Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Pemburuan Pertama (Bagian III)


__ADS_3

Akhirnya kami sepakat untuk mengadu slave kami. Tempatnya jelas di Padang gurun yang di penuhi item-item ketika malam hari. Karena saking banyaknya item yang kumiliki aku terpaksa membuat dungeon sendiri untuk meletakkan item-item ku. Konsepnya hampir sama dengan kemampuan milik Gilgamesh yang meletakkan semua pusaka sakralnya di dalam ruang bawah tanah Babylonia.


Dalam sejarah Baratayudha, Gathotkaca yang merupakan salah satu putra dari anggota Pandhawa terbunuh oleh manusia setengah dewa yang berpihak kepada Kurawa, anak dari Dewa Surya sang dewa matahari, Karna. Dan saat ini mereka sedang melakukan tanding ulang di kehidupan kedua mereka pada Perang Mitologi.


Karna menabrakkan kereta kudanya ke arah Gata dengan sangat kencang. Kecepatannya menyamai kecepatan penuh pesawat jet ketika di udara. Tapi karena Gata merupakan seorang Raksasa maka serangan seperti itu tidak berefek apapun. Gata langsung mencekram leher kedua kuda api milik Karna sehingga membuat kecepatannya menurun. Dengan mudah kedua kuda tersebut di banting sehingga membuat kereta kuda tersebut terangkat dan terbanting hancur. Karna langsung melompat dari kereta itu.


"Sebagai keturunan dari Pandhawa terkuat kemampuanmu sangat luar biasa." Kata Karna ketika mendarat dari lompatannya.


Gata langsung mengejar Karna dan menyerangnya menggunakan pukulan bertubi-tubi. Karna bahkan sempat kesulitan menangkisnya dengan pedang dan menghindarinya, Karna juga sempat terkena serangan telak dari Gata berupa pukulan di ulu hatinya. Karna terpental hingga menabrak bukit pasir dengan sangat dahsyat.


Tinju yang digunakan oleh Gata untuk memukul Karna sampai terbakar. Gata langsung mengibaskan tangannya sekali sehingga apinya padam.


"Zirah pemberian ayahmu, Dewa Surya ya..." Kata Gata dari kejauhan.


"Sepertinya aku harus menghancurkan zirah itu dulu." Gata langsung meluncur dengan sangat cepat ke arah Karna terdampar. Dengan cepat, api yang sangat membara di sekujur tubuh Karna langsung membakar habis area dalam radius 5 meter sehingga terjadi ledakan skala sedang.

__ADS_1


"Sayang sekali... Sepertinya kau akan mati sama seperti dulu! " Karna menghunuskan pedangnya ke arah dada Gata. Dengan reflek yang cukup cepat Gata langsung melompat menjauh. Tubuh Gata terbakar tapi tidak terluka sedikitpun.


"Kurasa tidak!" Gertak Gata yang melompat sangat jauh sehingga tidak mungkin dijangkau meskipun dengan serangan jarak jauh biasa. Karna kemudian berkomat Kamit membaca mantra. Pedangnya langsung berpendar merah disertai api berwarna biru. Di sekitar bilahnya terdapat aura ular yang memutari bilah tersebut.


"Incar jantungnya, Taksaka!!" Karna kemudian melemparkan pedangnya seperti javelin dengan sangat kencang. Permukaan gurun yang di lintasi pedang itu langsung terbelah layaknya air. Semua item-item terpental jauh dan berhamburan di sekitar lintasan pedang itu. mengetahui dirinya di incar, Gata langsung melompat setinggi mungkin agar bisa terhindar dari pedang lemparan itu.


"Terlalu mudah!" Gertak Gata.


"Terlalu naif!" Timpal Karna. Pedang itu bahkan mengejar Gata yang masih di udara. Dengan bantuan salah satu senjata sakralnya yaitu Sepatu Kucarma, Gata bisa bergerak di udara dengan bebas meskipun tanpa pijakan. Tapi pedang itu masih mengejar Gata tanpa henti.


Gata kemudian keluar dari kepulan asap hitam dalam keadaan terlempar dan terluka. Dari kepulan asap hitam itu Karna mulai terlihat. Zirah dan jubahnya hancur. Pedang yang mengejar Gata tertancap di bagian pundak Karna.


"Menggunakan diriku sebagai tameng...Benar-benar taktik yang licik." Kata Karna mencoba mencabut pedangnya sendiri dari pundaknya. Tapi bukannya tercabut, pedang itu malah patah dan hancur.


"Dengan begini, Zirahmu bukan ancaman bagiku. Pedang Taksaka juga telah hancur karena mengenai zirahmu itu. Kali ini kupastikan kau menjadi bubur karena pukulanku." Gata kemudian berubah menjadi raksasa dan tubuhnya diselimuti zirah full set berwarna hitam legam dengan di hiasi lava yang mengalir di setiap sendinya. Tingginya bahkan setinggi 60 meter.

__ADS_1


Gata langsung menjejakkan kakinya ke arah Karna yang masih sekarat. Karena zirah Karna hancur, maka Karna terpaksa harus menghindarinya. Karna langsung meluncur menulusuri kaki Gata dan menebas-nebas di setiap bagiannya. Kaki yang di tebas Karna langsung meledak tapi zirah Gata masih utuh. Gata kemudian mencoba menangkap Karna dengan tangannya tapi gerakannya sangat lambat. Karna langsung menyabet tangan Gata dengan ribuan sayatan api. Tangan Gata meledak sama halnya dengan kakinya tapi tidak terluka sedikitpun. Karna semakin mendekat ke arah dada Gata. Ketika sudah sampai di bagian jantung, Karna memutar-mutar pedangnya dan hendak menusuk dada Gata dengan sekuat tenaganya. Tapi gagal.


Gata justru menunggu momen dimana Karna berhenti berlarian di tubuhnya. Dengan cepat Gata langsung menangkap Karna dengan tangannya dan melemparnya dengan sangat kencang ke tanah. Pasir menyebur begitu tinggi ketika Karna berbenturan dengan permukaan.


Karna terkubur di dalam pasir karena betapa kencangnya Gata membantingnya ke dalam pasir. "Dengan begini, tamatlah riwayatmu."


Tiba-tiba pilar cahaya merah terang menyambar ke atas langit. Pilar itu melebar dan semakin lebar hawa panas bahkan sampai di ribuan kilo jauhnya. Tanah permukaanku menonton pertarungan saja sampai bergetar karena kedatangan pilar cahaya merah itu. Yang awalnya lautan pasir menjadi lautan api dan lava. Semua item-item ku terpental hingga berkilo-kilo meter tapi tidak ada yang hancur.


"Tak mengherankan kau dibangkitkan kembali di perang mitologi. Ternyata kau sekuat itu. Baiklah kalau begitu. Demi mengalahkanmu untuk Ousama-ku, maka kupersembahkan serangan terkuat dan terbesarku." Kata seseorang dari pilar cahaya merah itu. Tentu saja itu Karna.


Gata yang mundur akibat panas dan terangnya pilar merah itu pun mulai mengambil posisi kuda-kuda. Zirahnya mulai mengeluarkan aura ungu yang sangat terang. Dua cahaya terang dengan warna berbeda bertabrakan.


"Terimalah kemarahan dari Dewa Indra yang memberiku pusaka ini. Pusaka yang memiliki kekuatan menghancurkan yang sangat dahsyat yang satu serangannya meluluh lantahkan sebuah negeri. Bakar dia, Konta : Vasavi Shakti!!!!!" Karna langsung menembakkan Manna yang sangat besar dan sangat panas ke arah Gata dalam bentuk anak panah api.


"Kutang Antakusuma!!!!" Gata juga mengeluarkan seluruh kemampuan senjata sakralnya dengan memfokuskan tangan kanannya sehingga membentuk sarung tinju berkepala iblis berwarna ungu untuk melawan senjata sakral milik Karna yang barusan dia lempar. 2 Senjata sakral mereka berbenturan membuat ledakan yang sangat dahsyat. Ledakannya bahkan setara tau lebih dari ledakan bom nuklir. Semuanya tampak menyilaukan.

__ADS_1


Setelah sekitar 1 menit ledakan 2 senjata sakral itu pun padam perlahan. Sesuai rencana. Gata dengan Zirah antakusumanya hancur dan gosong tergeletak di tanah. Dan Karna masih berdiri dengan jantungnya tertusuk oleh cakar milik Riza dari depan.


__ADS_2