Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Keluargaku Bertemu Keluargaku


__ADS_3

(Sudut pandang : Tatsumaki Gen.)


Perang telah berakhir. Para Gog Magog yang tersisa seketika tergeletak dan tidak bergerak setelah tembok Zulkarnaen dihancurkan. Pihak Panthera mendapatkan kemenangan, tapi....


Aku melihat ke sekelilingku. Mayat-mayat tergeletak di mana-mana baik itu mayat dari pihak Gog Magog maupun pihak Panthera. Padang rumput yang hijau dan indah berubah menjadi berwarna merah akibat banyaknya darah yang ditumpahkan. Tapi dengan adanya mayat-mayat mereka aku bisa menambah jumlah Shadow Army-ku. Tapi untuk saat ini aku akan mengurungkan niatku.


Rombongan Yuna dan Alice pun berjalan mendekatiku. Mereka tampak berantakan, lelah, dan yah di penuhi luka tapi terdapat kepuasan di wajah mereka setelah memenangkan perang ini. Dengan cepat Yuna memelukku dengan sangat kencang sampai membuatku terjatuh karena dia mendatangiku dengan cara menabrak ku seperti banteng yang marah. Yah aku tidak bisa menyalahkannya karena sudah tidak bersua selama 4 tahun.


"Berani-beraninya tuan melakukan ini kepada saya lagi. Membuat saya khawatir... " Kata Yuna dengan khawatir. Aku bisa merasakan air matanya menetes begitu deras di wajahku.


"Maaf, aku tidak menyadari kalau hal ini akan terjadi." Kataku mencoba menenangkan Yuna dengan mengusap kepalanya menggunakan tangan kiriku.


Alice yang teliti dan cermat segera menyadari sesuatu yang hilang dariku. Alice mencoba membantu untuk membangunkanku dan memeriksa bagian kananku. Wajahnya menjadi masam setelah melihat tangan kananku.


"Kau kehilangan tangan kananmu." Kata Alice memeriksa tangan kananku yang dimana hanya tersisa lengan atas dan sikuku saja yang masih tersisa. Yah ini karena Kraven memotongnya 4 tahun lalu.


"Yah begitulah, tapi aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Lagipula aku juga kidal." Aku melihat ke sekelilingku.


"Dan siapa wanita-wanita ini tuanku? Jangan bilang kalau mereka juga yang terpikat denganmu juga?" Tanya Abimanyu dengan nada bercanda. Mendengar pertanyaan ngawur seperti itu membuat Ibu Hisao dan Ibu Miyuki saling memandang satu sama lain.


"Itu menjijikkan kau tahu?" Ujar Ibu Hisao dengan melipat tangannya dan menatap dingin Abimanyu.


"Wanita yang terpikat denganku huh. Mereka berdua adalah ibuku." Aku menanggapi. Abimanyu dan yang lain bahkan Yuna yang masih memelukku terkejut mendengar perkataanku tadi.


Alice kemudian menatap wajahku dan wajah kedua ibuku secara bergantian seolah apa yang baru kukatakan adalah sebuah lelucon.


"Omong kosong. Mereka berdua bahkan tidak mirip denganmu Gen. Kau mencoba melucu di depan kami setelah kau menghilang selama 4 tahun ini?" Sergah Alice dengan curiga. Yah sudah kuduga untuk wanita sepertinya akan se kritis itu.


"Tapi itu memang benar. Eh ibu, biar ku perkenalkan. Istriku Alice. Para Slave-ku Yuna sang Dewi Tsukuyomi, Abimanyu, Enkidu, Riza sang Seiryuu, dan Toyotomi Hideyoshi. Dan para bawahanku Nishimiya, Shizuku, Ikaris dan..... " Aku sempat berhenti meng-absen gara-gara aku tidak melihat Tenzin, Mori, dan Shizuka disini. Apakah mereka tidak selamat di peperangan tadi.


"Yah itu saja. Dan mungkin kalian juga sudah kenal dengan Yuki adikku." Kataku.

__ADS_1


"Lama tidak bersua Ibu." Kata Yuki dengan sopan membungkukkan kepalanya memberi salam hormat.


"Tak kusangka kau nyasar ke dunia ini juga setelah kejadian itu. Yah syukurlah aku bisa melihatmu kembali." Balas Ibu Hisao.


"Aku juga senang keluarga kita bisa berkumpul kembali." Ujar Yuki.


Miyuki dengan cepat menarik bahu Yuna sehingga membuat wajahnya bisa dilihatnya.


"Kenapa?" Tanya Yuna dengan tidak nyaman.


"Kau bilang dia adalah Dewi Tsukuyomi kan Genta?" Tanya Miyuki memastikan.


"Ya, memangnya kenapa?" Tanyaku kembali.


"Apakah kita pernah bertemu?" Tanya Yuna kebingungan.


"Apakah wajahku tampak tidak asing bagimu?" Tanya ibu Miyuki sekali lagi.


"Begitu ya. Kau cukup populer di kalangan para gadis bahkan sampai ras dewata juga nak. Mirip seperti ayahmu." Ibu Miyuki pun mengusap kepalaku dengan lembut.


"Yah wajar lah Miyuki. Dia kan memang anaknya." komentar ketus dari Hisao. Tiba-tiba datang seorang wanita berambut pirang panjang dikucir 2, mengenakan topi Rusia berwarna hitam, memakai tank top ungu gelap, rok kini berwarna hitam, memakai mantel kulit berwarna hitam dengan ekor jubah sepanjang lutut dengan beberapa plat b aja yang melindungi kedua bahu dan punggungnya, memakai stoking hitam dan sepatu boot hitam dengan hak yang tinggi, ditangan kirinya menggenggam sebuah senapan marksman dengan ujung selongsong nya terdapat sebuah mata pisau bayonet. Matanya berwarna ungu dan sangat cantik.


"Kau yakin tidak memperkenalkanku juga dik?" Tanya wanita.


"Dik?" Ikaris terheran dengan kata-kata Doya.


"Ah iya perkenalkan juga Ini Doya. Kakak angkatku." Kataku memperkenalkan Kakakku kepada mereka.


"Aku bisa merasakan aura kedewataan darimu. Siapa kau sebenarnya?" Sergah Ikaris.


"Qirin ya. Dunia kayangan memang luas ya. Saking luasnya kau bahkan sampai tidak tahu kalau Zeus sudah digantikan olehku." Ujar Doya meletakkan senapannya ke punggungnya. Tangan kirinya juga memamerkan energi petir. Semuanya sekali lagi terkejut.

__ADS_1


"Jadi kau yang menjadi Dewa Zeus kali ini?!" Tanya Ikaris dengan serius.


"Ya aku mengklaim tahtanya setelah membunuh Zeus yang sebelumnya." Kata Doya.


"Keluargamu mengerikan." Bisik Alice kepadaku.


"Kau juga keluargaku, dasar." Bisikku kembali.


"Sepertinya anda perlu menceritakan kepada mereka, Tuanku." Kata Shasa berjalan mendekati Doya diikuti Athena di belakang nya.


"Aku tahu situasi banyak yang berubah semenjak aku menghilang selama 4 tahun terakhir ini. Untuk detail dan kejadiannya akan ku beritahu nanti setelah urusan di sini selesai. Untuk saat ini kumpulkan mayat-mayat dari pihak kita dan pihak musuh ke tempat Babylon Treasure milik Alice. Shadow army-ku akan membantu kalian untuk mengangkutnya. Untuk Yuna dan Alice tetap disini sebagai perantara antara aku dengan Panthera." Jelasku.


Semuanya mengangguk dan dengan cepat berpencar dan mulai mengerjakan perintah ku barusan.


Tersisa aku, Ibu Miyuki, Ibu Hisao, Doya, Shasa, Yuna, Alice, dan Athena.


"Antar aku ke Panthera." Pintaku.


Yuna dengan cekatan menuntun kami ke arah pihak Panthera. Di sana aku bisa melihat Shizuka yang sedang merawat Naava yang sepertinya keadaannya sudah stabil. disamping Naava terdapat seorang pria tua yang tampak seperti biksu yang sedang dibungkus menggunakan kantung mayat.


"Tu-tuan Gen?" Shizuka terkejut melihatku dengan keadaan ku sekarang. Aku hanya menjawab rasa terkejutnya dengan anggukan.


"Neema, bagaimana keadaan Naava?" Tanya Alice kepada Seorang wanita yang memakai pakaian seperti ilmuwan.


"Kakakku baik-baik saja. Setelah Guru Seka mengorbankan nyawanya untuk membantu proses pemulihan kakakku." Jawab wanita bernama Neema. Neema kemudian menoleh dan melihat dengan tatapan tidak percaya.


"Ka-kau sembuh Gen? Bagaimana bisa?" Tanya Neema tidak percaya.


"Dilihat dari gelagatmu sepertinya kau yang mengurus ku ketika aku koma. Aku sungguh berterima kasih. Aku bisa sembuh berkat ibu-ibuku." Kataku dengan membungkuk.


"Jika ingin berterima kasih, berterima kasihlah kepada kakakku. Dialah yang selalu mencemaskanmu dan merawatmu selama kau koma. Jadi, apakah setelah ini kalian akan mengadakan resepsi pernikahan?" Nona Neema kau baru saja menghidupkan salah satu sumbu yang pendek. Tapi aku bersyukur Doya dan Alice dengan peka dan senang hati mematikan sumbu tersebut sebelum memicu ledakan besar dengan mengunci seluruh pergerakan Yuna.

__ADS_1


"Yah, aku akan membicarakannya nanti secara personal dengan Naava." Balas ku cepat-cepat. Kakak adik sama barbarnya kalau ngomong ya. Di sisi lain aku berhasil menambah kontak dan koneksi tapi di sisi lain aku juga harus mempertahankannya juga sebagai keluarga. Benar-benar bukan keahlianku.


__ADS_2