Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Pemburuan Pertama (Bagian I)


__ADS_3

"Seperti kontrak kita yang telah kita setujui. Kau boleh menggila, Gata." Perintahku. Tanpa segan sedikitpun Gata langsung menyerbu Karna dengan sangat buas. Karna menahannya dengan kedua pedangnya yang ia silangkan.


"Datanglah, wahai kereta." Kuda-kuda penarik kereta Karna langsung meringkih buas dan mengejar majikannya sambil menarik kereta apinya. Gata yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar, tertabrak kereta milik Karna dari belakang. Karna langsung melompat dan menaiki kereta kuda setannya. Kereta itu meluncur dan bisa bergerak di udara tanpa pijakan.


Gata mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya kemudian dia tersenyum menghina.


"Chariot, ya? Sangat cocok dengan cerita legendamu Karna. Sepertinya sejarah tetap menulis pecundang sepertimu sebagai putra dari kusir kuda." Ejek Gata.


"Dan seorang putra kusir kuda ini yang juga pernah membunuh raksasa monster menjijikkan sepertimu juga tertulis di dalam legenda dan sejarah itu." Balas Karna.


"Karena itu aku menginginkan tanding ulang." Gata melompat dengan sangat tinggi agar bisa meraih Karna. Aku tahu ras raksasa di mitologi Hindu jelas bisa terbang. Gata dan Karna pun bertarung dengan sangat sengit diudara malam.


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya Naava yang masih memandangi pertarungan antara Gata dan Karna di udara.


"Mudah saja. Dari caramu bersikap dengan anak baru sepertiku itu terlalu mencolok di akademi. Mungkin orang lain akan berpikir kalau kita ini kasmaran. Tapi bagiku sebagai objek yang di dekati olehmu justru membuatku curiga."


"Setelah itu, sikap canggungmu yang tiba-tiba muncul juga membuatku bingung dan heran. Kecanggungan dari rasa takut begitu mudah terlihat di matamu saat itu. Tapi mengingat kembali wajahmu yang bukan berasal dari sini juga menjadi salah satu alasan untuk berasumsi kalau kau bekerja sama dengan orang itu." Aku menunjuk seseorang yang tergeletak dan sudah tak bernyawa di pojok.


"Ternyata cukup sulit ya untuk berbohong kepadamu." Kata Naava.

__ADS_1


"Dulu aku sempat punya hubungan dengan wanita yang cara berbohongnya sama sepertimu sekitar 5 tahun lamanya." Balasku. Naava tertawa kecil dan geli setelah mendengarnya. Sepertinya dia tersanjung karena ucapanku barusan.


"Dan bagaimana kau bisa menemukanku disini? Tidak mungkinkan kalau kau diam-diam memasuki asrama murid wanita..." dari nada bicaranya sepertinya Naava sedang menggodaku. Sepertinya tidak perlu menutup-nutupinya.


"Sama halnya kau dikirim kemari untuk mencari atau bahkan mencuri informasi tentang Dynasty ini. Aku juga dikirim ke akademi sebagai pencari informasi tentang para tikus yang menggerogoti akar pohon Dynasty ini." Jawabku tanpa basa-basi.


"Pertama, para guru yang berpatroli bukankah terlalu banyak ya sore ini di asrama putri? Sebenarnya tidak semuanya adalah guru sebagian adalah pasukan pembunuh senyap yang kukirim ke akademi. Aku sengaja memancingmu keluar dengan membuat "skenario penggeledahan" di asrama putri dan mengirim sekitar 4 guru untuk membuntutimu dan mengawasimu. Tak kusangka kau langsung dengan beraninya keluar dari wilayah akademi. Jika kau bersikap seperti biasa saja maka rencanaku yang sampai membawa kita kesini tidak mungkin ada."


"Kedua, Alasan aku bisa menemukanmu dengan mudah meskipun di lingkup kota yang sangat luas adalah berkat bekas tanganmu yang ada di telingaku. Aku mengusapnya menggunakan kain dan menjadikannya sebagai katalis untuk bidak-bidakku untuk mencarimu. Dengan tindakanmu menjadi seorang murid yang kabur pasti kau akan menuju kota ketika malam hari dan memberitahu rekanmu yang sudah dicurigai negara tentang fakta bahwa identitasmu sebagai mata-mata telah ketahuan. Karena slave-mu mengetahui keberadaan salah satu bidakku yang sedang mengawasimu yang sedang kocar-kacir sehingga slave-mu menghancurkannya. Aku tahu kalau hal itu akan terjadi, jadi aku menanamkan 2 kertas rune di dalam setiap bidakku, yang pertama adalah rune berisi magic skill : Teleportation untuk menteleport kertas rune satunya kepadaku, dan yang kedua adalah magic skill : Locate object untuk menandai kalian." Jelasku.


"Sepertinya aku terlalu meremehkanmu Gen. Fakta tentang diriku dan rekanku yang terbunuh disana sebagai mata-mata memang benar. Tapi, sebenarnya kami tidak memiliki alasan untuk memata-matai negara ini. Kami mengincar hal lain." Meskipun dari suaranya terdengar menyakinkan tapi aku tidak bisa percaya kepada mereka begitu saja.


"Kalau begitu serahkan dirimu. Kalau alasanmu masuk akal maka akan kupikirkan lagi tentang semua yang telah kau katakan sebagai dalih pembebasan." Balasku.


"Tentukan pilihanmu dalam waktu 3 detik." Ancamku. Tapi Naava malah memasang kuda-kuda bertarung.


"Aku tidak punya waktu untuk ini." Ok, kalau begitu.


"Baiklah, jika itu jawabanmu." Kukeluarkan pedangku dari sarungnya. Nishimiya juga mengeluarkan cakramnya. Meskipun kami menang jumlah, dia sepertinya tidak akan segan untuk melawan balik.

__ADS_1


"Tangkap gadis itu!" Perintah Nishimiya kepada pasukan pembunuh senyap. Mereka langsung menerjang Naava tanpa memberi kesempatan sedikitpun. Tapi aku cukup terkejut, Ternyata Naava bisa mengalahkan pasukan pembunuh senyap dengan sangat mudah. Dan dari gerakannya Naava menggunakan aliran seni bela diri Wing Chun. Cepat, tangkas, dan tepat sasaran. Itu jelas menandakan kalau dia bukan orang biasa yang bisa dihadapi para pribumi.


Nishimiya kemudian maju menyerangnya. Gerakan mereka sama-sama gesit. Semua cakram yang di lempar Nishimiya dengan mudah ditangkis dan dihindari oleh Naava. Mereka beradu tinju dan tendangan. Dalam hal akurasi Naava jauh lebih unggul sedangkan dari segi kekuatan daya ledak pukulan Nishimiya lebih unggul.


Naava mencoba menendang batang leher Nishimiya. Meskipun terkena sangat telak, Nishimiya bahkan masih berdiri tegak.


"Kuakui cara bertarungmu memanglah tangkas tapi, ini terlalu ringan untuk diblokir." Nishimiya menggenggam pergelangan kaki Naava dengan sangat erat. Merasa akan bahaya, Naava menggunakan kakinya yang lain untuk menyerang dan serangan itu berhasil. serangan itu membuat pelipis Nishimiya tergores dan berdarah.


Tapi serangan seperti itu masih belum bisa menghentikan salah satu anggota tetua klan. Nishimiya yang masih menggenggam erat kaki Naava langsung membanting Naava dengan sangat telak ke tanah. Naava langsung memuntahkan darahnya. Naava tebatuk-batuk akibat serangan itu. Nishimiya menarik cakramnya yang terlempar jauh menggunakan kekuatan psikisnya.


Dalam pertarungan ini, meskipun Naava adalah seorang Alter atau bahkan NPC buatan pemain, Naava masih kurang dalam hal pengalaman dari Nishimiya. Rambut Naava di tarik dengan keras oleh Nishimiya dan bilah cakram sudah berada di dekat leher Naava.


"Perintahkan slave-mu untuk berhenti." Perintahku kepada Naava. Tapi Naava tidak mau menurutinya.


"Begitu ya." Melihat aba-abaku, Nishimiya memukul batang leher Naava sehingga membuat Naava pingsan tak sadarkan diri.


Tanpa menunggu lama, Karna langsung mengerahkan kereta kudanya ke arah kami dan melangkah maju. Kucekram kerah baju Naava lalu mengangkatnya dan kuarahkan ujung pedangku ke batang leher Naava.


"Kalau kau menyerah, Ousama-mu akan baik-baik saja." Ancamku. Melihat Ousama-nya terancam, Karna menyerah dan berlutut di depanku. Aku langsung menggendong Naava yang tak sadarkan diri dan membawanya.

__ADS_1


"Kau tidak akan membunuhnya?" Tanya Karna.


"Untuk saat ini." jawabku.


__ADS_2