Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Pemburuan Terakhir (Bagian 3)


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kau mengikuti jalan yang ditempuh Hassan untuk berkhianat kepadaku, Kraven." Kataku sedikit kesal. Kraven hanya menjawab dengan senyuman tipis.


"Berpindah pihak agar presentase kemenangan lebih tinggi bukanlah sesuatu yang baru di Perang Mitologi, tuanku." Kata Kraven dengan santainya dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Kupakai zirah Obsidian Gydra.


Tanpa Kraven sadari aku sudah berada dibelakangnya. "Ini pilihanmu Kraven. Jika kau menghianatiku maka kematian adalah balasanmu." Kumpulkan energi shadow ditangan kiriku dan bersiap meninjunya dari belakang.


" Divine Spirit : Panther " Setelah Kraven merapal kalimat itu Seekor harimau kumbang keluar dari punggung Kraven dan menggigit tanganku sebelum benar-benar mengenai punggung Kraven.


Skill atau kemampuan ini tidak ada di TSO! Aku bahkan tidak tahu ada legenda pahlawan ataupun dewa yang bisa menggunakan roh suci sebagai bidaknya. Panther itu menyerangku menggunakan ekornya yang ia ubah menjadi jangkar kapal raksasa. Dari segi kemampuannya sama seperti Wrath.


Aku pun berteleportasi ke depan Kraven. Tangan kiriku sudah menggenggam pedang yang sudah siap kusabetkan ke leher Kraven. Tiba-tiba dari pijakanku tersembur api setinggi 5 meter. Aku pun segera bersalto kebelakang demi menjaga jarak.


Seekor burung elang berwarna hitam legam dan seluruh tubuhnya yang terbakar menjadi bara dengan panjang 2 meter terbang di atas Kraven.


"Shikigami ya..." Kataku mencoba menganalisa.


"Benar, tuanku. Mereka adalah Shikigami yang sudah kujinakkan." Jelas Kraven. Tiba-tiba ada serangan petir dari samping kananku. Serangan petir yang dilancarkan sama seperti rudal. Meskipun aku sudah menghindarinya serangan petir itu berbelok dan mengarah dan menuju kepadaku lagi. Kuputar pedangku dan menepis serangan petir itu sehingga petir itu hancur dan terbelah menjadi 2 dan meledak di udara kosong.

__ADS_1


"Lawanmu bukan hanya Kraven saja, Valon." Kata Regila memperingatiku. 2 lawan satu dengan kemampuan jarak menengah-jauh. Sekalipun aku bisa mendekati mereka, mereka tetap bisa menyerangku dan menjaga jarak lagi. Lawan yang menyebalkan.


Baiklah sepertinya menahan diri untuk sejauh ini sudah cukup. Kulepas zirah Obsidian Gydra yang melekat di tubuhku. Kugunakan item cheat-ku untuk melepas wujud Avatar "Tatsumaki Gen." Tubuhku menjadi setinggi 2 meter. Dengan aura hitam legam yang menyelimuti ku. Baju zirah dengan motif naga berwarna hitam dengan motifnya yang berwarna merah darah. bertanduk 4 dengan mata merah menyala. Diikuti dengan ekor naga yang panjangnya sekitar 3 meter sebanyak 10 ekor yang melambai-lambai diudara kosong.


"Akhirnya kau menunjukkan wujud aslimu, Valon." Kata Regila.


Regila pun mulai merapal magic skill : black hole. tidak sampai disitu, dia juga melipatgandakan jumlah black hole-nya menjadi 6 bola di sekitarku. Magic skill seperti ini bisa membuat 3 party berlevel 90 keatas menjadi ciut. Tapi....


"Magic skill : Black Zone." Kulenyapkan semua bola black hole disekelilingku menggunakan hentakan energi Manna yang bisa diledakkan dengan jarak tertentu. Magic skill ini ada di tingkat 7.


"Tidak mungkin! Meskipun kau adalah top player di TSO seharusnya kau tidak bisa memusnahkan semua Black Hole itu dengan sekali serang!" Regila begitu terkejut. ya tentu saja. Bahkan sekalipun aku di Apocalypse, aku tetap merahasiakan beberapa kartu truf-ku untuk berjaga-jaga. Panther milik Kraven mencoba menyerangku dengan serangan gasing. Tapi aku bisa menahannya cukup dengan violet Barrier. Panther ini bahkan sampai mencoba semua titik di permukaan Violet Barrier.


"magic skill : Flame Of Hell." Membuat semua objek dalam jangka paling pendek sekitar 6 meter untuk terbakar. Semua target yang terkena api ini akan terbakar sampai hancur. Bahkan jika aku menaikkan levelnya bisa sampai tahap merusak item secara permanen. Tingkatan adalah tingkat 7. divine Spirit : Panther pun hancur tak tersisa.


"Kraven sekarang!" Kata Regila. Kraven pun mengangguk dan menyuruh burung elangnya untuk menyerangku. es apabila tiba-tiba diberi suhu yang sangat panas akan memicu ledakan karena terjadi perbedaan suhu yang sangat drastis. Burung elang Kraven pun mengepakkan sayapnya dengan sangat kencang dan mengeluarkan tornado api yang sangat besar. semua serpihan es, debu, dan tanah terhisap ke dalam tornado itu. Ledakan dadakan terjadi dan suaranya begitu kencang.


"Apakah kita berhasil?" Tanya Regila.


Akupun dengan sangat santai keluar dari kobaran api. Tentu saja serangan gabungan secacat itu belum bisa membunuhku. Jangankan membunuhku, Menandingi tingkat regenerasi saja masih kalah. Bagiku serangan seperti tadi sama seperti gigitan nyamuk.

__ADS_1


Smith yang mengetahui kalau aku menggunakan wujud asliku dan sedang membelakanginya dengan cepat menghiraukan Jenghis dan Riza dan mencoba menyerangku dari belakang. Smith menyerang kepalaku menggunakan kapaknya. Jelas kapak itu tidak berdampak apapun kepadaku.


"Tak kusangka kau berani memukul dengan niat membunuhku." Kataku. Smith yang mengetahui serangannya tidak mempan segera menyerang lagi dengan menarget dadaku. Tak kusangka kalau kapak ini begitu ringan seperti kapas. Padahal bekas pukulan itu membuat pasir di belakangku menjadi terbelah hingga puluhan meter.


Kuremas bilah kapak itu hingga hancur. Kucekik Smith dan kupukul wajahnya berkali-kali. Kulempar Smith dengan begitu mudahnya hingga dia terbanting ke tanah dengan sangat keras.


Smith yang merasa percaya diri jika dia beradu fisik denganku segera berdiri dan mencoba mengajakku sparing. Aku pun meladeninya. Kutahan kedua tangannya kemudian menonjok wajahnya dengan sangat keras. Kupukul dadanya secara bertubi-tubi. Ketika Smith mencoba membalas untuk memukulku, kutarik tangannya yang ia gunakan untuk memukulku lalu kupukul wajahnya lagi. Smith masih belum menyerah, dia mencoba menyerangku dengan knuckle miliknya. Tapi dengan cepat kuhancurkan pertahanannya dan mematahkan salah satu tangannya.


Kutarik kepalanya dengan sangat kencang dan membenturkan wajahnya ke lututku kemudian menendangnya hingga terpental dan terkapar ke tanah.


Dari belakangku, burung elang milik Kraven mencoba menyambarku. Tapi aku segera menangkapnya. burung elang itu meronta-ronta mencoba untuk lepas dari cengkraman ku tapi tidak mampu. Kuputar lehernya hingga terdengar suara tulang patah. Burung itu pun lenyap seperti abu dari bara api yang baru saja padam.


"Dengan begini semua Shikigami-mu hancur." Kataku mencoba memperingati Kraven. Aku berteleportasi tepat di hadapan Kraven. Wajah Kraven begitu ketakutan. Aku langsung sadar, Kraven bukan tipe orang yang mudah berkhianat. Ini pasti adalah.....


Kucekik leher Kraven hingga membuatnya kehabisan nafas. Kraven secara perlahan berubah menjadi sosok yang sangat kukenal. Yuna. "Tolong, jangan sakiti aku tuanku." Kata Yuna memohon. Tapi aku tahu dia bukan Yuna. Yuna tidak mungkin ada disini.


"Kau suka ya? Memakai wujud dan kemampuan orang lain... Envy?" Tanyaku mengintimidasi.


Envy yang masih menggunakan wujud Yuna tersenyum bengis dihadapan ku. Tunggu?! Dia tahu wujud Yuna?!!!

__ADS_1


Aku segera membanting Envy ke pasir dengan sangat keras. Bahkan sampai wajahnya saja yang terlihat.


"KAU APAKAN WANITA-WANITAKU DISANA!!!??" Bentakku.


__ADS_2