Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Lahirnya Qirin yang Baru


__ADS_3

Selalu saja seperti ini. Kenapa selalu berwujud seperti?! Kenapa?!! Kenapa selalu berkelamin betina?!!! Bahkan untuk ukuran makhluk superior seperti World Boss. Apakah pengarang novel ini tidak memberiku kesempatan untuk memiliki seorang teman laki-laki selain Kraven dengan Drago.


Seorang wanita berambut panjang lurus dan berwarna orange, bermata hijau muda seperti giok, wajah manis berumur 17 tahun. Memakai pakaian ala asia seperti cina berwarna putih-hitam. Dikepalanya terdapat perhiasan seperti kalung yang tidak dimasukkan melalui kepala. Di kening wanita itu menggantung sebuah perhiasan seperti kristal berwarna putih susu berbentuk belah ketupat.


"Untuk ukuran World Boss kau cukup tangguh juga. Dan apaan wujud itu? Apakah kau mencoba menggodaku dengan wujud itu?" Tanyaku dengan polosnya. Raut wajahnya Qirin berubah menjadi kesal.


"Kenapa? Kau tertarik?" Tanyanya dengan percaya diri.


"Tidak juga." Kataku dengan cepat. Jika topik pembahasan ini diulas lebih lanjut akan berakhir hubungan "pemaksaan" nantinya.


"Ya sudah. Sepertinya aku terpaksa untuk jujur, Aku sekarang dalam kondisi terlemahku. Bahkan aku sampai ketahap wujud makhluk rendahan seperti manusia." Kata Qirin dengan santainya. Jujur saja, aku tidak peduli dengan kondisinya sekarang ini.


"Hoo.... Tak kusangka kau akan membongkar itu kepadaku." Kataku terkagum. Qirin hanya menjawabnya dengan senyuman tipis.


"Tapi jangan gagal paham dulu. Hilangnya kekuatanku belum pasti menjadi faktor kemenanganmu!" Qirin mengangkat tangannya. Petir menyambar tangannya yang ia angkat ke langit. Tangannya tiba-tiba sudah menggenggam pedang katana. Dia tahu tidak akan bisa menang melawanku dengan segala jenis pertarungan. Maka dia memutuskan untuk menggunakan tekad bertarungnya dengan satu serangan besar dan cepat. Dia memang tidak pilihan lain.


"Kalau begitu, buktikan." Kataku.


Tubuh Qirin mengeluarkan aura petir hitam dan ungu. Qirin juga segera mengambil kuda-kuda seorang ahli samurai. Tiba-tiba terjadi ledakan cahaya yang sangat terang. Ledakan cahaya itu meredup dan menghilang. Batu-batu disekitarku terpotong menjadi beberapa potongan seperti kue. Qirin juga sudah ada dibelakangku dengan katananya yang sudah keluar dari sarungnya.


"Kekuatan OVERLORD....memang.....tidak bisa dianggap remeh...." Kata Qirin dengan terbata-bata. Katananya patah menjadi 4 bagian. Tubuhnya tiba-tiba terkena 7 sayatan dalam sehingga menyebabkan Qirin pendarahan hebat. Tubuhnya ambruk kedepan dan tersungkur diatas air.


"Remeh sekali. Terima kasih telah mencoba." Kataku. Aku pun menengok kebelakang. Naava kemudian datang menggunakan roh elang emasnya dan mendatangiku. Naava pun melompat dari elang tunggangannya dan membelakangiku. Matanya terbelalak. Aku tahu dia syok melihat wujudku. Wujud dari Valon the Dragnel.


"Gen, itukah kau?" Tanyanya berjalan perlahan mendekatiku.


"Jika kau memang takut kau tidak perlu mendekat." Kataku memalingkan wajahku dari Naava.


"Ini adalah wujud asli dibalik seorang bernama Tatsumaki Gen. Wujud yang tidak diinginkan oleh siapapun. Ditakuti dan dibenci." Kataku. Tiba-tiba suara seseorang berlari di air dangkal terdengar. Aduh..... rasanya sakit.


Naava menamparku wajahku dengan melompat dan membuatku sangat syok. Padahal tubuhku sangat resistant terhadap serangan fisik. Tapi entah kenapa pukulan tadi begitu sakit. Aku kemudian melihat wajah Naava. Diluar dugaan, matanya berkaca-kaca menahan tangis.

__ADS_1


"Sedangkal itukah kau menilai seorang wanita?" Tanya Naava dengan suara perau. Aku bahkan tidak bisa membalas perkataan Naava tadi.


"Aku bahkan meminta bertunangan denganmu bukan karena tampangmu yang sok imut itu!" Bentaknya. Tunggu sebentar, kok 3 kata terakhir dari perkataannya membuatku kesal ya?


"Aku tidak peduli kau seperti apa! Jika aku menginginkannya maka kau harus menjadi milikku! Sekalipun harus berakhir saling bunuh dengan wanitamu yang lain." Katanya dengan nada yang berat. Lagi-lagi aku tidak bisa berkata-kata lagi. Naava kemudian memeluk tangan kananku dengan sangat erat.


"Kumohon, jangan sebut dirimu sebagai seseorang yang mengerikan. Tidak semua orang menilaimu dari sisi yang sama." Katanya. Sekarang suaranya melembut. Tadi marah, sekarang jadi lemah lembut. Maka dari itu aku kebingungan untuk menanggapinya. Aku memang tidak pernah paham wanita.


"Itu dari sudut pandangmu. Baiklah kalau kau memandangku seperti itu. Maka aku tidak akan mengatakan apapun lagi." Kataku mengelus kepala Naava dengan lembut.


"Baiklah, sekarang bagaimana dengan urusanku denganmu, Qirin?" Tanyaku memandang Qirin yang tersungkur tepat di bawah kakiku.


"Perlukah aku menjadikanmu sebagai bidakku dan menjadi bagian dari Shadow Army-ku?" Ancamku. Melihat kondisi Qirin yang sekarat dan tersungkur membuat Naava berempati kepadanya. Itu jelas terlihat di raut wajahnya.


"Haruskah aku melakukannya sambil menjilat kakimu?" Tanya Qirin. Wah, dia lupa diposisi seperti apa sekarang ini. Kutusukkan 5 ekorku ke kedua tangan, kedua paha, dan tulang punggung Qirin. Qirin segera menjerit layaknya serigala yang melolong.


Kuangkat tubuh Qirin yang sudah berlumuran darah. Dari ujung rambut dan sepatunya meneteskan darah segar yang bercampur dengan air laut.


"Jika kau sedikit merendah maka aku akan mempertimbangkannya." Kataku. Qirin terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Baru pertama kalinya ada orang yang kebal akan wujud ini. Sepertinya jika aku mengikutimu akan sangat menarik dimana kau akan menggenggam dunia ini." Kata Qirin yang masih saja berlagak.


"Aku adalah seorang yang berpegang teguh dengan kesetaraan gender kepada semua musuhku. Jika mereka menantangku maka aku akan meladeninya dengan caraku sendiri. Dan aku tidak suka dengan wanita yang menggunakan alasan kewanitaannya sebagai hal yang istimewa." Balasku. Qirin pun tersenyum tipis.


"Kau cukup rendah hati juga. Baiklah kalau begitu." Katanya.


Aku pun membuka jendela menu melalui console yang kugerakkan melalui pikiranku. Tertulis :


Qirin berhasil ditakhlukkan. Silahkan pilih salah satu dari 2 pilihan di bawah :


__ADS_1



Membentuk kontrak pet dengan Qirin.




Mengubahnya menjadi pasukan Shadow.




Aku pun memilih nomor 1. Aku baru tahu jika world boss yang dikalahkan bisa menjadi pet (peliharaan). Bukankah ini terlalu dipaksakan?


Setelah aku memilih pilihan nomor 1 terdapat notifikasi terbaru yaitu memberi nama baru untuk Qirin. Aku berpikir sejenak dan mulai memilih nama yang bagus untuk diberikan kepadanya.


Setelah berpikir cukup matang maka aku mulai mengetiknya. Setelah selesai mengetiknya tubuh Qirin meledak menjadi butiran kilauan-kilauan emas. Kemudian berkumpul kembali dan menyusun bentuk tubuhnya kembali. Aku dan Naava sama-sama terkejut melihat bentuk Qirin yang baru.


Naava dengan spontan menarik tandukku dengan sangat keras. "Kau sengaja membuatku cemburu dengan membentuk Qirin menjadi lebih imut dariku?" Tanya Naava yang sedikit kesal setelah melihat bentuk Qirin yang baru.


"Tentu saja tidak. Wujudnya ku buat random. Tapi menurutku ini bukan sekedar random." Kataku yang masih saja kagum melihat wujud Qirin yang baru.


Qirin pun tertawa pelan.


"Saya sendiri yang memilih wujud ini, masterku." Katanya dengan senyum tipis.


Yang ada didepanku adalah wanita berumur 17 tahun yang cantik dan manis. berambut silver dengan mata hijau muda. rambutnya dibuat dengan ponitail yang menurutku kesannya seperti ekor kuda yang disemir putih. mengenakan selendang putih dengan jahitan emas, berpakaian seperti kaisar china berwarna putih dengan motif bunga dan naga. dirambutnya diikat menggunakan pita putih dan beberapa hiasan sanggul.


"Aku ingin kau segera mengerjakan tugas pertamamu, Ikaris." Kataku.

__ADS_1


"Baiklah masterku." Katanya sambil berlutut.


__ADS_2