Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Kokina Tochi


__ADS_3

(Sudut pandang : Yuna)


Baru pertama kali ini ada manusia yang bisa menandingi seorang slave. Terutama lawannya adalah seorang reinkarnasi dewa-dewi sepertiku. Apakah dia juga seorang pemain? Tapi nampaknya bukan. Tak ada diamond status di atas kepalanya.


Total Magic Skill yang dia miliki belum diketahui, pasok manna-nya juga sangat banyak. Maka satu-satunya cara untuk bisa mengalahkannya adalah menggunakan kelemahan dasar seorang magic caster. Pertarungan jarak dekat. Kutodongkan pedangku ke arah Olivia. Dengan tersenyum, Olivia menyembunyikan plat putihnya di antara belahan dadanya dan mencabut tombak yang tadi sempat mengenai dan melukai pinggangnya tadi. Olivia sempat memutar-mutar dan memainkan tombak tersebut kemudian mengambil posisi kuda-kuda.


Kami langsung melesat dan saling menyerang. Cukup mengejutkan dan mengesankan. Olivia bisa mengimbangi kecepatan terendahku. Kami saling bertukar serangan. Setelah cukup lama beradu pedang dengan tombak, kami saling terkunci.


"Cukup cepat juga untuk ukuran wanita telanjang sepertimu. Aku bahkan baru tahu ada seorang magic caster yang bisa bertarung jarak dekat seperti ini. Apalagi menggunakan senjata seperti tombak ini" Kataku untuk memujinya. Olivia membalas pujianku dengan senyumannya. senjata kami bergemeletuk mengeluarkan percikan bunga api ketika terkunci.


"Untuk ukuran wanita muda dan sedang mengandung kau cukup agresif juga. Kakak jadi salut." Olivia menjilat bibirnya sendiri. Dia sepertinya sangat menikmati pertarungan ini. Bagaimana juga dia bisa tahu kalau aku sedang mengandung anak?


"Setahuku jika ingin memindahkan segel kontrak Ousama ke Ousama yang lain demi mendapatkan hak milik suatu slave maka harus di setujui 2 belah pihak Ousama. Aku penasaran, Bagaimana kau bisa mengambil segel kontrak Hassan dari tuanku tanpa persetujuan darinya?" Tanyaku.


"Tentu saja karena ini. Magic item : Scroll Phone. Item yang bisa menyimpan banyak sekali magic skill dan bisa digunakan kembali sebagai senjata penyimpannya. Total penyimpanannya tak terbatas. Di dalamnya aku sempat mendapat magic skill : greater break magic seal. Magic skill yang bisa merusak semua jenis segel, terutama segel kontrak milik Ousama." Jelas Olivia memperlihatkan plat putih tersebut dan meletakkannya kembali diantara belahan dadanya. Kami pun terpental ke arah belakang kami masing-masing.


"Segel Kontrak mungkin dibuat dengan sederhana. Tapi susunannya sangat kompleks. Seperti mencari jerami di tumpukan jarum. Pengguna tingkat 5, ya?" Tentu saja. Selisih satu tingkatan magic skill dengan magic skill yang lain adalah ibarat langit dengan bumi. Karena itu banyak manusia yang tidak bisa mencapai melebihi magic skill tingkat 3. Wanita ini penuh bakat. Gen pasti akan menyukai wanita ini jika dia berhadapan dengan wanita ini. Lebih baik kubunuh saja.

__ADS_1


"Benar, gadis manis." Jawab Olivia. Dia semakin semangat.


Kraven masih menjaga Alice yang tidak mendapat pasok manna. Pasukan Hassan sudah mulai memojokkan mereka. Keadaan semakin gawat. Maka aku tidak ada pilihan lain selain menggunakan itu. Kujaringkan jari-jariku. Kutempelkan permukaan telunjukku menghadap ke atas. Aku pun berkonsentrasi dan menutup mataku.


" Kokina Tochi." Semuanya menjadi gelap. Gelap gulita. Yang terlihat hanya aku dan Olivia saja. Dalam sekejap mata, ruang hampa gelap tersebut berubah. Air mulai naik hingga membasahi lutut kami yang juga membawa ribuan keping kelopak bunga Sakura, tanah pijakanku mulai membentuk sebuah gundukan sehingga membuatku terangkat dari air yang membasahi kakiku. Tanah gundukan tersebut membentuk ukiran sendiri dan membentuk sebuah kuil berukuran 3 x 4 meter yang menaungiku. Tetesan air turun dan mengeluarkan riak di permukaan air, mengeluarkan sebuah bunyi lonceng kecil yang berdenting.


"***Kau bersamaku di kegelapan malam yang abadi.


Dimana hanya menemukan keindahan bintang-bintang dan bulan purnama tiada henti.


Kokina Tochi : Malam bulan Purnama abadi***."


Entah bagaimana aku bisa merapal kata-kata itu. Tepat setelah aku merapalnya, obor- obor di sekitar kuil menjadi hidup dengan api biru yang sangat terang. Dalam sekejap mata juga, bulan purnama muncul dengan cahayanya yang terang. Olivia hanya bisa menatap dengan tatapan kosong. Tiba-tiba tubuhnya terbakar dengan api biru yang sama seperti di tungku obor tersebut.


Tubuh Olivia ambruk ke belakang dan membuat air menjadi bergelombang. Apinya juga ikut padam akibat tubuhnya masuk ke dalam air. Karena mungkin Kokina Tochi-ku belum sempurna, semua pemandangan tadi langsung menghilang. Kami kembali ke atas atap tempat kami bertarung tadi. Olivia terkapar sama seperti ketika di dalam Kokina Tochi milikku. Aku pun mendekatinya. Kuperiksa apakah dia masih hidup atau tidak. Ternyata dia hanya pingsan saja. Baguslah.


Ketika Tuan Gen kembali aku bisa memberikan wanita ini untuknya. Kokina Tochi (Tanah Mulia) Sebuah ruang dimensi yang dibentuk dari pikiran dan Manna roh Legenda. Fungsinya hampir sama seperti rune. Mengurung lawan ke dalam realita yang terbentuk dari Manna yang sangat banyak dan meningkatkan keberuntungan penggunanya, sama seperti Buff. Orang yang di jebak di dalam Kokina Tochi mutlak terkena semua jenis serangan dari si pengguna. Jadi orang yang terjebak hanya bisa menangkis dan tidak bisa mengelak. Biasanya Kokina Tochi berwujud sesuai dengan image dari roh legenda itu sendiri. Seperti tempat mereka mati, tempat dimana mereka berjaya, atau bahkan tempat penyesalan mereka. Itu salah satu keuntungan Kokina Tochi.

__ADS_1


Kugendong Olivia yang masih terkapar di atas atap. Aku melihat ke bawah, memeriksa keadaan Kraven dan Alice. Sepertinya tepat waktu. Hassan menjadi lemah dan mulai mengurangi jumlahnya. Suplai manna Tuan Gen sepertinya sudah mulai mengalir kembali. Alice menembaki sisa para Assassin yang masih tersisa. Aku pun turun dari atap stelah semuanya yang ada di bawah beres.


"Jadi wanita ini yang mengambil kontrak Hassan dari Gen?" Tanya Alice. matanya tertuju ke arah apa yang sedang kugendong. Olivia masih tidak sadarkan diri.


"Jadi sekarang bagaimana? Kita apakan dia?" Tanya Kraven menimpali.


"Tuan Gen yang menentukan. Untuk saat ini kita biarkan dia hidup." Kuturunkan Olivia dan mengikatnya dengan cambuk cahaya. Aku juga mengambil plat putih yang ada di belahan dadanya. Meskipun aku tidak menyukai hal ini, tapi tetap saja. Tuan Gen yang menentukan. Karena dia yang punya hak untuk memberi penghakiman atas apa dan siapa yang berani mengganggu wilayahnya.


"Alice, kau tahu item apa ini?" Kulempar plat putih itu ke Alice. Alice menangkapnya tanpa kesulitan.


"Owh. Scroll Phone. Item yang dulunya sangat terkenal di masa ponsel layar sentuh sangat laris di dunia pasaran. Dapat menyimpan magic skill apa saja selama manna si penggunanya mencukupinya." Jelas Alice melipat tangannya melihat-lihat item tersebut.


"Dia juga menggunakan item itu untuk merebut segel kontrak dari Tuan Gen. Itu berarti dia bisa menguasai magic skill tingkat 5. Aku yakin Tuan Gen akan menyukainya jika kita menyimpannya hidup-hidup. Sangat jarang ada manusia yang bisa memguasai magic skill di atas tingkat 3." Jelasku. Entah reflek atau apa, Kraven langsung melemparkan kedua pedangnya ke arah belakangku. Dan terdengar suara dentingan pedang.


"Owh.... bagaimana bisa kau menyadarinya, pemanah?" Terdengar suara wanita lagi dari belakangku.


"Seorang slave selalu siap dan siaga akan bahaya dan pertempuran, Envy." Kata Kraven. Dan wanita yang lebih berbahaya dari Olivia pun terlihat di belakangku.

__ADS_1


__ADS_2