Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Hadiah Kecil Dariku


__ADS_3

Kami akhirnya sampai ke benua kutub Utara dalam waktu lebih cepat yaitu 10 menit berkat bantuan dari Shadow Godzilla dan Shadow Hydra. Jika di kira-kira kecepatan mereka dalam berenang sekitar 200 km/jam.


Tapi kami berlabuh di tempat dimana tidak ada manusia disekitar tanjung. Kondisi Riza dan Yuna tidak begitu baik, meskipun sudah Kugunakan Magic Skill : Healing level 100. Efek racun dari Hydra sangat ampuh, bahkan untuk level Dewi sekalipun. Tapi berbeda dengan Gata, meskipun bukan bagian dari kedewataan Gata masih kebal dengan racun, mungkin dia karena dari ras raksasa.


Aku membawa mereka ke dalam goa terdekat. Aku membaringkan Yuna dan Riza bersebelahan. Mereka berdua sama-sama berkeringat seperti orang demam. Gata menjaga sekitar goa memastikan aman. Aku pun membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Sudah lama aku tidak membuka console-ku. Kubuka kembali lalu mengecek beberapa data akunku. Dan aku baru sadar. Ternyata ras yang kupilih adalah anjing racun. Seperti hal nya anjing gila yang air liurnya terus keluar dari mulutnya.


Kubaca kembali notifikasinya, disitu tertulis : Jika menggigit lawan maka akan jadi racun yang mematikan, Jika menggigit kawan atau sekutu akan menjadi obat yang berguna untuk kawan.


Kudekati tempat mereka berbaring. Yuna melihatku dengan sedih. "Maafkan saya tuan.....Jika saja....saya." Sebelum selesai kalimatnya kuangkat tubuh lemasnya. badannya sangat panas seperti bara api. Demamnya tinggi sekali.


"Bukan salahmu.....Aku baru menyadarinya belum lama ini. Teorinya baru saja kupecahkan. Kau menggunakan badan wanita ini sebagai wadah kedewataanmu atau wanita ini menggunakan kekuatan dari Dewi Tsukuyomi. Itu juga berlaku juga kepada Riza. Aku tahu kalau tubuh yang dipakai Riza adalah tubuh Sally. Benar kan?" Aku tahu kalau Riza masih sadar.


"Karena itu aku bilang kepadamu. Sally tidak akan keberatan jika kau mengganti namaku." Riza mencoba tersenyum meskipun serasa mengangkat karung beras 20 kg.


"Saya tidak ingin membebani anda dengan rahasia tubuh ini. Tsukuyomi dan aku menjadi satu raga dan jiwa. Bisa di bilang aku adalah Tsukuyomi yang bereinkarnasi menggunakan tubuh manusia." Katanya perau entah menahan rasa sakit karena efek racun atau karena menahan tangis.


Kulepas syal putihnya dan kuturunkan resleting jaketnya sedikit. Mungkin Yuna sudah tidak kuat lagi untuk mengataiku "orang mesum" maka dari itu dia diam membisu tapi tatapannya masih saja seperti mencemaskanku. Kusibak rambut lembut dan halusnya ke kanan kemudian ku gigit leher kirinya. Racun Hydra yang ada di dalam tubuh Yuna memang banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menggigitnya.


Darah Yuna mulai menetes ke lantai goa tapi Yuna tampak tidak kesakitan. Saat ingin melepaskan gigitanku Yuna malah mendekap kepalaku untuk tetap melanjutkannya. Lenggang 20 detik. Kulepaskan gigitanku dan kulihat bekas gigitanku dan darah di sekitarnya. Darah yang keluar dari bekas gigitanku mengalir membentuk suatu pola di leher kiri bagian bawah Yuna. Bentuknya seperti tato. Kemudian terlihat notifikasi di layar console ku, Yuna kini kebal racun sekarang dan tato ini berfungsi sebagai penawarnya. Tatonya berbentuk seperti 3 bekas cakar yang melintas dari kanan atas ke kiri bawah.


Tampaknya Yuna sudah tertidur. Ku pakaikan kembali jaket dan syalnya lalu membaringkannya. Sekarang giliran Riza untuk disembuhkan.


Aku pun mengangkat tubuhnya. Kubuka sedikit kerah bajunya. Tapi tangannya mengelus wajahku. Aku tahu dia mencoba menghentikanku untuk mengigit lehernya.


"Ada yang ingin kutanyakan sebelum kau menggigitku." Katanya dengan suara perau.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu peduli padanya?" Tanyanya dengan wajah serius.


"Tentu saja karena dia salah satu Slave-ku. Sama sepertimu." Jawabku singkat.


"Bohong.....Caramu memperlakukan kami saja jelas berbeda. Tempatku berbaring saja lebih dekat denganmu. Jika kau menyamakan perlakuanmu pada kami kau akan menggigitku dahulu. Kenapa kau dahulukan dia dibandingkan aku?" Jelas Riza. Aku melihat kecemburuan diwajahnya. Dan itu sangat menggemaskan.


Riza benar, tubuhku reflek mendahulukan Yuna. Alasannya sangat sederhana, bahkan orang yang tidak romantis pun bisa tahu hanya dengan beberapa kali melihatnya. Karena aku melihat dia di dalam diri Yuna. Senyumnya, wajahnya, sifatnya, bahkan matanya, tidak ada yang tidak sama.


"Kenapa? Kau cemburu? Jika kau lebih jujur aku bisa melakukannya." Kubisikan ke telinga Riza. Dan aku bisa melihat wajahnya memerah dan sedang menahan malunya walaupun dalam keadaan keracunan.


Riza tidak menjawabnya. Kugigit sama seperti di tempatku mengigit Yuna. Riza sedikit kesakitan, dan itu terlihat ketika kedua tangannya memelukku erat-erat. Aku sengaja menggigitnya lebih lama agar kecemburuannya terbayar.


Seperti Yuna, segel pun terbentuk di lehernya. Sebelum kulepas pelukkanku, Riza menarik kerah bajuku. "Iya, tuanku. Aku cemburu." Bisiknya sangat pelan. Tapi kali ini dia mengatakannya dengan senyuman manisnya. Dan itu pertama kalinya aku melakukan hal romantis selain dengan dia setelah sekian lama.


Malam pun tiba. Udara semakin dingin sepertinya. Karena ras-ku adalah Undead aku tidak merasa dingin atau panas sedikitpun karena itu Undead tidak mempan dengan serangan bertipe suhu dan bertipe kegelaan. Ku buka inventory-ku melalui jendela console. Kukeluarlan Item taring bisa Hydra dan potongan sisik Godzilla. Sisik Godzilla kucrafting menjadi pakaian Berupa baju terusan dengan berwarna putih dengan jaket hitam dengan panjang lengan 3/4 untuk Riza. Sedangkan untuk Yuna kubuatkan tombak pendek dengan pedang kodachi. Semua item tersebut berlevel 100.


"Tuan, semuanya aman. Sepertinya tempat ini tidak berpenghuni baik untuk hewan maupun manusia."Kata Gata.


"Hmm bagus. Gata boleh aku bertanya?" Kataku.


"Tentu tuan." Jawabnya.


"Apakah kau senang menjadi Slave-ku?"Tanyaku memastikan.


"Tentu saja. Hanya Slave yang memiliki keberuntungan yang tinggi berkontrak dengan seorang seperti anda. Selama aku masih bisa melayani anda sebagai Slave maka tidak ada penyesalan dalam diri saya." Kata Gata.

__ADS_1


"Apakah kau punya keinginan?" tanyaku. Itu berarti para Slave berjenis kelamin laki-laki lebih tertarik dengan ambisi mereka.


"Ada. Di kehidupan kedua ini aku ingin dia membayarnya jika dia mendapatkan kesempatan yang sama juga sepertiku." Kata Gata. kepalan tangannya mengeras.


"Baiklah, di saat aku bertemu dengannya akan kupre-oritaskan kepadamu untuk menghadapinya." Kataku kepada Gata.


Malam terasa begitu singkat. Sinar matahari yang hangat merambat melalui dinding dan lantai goa.


Dan entah kenapa......Kenapa aku tidur di pangkuan Yuna? Setahuku jarakku duduk dengan mereka berbaring sekitar 1 setengah meter. Tidak salah lagi mereka sudah sehat.


Yuna pun terbangun dari tidurnya sebelum aku menyadarinya.


"Apakah tidur anda nyaman di pangkuan saya?" Tanyanya dengan senyuman lembut.


"Yah, sepertinya kau juga sudah pulih. Kita akan berangkat setelah semuanya siap." Kataku mengambil posisi duduk.


"Seperti dugaan saya. Tuan memang berbeda dari yang lain. Ketika seorang Ousama melihat Slave-nya mati atau sekarat rata-rata Ousama akan meninggalkan mereka. Tuan tahu kami lebih lemah dari tuan. Tapi tuan tidak membuang kami sama sekali. Itu yang membuat saya tidak tahan untuk memanjakan anda." Jelas Yuna. Riza pun mendekatiku dari belakang dan memelukku. Sepertinya dia berusaha mengambil alih dalam hal pelukan.


Aku pun membuka Console ku kembali dan memberikan dua item kemarin kepada Yuna dan Riza.


"Aku harap kalian menyukainya." Kataku.


Yuna pun ikut mendekatiku dari depan lalu mengecup keningku. Riza juga mencium ubun-ubun di saat yang bersamaan. Dan itu adalah ciuman yang pertama kali kudapatkan dari Yuna dan Riza. Jika sifat tenang Undead ku tidak ada aku sudah meleleh menjadi bubur.


"Kami tidak akan memuja Ousama lain selain dirimu. Selamanya." Kata mereka berdua bersamaan. Dan entah kenapa aku menyukainya.

__ADS_1



(Ilustrasi : Riza setelah menggunakan Item pemberian dari Gen.)


__ADS_2