
Pelajaran di akademi ini rata-rata berupa penjelasan struktur militer di kepulauan Assassin, wilayah-wilayah di Dynasty Angin, dan tentang jenis-jenis senjata yang biasa di gunakan oleh pembunuh senyap.
Di kepulauan Assassin terdapat 5 klan yang menjadi penjaga wilayah ibukota Dynasty Angin. Dan setiap klan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Klan Ogami : klan yang biasa menjadi ujung tombak dalam kancah peperangan. Mereka ditempatkan sebagai prajurit yang berada di barisan terdepan sebagai pasukan kavaleri atau infantri. Klan Saru : klan yang memiliki daya tahan tubuh dan kekuatan yang lebih dibandingkan klan yang lain. Biasanya mereka di jadikan sebagai assassin penjaga perbatasan wilayah dan barisan tengah apabila ketika perang. Peran mereka nyaris sama seperti tanker di dalam game. Klan Kitsune : rata-rata dari mereka bekerja dalam bidang intel dan informasi. Biasanya merekalah yang di kirim untuk keluar-masuk kepulauan atau bahkan keluar-masuk Dynasty Angin. Kemampuan mereka yang hampir mirip sebagai assassin yang kutahu yaitu kecepatan. Klan Taka : Mereka merupakan marksman apabila di dalam kancah peperangan. Penembak jitu. Biasanya para informan akan ditemani oleh anggota klan Taka apabila diberi misi menjadi Intel. Terakhir, Klan Hebi : klan yang men-support pasukan perang dengan Manna. Semua pasukan di klan ini adalah magic caster dan priest.
Dan jam istirahat pun berbunyi. Konsepnya masih sama dengan akademiku dulu di dunia nyata. Semua orang melihatku dengan tatapan yang membuatku tidak nyaman. Tentu saja, bagaimana tidak! Naava selalu bersamaku kepadaku kemanapun aku pergi. Apakah ini komedi romantis yang akan kualami lagi? Aku harap tidak.
"Naava, jangan terlalu dekat. Kau membuat orang lain gagal paham." Pintaku mencoba untuk menjauhi Naava. Sebenarnya yang kukhawatirkan bukanlah murid laki-laki yang ada di akademi. Tapi para roh legenda yang mengamatimu dari kejauhan. Aku bisa merasakan hawa membunuh mereka meskipun mereka menutup-nutupinya. Tapi anehnya hawa membunuhnya bukan tertuju kepadaku ataupun...
"Habisnya telingamu membuatku gemas. Apa boleh aku menyentuhnya?" Tanyanya seperti orang yang menahan kencing karena saking gemasnya. Tapi akhirnya aku memperbolehkannya. sialan, aku sudah seperti anjing sungguhan.
Kami pun ke kantin untuk membeli beberapa makanan. Sebenarnya aku sebagai Undead tidak memerlukannya tapi untuk menutupi hal itu aku membeli makanan yang ada di kantin. Aku pun memilih tempat yang sepi untuk makan. Tentu saja Naava mengikutiku. Kami hanya berbincang-bincang biasa, tidak ada obrolan spesifik diantara kami.
Sudah sekitar 30 menit. Bel masuk pun kembali berbunyi. Kami segera masuk ke dalam kelas dan melanjutkan pelajaran. Setelah sekitar 2 jam akhirnya bel pulang pun berbunyi.
__ADS_1
"Jadi, sampai jumpa, Gen." Naava melambaikan tangan. Aku hanya menatapnya kemudian membalas lambaiannya. Kami akhirnya berpisah di lorong. Dia masih pemula.
"Naava adalah seorang Ousama." Kataku kepada Riza, Jenghis, dan Gata di pojok gedung akademi yang dipenuhi pohon.
"Tuan juga menyadarinya? Aku sudah merasa aneh ketika kalian berduaan di tempat itu." Kata Jenghis. Tunggu! maksudnya berduaan?? Dia tidak membayangkan hal-hal aneh kan?
"Dia masih seorang pemula. Dia bahkan menjadi canggung ketika keluar kelas. Kecemasan itu dikarenakan dia sadar aku juga seorang Ousama dan memilih ke tempat sepi tadi. Dia mengira aku akan mengeluarkan slave di situ. Maka dari itu dia membagi kefokusannya dengan topik pembicaraan yang tidak berat." Jelasku. Gata yang dari tadi berwajah masam tanpa berbicara sedikitpun membuatku penasaran. Tapi aku simpan rasa kepoku nanti.
"Tentu saja tidak melibatkan orang yang bukan Ousama adalah salah satu peraturan perang mitologi. Maka dari itu dia menjadi canggung ketika kalian hanya berduaan tadi." Timpal Riza dengan wajah tidak puas.
"Lebih baik iya. Beranggapan yang terburuk adalah cara terbaik meningkatkan keefektifan. Jika dia benar-benar mata-mata dari negara lain maka akan kuakhiri hidupnya." Timpalku tanpa menunggu jawaban dari mereka.
"Meskipun dia teman kelasmu?" Tanya Riza dengan nada yang sedikit mengintrogasi.
__ADS_1
Konyol sekali. Kami bahkan baru saling kenal ketika tadi. Tentu saja hubungan yang rapuh seperti itu bisa mudah dihancurkan dan di manipulasi.
"Kau jangan lupa. Aku ini seorang OVERLORD. Justru penyebab perang mitologi adalah aku. Karena itu aku siap melakukan peranku sebagai seorang yang jahat atau bahkan tidak berperasaan sekalipun. Aku juga tidak segan memerintahkan kalian untuk membunuhnya sekarang." Kataku. dan Entah kenapa aura keputusasaan keluar begitu deras dari tubuhku. Mereka bertiga langsung memasang wajah ketakutan.
"Ba-ba-baiklah. Kalau begitu." Kata Riza dengan ketakutan. Aku bahkan melihat tangannya sangat gemetaran.
"Kalian awasi saja sekolah ini. Aku akan mengurus sisanya." Ketika aku berbalik, mereka sudah menghilang ke wujud roh.
Aku pun keluar dari wilayah akademi tanpa ada satupun yang mengetahuinya dan menuju ke istana milik Yukki. Selama aku berjalan, aku membuka layar console-ku. Sudah jarang sekali aku membukanya. Aku cukup terkejut melihat status para pasukan Shadow-ku. Mereka semua dikalahkan dengan mudah. Aku pun segera melihat status pemain yang menjadi temanku. Kehawatiranku reda. HP milik Alice dan Yuna masih penuh dan sedang tidak terkena efek apapun.
Aku pun membuka kembali status pasukan bayanganku. Ternyata para pasukan bayangan bisa ditingkatkan levelnya sama seperti pemain. Karena XP cukup banyak, maka aku membagi rata agar semuanya bisa level up. Ternyata berhasil. Aku pun juga melihat beberapa notifikasi yang muncul dari mereka. Ternyata aku juga meng-evolusi mereka apabila level mereka sudah cukup untuk melakukan evolusi.
Yang bisa kuevolusi hanyalah Fujin dan Raijin, Shadow Royale Flush kecuali Jester, dan beberapa pemain yang kubunuh yang berlevel di bawah 30. Ternyata syarat minimalnya adalah level 50 agar bisa evolusi dan untuk Gydra, Bad Hero, dan Jester alias Ace, mereka memiliki syarat status level yang lebih tinggi dari yang lain. Tidak hanya itu, syarat untuk meng-evolusi juga tidak hanya menggunakan XP tapi juga MP alias Manna dari orang yang meng-evolusinya.
__ADS_1
Ada notifikasi baru lagi. Ada daftar status setiap slave milikku. Kensepnya sama seperti pasukan Shadow, mereka juga ada status level dan evolusi. Bedanya ada tambahan berupa fitur upgrade skill untuk para slave. Bahkan Demi-Slave seperti Yuna, Riza dan Alice juga memiliki fitur ini. Aku hanya bisa menambah status mereka sedikit karena jumlah XP-ku yang tinggal sedikit. Ketika aku membuka lagi kedua fitur itu, ternyata mereka juga bisa diberikan dan dipasangi item dari TSO selama sesuai dengan job class mereka.
Akhirnya aku sedikit mengotak-atik lagi dengan status-status mereka dan akhirnya selesai. Pantas saja mereka mati dengan mudah. Aku juga terpaksa menggunakan item pembangkit agar mereka bisa hidup kembali. Tapi jika di ukur dengan standar kekuatan dari penduduk pribumi, seharusnya mereka bisa menanganinya dengan mudah. Bagaimana bisa mereka dikalahkan? Hanya ada 2 kemungkinan : pertama, yang membunuh mereka adalah pemain level diatas 50. Kedua, mereka di bunuh oleh NPC buatan pemain dengan level diatas 70.