.


NPC pertama bernama Lizard Shaman, yang berbentuk seperti Lizardman yang kulitnya dibalut perban kusam dan menggunakan armor bertema Aztec dan membawa tongkat berbentuk palu. Berlevel 87.


NPC kedua adalah Ghost Assassin. Hantu dengan pakaian Assassin timur Tengah yang kusam dan sudah koyak dengan mata putih menyala dan menggunakan 2 dagger. Berlevel 78.


NPC terakhir adalah seorang wanita cantik yang seksi dan seperti malaikat dengan bersenjatakan busur dan anak panah. Mengenakan helm bersayap dan baju zirah putih dengan motif berwarna emas. Bernama White Azazel. Berlevel 95.


"Astaga... " Kata Tenzin yang terpesona akan kecantikan NPC wanita itu. Dengan kesal Nishimiya memukul kepala Tenzin.


"Fokus! Tolol!" Kata Nishimiya dengan kesal dan wajah merah. Yuki yang melihatnya langsung tersenyum karena ternyata ada yang cemburu disini.


"Kau tidak perlu memukul ku juga!!" Seru Tenzin memegangi bekas pukulan Nishimiya yang mendarat di kepalanya.


"Mati bersama-sama juga bagian dari kerja sama tim, benar bukan?" Kata Smith dengan menyeringai jahat.


Yang awalnya 6 lawan 1 menjadi 6 melawan 4 yang perbedaan kekuatan tiap individunya bagaikan langit dan bumi. Alias berbeda jauh.

__ADS_1


__ADS_2