
(4 tahun lalu, Ibukota Blizzard, Benua Utara)
(Sudut pandang : Alice)
Jika kalian penasaran bagaimana rasanya melahirkan bayi. Kalian tidak akan bisa membayangkannya. Rasanya seperti ingin buang air besar tapi sangat perih dan menyakitkan di bagian kewanitaan. Itu yang kurasakan ketika mencoba melahirkan bayi ini. Apalagi memiliki anak kembar.1 bayi sudah berhasil keluar. Tersisa 1 lagi.
"Eeaaaggghhh!!!!!!!" Karena tidak ada pegangan yang cukup kuat untuk kujadikan bahan pelampiasan rasa sakitku maka aku meremas tangan Ikaris dan Enkidu sekencang-kencangnya.
"Saya bisa melihat kepalanya! Kerahkan semua kekuatan anda baginda!" kata sang tabib di balik selimut yang kukenakan. Oh iya, karena tabib yang sudah tua itu meninggal akibat serangan dari Envy, Elizabeth yang menggantikannya. Dia adalah pemain TSO bertipe healer yang diampuni oleh Gen dan diangkat menjadi tabib disini.
"Baiklah, Alice dalam hitungan......Aaaaagggghhh!!!!!!"' Bahkan Ikaris juga ikut merasakan kesakitan.
"Sedikit lagi!" Ketika Elizabeth itu mengatakan hal tersebut aku setengah lega dan kelelahan. Tapi aku belum boleh berhenti. Aku kerahkan seluruh tenagaku yang tersisa untuk mendorong anak ini keluar dari perutku.
Terdengar suara tangisan bayi yang membuatku ingin menangis. Kedua anakku lahir dengan selamat.
"Potong tali pusarnya dan siapkah air hangat!" Kata sang tabib tua kepada para dayang yang menjagalu selagi persalinan.
Setelah di potong tali pusar dan dibersihkan dari bercak darah, sang tabib memberikan anak keduaku didekatku.
"Imutnya, apakah dia perempuan?" Tanyaku dengan lemas.
"Ya. Anda melahirkan anak laki-laki dan anak perempuan kembar." Elizabeth melihat ke arah lantai dimana Ikaris dan Atalanta terkapar. Wajah mereka tampak pucat seperti orang keluarangan darah.
"Sampai kalian akan tergeletak di bawah sana?! Bisakah bawa mereka keluar." Elizabeth itu pun tidak habis pikir. Para dayang pun menyeret tubuh mereka seperti kantung sampah yang penuh.
"Akan anda nama apa untuk kedua anak ini?" tanya Elizabeth. Aku bahkan hampir lupa akan hal itu. Aku bahkan tidak pernah memikirkannya. Disaat seperti inj juga Gen malah menghilang. Setelah berpikir lama aku pun menemukan jawabannya.
"Hmm kau benar, tabib. Bagaimana kalau yang laki-laki adalah Ginga dan yang perempuan adalah Charlotte. Bukankah itu nama yang bagus?" kedua bayiku pun menjadi tersenyum maniscsetelah mendengar nama mereka.
"Sepertinya pangeran dan putri menyukainya." Kata Elizabeth.
__ADS_1
"Kalau begitu, Hari ini kalian akan di panggil dan menyandang nama Ginga dan Charlotte."
...****************...
Satu bulan setelah persalinan.
(Sudut pandang : Alice)
Setelah melalui fase pemulihan dan penyembuhan, aku sudah diizinkan untuk beraktivitas kembali. Tabib tua itu juga memberiku beberapa vitamin agar tetap kuat dan segar.Aku berencana menemui seseorang di penjara bawah tanah. Untuk mencapainya, seseorang harus melewati pintu bawah tanah yang dijaga ketat oleh patung golem es yang akan aktif apabila bertemu dengan penyusup. Setiap golem memiliki level 90.
Terdapat pintu dengan 2 daun pintu yang tingginya sekitar 2 meter. Pintu terbuka secara otomatis ketika aku sudah mencapai jarak tertentu dari pintu. Aku memasuki ruangan tersebut. Terdapat banyak sekali penjara dikiri dan kananku.
Aku pun berjalan ke arah salah satu sel tahanan. Di dalamnya ada seorang wanita berumur 17 tahun berambut pirang bergelombang dengan pakaiannya seperti shakira penyanyi lagu piala dunia "This for Africa". Tangannya terbelenggu oleh borgol yang dapat menekan manna. Itu juga berlaku untuk pemain maupun NPC.
Aku mengeluarkan singgasana emas dari Babylon Treasure untuk duduk di depan tahanan wanita tersebut.
"Selamat malam, Olivia Marrison." Sapaku dengan ramah tapi Olivia hanya diam dengan menatap lantai batu yang begitu dingin. Napasnya mengeluarkan hawa dingin. Dia jelas kedinginan.
"Pura-pura tidur ya? Aku tidak yakin kalau tidurmu nyenyak dengan suhu serendah ini." Hening beberapa detik.
"Untuk apa anda datang kemari?" Akhirnya Olivia mengatakan sesuatu. Aku pun mengeluarkan list kerugian akibat penyerangan Guild Apocalypse 7 bulan lalu.
"Kerusakan istana memakan biaya 80 juta coin emas, korban jiwa terdiri dari 37 orang prajurit dan 15 dayang, korban luka berat terdiri sekitar 250 orang termasuk warga sipil, Kerusakan bangunan disekitar dengan total perbaikan 47 rumah warga dan 10 gedung umum dengan jumlah kerugian mencapai 120 juta coin emas. Dengan jumlah mengerikan seperti ini bagaimana kami bisa meminta tebusan sebesar ini? Apa yang bisa kau berikan untuk kami?" Tanyaku.
Olivia yang dari tadi menatap ubin batu tahanan mulai menatap mataku. Wajahnya dipenuhi kekhawatiran dan ketakutan. Aku menyukai ekspresinya itu. Aku menjentikkan jariku kemudian Hassan datang berlutut disampingku.
"Kau ingin memberi salam kepada mantan Ousama-mu, Hassan?" Hassan hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah, apakah kau sudah menemukan panti asuhan milik Olivia Marrison?" Mendengar kalimat itu, Olivia segera terjatuh dari tempat kasurnya dan mulai merangkak ke arah jeruji karena kakinya juga terbelenggu.
"Sudah nyonya." Jawab Hassan.
__ADS_1
"Apapun itu tolong jangan libatkan anak-anak yatim piatu di panti asuhanku! Kumohon! Jangan libatkan mereka!" Dengan cepat kutendang jeruji besi tersebut dengan sangat keras bahkan sampai Olivia tersentak menjauh.
"Kau bahkan melibatkan warga-warga sipilku, menghancurkan beberapa fasilitas pemerintahanku, bahkan menghancurkan istana yang dibangun oleh seseorang yang sangat kucintai. Bukankah aku melibatkan sebuah panti asuhan rasanya kurang adil ya?" Olivia semakin terintimidasi dan terpojokkan mendengar pernyataanku.
"Panti asuhanmu berada di perbatasan Dynasty Bumi. Hassan sudah meletakkan beberapa bawahannya disana. Aku harap kau paham apa maksudku." Olivia pun menatapku dengan penuh rasa takut dan mengharap belas kasih.
"Aku melakukan penyerangan ke ibukota Blizzard juga bukan karena aku mau!" Suara Olivia menggema keseluruh lorong penjara.
"Mereka tahu aku memiliki potensi. Mereka menjanjikan bayaran dimana bayaran bisa menjadi pasokan uang untuk panti asuhanku. Bagaimana aku tidak tergiur oleh tawaran seperti itu, jelas aku menerimanya. Mereka juga memberiku item magic : Scroll Phone sebagai jaminan."
"Akhirnya kau buka mulut juga. Siapa yang kau sebut "mereka"?" Tanyaku. Olivia enggan mengatakannya. Bibirnya bergetar hebat entah karena kedinginan atau memang karena takut atau mungkin keduanya.
"Dynasty Kegelapan." Jawabnya. Aku pun mengerutkan dahiku setelah mendengarnya.
"Mereka adalah Dynasty yang berada di sisi lain dari benua Dynasty Bumi. Luasnya bahkan melebihi gabungan Dynasty Bumi, Angin, Api, dan Air. Menurut legenda ada 33 Makhluk Agung yang memimpin Dynasty tersebut. Aku juga mendengar kabar kalau seluruh Dynasty kecuali Dynasty milikmu bersatu untuk membentuk Aliansi untuk melawan mereka." Setelah mendengar penjelasan Olivia panjang lebar aku mencoba memutar otakku untuk mencerna informasi yang barusan kudapatkan.
Kami para Apocalypse memiliki kemiripan dengan Dynasty Kegelapan. Guild kami juga dikenal memiliki Dominion atau markas terbesar diseluruh TSO dan itu berupa sebuah benua raksasa. Dan jumlah anggota kami juga 33 orang sesuai dengan jumlah Makhluk Agung yang Oliva sebut tadi. Alasan mereka tidak mengajakku untuk beraliansi disebabkan laut teritoriku sering terjadi Dungeon Break dan banyak sekali World Boss yang bersemayam di dalamnya. Pengiriman surat model apapun tidak akan bisa sampai ke sini kecuali Genta.
"Kau tidak akan mendengarnya dariku. Tapi jikalau begitu.....lebih baik kau bunuh saja aku." Olivia tahu resikonya membocorkan informasi tentang kleinnya.
"Hmm... Cerita yang menarik." Mendengar aku menjawab dengan santai. Olivia mungkin menganggapku gila alih-alih psikopat.
"Aku tidak menyangka kalau kami menjadi seterkenal itu dikalangan pribumi." Kataku.
"Apa yang....kau..?.." Olivia bahkan bingung harus menggunakan kosa kata yang mana untuk menanggapi kalimatku tadi.
"Aku adalah salah satu dari 33 Makhluk Agung yang kau sebut legenda tadi. Dan mantan pemimpin Dynasty Kegelapan adalah suamiku yang memberiku hak atas wilayah Dynasty Air." Entah berapa level Olivia terkena penurunan mental.
"Berbahagialah, karena aku memberimu kesempatan kedua, Oliva Marrison. Bersumpah setialah kepada suamiku. Dan kami akan memberi kejayaan kepada panti asuhanmu." Aku pun memberikan item prototype scroll phone yang dulu pernah kurancang untuk meniru item scroll phone yang asli yang bahannya berasal dari artefak dengan penyimpanan MP yang sangat besar.
__ADS_1
(Ilustrasi : Alice setelah time skip 4 tahun)