
Di tengah-tengah aku sedang sekarat aku mendapat bayangan. Bayangan tentang laki-laki berambut emas pucat dengan style berdiri, bermata merah menyala, maskulin, bertato merah di sekujur tubuhnya dengan pola tulisan kuno, memakai tunik warna merah dengan plat-plat emas yang menghiasinya, tangan kirinya memakai sarung tangan emas bercakar seperti cakar elang sedang bersedekap dengan senyumnya yang sangat angkuh. Dia juga bisa mengeluarkan portal Babylon Treasure sepertiku dan juga Alice.
Bayangan tersebut berganti dengan wanita yang sangat mirip dengan Yuna. Hanya saja setiap ujung rambutnya berwarna putih dan dibuat berkucir kuda, bermata ungu, memakai baju terusan berwarna putih dengan pelindung berupa plat baja yang melindungi dada, bahu, 2 pergelangan tangan, dan 2 tulang kering kaki, Membawa senjata sansetsukon berwarna hitam obsidian. Aku sempat terpukau tapi aku tahu kalau dia bukanlah Yuna. Hanya kebetulan mirip saja.
Setelah itu aku sadar. Aku melihat dadaku yang sempat berlubang akibat 2 pisau daging yang menusukku dari belakang hingga menembus dadaku. Tapi aku tidak menemukannya. Tidak ada luka, tidak ada bilah pisau yang tertancap, Aku bahkan baru sadar kalau aku ternyata telanjang dada. Aku masih belum paham situasi. Aku melihat ke sekelilingku. Oh iya, aku baru mengingatnya. Aku sedang bertarung dengan Jester tadi.
Aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Aku tidak menemukan Jester. Lalu ku lihat belakangku. Jester terkapar dan sedang kesakitan berguling-guling karena tubuhnya terbakar dengan api berwarna ungu. Aku pun langsung terkesiap dan langsung bersalto menjauh dari Jester. Api ungu apa itu? Karena aku tadi tak sadar maka aku juga tidak tahu apa yang barusan terjadi.
Api ungu itu pun mulai mengecil dan menghilang meninggalkan tubuh Jester yang sudah setengah matang seperti daging barbaque. Dia pun bangkit dari tempat terkaparnya. Dia pun melihatku dengan wajah psikopatnya yang sangat mengerikan.
"Tak kusangka kau bakal menyerangku menggunakan api ungu sialan itu!!! Kau memang mantap Valon! Seperti dugaan awalku, aku tidak akan menang melawanmu tanpa ini." Mungkin di mata Jester disaat itu aku mencoba mengeluarkan kedua mataku. Aku terkejut apa yang ada di tangan kirinya. Berserk Fruit. Item class Legend yang bisa membuat para penelannya mengalami evolusi dalam sekejap dan mengamuk tanpa kendali. Efeknya juga cukup lama, sekitar 30 menit.
HP ku sebentar lagi habis. Aku pun meminum potion heal sebanyak 3 kali hingga HP-ku penuh. Aku tidak tahu apakah benar aku yang membakarnya dengan api ungu itu. Tapi yang jelas pertarungan kami belum selesai. Aku harus segera mengakhirinya.
Jester pun mengunyah buah yang ada di tangan kirinya. Yang benar saja woi!? Level awal Jester yang awalnya adalah 97 menjadi 100 sama sepertiku. Aura gelap menyapu seluruh ruangan Jester dengan dahsyat. taring-taring menjadi bertambah panjang, matanya memerah, badannya membesar hingga merusak ite**m-item yang menempel di tubuhnya, Tangan mulai mengeluarkan urat-urat dan ototnya membengkak, Telinganya memanjang seperti telinga iblis, kuku-kukunya menghitam dan menjadi panjang dan tajam. Tinggi Jester kini menjadi 3 meter.
Jester mengambil 2 pisau dagingnya. Pisau dagingnya menjadi bertambah besar dan panjang setelah di sentuhnya. Ku ambil pedangku yang tergeletak tepat di sampingku.
"Mari kita lanjutkan." Suara Jester menjadi lebih besar. Tidak hanya membesar tapi juga menjadi lebih cepat. Itu jelas kecepatan abnormal. Aku bahkan tidak sempat bereaksi ketika dia menonjokku hingga hingga membuatku terpental dan menabrak tembok dengan sangat keras. Jester langsung menyerangku dengan brutal layaknya monster sungguhan. Aku tidak mungkin menahannya selama 30 menit. Tapi aku tidak sempat memilih Magic Skill ataupun Skill Material Art yang ada di layar console. Yang kubisa hanyalah menghindar dan menangkis beberapa serangan Jester. Aku tidak menyangka kalau efek buahnya akan semengerikan ini.
__ADS_1
Aku pun mulai meladeninya. Kuserang balik. Kubalas semua serangannya. Ruangan dipenuhi dengan lubang-lubang dan garis-garis retakan akibat pertarungan kami. Kami pun saling terkunci. Pijakan kami mulai hancur dan retak.
Jester nampak sangat bahagia meskipun setiap waktunya dia tersenyum dengan ciri khas psikopatnya. Jester langsung melakukan teleport Instant nya dan menyerangku dari belakangku. Karena efek buahnya, dia bisa berteleport lebih leluasa dan menyerangku dari segala titik butaku. Ku keluarkan rantai surgawi ku untuk membuatnya diam tapi Jester berteleport cukup cepat sehingga membuatnya sulit ditangkap.
Jika aku menggunakan Babylon Treasure maka aku juga akan terkena dampaknya juga. meskipun aku bisa mengeluarkan Violet Barrier tapi Jester pasti juga bisa menghindarinya dengan mudah. Maka penyelesaiannya cukup mudah.
Kubuka mulut Shadow Godzilla tepat di bawah kami berdua. mulutnya dapat melingkup seluruh ruangan dan melahapnya. Jester dan aku pun masuk ke dalam mulut Godzilla. Karena di dalam mulut Godzilla sangat gelap maka Jester tidak akan bisa kabur menggunakan teleport instant.
Aku pun keluar dengan teleport menggunakan tempat check point yaitu di gedung tempatku membuat rencana bersama dengan Shasa. Di sana sudah cukup aman. Kepala Godzilla menjulang hingga ke permukaan kota. "Ledakkan!" Perintahku kepada Godzilla. Godzilla kemudian memuntahkan semburan api biru radiasinya ke atas langit. Dengan begini Jester terbakar habis.
Aku tiba-tiba mencium bau wangi. Wangi yang tidak asing. Hanya dia dan Yuna yang memiliki aroma ini. Aku pun sangat terkejut dengan apa yang kulihat.
"Kenapa kau ada disini, Envy?" Tanyaku. Yah dia adalah salah satu NPC yang kubuat yang bahkan lebih kuat dari semua pemain anggota Apocalypse. Envy memiliki kemampuan spesial berupa meniru segalanya baik itu wujud maupun kemampuan dan kekuatannya. Seperti namanya, kemampuan menirunya sangat cocok dengan arti namanya "Envy : Iri hati". Aku sangat terkejut bisa bertemu dengannya di sini.
"Begitukah cara anda menyambut saya? Setelah sekian lama tidak bertemu? Anda memang dingin seperti biasanya." Jawabnya.
"Kenapa kau menyelamatkannya? Dan bagaimana caramu menyelamatkannya?"Tanyaku.
"Jangan pura-pura bodoh tuanku. Itu membuatku jijik. Aku ketika itu menyamar menjadi salah satu batu yang di injak Jester kemudian aku menempelnya rune teleportasi. Lagi pula dia masih berguna. Masih ada alasan saya menyelamatkannya. Tak saya sangka saya digantikan oleh hewan peliharaan yang anda sebut Slave." Jelasnya. Wajah menjadi marah ketika dia membahas soal Slave.
__ADS_1
"Saya akan memberikan Jester jika anda kembali kepada saya. Mari kita buat kekacauan yang indah lagi seperti dulu." Kata Envy. Envy juga termasuk salah satu dosaku yang membantuku melakukan kejahatan selama 2 tahun terakhir. Tentu aku harus membunuhnya.
"Kau berani menawarkan hal menjijikkan itu kepadaku, anjing!" Bentakku.
Kubunuh Jester menggunakan Shadow Bad Hero untuk menusuk lehernya. Envy sempat terkejut dan melempar tubuh Jester ke arah Shadow Bad Hero dan menjauh. Kemudian dia pun tersenyum kepadaku.
"Yah tidak masalah. Saya ingin memang menggunakannya untuk negosiasi." Kata Envy. Tiba-tiba ada sesuatu yang melesat mengarah ke Envy. Ledakan terjadi akibat lesatan tersebut.
"Shooter ya? Dasar pengganggu sialan. Mari kita bicara di lain waktu Tuanku." Envy pun menghilang.
"Tunggu!" Kata Kraven. Wajahnya dipenuhi amarah. Itu pertama kalinya melihat Kraven marah.
"Tak usah di kejar Kraven." Kataku menurunkan busurnya. Kraven seakan baru tersadar. Dia pun melihatku dengan terkejut. Dia pun kembali tenang.
"Tak biasanya kau emosi. Mana sikap cool-mu?" Tanya ku dengan niat bercanda.
"Tidak, mood-ku sedang jelek saja." Jawabnya kemudian kembali ke wujud roh tak terlihat. Meskipun belum lama menjalin kontrak,aku tahu kalau Kraven adalah tipikal Slave yang tenang.
Sepertinya pemburuan anggota Apocalypse tidak semudah yang kukira. Aku pun membangkitkan Jester menjadi pasukan Shadow. Aku menyuruh Queen untuk mengambil jasad Jack. Aku dikejutkan hal yang tidak terduga. Pedang Herakles tertancap di mayat Jack. Padahal aku membawanya bersama ku selama aku memburu para badut tadi. Kucabut pedang itu, sekarang ada 2 pedang Herakles. Kusimpan pedang yang tertancap pada mayat Jack kemudian kumasukkan ke inventory. Ketika aku membuka data item pedang tersebut aku merasa aneh. Semua datanya sama dengan pedang Herakles milikku. Apa maksud semua ini? Kubangkitkan juga Jack Ripper.
__ADS_1
Dengan begini, lengkap sudah kebangkitan Shadow Royal Flush.