Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Undangan


__ADS_3

(Sudut pandang : Tatsumaki Gen)


"Kau tahu kalau kami adalah ibumu dari mana coba?!" Tanya wanita berambut panjang berwarna hitam dengan tanda atau tato di bawah mata kirinya.


"Dari lumpur ini." Balas ku dengan polos. Mereka berdua sempat tersentak mendengar jawabanku. Tapi wajah dan sifat mereka kembali tenang.


"Aku tidak ingin terkena prank lagi dari lumpur ini. Coba sebutkan nama kami sebagai buktinya." Ujar wanita berambut biru tua yang dikucir kuda kemudian ekor rambutnya ia selempang kan ke bahu kanannya.


Ibu macam apa kalian yang meragukan anak kalian sendiri?!!


"Yang berambut hitam bernama Tatsumaki Miyuki. Dulunya dia adalah kakak angkat dari ayahku. Dan untuk yang berambut biru tua adalah Hisao. Kau dulunya adalah mantan anggota dari Fraksi 13 Pahlawan. Ayahku mengubah kaki dan tanganmu menggunakan organ iblis. Cukup meyakinkan?" Tanyaku sekali lagi. Mereka kemudian saling pandang kemudian kembali menatapku.


"Ya, bisa dibilang itu benar. Padahal aku menginginkan drama keluarga dimana kau akan langsung bangun dan memeluk kami setelah kami mengatakan bahwa kami adalah ibumu. Ternyata plot seperti itu mudah sekali tertebak ya." Ujar Ibu Hisao dengan kecewa. Memang harus gitu?!!!


"Itu berlebihan. Bahkan aku juga tahu kalau kalian bukanlah ibu yang mengandungku. Tapi seorang wanita bernama Emiya." Ujarku dengan kecewa. Sekali lagi aku membuat kedua ibuku tersentak.


"Seberapa banyak yang kau tahu? Terlalu kebetulan kalau kau hanya menebaknya." Tanya ibu Hisao dengan heran. Wajah mereka sama mengerikannya dengan Thers ketika meminta penjelasan.


"Semenjak aku terjebak di lumpur ini setelah aku mengalami eh..... " Aku sebenarnya tak ingin menyebutkan kalau aku sudah memiliki anak dari masa depan dan melakukan time travel entah bagaimana caranya yang kemudian ingin membunuhku. Bukan karena apa ya.... Bisa-bisa mereka syok karena dengan penampilan semuda itu ternyata sudah berstatus sebagai nenek.


"Setelah apa?" Tanya Ibu Miyuki.


"Mengalami kecelakaan. Aku bisa membaca cerita-cerita yang berasal dari masa lalu. Salah satunya di dunia 0.1. Dunia dimana kalian tinggal dulu. Bukan membaca sih, lebih ke mengintip semacam rekaman video dokumenter. Seperti itu lah." Jelasku.


"Jadi dari situ kau mengetahui siapa kami. Menarik juga. Aku baru tahu konsep dari lumpur ini bisa merekam jejak wadah sebelumnya." Ujar ibu Miyuki. Mereka pun mulai duduk di sampingku.

__ADS_1


"Oh iya, kau sendiri saja yang nyasar ke dunia ini? Dimana Theresa?" Tanya Ibu Miyuki.


"Ah dia tidak ikut karena beberapa alasan." Jawabku dengan singkat. Tapi mereka tidak menanyakan lebih lanjut. Kurasa jawaban itu cukup bagi mereka.


Hening beberapa saat. Kami kehabisan topik. Hubungan macam apa kami ini?! Bisa-bisanya kehabisan topik dengan keluarga sendiri lo!!!


Tapi aku tidak menyangka maupun menduganya kalau cerita-cerita yang kubaca itu adalah rekaman memory dari masa lalu dari dimensi atau bahkan dari alam semesta yang berbeda. Konsepnya mirip seperti teori multiverse dari sisi kosmologi. Berarti dunia dari TSO ini hanya bagian kecil dari dunia parallel. Tapi bagaimana dunia yang hanya terbuat dari data bisa menjadi dunia parallel? Apakah memang dari awal dunia TSO adalah dunia parallel? Satu-satunya cara menemukan jawaban semua itu adalah bertanya kepada game masternya secara langsung atau mungkin dengan orang itu.


"Tunggu apa yang kita lakukan disini?!! Kita kemari untuk membangunkan mu kembali. Astaga... " Ujar ibu Hisao yang berjingkrak mengetahui tujuan awal mereka. ibu Miyuki pun mengelus-elus pipiku dengan lembut.


"Kita bisa lanjutkan percakapan di sana. Untuk saat ini waktunya kita keluar." Tiba-tiba di tempatku berbaring muncul lingkaran sihir yang terbuat dari kobaran api. Ibu Miyuki kemudian merapal semacam mantra yang bahasanya bahkan aku tidak tahu bahasa apa yang dia gunakan sebagai katalis. Tepat setelah ibu Miyuki selesai merapal mantra yang dia komat-kamit kan, Tiba-tiba di langit muncul cahaya yang sangat terang yang sangat menyilaukan mata. Bahkan aku sampai memejamkan mataku.


Tepat setelah aku membuka mataku, kami sudah kembali ke alam sadar. Aku kemudian membangunkan tubuhku untuk ke posisi duduk aku melihat ke bagian tangan kananku. Ternyata memang benar-benar terpotong. Aku tidak bisa meregenerasinya karena Kraven menggunakan pedang berelemen suci untuk memotongnya.


"Lebih baik jangan kau paksakan untuk berdiri terlebih dahulu. Karena... " Lagi-lagi aku membuat kedua ibuku tercengang lagi. Aku bisa berjalan dengan normal dan bahkan bisa melompat-lompat tanpa terkendala sedikitpun.


Apakah ini karena tubuh asli ku berupa tubuh undead sehingga tidak mengalami namanya kerusakan atau penurunan fungsi organ? Bahkan ketika aku bercermin di genangan air, pupil mataku memiliki simbol seperti roda dharma di tengahnya. Apa ini? Apa yang terjadi kepada mataku?


"Berapa lama aku terlihat koma?" Tanya sambil mengepalkan tanganku. Bahkan pakaianku sudah bukan berwarna hitam lagi dan sudah diganti dengan pakaian yang lain. Bahkan ketika aku bercermin di air genangan


"Sekitar 4 tahun." Jawab Ibu Miyuki.


"APA?!!!" Seruku. Tiba-tiba Ibu Hisao membungkam mulutku kemudian memberikan isyarat untuk tidak berisik.


"Kau saat ini sedang dicari oleh orang-orang dari Panthera begitu juga dengan kami. Jadi pelan kan suaramu. Bisa jadi tunanganmu itu mengirim pasukan kemari." Ujar Hisao. Aku pun memberikan anggukan. Ibu Hisao pun melepaskan bungkaman nya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?! Padahal aku hanya di dalam lumpur sekitar 4 jam mungkin." Tanyaku dengan suara berbisik.


"Panjang rambutmu sendiri saja sudah sepanjang itu. Masih mau bukti lain?" Ujar ibu Miyuki.


Aku kemudian meraba rambutku yang warnanya sudah berubah menjadi hitam dan memanjang mirip dengan rambut seekor singa jantan, telinga anjingku bahkan berubah menjadi telinga manusia. 4 tahun bukanlah waktu yang singkat lo!!!! Apakah dunia lumpur itu termasuk dari dunia quantum sehingga waktu menjadi tidak berarti dan memiliki relativitas nya sendiri? Astaga...


Aku kemudian membuka console yang sudah lama kutinggalkan. Terdapat 1 notifikasi di bagian Event. Aku pun membuka notifikasi event tersebut karena penasaran. Ketika aku membukanya :


Tantangan dari Olympus :


Portal Dungeon akan terbuka dalam 39 detik lagi dan mengantarmu ke Olympus :


1. Kalahkan semua dewa dan dewi Olympus.


2. Seluruh kemampuan magic skill akan ditiadakan. Jadi pemain hanya bisa menggunakan skill bawaan dan magic item.


Tingkat kesulitan : tidak diketahui.


Hadiah quest : tidak diketahui.


Weh gila ini! Selama memainkan TSO aku belum pernah mendapatkan tingkat kesulitan yang tidak diketahui. Belum lagi waktu persiapanku tinggal beberapa detik.


Tiba-tiba muncul lubang dimensi yang terbuka di sisi kiriku. lubang dimensi itu mencoba menarikku.


"Gen!" Kedua ibuku seketika reflek memegangi ku supaya tidak terseret ke dalamnya. Daya hisapnya sangat kuat. Bahkan ibu Hisao sampai menggunakan kaki monsternya untuk membuatnya tetep di tempat. Tapi karena daya hisap nya terlalu kuat kami bertiga pun tersedot dan masuk ke dalam lubang dimensi itu.

__ADS_1


__ADS_2