Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Sang Legenda Kembali (Bagian II)


__ADS_3

Beberapa saat sebelum rencana dimulai. Dari bawah tanah.


"Baiklah, rencananya adalah menerobos melalui tepi peperangan menuju dan menuju ke tembok Zulkarnaen untuk dihancurkan. INI LEBIH TERKESAN SEPERTI BUNUH DIRI!!! Apa yang dipikirkan Alice?!" Keluh Jenghis.


"Dia sepertinya juga sudah tidak punya, begitu juga dengan kita. Jika kita tidak segera mengambil tindakan maka para warga sipil Panthera juga akan terlibat." Kata Yuki.


Mereka semua yang berada di bagian bawah tanah tepatnya di tambang Oorvloed diambang kebimbangan melihat ke lubang yang mereka buat di pertarungan melawan Smith tadi. Suara peperangan masih terdengar nyari dari bawah tanah meskipun jarak mereka dengan permukaan tanah bisa sampai sekitar 40 meter.


"Ayo kita lakukan. Berdiam diri disini seperti orang bodoh juga tidak akan membuat kita memenangkan perang ini." Kata Nishimiya dengan penuh tekad.


"Menang kalah urusan terakhir. Yang penting berjuang dulu. Tidak biasanya kau bilang begitu." Kata Shizuku.


"Tenzin dan Mori bahkan sampai mati di peperangan ini. Lagipula kita para tetua Assassin sudah bersumpah untuk mengabdikan diri kepada Tuan Gen. Para Panthera juga sudah menjaga Tuan kita selama 4 tahun terakhir ini. Berarti peperangan ini masih layak diperjuangkan. Bahkan harus diperjuangkan, demi Tuan Gen." Jelas Nishimiya.


Semua orang melihat Nishimiya seolah sedang mendengar tokoh besar yang berpidato dan semuanya mengangguk.


"Baiklah, akan ku beri kalian ruang diatas sana. Tunggu aba-abaku." Kata Ikaris meluncur terbang menuju kepermukaan disusul oleh Enkidu.


Tak lama kemudian Ikaris memberi aba-aba kepada semuanya yang ada dibawah untuk kembali ke permukaan.


"Ayo!" Kata Yuki melompat dari pijakan ke pijakan yang lain bersama dengan yang lain ke permukaan.


Semua orang sudah diatas. Enkidu membuat semacam barrier yang terbuat dari rantai surgawi untuk memberikan ruang kepada yang lain setelah membersihkan tempat itu dalam radius 7 meter dari pasukan-pasukan Gog Magog.


Jenghis pun bersiul untuk memanggil kereta kudanya.


"Oh iya, ngomong-ngomong aku sudah penasaran dari awal kita bertemu, kenapa Job Class mu Chariot, Jenghis? Diambil dari sisi mana Job Class mu itu?" Tanya Yuki. Jenghis hanya bisa diam dengan merapatkan bibirnya seolah pertanyaan itu menganggu nya.


"Eh....Itu karena..." Hanya itu yang bisa dikeluarkan dari mulut Jenghis. Yuki pun menoleh ke arah wajah Jenghis yang tampak seperti orang yang malu.


"Kenapa?" Lanjut Yuki dengan penasaran.


"Itu karena,.... aku dikenal sebagai penunggang yang hebat pada masaku itu." Kata Jenghis dengan nada ragu dan menghindari kontak mata dengan Yuki.


"Tidak usah bohong kau, dasar wanita Mongol. Job Class Slave-mu diambil dari caramu mati yaitu mati karena terjatuh dari kuda mu kan?" Kata Abimanyu dengan tanpa dosa.


Seketika semua orang tertawa dengan keras. Bahkan Yuki sampai kesulitan menahan tawanya karena merasa tidak enakan dengan Jenghis.

__ADS_1


"Mana ada seperti itu!" Kata Jenghis dengan wajah merah.


"Owh tidak mau mengaku? Kita bisa tanya dengan Tuan Gen nanti setelah perang ini selesai supaya dia bisa membocorkan muasal mu." Kata Abimanyu dengan senyum jahil.


"Keparat kau, Abi!!" Cerca Jenghis sambil mengayunkan pedangnya ke arah Abimanyu.


"Tuh kan benar hahahahaha!!!" Abimanyu berhasil membongkar kedok Muasal sang Jenghis Khan.


"Bukannya kau juga tidak kalah menyedihkannya, Abi? Mati dengan dikeroyok paman-pamanmu di perang Mahabarata di dalam taktik formasi Cakrabyuha hanya karena kau bisa memasuki formasi itu tapi kau tidak bisa keluar dari sana." Kata Enkidu dengan tanpa ada rasa bersalah membongkar cara mati Abimanyu.


Semua orang seketika mentertawakan Abimanyu.


"Pejuang bodoh macam apa yang tahu cara memasuki taktik perang musuh tapi tidak bisa keluar dari sana!" Kata Jenghis mulai meneriaki Abimanyu.


"BERISIK!!! Setidaknya masih mending aku mati di peperangan!!!" Balas Abi dengan putus asa.


"Baiklah teman-teman, bisakah kita kembali fokus ke perang ini?" Tanya Nishimiya mengingatkan kembali tujuan awal mereka.


Semua orang seketika fokus kembali. Jenghis pun menaiki kembali kereta panggilannya.


"Baiklah sekarang bagaimana formasinya?" Tanya Abimanyu.


"Bagaimana dengan saya?" Tanya Ikaris.


"kau akan ada dikereta untuk melindungi Jenghis jika ada serangan dari belakang. Ada yang masih keberatan?" Tanya Yuki memastikan formasi.


"Kenapa aku dibagian kiri?! Kau sengaja menjadikan kami sebagai umpan?!" Protes Abimanyu.


"Itu karena kau seorang Slave, Patih pengecut sialan! Ketahanan tubuhmu jauh lebih berbeda dari manusia. Karena itu juga kau juga dipasangkan oleh Ikaris yang notabenya adalah mantan World Boss. Kalian akan menjadi pertahanan kami dari sisi kanan karena kita akan memutari area peperangan ini dari kiri sehingga para Gog Magog akan lebih dominan menyerang kita dari sisi kanan." Jelas Yuki.


"Sebenarnya aku tidak terlalu suka ditunggangi seorang pengecut sepertinya tapi karena adik majikanku yang memintanya maka aku tidak punya pilihan lain." Kata Ikaris.


"DAN AKU TIDAK TULI, DASAR KUDA BERSISIK !!!! PIKIRKAN PERASAANKU JUGA WOII!!!" kata Abimanyu dengan putus ada dan wajah bela sungkawa.


"Baiklah semuanya semua ke posisi masing-masing." perintah Yuki. Semua orang pun menata diri sesuai dengan arahan Yuki tadi.


"Enki, nonaktifkan barrier nya sesuai aba-aba dari Alice." Kata Yuki. Tak lama kemudian

__ADS_1


"Tim Jenghis, kita mulai rencananya SEKARANG!" perintah Alice melalui telepati.


Dengan segera Enkidu menonaktifkan barriernya. Para Gog Magog segera menyerbu mereka.


"PACU SEKARANG!" Perintah Yuki kepada semuanya. Jenghis mencambuk kuda-kuda putihnya dan mulai berlari menarik kereta kuda itu dengan sangat cepat. diikuti oleh Ikaris dan Abimanyu dibagian kanan dan Yuki dan Shizuku dibagian kiri.


Dari semua bagian, Abimanyu lah yang paling kewalahan karena paling banyak menghadapi pasukan Gog Magog. Ada beberapa Gog Magog yang melompat dari tunggangan mereka untuk menerjang Jenghis tapi dengan sigap Abimanyu menebas mereka.


"Lumayan juga untuk ukuran prajurit pengecut." Kata Ikaris.


"Kurang ajar, heh... lari mu juga lumayan cepat, untuk kuda bersisik betina. Hiiiihaaa!!!!!" Teriak Abimanyu memukuli pantat Ikaris menggunakan bagian lempengan pedangnya.


"Sialan kau, Abi!" Cerca Ikaris.


Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai setengah perjalanan menuju tembok Zulkarnaen dan Gog Magog semakin banyak yang mendatangi mereka. Bahkan Enkidu sempat melewatkan beberapa Gog Magog tapi Nishimiya dengan sigap melemparkan Gog Magog yang terlewatkan tersebut ke belakang.


Laju mereka semakin melambat.


"Pacu lebih cepat!" Seru Yuki.


"Maumu seperti itu, nona komandan! Kami yang di sisi kiri sangat kewalahan! Ada saran?!" Tanya Abimanyu mulai kewalahan.


"Astaga, merepotkan!" Ikaris dengan mengambil inisiatif menyemburkan semburan listrik untuk membantu mengurangi jumlah Gog Magog yang menghadang mereka.


"Gunakan tubuh besarmu untuk menginjak-injak mereka, Ikaris!" Kata Nishimiya.


"Jumlah manna ku tidak cukup. Entah kenapa akhir-akhir ini aliran manna Tuan Gen kepadaku sangat lah sedikit." Kata Ikaris.


"Dia benar Nishimiya. Kami para slave nya juga merasakan hal yang sama akhir-akhir ini." Kata Abimanyu.


Tiba-tiba banyak sekali sambaran petir yang menyambar Gog Magog sehingga membuat para Gog Magog kocar-kacir. Rombongan Yuki pun berhenti untuk menghindari sambaran-sambaran petir tersebut.


Dari bawah tanah disekitar mereka muncul banyak sekali shadow army dan mulai membunuh dan membantai seluruh Gog Magog yang ada di sekitar Yuki dan yang lainnya.


"Pasukan Shadow? Jangan-jangan?!... " kata Yuki dengan wajah terkejut.


"Ya ampun, hampir saja. Sepertinya kami datang tepat waktu." Kata Wanita itu berambut panjang cokelat muda dan bermata biru muda membawa trisula emas dengan pakaian yang mirip seperti prajurit duyung.

__ADS_1


"Shasa?!" Abimanyu, Enkidu, dan Jenghis berseru terkejut. Teman yang mereka duga hilang secara misterius malah muncul dengan penampilan yang terlihat seperti dewata.


"Iya, itu pemilik tubuh ini. Sekarang wanita ini menjadi wadah dari dewa Olympus. Berkat dari Tuan kalian." kata Shasa menoleh ke arah sosok yang mereka layani, yaitu Tatsumaki Gen sang OVERLORD.


__ADS_2