Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Amukan Dewa Penguasa Lautan (Bagian V)


__ADS_3

"Tunggu! Ayahku dan kalian pernah ke kayangan sebelumnya?!" Sergahku cepat-cepat.


"Pertama kalinya kami ke kayangan adalah saat ini, nak! Kau bisa tidak sih membaca mimik wajah kami yang sama bingungnya denganmu?!" Balas ibu Hisao. Oh iya benar juga.


Astaga... Situasi semakin rumit. Tapi tunggu dulu! Jika teori dari inflasi abadi dan multiverse itu nyata maka cukup masuk akal kalau kami memiliki variant, yaitu versi kehidupan setiap individu di setiap universe yang berbeda. Bisa jadi yang mengusik kayangan saat itu adalah variant dari ayahku yang lain dan bisa jadi ini adalah kesalahpahaman.


Kusingkirkan dulu teori itu dulu. Saat ini yang kubutuhkan adalah memulihkan HP dan MP ku yang sudah terkuras cukup banyak akibat pertarungan kami dengan Cetus tadi. Aku mengambil 2 kristal dari inventory ku. Kristal healing dan Kristal manna. Seketika setelah kedua kristal itu pecah, MP dan HP-ku pun penuh.


HP kedua ibuku masih di bar berwarna hijau meskipun tidak penuh. Tapi MP mereka tersisa sedikit sekali terutama ibu Miyuki. Penggunaan kekuatan dari iblis api itu sepertinya menguras banyak sekali manna-nya. 4 kristal heal dan manna ku yang ada di tanganku pecah dan membuat MP dan HP mereka penuh kembali.


lagi pula komposisi party kami juga dari awal tidak seimbang. Tidak ada healer. Tidak ada salah satu job class bisa mempengaruhi kerja sama dalam party meskipun yang tidak ada itu adalah job class yang remeh. Ini bisa mengakibatkan salah satu job class yang lain terbebani untuk menutupi kekurangan suatu party.


Aku mengganti pisau kujang ku lalu memasukkannya ke inventory dan menggantinya menjadi celurit Madura. Di bilahnya terdapat ukiran berupa motif tanaman padi di kedua sisi bilah.


Di belakang kami ada 2 monster mitologi Yunani paling mengerikan dan di depan kami terdapat ribuan pasukan atlantis dengan persenjataan lengkap.


Tidak ada pilihan lain selain mengeluarkan semuanya. Kuhentakkan kaki kiriku ke tanah. Bayanganku melebar kemudian muncul Shadow Cetus dan Obsidian Gydra. Di depan kedua ibuku yang sedang menghadap ke arah pasukan atlantis muncul Fujin, Raijin, Bad Hero, Jester, Exile, Mookbang, Exile, Screw You, Serena, Jack the Ripper, Queen, King, dan beberapa pemain TSO yang dibunuh oleh Jenghis yang menghadang kami saat perjalanan menuju kepulauan assassin yang jumlahnya sekitar 10 pemain. 22 shadow plus 2 emak super kuat melawan ribuan pejuang Atlantis. Bercanda doang!


Kuperintahkan Obsidian Gydra dan Cetus untuk menyerang ribuan pejuang Atlantis. Gydra menyemburkan api radioaktif nya ke ribuan pasukan atlantis seperti membakar kawanan semut. Korban pun banyak berjatuhan di pihak Poseidon. Pasukan yang tercerai berai dan berhamburan dibantai habis oleh Cetus dengan ayunan trisulanya.


Kedua ibuku yang melihatnya sampai tidak tega melihat pembantaian dan pembunuhan massal yang dilakukan oleh Obsidian Gydra dan Cetus.

__ADS_1


"Oh iya, jangan bunuh para warga yang bersembunyi dan berlindung di dalam kota." perintah ku kepada Obsidian Gydra dan Cetus. Mereka pun menurutinya tanpa keraguan.


"Kau mengasihani mereka, Gen?" Tanya ibu Miyuki.


"Tentu saja tidak. Ini sebagai pelajaran saja bagi mereka yang berani menantang ku. Itu akan terjadi pada mereka jika mereka berani mengacungkan senjata atau bahkan melempar batu ke arahku dengan maksud perlawanan. Baik itu anak-anak, wanita, laki-laki, bahkan orang tua." Jelasku.


"Itu radikal dan gila, Gen!" Sergah ibu Miyuki.


"Tapi logis. "Kekuasaan adalah poros dimana segala sesuatu bergantung. Dia yang memiliki kekuatan selalu benar dan yang lemah selalu salah" Itu yang dikatakan oleh Nicollo Machiavelli. Selama bangsa Atlantis tidak punah maka pengorbanan dari ribuan pejuang Atlantis itu tidak sia-sia." Bantah ku.


Sepertinya aku masih belum bisa menjalankan pola pikir yang dia inginkan. Maafkan aku, sayang.


"Jangan terlalu terbawa perasaan. Kita masih punya Scylla dan Charybdis di belakang kita." Kataku menoleh ke arah Scylla dan Chardybis.


"Kalian sepertinya cukup bagus jika masuk ke dalam koleksi shadow army ku dalam kategori mega." Gumamku. Kepala-kepala monster yang ada di pinggang Scylla mengaum dengan sangat keras dan kencang ke arah kami sampai-sampai tanah terkelupas dan berhamburan seperti debu.


Anehnya kenapa mereka bisa punya hubungan mitra dengan Poseidon? Jika Charybdis bisa dimaklumi karena dia adalah monster dari hasil hubungan antara Poseidon dengan Gaia. Tapi Scylla?! Ada banyak sekali legenda tentang asal-usul dari Scylla di mitologi Yunani.


 Ada yang mengatakan kalau Scylla putri dari Poseidon dengan Gaia, jika dibuat cocoklogi pas-pas saja karena Charybdis dan Scylla adalah saudaraan dan tinggal berdampingan di selat Messina. Ada juga yang mengatakan kalau Scylla adalah selingkuhan dari Poseidon dan ketika Amphitrite mengetahuinya, Amphitrite pun mengutuknya menjadi monster.


Tapi jika dilihat dari kondisinya sepertinya Scylla yang ini mengambil legenda yang pertama. Dan oh Iya aku baru ingat, sejak kapan Charybdis dan Scylla ada dibawah laut Olympus?! Mereka berdua seharusnya ada di selat Messina. Ya terserah sih.

__ADS_1


6 kepala anjing di pinggang Scylla menembakkan 6 elemen. 1 elemen untuk setiap kepalanya yaitu api, tanah, air, udara, dan petir. Ku lempar celurit Madura ke samping sehingga aku dan kedua ibuku berhasil menghindarinya. Karena Shadow Army ku memiliki sifat bayangan jadi aku tidak perlu khawatir jika mereka terkena serangan baik itu fisik maupun sihir.


Serena yang tanpa diperintahkan, menembakkan 6 panahnya yang yang setiap anak panahnya juga mewakili satu elemen. Ledakan karena tembakan elemen dari mereka berdua membuat ledakan yang cukup dahsyat.


"Apa rencanamu kali ini?!" Seru ibu Hisao.


Kugigit gagang dari celurit Madura ku dan kutarik sebuah pedang dari Inventory ku. Pedang milik Screw You.


"Fallen Heaven!!" Rapalku sambil mengayunkannya ke arah Scylla. Tapi beberapa kepala namanya menghalangi tebasan Fallen Heaven dengan menembakkan semacam racun sehingga seranganku tidak sampai menjangkaunya.


"Makhluk fana najis! Kalian akan membayar perbuatan lancang ini dengan nyawa kalian!" Ujar Scylla menyuruh 3 kepala namanya untuk mematok kami tapi kami berhasil menghindarinya dengan berpencar.


"Jika sang OVERLORD mati maka yang lain tidak lebih dengan seongkok kotoran. Matilah dengan menyedihkan!" Seru Scylla. Dengan cepat Scylla memerintahkan ketiga kepala naga yang hampir mematok kami pun saling merapat dan menghadap ke arahku. Ketiga kepala itu membuka mulutnya lebar-lebar dan isi mulutnya mulai bercahaya dengan warna ungu terang.


Dengan jarak sedekat ini pasti aku akan terkena damage yang cukup besar. Ledakan besar pun terjadi. Aku memejamkan mataku. Kusempatkan untuk melihat bar HP milikku. Ternyata tidak turun sedikitpun. Tapi aku curiga dengan dengan Bar HP dari ibu Miyuki yang tiba-tiba turun sedikit. Apa yang terjadi? Asap mengepul terlalu tebal sehingga aku tidak bisa melihat apapun tapi karena mata ini aku bisa melihat aliran manna yang luar biasa hebat yang kemungkinan yang melindungiku.


"Seharusnya kau bisa sedikit manja kepada kami, anakku. Kalau tidak aku akan gagal sebagai ibumu. Tidak ada salahnya kalau kau harus bersembunyi di balik rokku walaupun hanya sebentar." Ujar dari suara ibu Miyuki.


Asap pun mulai menghilang kemudian aku bisa tahu kenapa semburan racun dari 3 kepala naga tadi tidak mengurangi HP ku sama sekali tapi hanya menguras sedikit sekali HP milik ibu Miyuki.


"Wow...!" Gumamku dengan kagum melihat ibu Miyuki.

__ADS_1


__ADS_2