
(Sudut pandang : Naava)
Sebelum memasuki medan perang.
Aku dan Killhunger merencanakan cara untuk memenangkan peperangan melawan Apocalypse.
"Kau pasti gila mencoba mengajak salah satu dari mereka untuk duel satu lawan satu." Kata Killhunger memasukkan peluru sniper satu per satu ke dalam magazine.
"Itu untuk mengulur waktu." Balasku.
"Itu bunuh diri. Meskipun kau diselimuti oleh zirah dari bahan baru Oorvloed kau juga harus tahu kalau mereka adalah mantan bawahan dari pria paling mengerikan dan yang paling kau cintai. Valon tidak memilih dan menciptakan mereka dengan sembarangan." Timpal Killhunger cepat-cepat. Aku tahu resiko dari cara ini sangatlah tinggi.
"Karena itu aku membutuhkan bantuanmu. Ketika aku sudah diambang kekalahan, tembak lah mereka dari jauh dengan sniper ini. Aku bisa tahu kemampuan menembakmu dari melihat pertarunganmu melawan Gen. Dan bahkan kakakku rela membocorkan rahasia tentang batu Oorvloed dan memberikannya kepadamu sebagai bayaran akan kepalaku ini. Maka dari itu...." Aku bahkan tidak bisa menyelesaikan kalimatku tapi Killhunger memberikan isyarat untuk memintaku berhenti berbicara.
Killhunger tampak frustasi sehingga ia menggaruk kepalanya meskipun aku tahu kepalanya tidak gatal.
"Baiklah, aku paham maksudmu. Aku juga sering memiliki rencana seperti ini. Tapi jika kau sampai terbunuh maka aku akan meninggalkan negerimu ini. Aku tidak ingin terlihat lagi dengan Apocalypse maupun dengan Valon. Ayo kita lakukan."
"Baiklah, tapi aku berduel tidak untuk mati. Setidaknya camkan itu di otakmu." Kataku.
...****************...
(Sudut pandang : Naava.)
Yah teori dengan rencana yang kubuat dengan Killhunger memang seperti itu, tapi.....
Karena situasinya berubah tanpa aku bisa mengendalikannya membuat Alice tertembak tepat di kepalanya. Sialan! Padahal aku sudah bilang ubah sasarannya! Dia memakai alat komunikasinya tidak sih?!!
Tubuh Alice terjatuh di tanah seperti boneka yang jatuh dari atas lemari setelah tertembak.
__ADS_1
"Woi bodoh! Apa yang kau lakukan?! Kau ini tuli ya?! Aku sudah bilang untuk ubah target!!!! Kau tidak mendengarku ya?!!!!" Bentak dan omelku melalui alat komunikasi.
"Suara tembakan?! Penembak jitu ya? Darimana arahnya?!!" Kata Regila dengan was-was. Tembakan kedua pun dilepaskan. Kali ini sasaran mereka benar tapi teman golem dari Regila dengan reflek yang bagus menangkis peluru tersebut menggunakan perisai bulat yang ada di tangan mesinnya.
"Di sana!" Kata si golem. Si Golem dengan cepat berlari dan melompat bersama dengan Regila untuk menjauh sehingga posisi mereka dekat dengan barrier pelindung Panthera.
"Bodoh! Kenapa kau malah berteriak dengan sangat jelas disana?!!! Kau membuat posisiku diketahui oleh musuh!!!" Hardik Killhunger melalui alat komunikasi.
"Kau yang bodoh! Kenapa kau baru ubah target setelah tragedi?!!" Balas hardik ku.
"Itu karena posisi kepala Alice jika dilihat dari sini menghalangi. Maka dari itu kubuat dia menyingkirkan kepalanya!" Bentak Killhunger.
"Kau tidak perlu sampai membunuhnya, Bodoh!!!" Bentak ku membalas bentakan Killhunger.
"Apanya...... yang..... Tragedi? Aduh pusing." Kata sosok mayat yang ada di depanku. Aku sempat terkejut dan panik melihatnya.
"Berisik ah.... Aduh.... Sejak melihat kilauan di sana. Aku sudah curiga. Maka dari itu aku menggunakan Magic skill : Barrier for Bullet untuk menangkal peluru apapun yang mengenaiku. Tapi hasilnya membuatku terkena stun sementara. Apakah karena kena dibagian kepala ya?" Kata Alice entah itu mengeluh atau karena kesakitan menunjuk ke arah posisi Killhunger. Alice kemudian berdiri dan berjalan mendekatiku. Dengan cepat tangannya merampas alat komunikasi ku dan memasangnya ke telinganya.
"Kau sengaja ya? Kau masih dendam dengan pertarungan di Ibu kota Blizzard ya? Dari sudut pandangmu seharusnya kepala kami tidak sejajar." Kata Alice dengan nada jengkel dan penuh intimidasi sambil menatap tajam ke arah posisi Killhunger. Entah kenapa aku lebih takut melihat Alice yang sedang versi seperti ini.
"Oh tidak. Aku hanya menyelesaikan tugas yang belum tuntas dari Elf perubah bentuk itu saja." Kata Killhunger. Tapi Alice sangat dewasa dalam menanggapi tanggapan yang nyeleneh dari Killhunger. Alice menghembuskan napas beratnya yang berarti memaklumi.
"Terserahlah. Kau ingin membantu kami atau tidak?" Tanya Alice.
"Mahal lo, mantan Ratu Apocalypse. " Kata Killhunger.
"Kau mencoba memeras ku ya. Untuk perkara bayaran bisa kita bicarakan nanti. Untuk saat ini kalau kau tidak membantu kami jika kau sampai diburu dan dibunuh oleh mereka maka aku tidak akan tanggung jawab." Kata Alice. Benar-benar luar biasa. Dia bahkan malah yang memeras sekaligus mengancam Killhunger.
"Kau memang lawan yang mengerikan kalau masalah adu mulut. Baiklah, sebagai merayakan hari aku dibebaskan oleh ratu Panthera aku ingin ikut ke pesta kalian yang meriah ini." Ucap Killhunger dengan atusias. Setelah itu Alice melemparkan alat komunikasiku kembali kepadaku.
__ADS_1
"Mencoba membunuh ku melalui menembak ku ketika aku sibuk berduel denganmu ya? Kau licik juga." Dan dengan cepat Alice mengetahui rencanaku.
"Hei tunggu dulu penghianat! Kau bahkan belum menjelaskan penghianatan mu kepada kami!" Tuntut Yuna yang tahu-tahu sudah dibelakang kami.
"Menjelaskannya kepadamu tidak akan merubah apapun. Apakah Olivia tidak menjelaskan kepadamu? " Tanya Alice. Aku dan Yuna pun saling tatap kebingungan.
"Menjelaskan apa?" Tanya aku dan Yuna secara bersamaan. Tiba-tiba petir menyambar di belakang kami. Ikaris dan rombongan Yuna datang berkumpul kemari.
"Oh jadi begitu. Kau mencoba menjadikan dirimu sebagai kambing hitam sekaligus tawanan perang jika Panthera menang dalam peperangan ini sehingga Panthera bisa menjadikannu sebagai sandera dan secara tidak langsung membuat Panthera menguasai Kerajaan Dynasty Air." Jelas Ikaris kepada kami.
"Rencana itu kubuat karena aku mengira Gen bersama dengan kalian. Dengan membantu pihak Panthera maka pihak ku pasti kalah sehingga bisa menyatukan Panthera dengan Panthera mengklaim Dynasty air. Ternyata aku salah. Gen tidak ada disini. Aku mendengar dari Ratu Panthera ini kalau dia juga kecolongan." Jelas Alice kepada kami. Jadi itu alasannya?
"Bagus, bagus sekali. Dengan begini lengkap sudah para wanita yang tergila-gila dengan Paduka Valon. Maka bukankah akan lebih menarik jika kalian lenyap juga bersama-sama?" Kata Regila dari kejauhan.
"Firasat ku tidak enak." Kata Alice dengan cemas.
"Kenapa kau cemas? Mereka cuma berdua." Kata Yuna dengan percaya diri kalau jumlah adalah segalanya.
"Bukan mereka yang kukhawatirkan tapi 6 benda raksasa itu yang sangat ku khawatirkan. Kalian mungkin akan tahu kenapa Gen menamai guild nya dengan nama Apocalypse." Kata Alice dengan nada Getir.
Tiba-tiba 6 artefak itu kemudian bergeser membentuk sebuah barisan yang sejajar dengan barrier. Tiba-tiba jarak antara satu artefak itu membentuk sebuah energi konsentrasi manna yang sangat besar. Munculah 3 lubang hitam diantara 6 Artefak yang berjejeran itu. Dibawahnya, dari kejauhan aku seperti melihat segerombloan semut yang sangat banyak berlarian ke arah Barrier. Tapi itu bukan semut. Pasukan seperti pasukan monster yang beraneka ragam dengan baju zirah emas membawa pedang, ada yang tombak, ada yang membawa kapak, dan palu perang. Ada diantara mereka juga menunggangi makhluk seperti kuda tapi bukan kuda. Mirip seperti kadal raksasa berkaki enam yang besarnya sebesar badak. Mereka mencoba kemari tapi terhalangi oleh barrier pelindung. Banyak diantara mereka yang mati karena terpotong-potong karena barrier, ada juga yang tergencet, terinjak oleh teman mereka sendiri seolah mereka tidak peduli sama sekali.
Dan jumlah mereka seperti air yang sungai. Tidak ada habisnya.
"Apa-apaan mereka itu?" Kata Yuna yang awalnya percaya diri kini menjadi ciut sekaligus syok melihat pemandangan yang ada didepan mata kami.
"Ini salah satu alasan kenapa Gen menamai guild-nya dengan nama atau sebutan Apocalypse/Kiamat. Salah satunya adalah ide membuat pasukan yang terprogram dan tidak terbatas yang keluar dari celah tembok menggunakan item cheat. Terinspirasi dari tanda-tanda besar Kiamat di Alkitab, Keluarnya Gog Magog dari dinding Zulkarnaen." Jelas Alice dengan ketakutan.
Apakah ini akhir dari Panthera? Atau akhir dunia? pikirku.
__ADS_1