Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Akhirnya Kami Bertemu


__ADS_3

"Bolehkah aku menyimpan mayat temanmu itu?" Tanyaku menunjuk mayat wanita berambut hijau bensin yang di peluk oleh Shasa. Yah nama gadis yang tidak sengaja kuselamatkan adalah Shasa, Shasa Filla. Shasa adalah assassin bayaran dari negeri selatan yang di bayar dan disewa untuk melayani negeri kutub Utara bersama dengan Clove, wanita yang mati di bunuh oleh Jack Ripper.


Tidak heran Jack Ripper sangat nafsu dengan mereka, mereka cantik dan manis, mereka memiliki skill yang lumayan bagus dan sangat berguna sebagai assassin. Akan sia-sia jika tidak kumanfaatkan kebaikannya ini.


"Tentu, sudah kubilang. Aku akan memberikan apapun untukmu." Kata Shasa mengusap air matanya. Alasan kenapa aku meminta jasad Clove karena item kelas Epic : Heaven Chain Of Enkidu mendapat notifikasi aneh setiap aku mendekati mayat Clove. Karena penasaran dan notifikasi ini cukup mengganggu seperti pesan SPAM maka ku transfer item tersebut ke data milik Clove. Awalnya tidak terjadi apapun. Sesaat Tubuh Clove pun mulai bersinar dan mengeluarkan Kilauan berwarna emas. Tubuh Clove bercahaya sangat terang hingga membuatku silau.


Cahaya pun mulai meredup secara perlahan. Rambut panjang Clove yang berubah warna yang awalnya hijau bensin menjadi biru tua dengan ujung rambut berwarna putih. kulitnya tidak lagi pucat. Clove pun mencoba membuka matanya. "Bagaimana?! Bagaimana bisa?!" Entah itu terkejut karena senang atau terkejut karena takut dari Shasa.



(ilustrasi : Enkidu menggunakan tubuh Clove)


"Clove?" Ekspresi Shasa seperti ingin menyentuh dan melihat barang yang bagus dan mahal. Clove melihat Shasa dengan tatapan aneh. "Clove? Jadi gadis yang kupakai tubuhnya ini bernama Clove?" Clove melihat kedua telapak tangannya.


Seketika wajah Shasa kembali kecewa. Tapi setelah itu senyum ikhlas dari wajahnya pun terlihat. Shasa tahu aku tidak menghidupkan Clove kembali. Tubuh Clove kini telah digunakan sebagai wadah roh legenda Enkidu. Enkidu menoleh ke arahku dengan tatapan bingung.


"Kau yang memanggilku ke dunia ini?"Tanyanya memiringkan kepala.


"Ya. Secara tidak sengaja." Jawabku singkat.


"Baiklah. Ini tidak akan mengubah fakta yang membunuh Clove. Lebih baik kita segera mencarinya." Kata Shasa mulai berjalan cepat. Kutangkap tangannya agar berhenti.


"Aku suka semangatmu itu. Walaupun tidak memerlukan bantuan mu. Kita tetap perlu rencana yang matang." Kataku. Dari ekspresi Shasa sepertinya dia menahan rasa malunya. Aku memandang Clove yang sudah dirasuki roh legenda Enkidu.


"Ayo kita buat kontrak." Kataku mengulurkan tanganku kepada Enkidu.


"Kau cukup angkuh juga. Meskipun aku tidak bisa melihat batas Manna mu tapi hukum mutlak Perang Mitologi :



__ADS_1


Para Dewa, Para Ruler, Bahkan Pihak Raja iblis seperti para OVERLORD dilarang ikut sebagai peserta perang Mitologi.




Ousama tidak bisa menjalin kontrak dengan lebih dari 1 Slave.




Itu peraturannya. Aku tahu kau telah menjalin kontrak Slave sebelumku. Terlihat dari segel kontrak di tangan dan wajahmu." Jelas Enkidu.


"Setahuku tidak ada yang namanya para dewa. Mereka aslinya fiktif dan tidak nyata. Jika ingin berpikiran tetap logis menurutku para "dewa" hanyalah orang-orang yang diberi kelebihan melebihi manusia normal sehingga dijadikan panutan atau bahkan di sembah."Kataku.


Enkidu merasa seperti diremehkan. Tapi dia tetap tenang.


"Kalau kau masih bersikeras maka lawan aku. Buat aku tunduk dihadapanmu. Kalian berdua boleh kerja sama untuk mengalahkan ku. Jika kalah dariku maka biarkan aku melakukan sesukaku." Kata Enkidu. Ok, dia mulai besar kepala.


"Owh aku tidak masalah kalau kalian bertiga." Kata Enkidu mengeluarkan portal untuk melancarkan serangan. 2 rantai dengan ujungnya terdapat tombak emas meluncur ke arah wajahku. Shasa langsung kedepanku untuk menjadikan tubuhnya sebagai tameng tapi Riza langsung kedepan Shasa untuk menangkap 2 rantai itu.


"Tidak ada kesempatan untuk kedua kalinya. Jalinlah Kontrak dengan beliau lalu kulupakan ketidaksopananmu ini." Riza masih menahan rantainya.


"Konyol!" Kata Enkidu menarik Riza ke arahnya. Tangan Enkidu sudah siap melancarkan pukulan. Riza menahan pukulan Enkidu dengan tangan naganya. Gelombang besar tak terhindarkan menyapu tanah sedalam 8 cm. Riza kemudian membalas pukulan Enkidu dengan tangan kanannya dengan kepalan tinju yang sudah dilapisi air suci.


Pukulan Riza hanya mengenai tanah pijakan Enkidu. "Kau mulai tumpul, Seiryuu."


"Benar begitu?" Dari bekas tinjuan tadi air menyemprot dengan kencangnya mengenai Enkidu dan membuatnya terpental. Ketika terpental di udara Enkidu menembakkan ratusan rantai kepada Riza. Dengan gesit, Riza menghindarinya dan meluncur ke arah Enkidu. Rantai rantai yang meluncur menciptakan ledakan di saat pendaratan. Riza pun menjadikan salah satu rantai Enkidu untuk pijakan mendekati Enkidu.


"Dengan begini, buatlah kontrak dengan beliau." Kata Riza. Enkidu menembakkan lagi rantainya dan berhasil membuat Riza terikat dengan rantai.

__ADS_1


"Kurasa tidak." Kata Enkidu. Riza pun langsung berubah menjadi wujud naga birunya. Enkidu juga tidak kalah ngerinya. Enkidu mengeluarkan ratusan rantai yang besar. Gelombang pertarungan itu membuat badai dan gempa bumi. Guntur mulai menyambar.


Sang naga biru langsung menerobos semua rantai yang mencoba mengikatnya. Tapi usahanya gagal. Rantai Enkidu terlalu banyak dan tidak bisa dipotong oleh siapapun, dewa sekalipun.


"Sudah kubilang. Itu percuma." Kata Enkidu meremas Jarinya perlahan untuk mengencangkan rantai kengkangannya. Sang naga pun mulai berhenti memberontak. Tapi sang naga mulai tersenyum seolah melihat kemenangan.


"Kurasa iya." Riza dari belakang mengeluarkan tendangan naga es. Enkdu tidak sempat menghindarinya. Ternyata naga itu hanyalah pengalih perhatian. efek tendangan Riza membuat badai salju selama 15 detik. Kulindungi Shasa menggunakan violet barrier.


Riza membuat hasil karya es yang luar biasa. hampir separuh kota tertutup dengan duri es raksasa. Enkidu membeku di tengah bongkahan es berduri itu.


Tiba-tiba di tempat kami bertarung. Datang ribuan pasukan berkuda dan infantri mengepung kami.


Riza pun mencairkan duri es raksasa itu dan mengambil Enkidu yang tidak sadarkan diri. Apa yang terjadi dibawah sana? Riza panik melihatku di kepung para pasukan es tepat dibawahnya. Tentu saja karena ulahmu Dewi naga sialan! Mereka mengira kita ******* yang melancarkan bom es bunuh diri bersekala dewa. Celetukku.


Tapi dengan cepat Shasa mengendalikan situasi dan berbicara kepada ketua pengepungan bahwa aku hanyalah anak yang tersesat yang sedang diselamatkannya. Tubuh bocah ini ternyata masih ada gunanya. Aku menyuruh Riza mengamankan Enkidu dan segera meninggalkan tempat itu. Riza langsung melakukannya tanpa basa-basi.


Datanglah satu kereta kuda kerajaan yang di tarik menggunakan 2 beruang kutub besar. Semuanya langsung membuat jalan lurus antara pintu kereta denganku.


Keluarlah sosok wanita muda berambut krim yang panjang sisi belakangnya saja, bermata abu-abu gelap, berwajah cantik, menggunakan kimono kerajaan berwarna putih dengan hiasan bunga pink yang dikawal oleh 6 orang yang menarik, mereka memiliki hawa membunuh yang besar. Terhadapku. Semuanya langsung berlutut kecuali aku.


"Aku tidak menyangka kau akan berkunjung kemari. Seharusnya kau mengirimiku pesan sehingga aku bisa menyambutmu." Wanita itu memegang pipiku. Yuna dan Gata langsung berteleportasi dan menodongkan senjata ke arah wanita didepanku.


Para prajurit langsung reflek mengeluarkan senjata mereka. Tapi tangan wanita itu memberikan tanda bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Para prajurit pun menurunkan senjata dan langsung menjaga jarak. Yuna dan Gata pun langsung menyimpan senjatanya.


"Perlukah aku mengetuk rumah istriku sendiri, Alice? Tentu saja aku ada keperluan ke sini." Kataku. Semua orang langsung terkejut.


"Sepertinya kita mengincar hal yang sama. Jester ya?" Tanya Alice. Aku pun mengangguk.


Ya. Wanita penguasa negeri kutub Utara adalah istriku didunia nyata dan di dunia TSO. Shirona Alice.


__ADS_1



(Ilustrasi : Istri pertama Tatsumaki Gen, Alice)


__ADS_2