
"Kita tidak mungkin bisa mengalahkannya!" Jerit putus asa dari gadis magic caster itu.
"Tenanglah, kak." adik tomboynya mencoba untuk menenangkannya dengan mengusap punggungnya.
"magic skill : Water cleaning." Wanita berambut pink itu pun membersihkan bekas ompolnya dengan magic skill itu. Aku tidak menyangka kalau magic skill sampah itu bisa digunakan untuk hal seperti itu.
Kubalut kembali tanganku dengan skin avatar dari "Tatsumaki Gen". Luar biasa, mereka sudah siap menyerangku lagi dengan mengambil posisi kuda-kuda masing-masing.
Aku pun sempat tertawa. Mereka bertiga kebingungan dan saling tukar pandang.
"Kenapa kau tertawa?!!" wanita berambut pirang tipe fighter itu membentakku. Aku pun segera menyelesaikan tawaku.
"Tidak, tidak. Tak kusangka untuk orang selevel kalian yang sudah tahu level lawan kalian jauh melebihi kalian masih kalian lawan. Luar biasa. Sebagai hadiahnya akan kuberi kalian kematian tanpa rasa sakit. Magic Skill : Life Absorb." Sebuah aura biru berpendar di tanganku. Mereka langsung pucat melihatnya dan mulai berpencar.
"Magic Skill macam apa itu?!" Kata wanita pirang taekwondo dengan ketakutan.
"Aku tidak tahu. Sepertinya dia atas tingkat 3!" Sama paniknya dengan adiknya, wanita pirang magic caster itu juga panik. Magic Skill : Life Absorb, Magic Skill yang hanya di miliki oleh magic caster dengan ras undead. Jika diurutkan dari tingkatannya, Magic Skill ini ada ditingkat 5. Membuat siapapun yang terkena magic skill akan kehilangan MP,XP, dan HP-nya disaat bersamaan. Jika ditingkatkan hingga level maksimalnya maka dapat menyedot MP, XP, dan HP hingga habis dalam waktu 15 detik.
Aku langsung mengaktifkan Magic Skill : Legend Of Sarutobi.
"Terima ini!" Wanita berambut pink itu menyerangku dengan 2 cakramnya yang dia lempar menggunakan magic skill tipe gravitasi. Kutangkis kedua cakram itu dengan tangan kosong. Aku pun menghilang dari pandangan mereka. Mereka kebingungan dan mencari dimana aku berada.
"Dengan ini berakhir sudah." Kataku sudah dibelakang wanita berambut pink itu. Dia bahkan tidak bisa breaksi sedikitpun.
__ADS_1
"Sudah kubilang, Kau banyak sekali celah!" Kusentuhkan telapak tangan kananku kepunggungnya. MP,XP, dan HP-nya terhisap dengan sangat cepat. Tubuhnya mengeluarkan aura biru yang sama dengan aura yang ada di tanganku. Seketika dia langsung terjatuh ke depan dengan wajah seperti orang yang terkejut. Pandangannya kosong dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka. Dia sudah mati.
"Baiklah, tersisa kalian berdua. Silahkan rapatkan rencana kalian. Kuberi kalian kesempatan." Kataku menduduki mayat wanita berambut pink. Mereka sangat ketakutan. Hampir tidak bisa bergerak sedikitpun. Kaki mereka bergetar, setiap gerakan yang mereka lakukan sangat kaku. Tapi mata mereka penuh tekad untuk balas dendam. Bagus, aku suka itu.
Tatapan mereka membuatku teringat akan masa laluku.
Mereka kemudian saling tukar pandang dan mengangguk. Mereka seperti menggunakan telepati ketika membuat rencana. Sang adik ahli taekwondo langsung berlari menerjangku bagaikan seekor harimau yang kelaparan. Kakaknya merapal mantra.
"Magic Skill : Silent Nature!" Setelah Magic skill itu aktif, lingkungan disekitarku langsung berkabut. Dari kananku muncul lemparan pisau sebanyak 3 bilah. Semuanya kutangkap dan kulemparkan langsung ke depan. Dengan penuh tekad wanita taekwondo itu berteriak menerjangku dan bersiap ingin menendangku dengan sekuat tenaganya.
"Nyali besar juga! Tapi!...." Aku memperingatkannya. Kutebas tubuh wanita itu dengan pedangku hingga tubuhnya terbagi dua secara horizontal. Mayatnya langsung terjatuh tepat di depanku.
"Lakukanlah dengan diam-diam setidaknya" Kataku. Sang kakak sekarat akibat terkena lemparan pisauku tadi. 1 pada kaki, 1 pada bagian ginjal, dan yang terakhir pada jantung. sebelum aku melemparkannya kembali aku memberikan sedikit racun pada setiap bilahnya. Sang wanita magic Caster pun memuntahkan darah kemudian terjatuh dan mati karena terkena racun. Efek dari Silent Nature pun memudar dan menjadi normal.
"Kau ini kejam banget, ya. Kau bahkan tidak menghentikanku ketika aku membunuh mereka." Kataku dengan sedikit mencemoohnya. Aku pun berjalan mendekatinya.
"Sudah jadi pilihan mereka ketika mereka memutuskan untuk bertarung melawan kakak. Mereka juga seorang tetua. Seharusnya mereka tidak bersikap kekanak-kanakan dengan menyerang keluargaku secara sembarangan. Kematian mereka pun pantas menurutku." Jelas Yukki. Kurasa itu pembelaannya kepadaku. Tapi aku meskipun aku mengenal dunia game ini tapi masih ada beberapa hal yang tidak kuketahui. Karena itu....
"Magic Skill : Rebirth." Kuhidupkan kembali semua orang telah kubantai dan yang kubunuh tadi. Magic Skill ini memungkinkan penggunanya untuk membangkitkan orang yang telah mati atau terbunuh dengan syarat level magic skill-nya lebih tinggi dari level yang dibangkitkan. Karena magic skill sudah mencapai level maksimalnya yaitu level 100 maka aku bisa dengan mudah membangkitkan siapapun berapa pun levelnya.
Lingkaran sihir berwarna putih bersinar melingkup mayat mereka. Mayat mereka pun menghilang seperti sedang dimurnikan kemudian muncul kembali dalam keadaan utuh dan sehat wal Afiat, lingkaran sihir putih itu pun pudar. Yukki sedikit terkejut melihatku yang bisa melakukan pembangkitan. Mereka pun perlahan membuka mata mereka seperti orang bangun dari tidurnya.
"Bagaimana rasanya dibunuh dan mati?" Tanyaku langsung. Mereka pun langsung terkesiap dan memeriksa bagian tubuh mereka. Tentu saja tidak ada luka sedikitpun.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?! Kami bukannya..." Pria besar yang menggunakan mantel hitam dengan tudung berbulu itu pun sadar kalau aku yang membangkitkan mereka.
"Apakah anda yang membangkitkan kami?" Tanya pria itu dengan ketakutan dan perasaan bercampur aduk lainnya.
"Selamat atas kebangkitan kalian wahai makhluk-makhluk lancang. Apakah kalian sudah mengakui sebagian kecil kekuatanku?" Sambutku dengan angkuh.
Pria itu langsung mengambil posisi berlutut ke arahku. "Saya tetua dari Klan Saru, Mori siap melayani dan bersumpah setia kepada anda, makhluk agung." Kata Mori. Aku pun melihat yang lain. Mereka sempat kebingungan dan akhirnya mengikuti Mori.
"Saya tetua dari Klan Kitsune, Nishimiya siap melayani dan bersumpah setia kepada anda." Kata wanita berambut pink yang menyatakan kesetiaannya. Kedua saudari kembar itu juga langsung dengan sigap mengikuti.
"Saya tetua dari Klan Taka, Shizuku...." Kata wanita pirang ahli taekwondo.
"Da-dan saya tetua dari Klan Hebi, Shizuka..." Kata wanita pirang magic caster.
"Siap melayani dan bersumpah setia kepada anda." Ucap mereka secara bersamaan. Dengan begini keempat klan sudah berada di tanganku. Tersisa 1 klan lagi, Klan Ogami.
"Dan untuk Klan Ogami, Tenzin. Siap melayani dan bersumpah setia kepada anda." Tiba-tiba ada suara di samping kiriku yang sempat membuatku terkejut. Seorang pemuda botak licin tapi tampan mengenakan pakaian kulit berlutut kepadaku. Yukki mendekatiku dan membisikkan sesuatu kepadaku.
"Dia dari awal sudah ada ketika kakak mulai bertarung melawan 4 tetua tadi. Dia mengagumi kakak." Bisik Yukki. Meskipun aku kurang yakin maka dari itu aku menanyakannya.
"Tenzin, apa alasanmu?" Tanyaku sedikit menaruh curiga kepadanya.
"Anda bahkan membangkitkan semua tetua yang sangat jelas berbuat lancang kepada anda. dan tentu saja anda yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Putri Yukki jelas harus kami muliakan dan bersikap hormat sebagai tuan rumah." Jelas Tenzin. Hoo dia pintar berbicara juga. Boleh lah.
__ADS_1
"Jadi begitu." Responku. Dan akhirnya aku mendapatkan seluruh pengakuan tetua di setiap klan.